Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
43 Nasehat ibu Kost


__ADS_3

Waktu terus bergulir dengan begitu indahnya bagi Bram dan Nindya. Semua aktifitas bisa berjalan dengan lancar sesuai rencana. Bila hari Sabtu tiba pagi pagi mereka bertiga sudah meninggalkan kost, Bram pulang ke rumah sedangkan Nindya dan Lilian pulang ke rumah orang tua Lilian.


Namun hari Sabtu saat ini hanya Bram yang pulang, sedangkan Nindya dan Lilian masih tinggal di kost karena ada tugas pengamatan praktikum di kampus.


Nindya membuka pintu kamarnya, kemudian berjalan menuju warung depan. Nampak warung sedang ramai pembeli ibu ibu masyarakat sekitar kost. Mungkin mereka sedang berbelanja begitu gumam Nindya. Nindya lalu berjalan mendekat ke warung ikut mengantri. Namun saat Nindya berada di depan warung semua ibu ibu tersebut menoleh kepada Nindya.


"Panjang umur yang diomongi datang" ucap salah seorang ibu dengan nada sinis


"Tumben ga week end an sama pacar apa sudah ditinggal pacarnya, sudah dibobol lalu ditinggal" ucapnya kemudian


"Iya cowoknya cari yang lain" timpal ibu yang lainnya


"Maksudnya apa Bu?" tanya Nindya sambil memandang ibu yang berbicara tersebut dan terlihat Ibu ibu yang lain masih menatap Nindya dengan ekspresi macem macem ada yang kepo ada yang sinis ada yang cuek ada yang santai. Sedang bu Sugeng tetap pada pekerjaannya melayani pembeli dengan senyap alias tidak ikut ikut omong.


"Apalagi kalau tidak ngamar, di kost ga bisa karena ibu kost nya galak" ucapnya selanjutnya


"Iya ..iya..." ucap Ibu ibu yang lain sambil mengangguk angguk


"Ibu kalau omong jangan sembarangan, kalau tidak tahu sendiri jangan menuduh jangan memfitnah orang" ucap Nindya dikuat kuatkan


"Kalau omongan ibu tidak benar saya bisa tuntut itu pencemaran nama baik" ucap Nindya dengan sedikit emosi.


Kemudian terlihat ibu ibu tersebut satu persatu meninggalkan warung, owalah padahal sebenarnya mereka sudah selesai belanja nya sejak tadi, tetapi dilanjutkan acara ngrumpi.


Hingga tertinggal satu orang ibu yang vokal tadi. Nindya masih menatap ibu tersebut


"Gimana mau saya laporkan?" tanya Nindya. Ibu tadi tidak menjawab namun mulutnya komat kamit tidak bersuara dan pelan pelan dia mundur alon alon lalu pergi meninggalkan warung.


"Sabar mbak Nindya, kadang orang memang menilai orang dari kacamatanya sendiri" ucap Bu Sugeng


"Iya Bu" jawab Nindya


"Mbak Nindya mau beli apa?" tanya Bu Sugeng. Lalu Nindya menyebutkan apa yang akan dibeli, dan setelah mendapatkan belanjaannya dan membayar Nindya langsung pulang ke kost.


Nindya membuka pintu kamarnya, dia lalu menaruh belanjaannya di meja, kemudian dia hanya duduk bengong tidak melakukan apa apa. Pikirannya pada omongan ibu ibu tadi. Selama ini dia selalu hidup baik baik tidak ada omongan miring tentang dirinya. Nindya menopang kepalanya tepatnya rahang dan pipinya dengan tangan yang sikunya tertahan di meja, dengan mata berkedip kedip.

__ADS_1


"Nin..." ucap Lilian di pintu yang sudah terbuka


"Kamu kesambet apa e Nin, bengong gitu?" tanya Lilian yang melihat Nindya sedang bertopang rahang


"Ga apa apa Li" jawab Nindya bohong


"Kelompokmu pengamatan jam berapa?" tanya Lilian


"Aku mau berangkat nih" ucap Lilian selanjutnya


"Siang Li, nanti aku jalan kaki saja" jawab Nindya


"Ya sudah nanti kalau aku sudah pulang kuantar kamu" ucap Lilian


"Jangan bengong lagi loh sana lari lari apa berjemur biar otak segar" ucap Lilian kemudian sambil meninggalkan Nindya. Nindya masih di posisi semula, dia ga mood melakukan apapun.


Tidak berapa lama ibu kost Nindya berada di depan pintu kamar Nindya.


"Nin, Ibu boleh masuk?" tanya ibu kost mengagetkan Nindya


"Ooo silahkan Bu" ucap Nindya kemudian bangkit berdiri dan memberikan kursinya pada Ibu Kost nya, sebab hanya ada satu kursi di kamar Nindya. Ibu Kost lalu duduk di kursi sedangkan Nindya duduk di tepi tempat tidurnya.


"Jam sebelas Bu, hanya tugas pengamatan" jawab Nindya


"Ooo" gumam ibu kost


"Kamu baik baik saja kan?" tanya ibu kost kemudian


"Iya Bu, ada apa ya Bu?" tanya Nindya


"Ibu baru saja dikabari bu Sugeng tentang kejadian baru saja di warung nya" ucap Ibu kost


"Masalah ibu ibu yang ngomongi Nindya?" tanya Nindya dengan hati hati


"Apa ibu juga menuduh Nindya seperti mereka" ucap Nindya selanjutnya namun saat ini air mata nya sudah mengalir membasahi pipi. Memang menyakitkan bila tidak melakukan tapi dituduh dengan semena mena apalagi berita menyebar di masyarakat.

__ADS_1


"Bukan seperti itu Nin, Ibu percaya sama kamu dan Bram, Ibu cuma mau bilang jangan dipikirin omongan mereka" kata ibu kost


"Satu tahun lebih Ibu mengenal kamu dan Lilian kalian selalu jujur pada Ibu, dan Ibu sudah lama punya anak kost sudah hafal sifat dan kelakuan anak anak" kata ibu kost kemudian


"Anak yang tidak benar biasanya ga nyampek tiga bulan sudah pindah kost" ucap Ibu kost lagi


"Ibu buka kost kost an tidak hanya untuk cari uang Nin tetapi juga ingin menjaga anak anak kost, agar amanah dan barokah usaha ibu" ucap Ibu kost dengan menatap Nindya


"Terimakasih Bu, tapi saya merasa tidak nyaman diomongi seperti itu" ucap Nindya sambil menghapus air matanya.


"Begitulah di masyarakat Nin kamu harus belajar memahami kebiasaan masyarakat kita, yang penting kamu tetap hidup dengan benar nanti waktu yang akan membuktikan" ucap Ibu kost


"Kita memang tidak bisa menutup mulut mereka satu per satu yang bisa kita lakukan menunjukkan kalau omongan mereka tidak benar dengan tetap melakukan hal hal yang benar" ucap Ibu kost lagi


"Sudah, Ibu ikut sedih kalau keceriaanmu hilang hanya karena gosip" ucap Ibu kost sambil bangkit berdiri lalu mendekati Nindya dan mengelus elus punggung Nindya.


"Ayo makan di tempat Ibu kalau kamu malas masak" ucap Ibu kost kemudian


"Terimakasih Bu, Nindya sudah buat nasi kok" jawab Nindya


"Kalau begitu ayok ngambil sayur dan lauk nya, Ibu masak gudeg banyak dan ada ayam goreng , yukk ini undangan bukan tawaran" ucap Ibu kost sambil menarik tangan Nindya dengan lembut. Mau tak mau Nindya ikut berjalan meninggalkan kamar kost menuju ke rumah induk.


Setelah selesai makan Nindya menyiapkan diri untuk ke kampus, dia berusaha mencerna semua nasehat ibu kost. Dia berusaha menetralkan otaknya dari gosipan pagi di warung.


derrrttt derttt drettt terdengar suara hape Nindya berbunyi. Nindya mengambil hape nya terlihat kontak Lilian menghubungi Nindya lalu menggeser tombol hijau


"Hallo" ucap Nindya


"Kamu sudah berangkat belum?" tanya Lilian kemudian


"Belum, ini mau berangkat" jawab Nindya


"Tunggu aja Nin, nanti kuantar aku sudah selesai ini sudah keluar kampus, di luar matahari sangat terik hari ini" ucap Lilian


"Kasihan pacar orang kalau meleleh haaa haaa" canda Lilian

__ADS_1


"Bener tunggu ya" ucap Lilian lagi


"Iya iya" jawab Nindya kemudian menutup sambungan telponnya


__ADS_2