
Tiidak lama kemudian Nindya keluar dari kamar sudah dengan baju santainya dan make up di wajahnya juga sudah bersih tidak tersisa.
“Ayo Li, kita istirahat biar nanti segar lagi" ucap Nindya sambil berjalan menuju ke kamar Lilian melewati Lilian dan Kakaknya Tedy yang masih duduk di kursi teras.
Lilian pun lalu bangkit berdiri.
“Aku ke kamar ya Kak" ucap Lilian kemudian
“Li... “ ucap Tedy sebelum Lilian melangkah
“Apa" jawab Lilian pelan sambil menoleh
“Kalau aku tiduran di kamar sendiri sudah biasa, kalau bisa duduk berdua dengan kamu itu yang luar biasa ” ucap Tedy dengan wajah memelas
“He... He... “ Lilian hanya tertawa kecil lalu tetap melangkahkan kakinya.
Nindya yang merasakan Lilian tidak segera berjalan lalu menoleh ke arah mereka berdua.
“Kakak istirahat dulu nanti bantuin nyiapin tempat” teriak Nindya yang tidak keras agar tidak mengganggu penghuni kost lain, namun suaranya terdengar oleh Tedy.
“Ayo Li...” teriak Nindya selanjutnya dan Lilian pun melanjutkan langkahnya mengikuti Nindya
“Kenapa Lilian lebih nurut pada Nindya sih... Apa dia tidak rindu seperti yang aku rasakan" gumam Tedy lalu mau tak mau dia bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamar Nindya, kalau duduk sendiri di kursi teras jelas punggung terasa pegel linu.
Sementara itu Nindya dan Lilian sudah masuk ke dalam kamar. Nindya langsung merebahkan diri di tempat tidur Lilian, sedangkan Lilian mendudukkan pantatnya di karpet yang terhampar di dekat tempat tidurnya sambil memainkan hapenya.
“Capek ya Nin?” tanya Lilian sambil menyandarkan punggung di tepi tempat tidurnya.
“Lumayan Li, tapi senang dan aku rasa kok capek waktu wisuda Mas Bram itu ya padahal saat itu aku malah enggak yang punya gawe" jawab Nindya sambil memiringkan tubuhnya dan memeluk guling. Namun dia merasakan ada hal yang berbeda di tempat tidur Lilian.
“Saat itu kan kamu capekny harus menjaga performa di depan orang tua mas Bram apalagi ada Devina yang juga datang mau mengacaukan “ ucap Lilian sambil mengusap usap hape nya.
“Li... Kok kayak ada yang beda di tempat tidurmu?” tanya Nindya yang memang sudah lama tidak nebeng tidur di kamar Lilian karena kesibukan masing masing, mereka tidak saling bertandang main le kamar, hanya seperlunya bila mendatangi.
“Apa sprai mungkin kamu belum pernah lihat padahal ya enggak baru Cuma ngambil dari rumah saja" jawab Lilian
__ADS_1
“Bukan” ucap Nindya sambil melihat lihat dan membongkar bantal bantal yang ada
“Boneka Li, dimana boneka kesayanganmu?” tanya Nindya yang sekarang posisinya sudah duduk di tempat tidur sambil matanya mengitari ruangan kamar Lilian
“Aku simpan Nin" jawab Lilian sambil berdiri lalu berjalan menuju ke lemarinya kemudian membuka pelan pelan pintu lemari tersebut
“Itu aku simpan rapi di situ" ucap Lilian kemudian sambil menunjukkan boneka dari Adit yang sudah dibungkus plastik dan tersimoan rapi di dalam lemari.
“Biarlah dia tersimpan di situ sebagai kenang kenangan dalam hidupku" ucap Lilian kemudian sambil menutup lemari dan kembali berjalan ke tempat tidur lalu kembali duduk di karpet. Terlihat Nindya masih duduk di tempat tidur lalu membelai belai rambut Lilian.
“Aku sudah tanya ke kak Tedy katanya tidak apa apa aku tetap menyimpan “ ucap Lilian kemudian
“Apa biar kak Tedy belikan kamu boneka Li?” tanya Nindya
“Enggak perlu Nin, aku kan sudah bukan gadis remaja lagi he... He...” jawab Lilian
“Owh.... maunya sekarang boneka hidup ya... ?” tanya Nindya lagi sambil tertawa kecil.
“Boneka Tedy .... boneka Teddy bear ha....ha...” jawab Lilian sambil tertawa
“Ih aku belum peluk peluk boneka Tedy ya....” ucap Lilian lalu sambil ikut merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Nindya lalu mencandai Lilian dan setelahnya mereka berbincang bincang ringan sambil rebahan untuk merenggangkan otot ototnya sebab mata tidak bisa terpejam. Yang penting bisa rebahan dan pikiran rileks sejenak pasti nanti tubuh bisa segar kembali,begitu pikir mereka.
Sementara itu Tedy yang di dalam kamar Nindya malah tertidur pulas. Sebab tadi dia sudah mengirim beberapa pesan teks ataupun pesan suara pada Lilian namun tidak terbaca apalagi dibalas, dia memperkirakan pasti Lilian sedang tertidur maka diapun pergi tidur berharap bisa berjumpa meskipun di alam mimpi.
Namun tiba tiba Tedy terbangun dengan kaget sebab pintu kamar Nindya diketuk ketuk dengan kerasnya.
“Siapa sih, Nindya apa mamah sih nganggu mimpi orang aja, dalam mimpi sudah nyaris mau meluk Lilian malah ga jadi.... “ gumam Tedy lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke pintu kamar Nindya. Pintu kamar masih diketuk ketuk. Tedy membuka pintu dengan cepat. Namun saat pintu terbuka Tedy sangat kaget sebab di depan tampak wajah ibu ibu yang juga dengan ekspresi kaget.
“Siapa kamu, pacar baru mbak Nindya ya?” tanya salah satu dari mereka
“Apa orang kost baru ya” ucap yang lain
“Tapi kan di sini kost cewek, tapi ganteng sih sebelas duabelas sama mas Bram... pacar baru mbak Nindya mungkin" gumam salah satu dari mereka sambil menatap kagum wajah Tedy
“Aku yang harus tanya siapa kalian?” tanya Tedy dengan penuh emosi
__ADS_1
“Mengganggu orang tidur" ucap Tedy dengan suara keras
“Ganteng tapi galak" teriak yang lain.
Suara mereka yang tergolong keras membuat penghuni kost yang lain terganggu lalu mereka keluar dari kamarnya. Dan seterusnya hingga sampai di kamar paling ujung yaitu kamar Lilian.
“Ada apa sih kok berisik" ucap Lilian dan Nindya berjalan membuka pintu. Saat pintu sudah terbuka dia melihat ibu ibuk club ngrumpi berada di depan kamarnya sedang adu mulut dengan kakaknya Tedy. Nindya dan Lilian lalu berjalan cepat menuju ke arah mereka.
“Li... kamu elus elus kak Tedy.... eh kamu tenangkan kak Tedy... kalo jago tarung itu kalau dielus elus malah jadi tambah garang e...” ucap Nindya sambil terus berjalan
“Bu.. ada apa?” tanya Nindya saat sudah berada di dekat mereka. Lilian langsung memegang tangan Tedy dan diajak duduk di teras, wajah Tedy masih tampak emosi.
“Mereka tidak sopan mengetuk ngetuk pintu dengan keras bikin kaget saja, eee masih ngatain aku galak" ucap Tedy
“Sabar Kak" ucap Njndya dan Lilian bersamaan.
“Mbak Nindya selamat ya.... kami datang ke sini mau mengucapkan selamat ke mbak Nindya, tapi kok di kamar yang muncul itu orang ganteng tapi galak" ucap salah satu ibu
“Terimakasih Bu, maaf dia kakak saya mungkin kaget karena sedang tidur" ucap Nindya
“Oooh.... maaf maaf maafkan kami" ucap mereka
“Iya Bu” ucap Nindya
“Ehmmm mbak Nindya nanti ada syukuran ya, kami akan datang nanti malam... ini kami datang mau bantu bantu menyiapkan tempat" ucap salah satu dari mereka
“Terimakasih Bu, tapi teman teman kost nanti yang akan membantu menyiapkan tempat, kalau ibu ibu mau datang nanti malam tidak apa apa, tapi kuota hanya 10 orang ya buat ibu ibu" ucap Nindya
“Maaf saya tidak bisa memberi 100 kotak konsumsi untuk ibu ibu" ucap Nindya lagi mendahului mereka sebelum ibu ibu tersebut minta 100 kotak konsumsi seperti yang dilakukan mereka dulu pada mas Bram nya. Ibu ibu tersebut lalu mohon diri setelah meminta maaf dan mengucapkan terimakasih karena boleh datang nanti malam. Sedangkan Nindya lalu duduk di samping Lilian.
“Aku ga pelit kan Li, dengan memberi mereka kuota 10 kotak?” tanya Nindya sambil menatap Lilian
“Enggak Nin... Enggak Mbak Nin... Itu sudah cukup untuk mereka tadi kan mereka hanya enam orang yang datang" ucap teman teman kost Nindya yang masih berdiri di dekat mereka.
*****
__ADS_1
bersambung