Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
183. Pemasukan Tidak Terduga


__ADS_3

Bram dan Nindya mengabarkan pada bapak Bharata tentang tawaran Lilian yang akan meminjamkan aset miliknya yang berupa emas. Bapak Bharata menyetujui. Namun bapak Bharata menyarankan meskipun dengan sahabat dan saudara pinjaman dilakukan secara profesional. Bram dan Nindya sangat menyetujui apalagi hal ini dilakukan untuk perusahaan. Sedangkan Lilian hanya ngikut saja sebab dia tulus membantu sahabat yang sudah menjadi adik iparnya.


Dengan bantuan pinjaman dari Lilian mereka bisa sedikit bernafas lega bisa membayar tagihan supplier. Yang mana supplier mereka kebanyakan dari petani petani.


Waktu terus bergulir perusahaan bisa berjalan meskipun dengan nafas yang berat. Kondisi Arum pun sedikit demi sedikit sudah bisa mengesampingkan masalah pribadinya, dia sudah mulai bisa kembali bekerja.


Nindya sudah bisa kembali bekerja dengan bos kecilnya di paviliun


“Mba Ninda.. tenapa meyamun?” ucaoan Andru mengagetkan Nindya


“Talo meyamun dipotong dajina..” ucap Andru lagi sambil menatap bundanya.


“Tidak melamun bos, sedang berpikir...” jawab Nindya sambil tersenyim


“Oooo badus... badus....” ucap Andru sambil mengangguk anggukkan kepalanya


“Atu tuh.. penen miting tapi cetalang cemua peyit.....” ucap Andru kemudian sambil cemberut bibirnya.


“He... He... bukannya pelit Bos, sekarang harus menghemat pengeluaran tidak boleh beli beli jajan jajan dulu.” Ucap Nindya sambil menatap anaknya.


“Juga tidak boleh jalan jalan dulu banyak kuman di luar.” Ucap Nindya selanjutnya


“Ooooh...”


“Makanya bunda sedang berpikir agar dapat uang banyak lagi, biar Andru bisa beli es krim beli mainan beli buku cerita...” ucap Nindya lagi


Namun tiba tiba hape Nindya begitu banyak notifikasi pesan masuk. Nindya mengambil hapenya sedang Andru kembali sibuk dengan mainan komputernya dan buku buku cerita di dekatnya. Sudah layaknya Bos di kantor di depan komputer dan dokumen dokumen di dekatnya.


Nindya membuka hapenya ternyata group chatting teman temannya yang sibuk. Kebanyakan berisi keluh kesah mereka karena bekerja di rumah dan diganggu oleh anak anak balita mereka. Nindya tersenyum membaca postingan teman temannya.


Nindya lalu memotret anaknya setelah diedit dengan menutup wajah Andru dengan emoji love, Nindya mengirim foto terebut ke group chatting dan diberi keterangan sudah sejak dulu bekerja di rumah sambil bermain dengan anaknya. Group chatting kembali ramai, banyak komentar positif pada postingan Nindya. Banyak temen temennya yang tanya baik lewat japri atau langsung tanya di group tentang tips tips nya bisa bekerja dan bermain sekaligus mendidik anaknya.


Nindya akhirnya sampai kewalahan menjawab karena begitu banyaknya teman teman bertanya bahkan pertanyaan sampai pada masalah makanan untuk anaknya juga cara menjaga kesehatan segala.

__ADS_1


“Mba Ninda... tadi meyamun cetayang mainan hape.” Ucap bos kecil menegur sang sekretaris


“Iya iya Bos... sekarang mau bekerja satu pesan lagi saja untuk pamit di group ...” ucap Nindya lalu menulis pesan pamit undur diri karena mau bekerja lagi sebab sudah mendapat teguran dari bos kecilnya. Pesan pamit Nindya malah justru membuat grup chatting semakin ramai karena gemas dengan bos kecil Nindya.


Nindya lalu kembali bekerja setelah memasang modus senyap di hapenya. Sedangkan bos kecilnya sudah berganti mainan dan seterusnya tertidur di sofa karena memang waktunya bobok siang.


Malam hari setelah makan malam, semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga. Mereka membahas masalah perusahaan dan juga proses hukum Johan. Karena masih dalam masa pandemi proses hukum Johan menjadi agak lama.


Nindya terlihat sibuk dengan hapenya setelah musyawarah yang penting sudah selesai. Postingan tadi siang buntutnya masih berlanjut hingga malam.


“Nin kamu kok sibuk banget dengan hape?” tanya Bram yang duduk memangku Andru.


“Ini balesi pertanyaan teman teman sudah sejak siang tadi tanyanya, banyak yang tanya bagaimana cara kerja di rumah agar tidak diganggu anak, terus juga banyak yang tanya makanan Andru dan menjaga kesehatan Andru.” Jawab Nindya


“Maaf ...” ucap Nindya sambil menatap bapak Bharata dan ibu Murti


“Itu bagus mbak, mbak Nindya buat akun khusus aja tentang hal itu, jadi tidak capek balesi satu satu.” ucap Arum dengan nada antusias.


“Apa? Mau buat akun Andru?” tanya Bram dengan nada kuatir. Andru yang disebut namanya mendongak menatap ayahnya sambil tangan mungilnya mengusap usap dagu ayahnya tanda sayang.


“Aku tidak setuju kasihan Andru masih terlalu kecil kalau nanti ada hatter.” ucap Bram sambil menciumi Andru


“Bukan akun Andru, nanti andai kalau ada foto Andru wajahnya ditutup. Bukan posting tentang pribadi Andru tapi lebih ke kegiatan parenting.” ucap Arum menjelaskan


“Untuk hal yang bermanfaat aku setuju.” Ucap Bapak Bharata dan ibu Murti pun menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.


Setelah acara bincang bincang di ruang keluarga selesai. Arum dan Nindya terlihat sibuk membuat akun baru yang berisi khusus masalah kegiatan parenting. Nindya lalu menginfokan akun barunya di group chatting nya. Tidak lama kemudian teman temannya banyak yang menjadi pengikut.


Beberapa hari kemudian pengikutnya semakin banyak. Dan seiring berjalannya waktu banyak undangan tertuju pada Nindya untuk menjadi narasumber di webinar webinar. Dan tentu saja memberi pemasukan yang tidak terduga buat Nindya.


Di samping itu Nindya juga mempromosikan tepung pisang untuk makanan anak dan juga jamu Mak yang jos untuk stamina. Dan akhirnya jamu Mak pun diproduksi secara profesional. Mak menjadi bos jamu yang mempunyai beberapa karyawan. Tepung pisang Brampun penjualannya melonjak.


Dan seiring berjalannya waktu akun barunya pun semakin banyak pengikut dan bercentang biru. Beberapa perusahaan produk anak dan bayi mengendorse. Dan tentu saja klunting... klunting.... pemasukan mengalir ke rekening Nindya.

__ADS_1


“Istriku sekarang kaya dan terkenal.” Ucap Bram saat melihat nominal di rekening Nindya sambil menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.


“Siapapun aku, aku tetap bunda nya Andru dan istrinya mas Bram yang suka bermain hos hos.” Ucap Nindya sambil mengerlingkan matanya pada suaminya.


"Bunda uangnya banyak... aku belikan pisang ajaib...." teriak Andru yang muncul dari bawah tempat tidur... Dia ngumpet karena pengen mengintip untuk melihat pisang ajaib ayahnya yang katanya malu bila dilihat Andru.


Nindya dan Bram terlihat kaget dan saling pandang... lalu...


"Hua... ha.... ha......" tawa Bram dan Nindya pecah.. Untung belum bermain hos hos besok harus cek semua tempat nich .. gumam Nindya dalam hati..., Andrupun lalu meloncat naik ke tempat tidur untuk memeluk ayah bundanya...


"Awas... adik nanti kegencet.." ucap Nindya sambil melindungi perutnya yang sudah berisi lagi janin di dalamnya.


...TAMAT...


...🎀🎀🎀...


...Ucapan Terimakasih


...


...Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada pembaca tersayang yang sudah mendukung dari awal hingga akhir cerita Bram dan Nindya ini. Mohon maaf penulis ucapkan karena masih terlalu banyak kekurangannya.


...


...Penulis ucapkan terimakasih juga kepada kakak kakak editor semua.


...


...Terakhir Salam Sehat Bahagia Rejeki Lancar Selalu buat Semuanya...


...♥️♥️♥️


...

__ADS_1


__ADS_2