Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
40. Malam Pertama


__ADS_3

Siang hari Bram dan Nindya sudah selesai belanja nya, mereka melajukan motornya kembali ke kost yang tentu saja mereka sudah makan dan minum di food court yang berada di mall. Semua barang belanjaannya di kirim pakai jasa antar fasilitas dari mall jadi mereka tidak repot repot membawa barang belanjaannya. Hanya belanjaan urgen yang mereka bawa.


Motor langsung dibawa Bram menuju halaman depan kamar kost nya.


"Mas.." ucap Nindya saat turun dari motor


"Hmmm" ucap Bram yang sedang membuka helm dan masih duduk di jok motornya


"Tahu ga, yang biasa parkir di sini tuh biasanya mas mas supplier yang bawa ronjot, nganter dagangan warung bu Sugeng" ucap Nindya sambil membuka helm nya.


"Haaa haaa.... sekarang ronjotnya cantik dan bisa turun sendiri haaa haaa.. " ucap Bram sambil tertawa


"Sialan" ucap Nindya sambil mencubit pinggang Bram


"Aduhhhh ..." teriak Bram


"Enak" ucap Bram kemudian sambil tersenyum


"Aku balik kost ya Mas"


"Di sini dulu lah temani aku nunggu barang datang dan bantu menata donk"


"Aku ajak Lilian ke sini ya?" pinta Nindya


"Ya..." jawab Bram sambil melangkah masuk ke dalam kamar. Nindya lalu duduk di lantai di depan pintu kamar Bram dan kemudian mengusap usap hape nya mengirim pesan text pada Lilian agar Lilian ke kost Bram.


"Nin..." ucap Bram dari dalam kamar


"Apa" jawab Nindya dengan mata masih fokus pada hapenya.


"Aku kalau hari Sabtu dan Minggu pulang kamu jangan marah ya?" ucap Bram kemudian. Dan Nindya hanya diam saja. Lalu Bram mendekat dan duduk jongkok di dekat Nindya di depan pintu.


"Hai... dengar ga aku omong" kata Bram menarik lembut pundak Nindya


"Iya dengar, aku ga marah" ucap Nindya kemudian


"Kamu ga kepo kenapa aku Sabtu dan Minggu pulang"


"Enggak" jawab Nindya cepat

__ADS_1


"Ya sudah" ucap Bram lalu bangkit berdiri


"Iya ...Iya. kepo, kenapa Mas Bram Sabtu dan Minggu pulang?"


"Ga beneran keponya" kata Bram yang sudah duduk di tempat tidurnya sambil menyandarkan punggung di dinding kamarnya.


"Beneran, kenapa Mas Bram sayang?" ucap Nindya sambil tersenyum


"Aku harus pulang karena ditraining bisnis oleh Om ku, jadi kita ga bisa week end"


"Ooo" ucap Nindya


"Kalau kamu kesepian kalau Lilian sedang pulang kamu bisa ikut pulang ke rumah Lilian"


"Apa hayo namaku disebut" ucap Lilian yang sudah berada di depan pintu.


"Mas Bram kalau sabtu dan minggu ikut training bisnis jadi ga di kost, kalau kamu pulang aku ikut kamu pulang"


"Ya ga apa apa" ucap Lilian sambil menaruh pantatnya di dekat Nindya. Dan tidak berapa lama mobil yang membawa barang barang belanjaan Bram tiba. Lalu kurir menurunkan barang barang tersebut dan dibantu dengan Bram dan pak Sugeng yang langsung berlari saat melihat ada mobil kurir.


Nampak kursi teras plastik, karpet, lemari, ac standing, rak, tirai teras, peralatan mandi, sampai tanaman hias juga ada.


"Wah lengkap Mas belanjaannya" ucap pak Sugeng


"Mas Bram mandinya dimana?" tanya Lilian sambil meletakkan peralatan mandi


"Di kamar mandi di dalam rumah pak Sugeng" jawab Bram


"Mas tuh kan ada kran di luar Mas Bram mandi di situ saja he...he..." ucap Nindya sambil menunjuk kran pdam yang terletak di luar. Sepertinya pak Sugeng mendengar percakapan mereka.


"Sementara biar mandi di dalam dulu mbak, nanti di kran depan itu saya bangun kamar mandi luar, uang kost mas Bram bisa untuk buat kamar mandi kok dan sisa banyak, nanti saya tukangi sendiri cuma beli material saja" ucap Pak Sugeng


"Maaf Pak saya hanya bercanda" ucap Nindya


"Iya mbak tidak apa apa" ucap pak Sugeng sambil menata kursi teras


"Mas saya ambil paku dan martil buat masang tirai nya" ucap Pak Sugeng lalu berjalan menuju ke dalam rumahnya.


Setelah sore hari kost Bram sudah terlihat nyaman. Tamu sudah bisa duduk di teras depan kamar.

__ADS_1


"Mas Bram aku balik ya, sudah selesaikan" ucap Nindya


"Iya, makasih ya" ucap Bram sambil tersenyum. Lalu Nindya dan Lilian berjalan menuju ke kostnya. Sedangkan Bram lalu merebahkan tubuhnya di kasur. Lumayan begitu pikirnya setelah selesai merapikan kamarnya. Dan akhirnya Bram tertidur. Suara ketukan pintu membangunkan Bram, nampak di depan pintu ibu Sugeng datang membawa satu kotak nasi.


"Mas ini buat makan malam tadi dapat rejeki, mas Bram kalau mau mandi ga usah sungkan masuk saja" ucap Ibu Sugeng


"Terima kasih Bu" ucap Bram sambil menerima nasi kotak. Bram lalu membukanya lalu memakannya dan setelahnya dia menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi Bram melihat hapenya terlihat beberapa pesan masuk yang lebih dulu dibuka pesan dari Nindya, yang tanya sudah makan belum, dan memberi info jika malam ini dia sedang menyiapkan diri ke kampus besuk untuk menghadap dosen pembimbing akademi.


Setelah menjawab pesan dari Nindya, Bram merebahkan tubuhnya lagi ke kasur nya.


"Kok sepi ya.. "gumamnya dalam hati. Dia lalu membuka hapenya dan menghubungi Farid. Dan tidak lama kemudian ada suara motor masuk ke halaman rumah pak Sugeng. Bram lalu bangkit berdiri dan berjalan membuka pintu lalu keluar dari kamar, saat melihat Farid masih di atas motornya sambil menoleh noleh


"Rid sini.. parkir di sini" ucap Bram lalu Farid menjalankan motornya mendekat ke kamar Bram.


"Gila kamu Bram, semester tujuh baru ngekost ha..ha..." ucap Farid yang turun dari motornya lalu berjalan dan duduk di kursi teras kamar Bram. Bram hanya tersenyum kemudian ikut duduk di teras kamarnya.


"Sejak kapan kamu jadian dengan Nindya?"


"Liburan kemarin aku datang ke rumahnya keburu kedahuluan Rizki eee ternyata di sana juga ada temen SMA nya yang suka ya sudah langsung aja aku tembak" jelas Bram menyombongkan diri


"Bram comblangi aku sama Lilian donk. sulit banget itu anak" ucap Farid memelas.


"Wah aku ga bisa janji Rid" ucap Bram sambil berdiri lalu masuk ke kamarnya untuk mengambil minuman dan makanan kecil yang dibelinya tadi saat belanja dengan Nindya


"Kamu curang Bram, yok kita ke kost mereka" ajak Farid


"Mereka ga mau diganggu malam ini katanya mau nyiapin diri menghadap dosen besuk" kata Bram sambil meletakkan makanan dan minuman di meja


"Eleh.. alesanmu paling" ucap Farid


"Nih" ucap Bram sambil nunjukin pesan Nindya di hape nya.


"Kamu tidur sini saja, besuk kamu boncengin Lilian aku boncengin Nindya, lumayan kan?" ucap Bram sambil tersenyum


"Eleh kamu kesepian kan di kamar ini?" tanya Farid sambil melihat posisi kamar Bram di belakang dan hanya satu kamar penghuni kost.


"Iya haaa.... haaa ternyata lebih menyiksa cuma dekat di situ tapi ga bisa bertemu he...he.." ucap Bram sambil tertawa

__ADS_1


"Kost depan memang terkenal disiplin" gumam Farid.


Mereka lalu ngobrol sampai malam dan kemudian Farid tidur di kamar Bram untuk menemani malam pertama Bram di kost nya.


__ADS_2