
Nindya sudah selesai konsultasi dengan dosen pembimbing akademiknya. Dia merasa lega semua mata kuliah yang diajukan disetujui. Semalam dia dengan Lilian dan Rita melakukan diskusi virtual untuk membahas mata kuliah yang akan diambilnya. Namun dia merasakan suatu kegalauan karena lewat dosen pembimbing akademik , pak Suryo dosen killer menitip pesan agar Nindya menghadap beliau. Nindya menduga duga dia punya salah apa, apa karena tugas makalah yang di copy kan untuk Bram.
Nindya keluar dari ruangan dosen pembimbing akademik , kemudian berjalan menuju ke ruangan pak Suryo yang berada di lantai 3. Saat berada di tangga dia bertemu dengan Bram.
"Nin, sudah selesai?" tanya Bram saat berada di dekat Nindya
"Gimana konsultasi nya? tanya Bram lagi sambil berjalan menaiki tangga
"Sudah Mas, sudah beres, cuma sekarang harus menghadap pak Suryo" jawab Nindya yang juga menaiki tangga
"Ada apa ya?" tanya Nindya
"Oooo kirain mau mencari aku he..he..." ucap Bram ge er sebab ruang dosen pembimbing Bram di lantai 3
"Mas Bram sudah selesai? tanya Nindya
"Ini baru mau akan" jawab Bram
Tidak berapa lama mereka sudah berada di lantai tiga dan terus berjalan di lorong menuju ke ruang dosen. Terlihat ada beberapa mahasiswa yang masih duduk mengantri di depan ruang dosen pembimbing mereka masing masing.
"Ruang pak Suryo di mana ya Mas?" tanya Nindya
"Ikut aku saja, ruangannya sebelahan dengan dosen pembimbingku" jawab Bram
"Jadi nanti tunggu saja di depan ruangan nya jika kamu lebih dulu selesai, dan aku tunggu jika aku yang lebih dulu" jelas Bram lebih lanjut.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan ruang dosen yang akan dituju. Terlihat ada beberapa mahasiswa yang berada di sekitar situ. Ada yang duduk ada juga yang berdiri sambil ngobrol dengan temennya sambil memandang ke arah luar gedung entah melihat mobil parkir atau melihat mahasiswa yang lalu lalang berjalan di bawah.
"Nin, duduk sana yuk" ucap Bram sambil menunjuk bangku kursi yang kosong. Nindya mengiyakan dan mereka berjalan menuju bangku kursi yang kosong tersebut. Terlihat beberapa mahasiswa menatap mereka. Ada yang senyum dan menyapa bagi yang sudah kenal. Ada yang menatapnya dengan tatapan kagum mungkin mereka mahasiswa baru.
"Mas Bram" sapa salah seorang gadis, Bram dan Nindya secara bersamaan menoleh pada gadis yang menyebut nama Bram
"Mas Bram nanti duluan aja, setelah mahasiswa yang menghadap pak David keluar" ucap gadis itu lagi
"Kenapa?" tanya Bram
__ADS_1
"Dosen pembimbing mas Bram pak David kan, aku juga harusnya setelah ini giliranku, tapi aku mau turun dulu mau nemui temenku" jelas gadis itu
"Ooo ya sudah terimakasih" ucap Bram. Dan terlihat gadis itu berjalan meninggalkan mereka.
"Siapa mas" tanya Nindya
"Anak semester lima mungkin" jawab Bram
"Ooo iya kayaknya" ucap Nindya membenarkan. Tidak lama kemudian ada mahasiswa yang keluar dari ruangan pak David, hingga tiba waktunya Bram untuk masuk menghadap ke dosen pembimbing nya.
Sekarang Nindya duduk di bangku kursi tersebut seorang diri, namun tidak berapa ada dua mahasiswi ikut duduk di bangku kursi yang diduduki Nindya. Mereka berbincang bincang basa basi.
Dan tidak berapa lama tiba giliran Nindya masuk ke ruang pak Suryo. Telapak tangan Nindya sudah terasa dingin sejak tadi sekarang semakin terasa lebih dingin.
Nindya mengetuk pintu ruangan itu.
"Masuk" terdengar suara tegas dari dalam ruangan. Nindya memutar handel pintu secara perlahan dan kemudian membukanya. Nindya kemudian menutup daun pintu tersebut lalu melangkahkan kaki menuju meja pak Suryo. Terlihat pak Suryo serius menatap lap top nya.
"Duduk" ucap pak Suryo saat Nindya berada di dekat kursi di depan mejanya. Nindya lalu menaruh pantatnya di kursi tersebut. Terasa kursi panas begitu gumam Nindya
"Saya Nindya Ending, kata pak Fahrul dosen pembimbing akademik saya bapak memanggil saya" ucap Nindya dengan hati hati
"Ooo Nindya" ucap pak Suryo lalu melepaskan pandangannya dari lap top dan menatap mahasiswi di depannya.
"Iya iya... Gimana kamu sudah konsultasi dengan pak Fahrul?" tanya pak Suryo
"Sudah pak, sudah disetujui" ucap Nindya
"Gini dik.. langsung saja karena nilai kamu di mata kuliahku selalu dapat nilai A, aku menawarkan kamu untuk jadi asisten"
"Tapi Pak ip saya tidak menyampai cum laude" ucap Nindya
"Tidak masalah masih di atas tiga kan?"
"Iya Pak, terus tugas saya apa Pak?" tanya Nindya
__ADS_1
"Kamu menyiapkan materi materi untuk praktikum mata kuliah saya di semester satu dan dua, kamu kan sudah pengalaman di kedua praktikum tersebut. Nilai praktikummu juga semua A malah A plus" ucap pak Suryo sambil melihat lap top nya untuk melihat data Nindya.
"Bagaimana?" tanya pak Suryo
"Jika hasil kerjamu bagus ke depan bisa dilanjut lagi untuk mempersiapkan materi di semester lebih lanjut" ucap pak Suryo lagi
"Akan saya coba Pak" ucap Nindya
"Baik lah nanti kamu bisa minta bantuan pada asisten yang lebih senior" ucap pak Suryo
"Nanti aku share kontak mereka ke kamu juga diskripsi tugas kamu lewat email" ucap pak Suryo lebih lanjut
"Baik Pak" jawab Nindya
"Baiklah jika tidak ada yang perlu ditanyakan, kamu boleh keluar, kalau sewaktu waktu ada yang ingin kamu tanyakan bisa hubungi aku lewat email atau pesan text" ucap pak Suryo
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi, terimakasih Pak" ucap Nindya
"Sama sama" ucap pak Suryo dan Nindyapun kemudian bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan pak Suryo dengan hati yang bahagia. Rasanya dia ingin loncat loncat namun keinginannya hanya bisa terpendam di dalam hati.
Nindya berjalan menuju ke tempat duduk yang tadi dia duduki, nampak Bram sudah duduk menunggunya di sampingnya ada dua mahasiswi salah satunya gadis yang memberikan antrian nya pada Bram. Ada tadi dia modus ya biar bisa duduk sebelahan dengan Bram begitu pikiran curiga Nindya he..he... Ah pasti hanya pikiran burukku saja begitu gumam Nindya dalam hati
"Mas Brammmm" teriak Nindya namun dengan suara tertahan agar tidak mengganggu yang lain. Tangan Nindya juga bertepuk tangan dengan posisi telapak tangan menggenggam agar tidak bersuara. Ekspresi wajah Nindya terlihat sangat bahagia
"Aku ingin memeluk mas Bram" ucap Nindya setelah berada di depan Bram, dan tentu saja membuat Bram bingung
"Ya peluk aja mau aku wakili apa?" tanya gadis yang memberi antrian pada Bram, yang terdengar oleh telinga Bram. Bram lalu bangkit berdiri dan memeluk Nindya dan Nindyapun memeluk Bram dengan erat.
"Ada apa?" tanya Bram sambil mengeratkan pelukannya
"Aku jadi asisten dosen mata kuliah pak Suryo" jawab Nindya. Bram lalu melepas pelukannya sambil berkata
"Kamu senang jadi asisten apa seneng bisa dekat dengan pak Suryo?" tanya Bram
"Dua dua nya haa...ha..."jawab Nindya sambil tertawa
__ADS_1