Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
157. Hukuman


__ADS_3

Setelah sarapan Bram tidak lupa jamunya. Dan setelah minum jamu benar dia langsung membuka tshirt nya lalu berjalan menuju ke kolam renang dan menceburkan diri di sana. Sedangkan Nindya setelah petugas hotel selesai dan keluar kamar, dia juga ikut keluar kamar tujuannya akan menemui Om Prabu dan Tante Laras setidaknya untuk menyapa dan ngobrol ngobrol di lobby.


Setelah menutup pintu Nindya berjalan menuruni tangga, kemudian berjalan menuju ke kamar Om Prabu dan Tante Laras.


Tok....Tok... Tok...


Suara ketukan pintu di kamar Om Prabu oleh tangan Nindya.


“Siapa?” suara Om Prabu dari dalam kamar


“Nindya Om" jawab Nindya


“Tunggu sebentar" ucap Om Prabu


Nindya berdiri menunggu di depan pintu. Agak lama Nindya menunggu, dan beberapa menit kemudian pintu terbuka sedikit nampak sosok Om Prabu dengan tubuh yang masih terbungkus bathrobe. Nindya terlihat kaget apalagi di bagian tubuh Om Prabu yang sedikit terbuka di bagian dada dan leher tampak ada beberapa tanda merah seperti yang ada di tubuhnya akibat serangan dari suaminya.


“Ada apa Nin?” tanya Om Prabu


“O.. eh... e.. Tante Laras ada Om?” tanya Nindya antara gugup dan bingung mau tanya apa, sebab yang dibayangkan kedatangannya disambut oleh kedua suami istri yang sudah siap dengan baju rapi yang siap jalan jalan atau hanya sekedar ngobrol di lobby.


“Ada itu" ucap Om Prabu sambil menoleh ke dalam dan membuka daun pintu lebih lebar sedikit agar Nindya melihat Tante Laras. Nindya melihat Tante Laras masih terbaring di tempat tidur dengan tubuh terbungkus selimut sampai leher, dengan posisi memunggungi pintu.


“Ooo ya sudah Om" ucap Nindya langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat menuju ke tangga untuk kembali ke kamarnya.


Sedangkan Om Prabu hanya tersenyum lalu menutup pintu kamarnya rapat rapat.


“Biasanya pengantin baru yang diganggu ini malah pengantin baru yang mengganggu” gumam Om Prabu lalu melanjutkan aktivitasnya.


Nindya menaiki tangga dengan langkah kaki cepatnya. Setelah sampai di pintu dia langsung membuka pintu kemudian dia berjalan setengah berlari.


“Mas Bram...Mas Bram...” teriak Nindya sambil berjalan menuju ke kolam.


Bram kemudian muncul dan menepi namun bagian bawah tubuhnya masih di dalam kolam.


“Ada apa Nin?” tanya Bram sedikit kuatir karena tampak wajah Nindya yang kuatir sambil memegang dadanya.


“Om Prabu, Tante Laras....” ucap Nindya

__ADS_1


“Kenapa mereka?” tanya Bram kuatir


“Mereka kayaknya juga bertarung kayak kita" ucap Nindya


“Tubuh Om Prabu banyak bekas serangan” ucap Nindya lagi


“Huaha... ha.... ha....ha...” tawa Bram pecah lalu dia menarik tubuh Nindya dibawa masuk ke dalam kolam.


“Mas Bram bajuku basah" ucap Nindya berusaha menepi namun gagal.


“Mosok kita kalah sama mereka, mereka saja sudah tua masih bertarung pagi pagi" ucap Bram yang sudah memulai serangannya lagi


“Kamu harus belajar dari Tante Laras agar bisa menyerang lawan main" ucap Bram dengan suara parau. Sedangkan Nindya hanya diam sambil mengimbangi serangan dari suaminya. Dan tidak lama kemudian ada kain kain yang mengapung di kolam tersebut.


Setelah beberapa menit Bram menepi sambil menarik handuk besar yang terlipat rapi pada tempatnya di pinggir kolam yang sudah di sediakan pegawai hotel sejak awal.


“Ayo sini" ucap Bram sambil menoleh ke arah Nindya yang terlihat tangannya bersedekap menutup dadanya


“Tidak ada yang lihat” ucap Bram sambil tersenyum


“Itu Mas Bram lihat” jawab Nindya


“Sini ditutup handuk terus kita masuk ke kamar, aku sekarang ngantuk mau tidur" ucap Bram yang sekarang sudah keluar dari kolam dan menutup tubuh bawahnya dengan handuk.


“Mas Bram lihat sana atau tutup mata" ucap Nindya


“Iya iya ini aku tutup mataku" ucap Bram sambil menutup matanya dengan tangannya.


Nindya lalu memgambil baju bajunya yang mengapung selanjutnya menepi dan meraih handuk.


“Aku lihat ha... ha...” ucap Bram sambil membuka matanya tangannya menarik tubuh Nindya agar naik ke atas kolam. Sedangkan Nindya buru buru menutup tubuhnya dengan handuk lebarnya.


“Mas Bram nakal" ucap Nindya sambil merapikan handuk yang membalut tubuhnya.


Mereka berdua lalu berjalan menuju ke kamar dan selanjutnya mereka membersihkan diri di kamar mandi secara bergantian. Bram mengajak bersama sama, namun Nindya menolak karena sudah bisa dipastikan jika berdua di kamar mandi akan terjadi pertarungan lanjutan di sana.


Setelah selesai Bram tampak senyum senyum bahagia. Setelah mengeringkan rambut dia berjalan menuju ke tempat tidur yang sudah nampak rapi dengan sprai baru seakan melambai lambai untuk didatangi apalagi Bram yang sudah mulai mengantuk. Tidak pakai lama Bram pun sudah tertidur.

__ADS_1


Nindya yang sudah selesai membersihkan diri dan sudah mengeringkan rambut melihat suaminya yang sudah tertidur pulas.


“Tadi aku yang mau tidur malah dia yang sudah pulas” gumam Nindya dalam hati. Sekarang pikiran dia kembali pada Om Prabu dan Tante Laras.


“Apa Tante Laras jago dalam gituan ya, sampai Om Prabu tidak bisa berpaling meskipun mereka tinggal berjauhan" gumam Nindya dalam hati. Nindya lalu berjalan menuju ke sofa di lihatnya lap top suaminya masih berada di atas meja. Pikirannya kemudian tertuju pada film koleksi Bram yang baru dilihatnya satu itupun belum selesai.


“He..he.. Kok aku penasaran pengen lihat ya apa ada film tema penyerangan dari pihak cewek" gumam Nindya yang penasaran dengan Tante Laras.


Nindya lalu membuka laptop tersebut dan mencari cari file yang berisi film tersebut. Agak susah Nindya mencarinya, lihat history pun tidak ada.


“Rapi banget sih mas Bram menyimpan nya" ucap Nindya yang belum putus asa dan masih mencari cari. Dan akhirnya dia menemukan file tersebut namun ada pass word nya.


“Aduh giliran ketemu ada pass word nya” gumam Nindya lalu dia mencoba mengisi pass word dengan tanggal jadian mereka. Dan sukses terbuka, tampak Nindya tersenyum senang. Sekarang dia bingung mau buka yang mana.


Satu jam lebih Nindya melihat film itu sendirian dia bergumam ah ih seorang diri dalam mengomentari film yang di lihatnya.


Sementara itu Bram yang tidur terbangun karena merasakan perutnya lapar. Masih terbaring di tempat tidur mata nya mencari keberadaan istrinya. Dia tersenyum saat melihat Nindya serius di depan lap top nya. Dia kemudian bangkit berdiri dan berjalan pelan pelan agar Nindya tidak menyadari.


Bram lalu duduk di samping Nindya dia sudah bisa melihat apa yang ditonton Nindya. Nindya yang sudah menyadari suaminya berada di sisi nya dan mengetahui apa yang dilihatnya buru buru tangan nya terulur ke depan akan menutup lap top. Namun tangannya langsung diraih oleh Bram.


“Aku kan sudah bilang kalau nonton film gituan harus dengan suami" ucap Bram sambil tersenyum menggoda.


“Kamu aku hukum nanti" ancam Bram


“Maaf Mas, aku tuh penasaran dengan Tante Laras apa dia punya jurus jitu dalam menyerang hingga Om Prabu tidak bisa berpaling. Terus aku lihat lihat mungkin ada jurus jurus itu di koleksi mas Bram” ucap Nindya


“Mas hukumannya nanti malam aja ya, istirahat dulu ya ...” ucap Nindya selanjutnya perkiraan dia hukuman dari Bram pertarungan lagi.


“Kepedean kamu" ucap Bram sambil menutup lap top nya.


“Hukumannya kamu harus tanya langsung pada Tante Laras dia pakai jurus apa" ucap Bram santai


“Ha? Yang bener aja Mas, malu aku mungkin juga Tante Laras malu menceritakan” ucap Nindya


“Hukuman ya hukuman kamu harus dapat jawabannya" ucap Bram sambil menatap Nindya


“Hukuman ke dua karena kamu sudah bisa membuka pass word ku, kamu harus injak injak aku" ucap Bram lagi sambil tersenyum

__ADS_1


“Aduh mas Bram... Aku kira hukumannya enak enakan....” ucap Nindya sambil menepuk jidatnya


“Mana ada hukuman enak” ucap Bram sambil tersenyum melirik Nindya .


__ADS_2