Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
167. Iklas


__ADS_3

Mobil Bram yang membawa kambing sudah sampai di halaman rumah bapak Bharata. Terlihat pak Man dan papah Mahendra buru buru membuka pintu mobil. Meskipun selama di perjalanan AC mobil dimatikan dan jendela mobil dibuka tetap saja aroma kambing menyengat di dalam mobil.


“Wah makanya bau banget Pak, keduanya mengeluarkan pupuk kandang ha... ha... lumayan nich Pak beli kambing dapat bonus pupuk.” Ucap pak Man saat membuka pintu belakang mobil dan matanya menangkap dua onggok kotoran kambing.


“Itu pupuk modern pak, bukan pupuk kandang tapi pupuk mobil.” Ucap papah Mahendra


“Iya ya Pak adanya di mobil bukan di kandang ha...ha...” ucap pak Man sambil tertawa


“Harus cepat cepat saya ambil nich Pak pupuk mobilnya...” ucap Pak Man sambil menarik salah satu kambing untuk dikeluarkan dari mobil. dan tangannya terus berusaha mengeluarkan kambing dari mobil Bram tetapi sepertinya kambing kambing tersebut nyaman di dalam mobil Bram.


“Iya Pak itu pupuk limited edition.” Ucap papah Mahendra sambil membantu Pak Man mengeluarkan kambing.


“Pak ini kok susah sekali diajak keluar.” Ucap Pak Man yang sekarang sudah berkeringat mengeluarkan kambing.


“Coba Pak Man masuk di dorong dari dalam nanti saya tarik.” Usul dari papah Mahendra.


Akhirnya pak Man masuk ke dalam mobil dan berusaha untuk mendorong dan mengangkat kambing tersebut namun hasilnya nihil, kedua kambing tersebut tetap mogok. Pak Man rasanya sudah pusing karena aroma kambing dan kecapekan.


“Ya sudah Pak, biar saja di dalam mobil dulu, yang penting jendela nya di buka.” Ucap papah Mahendra sudah putus asa.


“Pintu juga dibuka ya Pak, yang penting pintu pagar selalu ditutup.” Ucap pak Man sambil keluar dari dalam mobil lalu mengambil nafas dalam dalam menghirup udara segar.


“Ya sudah kita istirahat dulu, mobilnya di parkir sini tidak mengganggu mobil lain kan?” tanya papah Mahendra


“Iya Pak, aman. Kita istirahat dulu nanti saja kambingnya di keluarkan.” Ucap pak Man menyetujui usul papah Mahendra. Mereka berdua lalu berjalan meninggalkan mobil berisi kambing tersebut. Papah Mahendra masuk ke dalam rumah sedangkan pak Man berjalan menuju ke tempatnya dimana dia bjasa beristirahat.


Tidak lama kemudian Arum keluar dari rumah berjalan menuju ke garasi untuk mengambil mobilnya. Saat berjalan melewati mobil Bram yang pintunya terbuka sambil lalu dia menutup pintu tersebut, namun dia terlonjak kaget karena ada suara dari dalam mobil Bram.


“Mmmmmmmmbeekkkkkk....” teriak kambing dari dalam mobil sambil melongokkan kepalanya di jendela yang terbuka seakan menyapa Arum, mungkin maksudnya manggil mbaakkkk..

__ADS_1


“Ya ampun....” Teriak Arum menoleh ke arah mobil Bram lalu menutup hidungnya dengan tangannya dan melangkah lebih cepat.


“He... He... tapi perlu diabadikan.” Ucap Arum kemudian dengan tersenyum licik. Dia lalu menghentikan langkahnya dan mengambil hape dari dalam tasnya. Selanjutkan dia kembali berjalan mendekati mobil Bram untuk merekam kambing kambing yang berada di dalam mobil Bram. Selanjutnya dia kirim video dan foto foto tersebut ke hape Bram.


Sementara itu di rumah sakit. Ibu Murti dan Mamah Indah keluar dari kamar perawatan Nindya untuk membeli makan siang dan keperluan lainnya. Sedangkan Bram masih asyik memandangi anaknya yang sedang tidur pulas di dalam box.


“Nin setelah ini kita buat yang cewek ya...” ucap Bram dengan mata masih fokus memandangi anaknya.


“Mas Bram itu, kayak buat apa saja.” Jawab Nindya


“Nin ada yang bilang kalau yang bergairah ibunya anaknya cowok.” Ucap Bram sambil tersenyum membayangkan saat Nindya bermain hos hos...


“Ih... mosok.. berarti Mas Bram kemarin tidak bergairah ke aku.” Ucap Nindya sambil cemberut.


“Ya bergairah tapi mungkin saat terjadinya pembuahan Andaru kamu yang lebih bergairah he... He.. “ ucap Bram sambil tertawa kecil.


“Banyak teori sih Mas, aku baca baca pH onderdil wanita juga mempengaruhi jenis kelamin janin.. tapi yang jelas laki atau perempuan itu misteri Ilahi..” Ucap Nindya.


Bersamaan dengan itu terdengar dering hape Bram yang berada di atas meja. Tadi ibu Murti sudah membawakan hape Bram dan Nindya yang tertinggal di kamar.


Bram lalu berjalan menuju ke tempat hape nya berada. Setelah mengambil dia melihat pesan dari Arum. Dan setelah membukanya tentu saja dia kaget sebab yang dikirim Arum adalah video mobilnya yang menjadi kandang kambing. Keterangan yang ditulis Arum pun membikin pusing Bram, kandang kambing terkeren.


“Kambingnya sudah dapat ya Mas? Coba lihat pasti kambing bagus, papah pinter kalau milih ternak” ucap Nindya karena mendengar suara kambing di hape Bram


“Memang harus pilih sendiri Mas, kalau lagi musim penyakit hewan seperti sekarang, kalau hanya dipercayakan orang takutnya dapat jelek yang berpenyakit.” Ucap Nindya selanjutnya


Bram lalu berjalan mendekati Nindya dan selanjutnya memutar kembali video kiriman Arum dan menunjukkan kepada Nindya.


“Ha.... ha.... ha... bener bener kandang terkeren Mas.” Ucap Nindya sambil tertawa.

__ADS_1


“Kamu malah ikut tertawa tidak prihatin dengan mobil ku.” Ucap Bram


“Aku harus bagaimana, Mas Bram telpon papah aja. Suruh keluarin kambing terus bawa mobil ke tempat cuci.” Usul Nindya


“Kamu dong Nin, yang nelpon papah, ga enak aku sama papah Nin, bener ga enak”


Namun saat mereka sedang berdebat pintu terbuka muncul ibu Murti dan mamah Indah.


“Apanya yang ga enak Bram?” tanya mamah Indah


“Ni aku bawa makanan enak enak.” Ucap mamah Indah yang tangannya penuh membawa barang belanjaan.


“Bukan makanan Mah, tapi masalah video.” Ucap Nindya membantu Bram.


“Video apa?” tanya mamah Indah dan ibu Murti secara bersamaan.


“Ini.” Ucap Bram sambil memperlihatkan video kandang kambing terkeren, berharap mamah Indah membantunya.


“Ha.. ha... kandang termahal...” komentar mamah Indah sambil tertawa.


“Memang cucuku berdarah ungu itu spesial kambing untuk aqiqohnya di dalam kandang mahal.” Ucap mamah Indah yang masih melihat video.


“Mah tolong telpon papah biar keluarin itu kambing, kasihan mas Bram sedih mobilnya untuk kandang.” Ucap Nindya membantu suaminya.


“Owh.. kamu sedih Bram ga iklas aku kira ini idemu.” Ucap mamah Indah sambil menatap Bram.


“Bram biar saja kan hanya untuk sementara nanti bisa dibersihkan, daripada kalau di luar kalau lepas dari tali nya tanamanku yang mati.” Ucap Ibu Murti sambil menatap Bram


“Ooo benar, benar itu.. kamu ingat kan bungaku yang habis dimakan kambing.”ucap mamah Indah mengingat bunga yang dibeli habis dimakan kambing

__ADS_1


Bram hanya bisa mendesah sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Kemudian dia melangkah ke box bayi untuk melihat anaknya. Terlihat baby Andru sudah terbangun matanya terbuka dan tampak bibirnya tersenyum. Bram yang melihat terasa mak nyes hatinya lupa dengan kasus mobilnya yang menjadi kandang. Dia lalu membelai lembut pipi baby Andru, senyum bibir baby Andru semakin mengembang.


“Buat kamu apapun aku relakan.” Gumam Bram sambil tersenyum membelai lembut pipi baby Andru dengan ujung telunjuk jarinya.


__ADS_2