Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
104. Satu mobil dengan Jecklyn


__ADS_3

Mereka bertiga bangkit berdiri saat Tuan Arnold dan perempuan yang berjalan di sampingnya sudah berdiri di dekat meja meeting.


"Maaf sudah menunggu" ucap Tuan Arnold mengawali perbincangan


"Selamat datang di kantor kami" ucapnya selanjutnya sambil menjabat tangan Om Prabu


"Bagaimana kabar Tuan Prabu senang berjumpa lagi dengan anda" ucapnya kemudian karena mereka sudah pernah melakukan meeting sebelumnya mengenai komoditi yang kemarin dieksport


"Baik Tuan Arnold, senang juga bertemu lagi dengan anda, ini saya mendampingi Bram, dia yang mengajukan proposal penawaran tepung pisang" ucap Om Prabu sambil menepuk pundak Bram yang berada di dekatnya untuk mengenalkan pada Tuan Arnold. Lalu mereka berjabat tangan untuk berkenalan. Tidak lupa Om Prabu juga mengenalkan Tedy kepada Tuan Arnold.


Nampak perempuan bule tersebut masih berdiri sambil tersenyum manis menatap semua laki laki yang berada di ruangan tersebut.


"Oh ya.. kenalkan ini nona Jecklyn dia yang bertugas mempromosikan kepada customer' ucap Tuan Arnold, lalu mereka bertiga berjabat tangan pada nona Jecklyn


"Nona Jecklyn dulu yang ikut mengantar Tuan Andrew ke Yogyakarta, kami sudah berkenalan" ucap Bram saat menjabat tangan nona Jecklyn dan kemudian Bram menatap wajah Tuan Arnold. Nampak Tuan Arnold tersenyum.


"Ooo ya..ya.. Tuan Bram sudah bertemu dengan nya, dia juga sangat aktif mempromosikan tepung pisang" ucap Tuan Arnold


"Silahkan duduk" ucap Tuan Arnold selanjutnya. Mereka semua akhirnya duduk kembali


"Ehm.. langsung saja Tuan Bram, seperti pada email yang saya kirimkan, kami menyetujui proposal anda, namun ada satu permasalahan..." ucap Tuan Arnold kalimatnya sedikit terhenti nampak dia menarik nafas nya.


Nampak Om Prabu dengan wajah datarnya menatap Tuan Arnold sambil menunggu kalimat selanjutnya namun sepertinya Om Prabu sudah bisa menduga apa permasalahan produk keponakannya.


Berbeda dengan Bram dan Tedy nampak mereka berdua kaget dengan kata permasalahan yang keluar dari mulut Tuan Arnold.


Dan berbeda lagi dengan ekspresi Jecklyn dia masih memasang wajah senyum manisnya sambil menatap wajah Bram dan Tedy secara bergantian.


"Permasalahannya apa Tuan Arnold?" tanya Bram tidak sabar


"Ehmmm produk Tuan baru bisa masuk pada custumer langsung ke rumah tangga, dan beberapa retail. Jadi kemasan yang dibutuhkan 1 kiloan dan 5 kiloan" jawab Tuan Arnold, dan nampak ekspresi wajah Bram sedikit kecewa mendengar jawaban Tuan Arnold

__ADS_1


"Setahu saya komoditi Bharata Group yang sudah dieksport adalah komodoti bijian dan dalam kemasan kwintalan" ucap Tuan Arnold selanjutnya


"Kami akan usahakan untuk membuat kemasan yang diinginkan oleh Alfa Company" jawab Bram dengan cepat.


"Dan satu hal lagi Tuan Bram, kami menginginkan kemasan alumunium foil untuk produk yang anda tawarkan" ucap Tuan Arnold selanjutnya


"Maaf Tuan Arnold, kemasan Bharata Group memakai plastik yang tebal dan sudah terbukti bisa menjaga kadar air, apa masih belum cukup" ucap Bram mencoba bernegosiasi. Nampak Om Prabu hanya mendengarkan dan mengamati cara kerja Bram.


"Baiklah kita bisa coba namun dengan kuota sedikit dulu, bila Tuan Bram menyetujui kuota yang kami tawarkan, bisa kita mulai" ucap Tuan Arnold


"Baik" jawab Bram


"Namun kedepannya kami tetap menginginkan produk ini dengan kemasan alumunium foil" ucap Tuan Arnold selanjutnya sambil matanya menatap layar lap top di depannya


"O ya maaf Tuan, Alfa Company sepertinya perlu untuk melakukan peninjauan di tempat penyimpanan dan packaging anda" ucap Tuan Arnold melepaskan pandangan matanya dari layar lap top lalu menatap Om Prabu dan Bram secara bergantian.


"Silahkan" jawab Om Prabu dengan tegas. Lalu mengambil sehelai kartu nama yang mencantumkan alamat tempat penyimpanan dan packaging kepada Tuan Arnold.


"Tuan Arnold, saya juga akan ikut" ucap Jecklyn sambil menatap Tuan Arnold


"Kamu yakin?" tanya Tuan Arnold dan Jecklyn hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"Baiklah Tuan Bram, kalau tidak ada pertanyaan bisa kita akhiri pertemuan kita, nanti akan saya kirimkan kuota yang saya tawarkan. Kalau Tuan tuan berkenan sekarang juga team kami akan meninjau lokasi penyimpanan dan packaging anda" ucap Tuan Arnold. Nampak mereka semua sudah menyetujui hasil pertemuan selanjutnya mereka mengakhiri pertemuannya. Setelah semua berjabat tangan mereka semua berjalan meninggalkan ruang pertemuan.


Om Prabu, Bram dan Tedy berjalan menuju ke mobilnya dan selanjutnya akan menuju ke tempat penyimpanan dan tempat pengemasan komoditi. Team dari Alfa Company yang akan meninjau menggunakan mobil lainnya.


Namun tiba tiba ada suara perempuan berteriak sambil berlari lari dengan kerepotan karena menggunakan sepatu hak tinggi dan rok mini.


"Tuan Bram... Tuan Bram... tunggu" teriak Jecklyn dari arah belakang


Bram menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang, demikian juga yang dilakukan oleh Tedy namun tidak demikian dengan Om Prabu yang masih terus berjalan menuju ke mobilnya.

__ADS_1


"Gondal gandul Bro" ucap Tedy sambil melihat perempuan yang berlari menuju ke arah mereka


"Hust" dengus Bram memperingatkan pada Tedy.


Tidak lama kemudian Jecklyn sudah berada di dekat mereka berdua.


"Maaf Tuan Bram, saya ijin ikut di mobil anda" ucap Jecklyn dengan ekspresi wajah memohon.


Bram belum menjawab namun menoleh ke arah Om Prabu. Nampak Om Prabu sudah berada di dekat mobil nya.


"Om, nona Jecklyn mau ikut di mobil" ucap Bram sedikit keras sebab agak berjarak di antara mereka. Nampak Om Prabu menganggukkan kepala lalu berjalan menuju ke pintu depan. Bram menyadari hal itu kalau Om Prabu tidak mau duduk berdampingan dengan Jecklyn.


"Ach akupun tidak mau di sebelahnya" ucap Bram dalam hati.


"Baiklah Nona Jecklyn silahkan ikut" ucap Bram dengan sopan. Nampak Jecklyn tersenyum kemudian berjalan menuju ke arah mobil Om Prabu.


"Bro, aku yang nyetir, mana kuncinya" pinta Bram dengan paksa. Tedy lalu menyerahkan kunci mobil kepada Bram.


Lalu mereka menuju ke mobilnya Bram membuka pintu mobil, Bram lalu masuk dan duduk di jok kemudi, Om Prabu duduk di sebelahnya. Sedangan Tedy dan Jecklyn di jok belakang.


Bram menyalakan mesin mobil sambil tersenyum lalu menjalankan mobil dengan pelan pelan keluar dari halaman kantor Alfa Company. Mobil terus melaju membelah jalan raya, Bram menambah kecepatan karena jalan sudah lancar mereka menuju ke lokasi gudang dan tempat pengemasan yang berada di luar kota.


"Piye ambeganmu (Bagaimana nafasmu) Bro?" tanya Bram sambil tetap fokus pada kemudinya


"Senthik senthik (sesak nafas,bernafas satu satu)" jawab Tedy pelan sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran jok mobil memperagakan layaknya orang mau pinsang. Dan pada kenyataannya, Tedy yang meskipun berani di omongan namun yang tidak berani di tindakan dan statusnya yang masih perjaka tung tung, dia memang benar benar sesak nafas dan panas dingin berada di samping perempuan putih dengan bagian tubuh sensitifnya yang terekspos.


Sedangkan Jecklyn nampak tersenyum manis menoleh menatap Tedy dengan pede nya dia menduga laki laki yang berada di dalam mobil tersebut sedang membicarakan tentang pesonanya.


*****


bersambung

__ADS_1


__ADS_2