
Bram dan Tedy sampai lantai bawah dan terlihat Mamah Indah dan Nindya sudah duduk manis di meja makan.
"Ada apa Mah" tanya Tedy sambil berjalan menuju meja makan dan diikuti langkah kaki Bram.
"Kita makan malam lebih awal saja, papah pulang agak malam katanya" jawab Mamah Indah sambil menggeser membenarkan letak air minum.
"Om kemana Tante?" tanya Bram mencairkan suasana hatinya sambil menempatkan pantatnya di kursi makan bersebelahan dengan Tedy sekaligus berhadapan dengan Nindya.
"Sedang di tempat bimbingan belajar punya usaha jasa bimbingan belajar ada beberapa orang yang membantunya, dulu awalnya di rumah tapi lama lama banyak yang ikut akhirnya jadi sewa tempat sampai sekarang" ucap Mamah Indah sambil mengambil nasi dan perlengkapannya
"Oooo" ucap Bram sambil membuka piring di depan nya yang sebelumnya menelungkup di meja
"Terus mamah kalau sendirian di rumah ngapain? tidur?" tanya Tedy dengan jenaka
"Enak aja kamu bilang, kamu ga tahu apa pekerjaan ibu rumah tangga itu ga ada habisnya, mamah juga kerja kerja sambilan" jawab Mamah Indah sambil menatap Tedy dengan sedikit melotot karena emosi dibilang tidur.
"Aku kan cuma mewakili Bram, paling dia mau tanya gitu tapi malu he..he.." ucap Tedy sambil terkekeh dan menoleh ke Bram, Bram membalas menoleh dengan tatapan mematikan.
"Sudah sudah sekarang makan" ucap Mamah Indah kemudian mereka berempat menikmati makanan dan hanya suara denting sendok dan garpu yang terdengar.
"Mah" ucap Nindya setelah selesai makan dan terlihat Mamah Indah juga sudah bersih piring nya dari makanan
"Apa" jawab Mamah Indah setelah menelan air minumnya dan menaruh gelas di meja.
"Bison dan Valeri ngajak nonton besuk boleh ga?" tanya Nindya sambil menatap wajah Mamahnya.
"Tadi seharian sudah ngumpul ngumpul masih kurang" jawab Mamah Indah. Terlihat Bram menatap Nindya dengan penuh penasaran.
"Ya kalau ga boleh ga apa apa sih, nanti aku bilang mereka" ucap Nindya
"Tapi alasannya apa Mah?" tanya Nindya kemudian
"Arisan keluarga" jawab Mamah Indah singkat
"Betul besuk kita arisan keluarga empat orang di ruang tamu he..he..." ucap Tedy sambil terkekeh
"Lima orang ditambah Bram" saut Mamah Indah
"Uuh" dengus Nindya sambil cemberut
"Besuk kita ke beautiful hill, mumpung ada Bram" ucap Mamah Indah kemudian
"Bener Mah?" tanya Nindya dengan mata berbinar membayangkan daerah pegunungan dengan taman bunga yang luas.
"Iya, mamah juga pengen ngademi pikiran dan pengen beli tanaman" ucap Mamah Indah sambil membereskan meja makan dibantu oleh mereka bertiga. Setelah selesai membereskan semua peralatan mereka duduk di teras rumah sambil menunggu kedatangan papah Mahendra.
__ADS_1
Terlihat Nindya sibuk dengan hapenya, rupanya memberi kabar ke temennya kalau besuk tidak bisa ikut ajakan Bison dan Valeri. Tak berapa lama terdengar ada panggilan masuk di hape Nindya. Lalu Nindya bangkit berdiri dan berjalan sedikit menjauh agar tidak terkecoh dengan suara Mamah Indah dan Tedy kakaknya yang sedang berbicara.
"Hallo" ucap Nindya kemudian terlihat terdiam
"Ya ga tahu berapa lama di beautiful hill, tergantung mamahku" ucap Nindya lagi lalu terlihat terdiam seperti mendengarkan. yang bersuara di balik telpon
"Lain kali deh Bis" ucap Nindya lagi
"Udah ya" ucap Nindya lagi kemudian menutup sambungan telpon lalu kembali duduk di tempatnya
"Siapa?" tanya Bram pelan sambil menatap Nindya
"Bison" jawab Nindya
"Kenapa Bison?" tanya Mamah Indah
"Tanya pulang dari beautiful hill kapan" ucap Nindya
Belum mamah Indah menjawab terlihat mobil papah Mahendra sudah berada di dekat pintu pagar mereka.
"Ted bukain pintu pagar nya!" perintah mamah Indah pada Tedy. Tedy kemudian berlari membuka pintu pagar dan kemudian menutupnya kembali lalu berjalan menuju teras. Tidak berapa lama papah Mahendra juga berjalan menuju teras setelah keluar dan menutup pintu mobil tentunya.
Setelah papah Mahendra sampai di teras terlihat Mamah Indah, Nindya dan Tedy memberi salam. Kemudian terakhir Bram memberi salam pada papah Mahendra.
"Baik Om, terimakasih" ucap Bram dengan sopan dalam hati Bram berharap papah Mahendra sudah melupakan kejadian telponan tempo hari.
"Ya sudah aku ke dalam ya" ucap papah Mahendra kemudian masuk ke dalam rumah dan diikuti langkah kaki mamah Indah.
Di teras kini tertinggal Bram, Nindya dan Tedy, mereka berbincang bincang tentang tempat wisata di daerah sekitaran kota ini. Tidak berapa lama Tedy bangkit berdiri.
"Bro aku masuk duluan ya" pamit Tedy kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.
Sekarang hanya tertinggal Bram dan Nindya yang berada di teras. Sejenak mereka berdua hanya terdiam.
"Siapa Bison?" tanya Bram memecah keheningan
"Teman SMA" jawab Nindya
"Sudah tahu" ucap Bram ketus
"Kok nanya?" ucap Nindya juga ketus
"Pacar kamu?" tanya Bram lagi
"Enggak" jawab Nindya
__ADS_1
"Kamu suka dia?" tanya Bram lagi dan Nindya ga menjawab hanya mengusap usap hape nya entah apa yang dilihat
"Hai.. jawab donk" ucap Bram sambil menarik lembut tangan Nindya agar berhenti mengusap usap hape. Nindya lalu menatap Bram dengan tersenyum jenaka
"Jawab apa" tanya Nindya dengan tersenyum
"Kamu suka tidak?" tanya Bram lagi
"Abstain he..he..." jawab Nindya sambil terkekeh
"Sekarang jawab kenapa coklat yang ku beri kamu bagi bagi" ucap Bram sambil menatap Nindya
"Aduh Mas, terimakasih banget oleh oleh nya aku tuh lupa bener ga kepikiran beli coklat khas Yogya, ehhh temen temen nagih ke aku, ya untung banget lah mas Bram datang dan bawain coklat banyak" kata Nindya
"Terus kamu tadi apa bilang i love you waktu kukasih coklat?" tanya Bram sekaligus Bram merasa lega bisa mengucap kalimat itu meskipun belum pada konteksnya.
"Iya apa?" tanya balik Nindya, dan Bram menepuk jidatnya sendiri kemudian menepuk jidat Nindya juga dan Nindya hanya terkekeh
"Aku ga sadar Mas atau mungkin mas Bram salah dengar" ucap Nindya sambil terkekeh
"Ya sudah sekarang kamu ucapkan lagi" pinta Bram sambil tersenyum dengan kedua alis matanya terangkat ke atas.
"Ih ya ga bisa ga ada moment yang membuat kalimat itu keluar ha...ha..." ucap Nindya sambil tertawa
"Mau aku kasih itu?" tunjuk Bram pada sebuah pot tanaman yang lumayan besar
"Ha...ha..." tawa Nindya dan Bram pecah dan terdengar sampai ke dalam rumah. Namun tiba tiba...
"Nin... " teriak mamah Indah dari dalam rumah.
"Ya Mah" jawab Nindya juga sedikit berteriak agar Mamahnya mendengar
"Masuk" teriak mamah Indah lagi kemudian Nindya dan Bram bangkit berdiri dan berjalan masuk ke dalam rumah, tidak lupa Nindya mengunci pintu rumah.
"Aku naik ke atas" ucap Bram pelan pada Nindya saat berada di dekat tangga yang berada di ruang tengah terlihat Mamah Indah dan papah Mahendra sedang duduk di ruang tengah.
"Tan, Om saya ke atas" pamit Bram pada mamah Indah dan papah Mahendra
"Iya Bram" ucap mamah Indah sementara papah Mahendra hanya menganggukkan kepala
"Kalau tidak bisa tidur berdua dengan Tedy biar nanti Tedy tidur di sofa ini" ucap mamah Indah saat Bram sudah menaiki anak tangga.
"Baik Tan" ucap Bram sambil menoleh kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar Tedy.
Sedangkan Nindya berjalan masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1