Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
83. Meeting dengan Nona Jecklyn 2


__ADS_3

Jecklyn segera menetralkan ekspresi wajahnya dia menarik bibirnya agar terbentuk suatu senyuman. Lalu berjalan menuju ke meja dinner romantis yang sudah dipesannya.


"Selamat malam Tuan Bram dan Nona Sisi" sapa Jecklyn setelah berdiri di dekat mereka


"Selamat malam Nona Jecklyn" jawab Bram dan Sisi


"Maaf saya kira Tuan Bram datang seorang diri, sebentar saya pesankan lagi satu set dinner buat Nona Sisi" ucap Jecklyn yang masih berdiri lalu menoleh pada petugas hotel yang berdiri di dalam ruangan tersebut yang siap melayani dinner mereka. Kemudian Jecklyn berjalan mendekati petugas hotel tersebut, terlihat mereka berbicara pelan pelan. Tidak lama kemudian petugas hotel tersebut keluar dari ruangan.


Beberapa menit kemudian masuk beberapa petugas hotel membawa satu buah kursi dan menu makanan. Kemudian menata ulang meja dinner untuk tiga orang. Nampak mereka semua tersenyum.


"Silahkan Tuan dan Nona nona" ucap salah satu petugas hotel dan dijawab anggukan kepala oleh Bram, Sisi dan Jecklyn. Petugas hotel meninggalkan ruangan hanya tertinggal satu orang yang bertugas melayani jika dibutuhkan.


"Mbak Sisi tolong serahkan sample nya pada Nona Jecklyn" ucap Bram mengawali pembicaraan di meja dinner nya. Bram ingat tujuan utamanya menyerahkan sample bukan dinner.


Terlihat Sisi mengambil satu botol sample dari dalam tas nya.


"Ini Nona Jecklyn keterangan tentang sample ini ada di label yang tertempel di botol" ucap Sisi sambil menyerahkan botol sample


"Terimakasih, tapi saya tidak bisa membaca tulisan yang kecil kecil di dalam ruangan ini" ucap Jecklyn saat menerima sample sambil mengamati namun karena lampu di ruangan hanya remang remang, Jecklyn tidak bisa membaca dengan jelas. Lalu terlihat Bram menjelaskan dengan detail tentang sample tersebut, dan Jecklyn tidak lupa menatap serius pada wajah Bram yang sedang menjelaskan produk yang ditawarkan.


"Baik baik, terimakasih.. sekarang mari kita mulai dinner kita, sudah dingin ini" ucap Nona Jecklyn mempersilakan Bram dan Sisi untuk memulai makan malam nya.


Tidak berapa lama mereka selesai makan malamnya. Kemudian terlihat Jecklyn memberi kode pada petugas hotel.


"Nona Jecklyn, dinner sudah selesai apa Nona Jecklyn masih ingin bertanya tentang produk yang saya tawarkan" ucap Bram setelah mereka semua menyelesaikan makan malamnya


"Tunggu sebentar Tuan Bram, ada sedikit menu penutup. Untuk masalah produk yang Tuan Bram tawarkan saya sudah paham, tinggal nanti Tuan Bram buat secara tertulis penawaran pada Alfa Company" ucap Nona Jecklyn dan Bram mengangguk bersemangat.


Tidak lama kemudian nampak dua orang pegawai hotel datang, satu orang membawa tiga gelas soft drink dan tiga botol air mineral kecil. Mereka berjalan mendekati meja, lalu satu orang pegawai hotel memberesi peralatan makan malam yang sudah tidak dipakai. Kemudian mereka mereka menaruh menu penutup di meja.


"Silahkan hanya menu penutup sederhana" ucap Jecklyn mempersilahkan sambil tersenyum misterius. Sisi yang merasa curiga lalu menukar gelas minuman di depannya dengan gelas minuman yang berada di depan Bram. Terlihat Jecklyn hanya tersenyum sebab dia sudah memesan pada petugas hotel untuk memberi perlakuan yang sama dengan ketiga gelas yang dipesan. Sedangkan Bram memandang menu penutup tersebut tanpa selera sebab dia tidak menyukai soft drink, sedangkan air mineral di dalam mobilnya sudah ada banyak. Dia hanya ingin segera pulang dan video call an dengan Nindya.


"Silahkan semua aman Nona Sisi" ucap Jecklyn dengan suara berbisik sambil mencondongkan kepala ke arah Sisi.

__ADS_1


Lalu terlihat Jecklyn dan Sisi minum pelan pelan soft drink nya. Sedangkan Bram malah melihat waktu di jam tangannya.


"Silahkan Tuan Bram" ucap Jecklyn dengan mata yang sudah mulai memerah. Bram mengambil gelas soft drink nya namun hanya dipegang dan ditaruhnya lagi bener bener tidak berselera. Bram masih memegang gelas soft drink yang di meja sambil jari jarinya mengetuk ngetuk pelan meja.


Namun tidak berapa lama kemudian terlihat Jecklyn dan Sisi bibirnya tersenyum senyum sendiri dan semakin lama senyumnya semakin melebar. Bram memandang mereka berdua sedikit heran. Dan tidak lama kemudian kedua perempuan itu tertawa cekikikan. Bram semakin heran. Lalu Bram mengambil hape nya untuk melihat dirinya mungkin mereka menertawakan dirinya. Namun terlihat wajahnya baik baik saja masih ganteng sempurna. Malah dua perempuan itu yang mata dan wajah nya memerah.


"Mbak Sisi kenapa?" tanya Bram pada Sisi, namun Sisi tidak menjawab malah tertawa terbahak bahak. Bram lalu menoleh ke arah petugas hotel yang masih berdiri di situ. Lalu Bram berjalan ke arah petugas hotel tersebut.


"Mas kenapa mereka?" tanya Bram setelah dekat


"Hmm anu Tuan" ucap petugas hotel dengan takut takut


"Kenapa?" tanya Bram tidak sabar


"Mungkin pengaruh minuman" jawab petugas hotel. Lalu Bram berpikir iya juga dia tidak minum baik baik saja.


"Mas kasih minuman apa tadi?" tanya Bram


"Hanya soft drink biasa, tapi bule itu ngasih saya obat agar dimasukkan ke soft drinknya" ucap petugas hotel dengan takut takut


"Tidak tahu Tuan, katanya bule perempuan itu beli di kios obat dan jamu di depan hotel" jawab petugas hotel.


"Baiklah jaga mereka, saya akan ke depan lapor ke hotel dan datang ke kios tersebut" ucap Bram lalu berjalan setengah berlari meninggalkan ruang vip tersebut.


Bram lalu berjalan menuju ke ruang costumer service dan melaporkan kejadian yang terjadi di ruang vip. Beberpa petugas hotel berjalan cepat menuju ke ruang vip. Sedangkan Bram ditemani seorang petugas hotel laki laki akan mendatangi kios obat dan jamu. Nampak di lobby hotel bapak sopir duduk menunggu, melihat Bram yang berjalan cepat ditemani pegawai hotel bapak sopir bangkit dari duduknya.


"Mas Bram ada apa?" tanya pak Sopir setengah berteriak dan berjalan cepat menuju ke arah Bram.


"O Pak, tolong ke ruang vip jagain mbak Sisi" perintah Bram. Pak Sopir yang masih bingung hanya menuruti perintah Bram lalu belok arah berjalan cepat menuju ke ruang vip.


Sedangkan Bram terus berjalan menuju ke kios obat dan jamu yang ditunjukkan pegawai hotel.


"Pak" sapa Bram pada orang yang berada di dalam kios tersebut. Seorang laki laki setengah baya dengan kumis tebal melintang di atas bibirnya.

__ADS_1


"Ya Pak, mau pesen obat kuat apa jamu pegel linu?" tawarnya menanggapi sapaan Bram


"Apa apa menjual obat pada bule perempuan tamu hotel di depan?" tanya Bram


"Bule muda cantik dengan tubuh aduhai Pak?" tanya bapak yang berada di kios


"Iya" jawab pegawai hotel


"Saya kemarin lihat tamu hotel ke sini" ucap pegawai hotel lagi


"Ooo iya benar" jawab bapak di kios


"Bapak kasih obat apa?" tanya Bram


"Ehmmm anu, bule itu beli obat penambah gairah" jawab bapak di kios. Bram yang mendengar spontan kaget tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Nona Jecklyn.


"Tapi maaf Pak, kalau mengecewakan" ucap Bapak yang di kios kemudian


"Kenapa?" tanya Bram


"Obat yang diminta ga ada terus saya kasih obat anti sedih" jawab bapak yang di kios


"Saya pikir kalau orang tidak sedih kan akan bergairah" ucapnya selanjutnya dengan mimik serius


"Iya mereka bergairah tertawa sepanjang waktu" ucap Bram sambil memegang keningnya


"Berbahaya tidak obat itu, awas aku bisa tuntut kamu" ancam Bram


"Tidak Pak, itu bahannya hanya dari tumbuh tumbuhan ramuan alami, bisa dites kencingnya kalau tidak percaya" ucap Bapak yang di kios


"Terus mereka tertawa sampai kapan?" tanya Bram serius


"Tenang Pak, ada penawarnya, ini nih" ucap Bapak yang di kios sambil menunjuk kelapa hijau

__ADS_1


"Ya sudah mana penawarnya" ucap Bram tidak sabar


"Bayar Pak, satu seratus ribu" ucap Bapak yang di kios sambil tersenyum


__ADS_2