
Waktu terus berlalu tidak terasa sudah dua bulan Bram menjalankan tugas KKN nya. Kini tiba saatnya acara perpisahan warga desa dengan peserta KKN.
Sejak pagi buta mereka semua sudah sibuk dengan tugasnya masing masing, kelompok ibu ibu PKK sibuk dengan tugasnya menyiapkan konsumsi, aneka olahan makanan hasil pelatihan mereka pamerkan dan untuk sajian acara nanti, Anak anak, remaja dan kaum muda sibuk menyiapkan acara pentas seni, yang lain sibuk menyiapkan tempat, panggung, kursi hingga sound system. Mahasiswa peserta KKN membantu mereka semua.
Sore hari semua peserta panitia sudah berada di Balai Desa. Mereka menyiapkan dan mengecek segala keperluannya, agar saat acara tiba tidak ada kesalahan dan kekurangan. Kursi kursi sudah tertata di halaman balai desa yang luas, panggung acara berada di depan pendapa balai desa. Di pendapa balai desa nampak beberapa meja untuk tempat komsumsi dan segala macam hadiah hadiah.
"Pak, apa kursinya cukup?" tanya Bram pada pak Dukuh
"Cukup mas, sudah dilebihi dari undangan yang dikirim" jawab pak Dukuh
"Nanti jalan juga ditutup sementara mas selama acara, pasti warga yang tidak dapat undangan juga datang melihat pentas" jawab pak Dukuh selanjutnya
"Oo baiklah" ucap Bram
Setelah dirasa cukup mereka pulang dulu untuk membersihkan diri, dan akan kembali lagi saat waktu yang ditentukan sesuai undangan yaitu jam tujuh malam.
Habis maghrib di Balai Desa sudah banyak berkumpul anak anak, mereka sangat antusias dengan acara malam ini. Mereka berlarian ke sana kemari di sekitar panggung.
Mereka yang selama ini mendapat bimbingan belajar dari kakak kakak KKN sebenarnya merasa enggan untuk berpisah.
Bram dan teman temannya pun sudah mulai memasuki halaman lokasi balai Desa.
"Kakak.. Kakak..." teriak mereka pada peserta KKN dan dijawab dengan senyuman dan lambaian tangan dari kakak kakak KKN
"Mas Bram...." ucap salah satu dari mereka. Bram menoleh dia melihat anak balita pak Heri di sampingnya seorang anak laki laki kira kira kelas dua SD. Bram lalu datang menghampiri anak tersebut terlihat anak balita tersebut sekarang aura nya lebih cerah dan pipi lebih mengembil daripada waktu pertama kali Bram melihat.
"Hai, anaknya pak Heri ya?" tanya Bram saat mendekat sambil mengelus kepala ke dua bocah tersebut. Dan dijawab dengan anggukan kepala dan senyuman merekah.
"Dengan siapa kalian datang ke sini?" tanya Bram
"Bapak dan ibu" jawab anak laki laki tersebut
__ADS_1
"Dimana mereka?" tanya Bram selanjutnya
"Di dalam, ikut bantu bantu" jawab mereka bersamaan
"Baiklah, aku ke dalam kalian main dengan teman teman ya" ucap Bram sambil mengelus pundak mereka lalu melangkah menuju ke dalam.
Saat masuk ke dalam nampak ibu ibu sudah menata konsumsi dan hadiah hadiah di atas meja. Bapak bapak ada yang sibuk di depan alat alat sound system, lagu lagu sudah menggema di sekitar balai desa.
"Mas Bram" teriak sesorang mendekat pada Bram, dan Bram menoleh pada sumber suara
"Pak Heri, apa kabar?" ucap Bram saat melihat yang datang pak Heri
"Baik mas, maaf tidak sempat datang ke posko mas, setelah datang ke kantor Bharata langsung sibuk dengan pekerjaan mas, sering ke luar kota" ucap pak Heri
"Terima kasih ya mas, mas Bram ternyata anaknya pak Bharata ya" ucap pak Heri kemudian yang dijawab dengan anggukan dan senyuman dari Bram
"Yang bilang mas Johan, bapak Bharata juga tidak bilang kalau mas Bram anaknya" ucap pak Heri
"Alhamdulillah mas, senang sekali gaji lebih dari cukup dan ada tunjangan kesehatan keluarga juga tunjangan pendidikan" ucap Pak Heri terlihat bahagia
"Belum lagi kalau ke. luar kota dapat tambahan juga bisa jalan jalan gratis" ucap Pak Heri selanjutkan diiringi oleh tawa Bram dan pak Heri
"Itu tuh ibunya anak anak, meskipun belum gemuk tapi sudah tidak kurus kering lagi" ucap pak Heri sambil menunjuk pada istrinya yang sedang berjalan sibuk membawa kotak konsumsi. Istrinya seperti melihat saat ditunjuk lalu menoleh dan menganggukkan kepala ke arah Bram sambil saling tersenyum.
"Kan belum lama pak, meskipun belum gemuk tapi aura wajah nya cerah" ucap Bram
"Iya, katanya sekarang hatinya sudah tenang mas, saya punya pekerjaan tetap dan tidak jadi pergunjingan tetangga" ucap pak Heri lagi.
"Syukurlah pak semoga selalu sehat dan rejeki lancar" doa tulus Bram
"Aminnn terima kasih mas" ucap pak Heri
__ADS_1
Tidak terasa sudah semakin banyak tamu undangan yang datang. Semua kursi sudah nyaris terisi. Anak anak sudah tidak berlarian lagi di sekitar panggung. Yang akan mengisi acara sudah masuk ke dalam ruangan di Balai Desa, yang tidak mengisi acara sudah duduk manis di kursi paling depan.
Hingga tiba waktunya acara dimulai, setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan sambutan sambutan yang juga diselingi acara hiburan pentas dari anak anak. Kemudian terakhir sambutan dari bapak Kepala Desa , beliau memberi sambutan dan ucapan terimakasih, disampaikan oleh Bapak Desa sekarang desanya sudah memiliki bimbingan belajar yang dikelola oleh pemuda desa dengan guru dari warganya. Kemudian pemuda desa juga sudah bisa membantu warga dalam pemasaran hasil bumi dan produksi secara online dan banyak kegiatan pemuda yang positif dan produktif. Desa juga telah memiliki sentra pembuatan tepung pisang yang sudah dipasarkan di desa desa tetangga. Bapak Kepala Desa mengakhiri sambutan dengan ucapan banyak terimakasih pada semua peserta KKN. Tepukan meriah warga memenuhi lokasi balai desa.
Setelah acara sambutan di lanjutkan dengan acara hiburan, warga dan peserta KKN secara bergantian naik ke atas panggung menampilkan. kebolehannya.
Setelah acara selesai mereka semua pulang kembali ke rumahnya dan peserta KKN pulang ke poskonya masing masing.
Setelah sampai di posko Bram dan teman temannya masuk ke dalam rumah pak Dukuh. Terlihat keluarga pak Dukuh sudah pulang lebih awal.
"Mas" ucap Avanti yang berjalan masuk ke ruang depan
"Apa apa mb" ucap salah satu dari mereka
"Jangan tidur dulu, nanti ada lek lek an (begadang) acara perpisahan di halaman depan dengan keluarga sini sama tetangga sekitar
"Oo ya.." jawab Bram yang tidak bisa menolak ajakan dan kebaikan dari tuan rumah dan tetangga sekitar.
Benar tidak berapa lama terdengar suara orang orang berdatangan di halaman rumah pak Dukuh. Bram dan teman temannya ke luar rumah, terlihat lampu halaman menyala lebih terang. Warga teihat membentangkan tikar tikar memenuhi halaman rumah pak Dukuh. Bram dan teman temannya membantu apa yang warga kerjakan.
Tidak berapa lama Pak Dukuh dan Bu Dukuh sudah keluar dari dalam rumah. Mereka duduk di antara warga. Tidak lama kemudian beberapa ibu ibu datang membawa makanan dan minuman. Teihat juga beberapa ingkung ayam berada di nampan nampan besar.
Teihat pak Dukuh memulai acara beliau mengucapkan rasa terima kasih dan permohonan maaf. Begitu pun Bram mewakili teman temannya juga menyampaikan hal yang sama.
Namun tiba...tiba.. terlihat pak Dukuh berlinangan air matanya.
"Sudah Pak, tidak usah sedih nanti kami bisa main lagi ke sini" ucap Dito menenangkan pak Dukuh yang duduknya bersebelahan.
"Aku nangis bukan karena kepergian kalian" ucap pak Dukuh pelan
"Terus kenapa Pak?" tanya Dito dan Leon bersamaan yang posisi duduknya berdekatan
__ADS_1
"Ayam jagoku disembelih Bu Dukuh" jawab pak k Dukuh dengan nada sedih