Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
139. Kedatangan Farid


__ADS_3

Tedy kaget namun sekaligus kagum. Setelah pintu kamar terbuka lebar tampak Lilian sedang duduk bengong dengan tampilan cantiknya sambil memegang hape.


“Li... kamu kenapa?” tanya Tedy yang masih berdiri di depan pintu


“Sudah tampil cantik kenapa tidak segera keluar, juga pegang hape kenapa telpon ku tidak diangkat. Kamu sengaja ya menguji aku" ucap Tedy selanjutnya sebenarnya dia ingin melangkah menghampiri Lilian namun peraturan kost laki laki tidak boleh masuk kamar, jadi dia hanya berdiri di depan pintu.


“Kak Farid akan datang" jawab Lilian sambil menatap Tedy


“Siapa yang mengundang si parit itu, Nindya?” tanya Tedy


“Sepertinya bukan, kemarin Nindya tanya aku kak Farid diundang tidak tapi akhirnya katanya demi menjaga stabilitas keamanan acara tidak jadi diundang.” Jawab Lilian


“Maksudnya apa?” tanya Tedy


“Entahlah, kak Tedy tanya Nindya saja" jawab Lilian


“Terus kamu tahu si parit mau datang dari siapa, kalian sering kontak kontak ya?” tanya Tedy


“Di group chatting pecinta alam kampus Kak, alumni masih ikut group chatting, mas Bram juga masih gabung di group. Kak Farid posting katanya otw ke acara Nindya, banyak yang komentar ngasih selamat ke mas Bram tapi mas Bram belum merespon” jawab Lilian.


“Mungkin Bram yang ngundang kenapa juga itu anak ngundang si parit mau bikin panas aku saja" gumam Tedy


“ Ya sudah ayo keluar kamu sudah ditunggu, yang penting kamu jangan lihat lihat si parit ya... kamu nanti di belakangku saja biar parit ga bisa lihat kamu" ucap Tedy sambil menganggukkan kepala agar Lilian segera keluar dari kamarnya.


Lilian lalu bangkit berdiri selanjutnya mengambil gitarnya dan melangkah menuju pintu kamarnya. Tedy terlihat tersenyum kalung dan liontin pemberiannya menempel jelas menambah cantik penampilan Lilian. Tedy lalu meraih gitar yang ada di tangan Lilian untuk membantukan membawakannya.


Mereka berdua berjalan meninggalkan kamar menuju ke ruang tamu tempat acara syukuran. Mereka berjalan lewat pintu depan yang tentu saja melewati ibu ibu club ngrumpi.


“Si ganteng nan galak lewat" bisik salah satu dari ibu ibu club ngrumpi

__ADS_1


“Ssssttttt" desis yang lain memperingati temannya. Dia tidak ingin ada masalah lagi takut nanti imbasnya mereka disuruh pulang dan akhirnya tidak mendapat konsumsi.


Kemunculan Lilian mendapat sambutan hangat dari teman teman Nindya yang juga merupakan temannya. Dan pandangan mereka selanjutnya tertuju pada sosok Tedy yang begitu setia dan sangat melindungi pada diri Lilian bahkan cenderung posesif. Mereka berdua lalu mengambil duduk di dekat Bram dan Nindya.


“Bro kamu sengaja ya mau bikin panas hatiku" bisik Tedy di telinga Bram


“Apa sih?” tanya Bram dengan ekspresi wajah bingung


“Kamu ngundang si parit ya?” ucap Tedy yang ganti bertanya


“Enggak, semua tamu yang ngundang Nindya” jawab Bram


“Kata Lilian, di group chatting pecinta alam si parit posting otw mau ke sini" ucap Tedy


“Aku belum pegang hape sejak tadi enggak tahu aku Bro, sudahlah yang penting Lilian tidak mendua kan tidak masalah" ucap Bram


Tidak lama kemudian terdengar suara motor memasuki halaman rumah ibu kost, dan selanjutnya beberapa menit kemudian muncul sosok Farid dengan senyum lebarnya. Lalu dia berjalan mendekati Nindya sambil mengulurkan tangannya


“Selamat ya Nin" ucap Farid dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya


“Terimakasih Kak, kok bisa tahu acaraku ?” tanya Nindya lalu dia menoleh menatap Bram. Sedangkan Bram yang ditatap hanya mengangkat kedua bahunya sebagai kode tidak tahu.


“Itu dia yang ngajak aku" jawab Farid sambil menoleh ke belakang dan bersamaan muncul sosok Rita.


“Nindyaaaaaaa.....” teriak Rita sambil menghambur masuk dan langsung mendekati Nindya dan selanjutnya memeluk Nindya, dan Farid tentu saja dia menggeserkan diri. Sedangkan Tedy langsung siap siaga menutupi tubuh Lilian dengan tubuhnya agar tidak terlihat oleh Farid.


“Selamat ya Nin kamu top markotop dech" ucap Rita


“Terimakasih Rit, kamu bilang datang terlambat hanya karena nunggu kak Farid ya?” tanya Nindya yang sekarang pelukan mereka sudah terurai

__ADS_1


“Iya” jawab Rita sambil tersenyum bahagia


“Kalian jadian?” tanya Nindya dengan senyum dan kerlingan mata menggoda


“Entahlah pengennya kayak kamu dan mas Bram, tapi entahlah apa aku hanya dijadikan pelarian dirinya" jawab Rita sambil melirik ke arah Farid sebab Rita tahu kalau Farid menyukai Lilian sejak dulu. Sedang Farid yang dilirik masih asyik berbincang bincang dengan Bram. Sedangkan Tedy masih sibuk menutupi Lilian dengan tubuhnya agar tidak terlihat oleh Farid.


“Semoga jadian beneran Rit, sini duduk di sampingku" ucap Nindya lalu sedikit menggeser pantatnya lebih mendekat pada Bram, untuk memberi tempat pada Rita.


“Kak Farid duduk di samping Rita situ mepet mepet dikit tidak apa apa ya biar tambah mesra ha... ha...” ucap Nindya selanjutnya dan teman yang lain juga terlihat menggeser pantatnya untuk memberi tempat duduk pada Farid.


Acara terus berlanjut dan tiba saatnya pembawa acara mendaulat Lilian untuk tampil menyanyi sambil memetik gitar akustiknya.


“Kak minggir dong kita mau lihat Lilian" ucap salah seorang teman Nindya menyuruh Tedy bergeser minggir agar tidak menutupi Lilian.


“Tempatnya ga cukup maka aku duduk agak di depan" jawab Tedy beralasan.


“Sini kamu nutupi aku saja" ucap Bram sambil menarik tubuh Tedy agar menggeser pantatnya.


“Lilian maju saja Li... duduk di tengah" teriak Nindya lalu yang lain menyetujui. Dan spontan Tedy menoleh menatap Nindya dengan mata yang sedikit mendelik sedangkan Nindya hanya membalas dengan senyuman jenakanya.


“Biar di tampat nya saja... nih aku sudah geser” ucap Tedy yang selanjutnya menggeser pantatnya lebih mundur duduk di samping Lilian. Dan Lilian pun akhirnya duduk lebih maju agar gitarnya tidak mengenai wajah Tedy. Lilian lalu menyanyikan sebuah lagu sambil memetik gitar. Setelah selesai satu buah lagu, semua memberi applaus dengan tepuk tangan. Namun tiba tiba dari belakang muncul sosok mamah Indah.


“Ted mamah request lagu favorit mamah ya, kamu yang ngitar Lilian yang nyanyi" ucap mamah Indah setelah request beliau langsung menghilang masuk lagi ke ruang keluarga.


Tampak semua menyetujui meskipun belum tahu lagu apa. Lilianpun terlihat bingung. Tedy sudah mengambil alih gitar Lilian. Saat melihat Lilian bingung dia mengambil hapenya lalu mengusap usap sebentar kemudian menyerahkan hape nya kepada Lilian yang di layar sudah terpampang syair lagu favorit Mamahnya.


“Ayo kubantu nyanyinya" bisik Tedy pada Lilian. Mereka berdua pun akhirnya berhasil menyanyikan lagu favoritnya mamah Indah dengan baik dan seperti biasanya mamah Indah tidak cukup bila hanya satu kali dinyanyikan.


Acara terus berlanjut hingga usai dengan sempurna , semua tamu sudah pulang yang tersisa hanya keluarga Bharata juga Farid dan Rita.

__ADS_1


__ADS_2