
Setelah merenungkan nasehat ibu kost Nindya bisa merasakan ketenangan hatinya. Dia bisa melakukan kegiatannya seperti biasanya bagai tidak terjadi apa apa tadi pagi, hingga Lilianpun tidak menanyakan lagi kebengongan Nindya di pagi hari.
Hari terus berlalu seperti nasehat ibu kost Nindya harus selalu melakukan hal yang benar, maka saat dia bertemu ibu ibu di warung Nindya tetap menyapa, namun jaga jarak dia tidak mau ikut tergabung club ngrumpi di warung. Setelah selesai belanja langsung pulang bila ditanya dijawab seperlunya saja.
Hari berganti ... minggu berlalu ... bulan bergulir ... hingga tiba saatnya waktu Bram untuk menjalankan KKN nya yaitu Kuliah Kerja Nyata bukan korupsi kolusi dan nepotisme.
Pagi hari Bram telah siap dengan segala keperluannya untuk KKN, setelah pamit pada bapak dan ibu kostnya Bram menjalankan motornya ke kost depan. Setelah memarkir motor dia berjalan menuju ke kamar Nindya. Terlihat pintu kamar terbuka.
"Nin.." ucap Bram saat berada di depan pintu. Dia tidak berani masuk ke dalam kamar sebab memang aturan kost tersebut tidak boleh tamu laki laki masuk ke dalam kamar, kecuali ada ijin dari ibu kost untuk hal hal yang urgen. Hal hal urgen tersebut misalnya keluarga atau untuk menolong penghuni kost, dan itu tetap dengan ijin dan pantauan ibu kost.
"Ya Mas, bentar ya.. lagi nuang air panas nih, mas Bram sudah ngopi belum?" ucap Nindya dari dalam.
"Sudah tadi" ucap Bram lalu duduk di kursi teras
Tidak berapa lama Nindya keluar dari kamar dan berdiri di pintu
"Mau berangkat ya Mas?" tanya Nindya sambil menatap Bram yang di sampingnya ada tas milik Bram yang menggembung pertanda isinya lebih banyak dari biasanya
"Iya, nanti berangkat dari gedung pusat, ada seremoni pelepasan" ucap Bram sambil menatap Nindya
"Jauh ga tempatnya?" tanya Nindya
"Tiga puluhan kilometer dari sini, kalau bisa pulang aku pulang" ucap Bram
"Yok ke kamar Lilian, pamit ke Lilian" ucap Bram kemudian, dan merekapun berjalan menuju ke kamar Lilian.
Tokkk tokkk tokkkk
"Li..." ucap Nindya sambil mengetuk pintu kamar Lilian yang masih tertutup
"Buka aja Nin ga kukunci" jawab Lilian dari dalam. Nindya kemudian membuka pintu kamar Lilian.
"Li, mas Bram mau pamit" ucap Nindya sambil berjalan ke dalam kamar Lilian terlihat Lilian masih melipat lipat baju.
"Ooo ya" ucap Lilian kemudian bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu kamar. Sekarang mereka bertiga berada di depan pintu kamar Lilian
__ADS_1
"Hati hati ya Mas" ucap Lilian saat berada di depan Bram
"Iya, besuk kalian tengok aku di lokasi ya" pesan Bram
"Beres" ucap Lilian dan Nindya bersamaan.
"Ya sudah sekarang aku berangkat ya" ucap Bram sambil melihat jam tangannya untuk melihat waktu agar dia tidak terlambat di acara pelepasan. Terlihat mereka saling berjabat tangan. Dan saat Bram menjabat tangan Nindya spontan Bram menarik tubuh Nindya ke dalam pelukannya.
"Sudah pelukannya" ucap Lilian pelan, lalu Bram melepas pelukannya pada Nindya.
"Butuh dikit mood booster Li" ucap Bram sambil tertawa kecil lalu berjalan dan diikuti oleh Lilian dan Nindya. Saat mereka sudah berada di dekat motor Bram.
"Mas Bram" ucap Nindya saat Bram sudah duduk di motor dan sedang akan memasang helm nya
"Apa" ucap Bram menoleh ke Nindya sambil memegang helm menunda memakainya menunggu Nindya mau omong apa. Bram mengharapkan Nindya omong i love you i miss you
"Parfum nya ga lupa kan?" tanya Nindya dan terlihat Lilian tersenyum sambil menoel kepala Nindya bagian belakang dengan jari nya.
"Enggak, kalau ga percaya bisa cek isi tas ku" ucap Bram sambil tertawa
"Sudah ya" ucap Bram lalu memakai helm nya tak lupa mengkaitkan sampai berbunyi klik.
Bram menjalankan motornya mencari tempat parkir, terlihat sudah banyak motor dan mobil mahasiswa terparkir di belakang di bis kampus sepanjang jalan sampai di dekat jalan yang mengitari halaman gedung pusat.
Setelah memarkirkan motor Bram melangkahkan kakinya untuk menuju ke kelompoknya. Terlihat lautan mahasiswa peserta KKN sudah berada di sekitar halaman gedung pusat. Lokasi KKN berada di empat kabupaten beberapa kecamatan dan beberapa desa. Sudah ada papan lokasi terpampang di sekitar halaman gedung pusat. Bram berjalan mencari papan bertulis kabupaten tempat dia ditugaskan. Setelahnya dia mencari papan bertulis kecamatan lokasinya.
"Bram" sapa seseorang di antara berjubelnya mahasiswa. Bram mencari sumber suara
"Hai Rid kamu sudah di sini" ucap Farid yang mendapat lokasi KKN satu kecamatan dengan Bram namun beda desa. Bram lalu berjalan mendekat ke Farid
"Iya, tuh kelompokmu di sana" ucap Farid sambil menunjuk kelompok desa lokasi KKN Bram
"Okey aku kesana ya" ucap Bram lalu berjalan menuju ke kelompoknya. Setelah sampai di kelompoknya kemudian Bram menyapa mereka lalu berbincang bincang entah membahas apa. Tidak berapa lama terdengar suara sirine, pertanda acara seremoni pelepasan mahasiswa KKN dimulai. Semua mahasiswa menempatkan diri di kelompoknya dengan tenang dan hening mengikuti acara.
Acara berjalan tidak berbelit belit inti pokok acara Rektor memberi pesan pesan kepada peserta KKN selama mengikuti KKN di lokasi. Setelah beberapa menit acara selesai dan terdengar lagi suara sirine lebih panjang sebagai simbul pelepasan. Mahasiswa mahasiswa akhirnya membubarkan diri dan berdiskusi dengan kelompoknya tentang rencana perjalanan. Tidak berapa lama terdengar seorang perempuan memanggil Bram.
__ADS_1
"Bram" ucap perempuan tadi setelah dekat dengan Bram yang masih tergabung dengan kelompoknya
"Eh Amel kau ikut KKN sekarang juga?" tanya Bram setelah melihat siapa yang datang memanggil dirinya
"Iya Bram, tapi beda kabupaten" ucap Amel selanjutnya
"Kok kamu tahu aku di sini diantara lautan manusia?" tanya Bram
"Itu Shirly teman sefakultas ku dia bilang katanya di kelompoknya ada Bram dari fakultas tekpag, he...he...Sudah dipastikan itu kamu" jelas Amel
"Ooo dunia memang selebar daun kelor" ucap Bram
"Kok bisa kan pepatah yang benar dunia tidak selebar daun kelor" ucap Amel
"Lha daun kelor itu kan helaiannya kecil, pepatah itu kan dulu untuk mengatakan dunia itu luas, tapi sekarang buktinya kita di sana ketemu, di sini ketemu di situ ketemu berarti kan kecil sempit he...he..."
"Eh Bram kamu naik motor kan?" tanya Amel
"Iya" jawab Bram. Lalu terlihat Amel dan Shirly saling pandang
"Kenapa?" tanya Bram kemudian
"Bisa boncengkan Shirly ya, dia ga bawa motor" ucap Amel
"Kan ada bis kampus" jawab Bram
"Dia mabuk kalau naik bis" ucap Amel dan diangguki kepala Shirly.
"Coba kutanya yang lain" ucap Bram lalu berjalan menuju ke temen kelompoknya yang berjenis kelamin laki laki yang berdiri di tidak jauh dari nya.
"Dit, kamu bisa boncengkan Shirly atau siapa yang bisa?" tanya Bram pada Dito
"Aku boncengkan pacarku yang lokasinya satu kecamatan tapi tetangga desa Bram, jadi nanti aku ngedrop dia dulu di lokasinya setelah di kecamatan, kalau tidak ada yang mengantarkan ke lokasinya" jawab Dito dengan detail kuatir disuruh memboncengkan cewek lain.
"Kalau Leon?" tanya Bram pada Leon
__ADS_1
"Aku boncengkan Kanza tuh" ucap Leon yang sudah berencana memboncengkan Kanza teman satu kelompok juga
"Yang lain naik bis ya?" tanya Bram karena memang sudah tahu tiga orang yang bawa motor yang lain naik bis kampus.