Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
90. Rencana ke rumah orang tua Nindya


__ADS_3

Setelah menghabiskan makanan Nindya langsung pulang ke kost nya, dia berjalan menuju ke kamar Lilian.


"Li...." sapa Nindya saat di depan pintu kamar Lilian. Tidak berapa lama pintu kamar Lilian terbuka dan nampak sosok Lilian di depan pintu sambil membawa bungkus makan malam nya.


"Enak sekali Nin makanannya, kenyang nih..." ucap Lilian setelah membuang bungkus makanan di tempat sampah di luar kamarnya. Nampak Nindya sudah masuk kamar Lilian dan duduk di tepi tempat tidur.


"Ada apa Nin?" tanya Lilian saat melihat wajah Nindya seperti menyimpan satu masalah


"Tadi mas Bram omong mau ngelamar aku" ucap Nindya sambil menatap Lilian nampak seperti minta pertimbangan


"Selamat ya Nin" ucap Lilian sambil memeluk Nindya lalu ikut duduk di sampingnya


"Tapi aku kan belum lulus Li, pasti ga boleh sama papahku" ucap Nindya


"Kalau orang tua mas Bram ke rumah, terus orang tuaku ga ngebolehin gimana, nanti orang tua mas Bram kecewa terus malah ga boleh hubungan sama aku" ucap Nindya selanjutnya sekarang matanya terlihat memerah.


"Tadi kamu jawab apa?" tanya Lilian


"Aku jawab aku mau" jawab Nindya tersipu malu, padahal tadi waktu jawab pada Bram malah tidak pakai malu


"Kamu sudah kebelet apa Nin he...he..?" tanya Lilian sambil tertawa, namun kemudian mendapat pukulan di pahanya dari Nindya.


"Siapa tahu setelah aku nikah kamu terus kepengen dan menyusul" ucap Nindya dan nampak Lilian kemudian terdiam.


"Ya sudah Li, aku ke kamar ya, nunggu berita dari mas Bram terus nanti ngabari mamah" ucap Nindya lalu bangkit berdiri


"Maaf ya Li, kalau kata kataku ada yang menyinggung perasaanmu" ucap Nindya selanjutnya karena melihat ekspresi wajah Lilian saat terdiam.


"Ga apa apa Nin santai saja, semoga lancar rencana lamaranmu" ucap Lilian sambil tersenyum tulus.


"Makasih Li" jawab Nindya lalu hilang di balik pintu


Sementara itu waktu menunjukkan nyaris jam delapan malam Bram bersiap untuk pulang ke rumah bapak Bharata. Setelah memesan taxi on line, Bram mengambil barang barang nya yang akan di bawa ke rumah, tas kerja dan perlengkapan juga satu kantong baju kotor yang siap diserahkan pada Mak.


Bram menutup pintu kamar tidak lupa mematikan lampu di dalam kamar, dia lalu duduk di kursi teras. Tidak lama kemudian taxi yang di pesan telah datang, Bram lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke dalam taxi kemudian taxi melaju menuju ke rumah bapak Bharata.


Beberapa menit kemudian taxi sampai di depan rumah bapak Bharata. Setelah membayar dan memberi tip, Bram turun dari taxi dan berjalan menuju ke pintu pagar rumahnya.


Sebelum sampai di depan pagar, bapak petugas jaga malam sudah membukakan pintu pagar untuk Bram.

__ADS_1


"Selamat malam Pak" sapa Bram lebih dulu saat berada di pintu pagar yang sudah terbuka


"Selamat malam Mas Bram, kok pakai taxi?" tanya bapak petugas jaga malam terlihat heran.


"Iya Pak, aku dikerjain Bapak he..he.." jawab Bram sambil tertawa kecil lalu berjalan menuju ke pintu rumah.


Bram memencet bel saat berada di depan pintu, tidak lama kemudian nampak sosok Mak berada di balik daun pintu yang sudah terbuka.


"Mas Bram, kok baru pulang " tanya Mak


"Iya Mak, ini oleh oleh" jawab Bram sambil memberikan sekantong baju kotor. Mak menerima sambil melihat isi di dalam nya.


"Dari dulu selalu dapat oleh oleh ginian" gumam Mak sambil berjalan di belakang Bram. Bram yang mendengar hanya tertawa. Bram melangkah masuk maksud hati menuju ke kamar nya, namun di ruang keluarga nampak Bapak Bharata dan Ibu Murti sudah duduk di sofa.


"Langsung duduk sini Bram" perintah bapak Bharata. Bram langsung berjalan menuju ke ruang keluarga dan duduk di sofa di depan bapak Bharata.


"Piye (bagamana)?" tanya bapak Bharata sambil menatap serius wajah anak laki laki nya.


"Nindya mau Pak" jawab Bram sambil tersenyum


"Piye (bagaimana) Bu kita ke orang tua nya besuk Sabtu ini?" tanya bapak Bharata sambil menatap istrinya. Nampak ibu Murti hanya menganggukkan kepalanya dengan anggun.


"Aku dan Nindya ikut tidak Pak?" tanya Bram pada bapak Bharata.


"Ya ikut, kalau orang tua Nindya lihat sendiri kalau kamu dan Nindya sudah mau kan lebih meyakinkan" jawab bapak Bharata.


"Sudah sana kamu kabari Nindya, aku hubungi Sisi untuk pesankan pesawat dan hotel" ucap Bapak Bharata


"Aku tidur di rumah Nindya saja Pak, aku sudah pernah tidur di sana" ucap Bram namun kalimat belakang mengagetkan bapak Bharata dan ibu Murti


"Ha, kamu sudah tidur di sana?" tanya bapak Bharata sambil melotot ke arah Bram, sedangkan ibu Murti juga terlihat menatap Bram dengan ekspresi kaget.


"Iya Pak Bu, waktu Bram beberapa hari pergi bilang ke rumah teman itu ke rumah Nindya" jawab Bram, namun seketika bapak Bharata bangkit berdiri dan menjewer telinga Bram


"Pak... lepas.. Bram tidur di lantai atas dengan kakak laki lakinya" ucap Bram sambil berusaha melepas tangan bapak Bharata yang masih menempel di telinga nya.


"Besuk kamu tidur di hotel" ucap Bapak Bharata sambil melepas jeweran di telinga Bram lalu kembali duduk di sofa.


"Sudah kamu segera hubungi Nindya, hari Sabtu dia bisa jam berapa, nanti biar mbak Sisi sesuaikan pesen tiketnya" perintah ibu Murti

__ADS_1


"Iya dan aku suruh Sisi kosong kan jadwal kita untuk hari Sabtu dan Minggu" ucap Bapak Bharata menimpali.


Nampak Bram mengambil hape khususnya lalu melakukan panggilan pada Nindya. Nindya yang sudah sejak tadi menunggu kabar dari Bram langsung segera menggeser tombol hijau.


"Hallo Mas" ucap Nindya di seberang sana


"Cepat sekali diangkat Nin, sudah tak sabar ya.. ha..ha.." ucap Bram sambil tertawa. Bapak Bharata dan ibu Murti yang mendengar hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala.


"Nin, Sabtu besuk ke rumah orang tuamu" ucap Bram kemudian.


"Sabtu dalam minggu ini Mas?" tanya Nindya


"Iya lebih cepat lebih baik" jawab Bram. Namun terlihat bapak Bharata mencabut satu tangkai bunga plastik di meja dan di lempar ke arah Bram, dan Bram hanya tertawa.


"Kamu Sabtu ada jadwal kampus ga?" tanya Bram kemudian setelah berhenti dari tawa nya.


"Ada jadwal pengamatan jam sebelas" jawab Nindya


"Ya sudah selesai pengamatan langsung aku jemput kamu" ucap Bram


"Sekarang kamu kabari mamah Indah dan papah Mahendra" ucap Bram selanjutnya.


"Terus kalau mamah tanya harus menyiapkan apa gimana?" tanya Nindya. Bram lalu menjauhkan hape nya yang masih terhubung dan kemudian menatap pada ibu Murti


"Bu, mamah harus menyiapkan apa?" tanya Bram pada ibu Murti.


"Tidak perlu menyiapkan apa apa" jawab Ibu Murti sambil tersenyum nampak Bapak Bharata juga tersenyum.


Bram lalu kembali mendekatkan hapenya di telinganya


"Nin" ucap Bram untuk memastikan Nindya masih mendengar


"Iya Mas" jawab Nindya


"Ga usah menyiapkan apa apa, kita mau nginap di hotel" ucap Bram selanjutnya


"Ya sudah aku tutup ya, aku hubungi mamah" ucap Nindya dan selanjutnya menutup sambungan telponnya.


Bram lalu meletakkan hape nya, kemudian memberikan informasi tentang jadwal Nindya di hari Sabtu pada bapak Bharata dan ibu Murti.

__ADS_1


"Bu, sekarang sudah ada yang dipanggil mamah papah oleh anak kita" ucap Bapak Bharata menggoda Bram, nampak ibu Murti tersenyum, sedangkan Bram nampak tersenyum malu sambil mengusap usap tengkuknya sambil menunduk.


__ADS_2