
Orang tua Lilian masih menatap anak sulungnya, sedang Lilian yang ditatapnya hanya menundukkan kepalanya. Perasaan Lilian tidak menentu antara takut dan kuatir, bila jujur dia kuatir ibunya membahas perjodohan, tidak jujur dia takut dosa. Kemudian untuk mengalihkan kegundahan hatinya Lilian mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah adiknya Astri.
“Tri buatin minum dong buat tamunya" ucap Lilian kemudian yang masih menatap Astri
“O iya mbak...” jawab Astri
“Ayo mas Rangga" ucap Astri kemudian sambil menarik tangan Rangga
“Sampai lupa kita semua belum membuat minum untuk tamu jauh, karena begitu bahagia mbak Li...” ucap Rangga sambil berjalan ke belakang. Sementara yang lain tersenyum menatap kedua adik Lilian yang berjalan dengan cepat ke belakang, kecuali orang tua Lilian yang masih menatap Lilian.
“Li jelaskan pada kami dengan foto itu” ucap Ibunya Lilian kemudian. Nampak Lilian menoleh ke arah Ibunya tetapi mulutnya belum mengucapkan sepatah katapun.
“Benar kalian sudah pacaran atau hanya akal akalanmu saja, kok seperti foto baru dibuat, baju juga sama dengan yang kalian pakai sekarang” ucap Ibunya Lilian lagi sambil menatap Lilian dan Tedy secara bergantian.
Perkataan ibunya Lilian tersebut tentu saja bagaikan halilintar yang menghantam mereka semua. Lilian dan Tedy saling pandang, keringat dingin sudah mulai keluar dari tubuh mereka.
Nindya terlihat menepuk pelan jidatnya namun secara spontan dia mengubahnya tepukan jidat menjadi mengelus ngelus jidatnya agar tidak terlihat oleh orang tua Lilian kalau dia sedang kaget dan menyesali idenya yang belum sempurna.
“Kenapa tadi tidak ada ide ganti baju dulu sih tadi ...” gumam Nindya dan tentu saja hanya berani di dalam hati.
“Ehmmm gini Bu, Pak...” suara tegas Bram memecah kebekuan diantara mereka
“Setahu saya hubungan mereka sudah lama, namun karena bro Tedy tinggal di Jakarta mereka jarang bertemu, terus tadi mereka menyempatkan diri untuk berfoto berdua karena kesempatan mereka berdua jarang terjadi" ucap Bram kemudian dan terlihat semua mata menatap wajah Bram. Apalagi Nindya terlihat matanya mengerjap ngerjap bersinar nampak bangga pada mas Bram-nya
“Kemudian tadi saya dan Nindya ke foto studio mau tanya tanya untuk urusan foto pre wedding kami, terus kami dapat satu foto gratis sebagai sample karena kami belum siap memilih foto akhirnya foto Lilian dan kak Tedy yang dipakai sebagai foto sample" ucap Bram kemudian yang melakukan kebohongan demi menyelamatkan mereka bersama. Terlihat Ibunya Lilian menatap Lilian kembali, sedangkan bapaknya Lilian menatap Tedy, terlihat Tedy menganggukkan kepala dengan penuh keyakinan.
Namun tiba tiba Rangga dan Astri muncul dari belakang dengan membawa nampan berisi minuman dan piring berisi makanan.
__ADS_1
“Bagus kok fotonya, kayak artis ibukota nanti Rangga pasang di ruang keluarga" ucap Rangga sambil menaruh nampan yang berisi minuman di meja.
“Biar tidak hanya fotonya Astri yang terpasang, anak suka malu malu tapi kalau difoto narsis banget" ucap Rangga kemudian sambil menatap Astri yang baru saja menaruh piring berisi makanan di meja. Astri terlihat pipinya merona merah sambil tertunduk kkepalanya dan bibirnya tersenyum tersipu sipu malu.
“Silakan diminum” ucap Ibunya Lilian sambil tersenyum dan dengan nada suaranya yang terdengar sudah bersahabat.
“Terimakasih...” ucap mereka semua.
Terlihat orang tua Lilian mempercayai omongan Bram, sebab selama ini Bram mereka kenal sebagai sosok anak yang baik. Bram yang menghibur dan menjaga Lilian saat Lilian berada di dalam masa keterpurukan setelah kekasihnya meninggal ditambah perlakuan yang tidak mengenakkan dari orang tua Adit.
Saat itu Lilian setiap hari hanya menangis dan tidak mau berangkat ke sekolah. Dengan telaten Bram membujuk dan menjemput Lilian bersekolah. Namun permasalahan baru muncul lagi dimana gadis gadis fans nya Bram mengira Lilian pacar Bram, dan mereka para gadis memusuhi Lilian. Sampai pada akhirnya Bram mengumumkan kalau mereka hanya sebatas sahabat, Bram menjaga Lilian karena pesan dari Adit sahabatnya. Dan setelah Bram memberi pengumuman tersebut keadaan menjadi berubah para gadis fans Bram berusaha berbaik baik pada Lilian agar bisa mendekati Bram, tiap hari Lilian mendapat berbagai macam makanan, merchandise, souvenir ataupun surat yang harus disampaikan kepada Bram. Aduhhh kalian gadis gadis muda fans nya Bram macem macem saja.
“Bu, saya pengen ke belakang sudah ngempet dari tadi” ucap Mak memecahkan lamunan orang tua Lilian.
“O... silahkan biar diantar Astri" jawab ibunya Lilian sambil menatap Astri memberi kode agar mengantar Mak ke kamar mandi. Selanjutnya terlihat Mak dan Astri berjalan menuju ke belakang
“Mas Bram dan pacarnya mbak Lilian di kamar depan, Mak biar sama Astri di kamarnya Astri" ucap Rangga sambil menunjukkan kamar depan yang berada bersebelahan dengan ruang tamu.
“Pacarnya mbak Lilian namanya kak Tedy, Nga... “ ucap Nindya sambil menatap Rangga
“Iya mbak Nin he...he...” jawab Rangga sambil nyengir
“Dan dia kakak kandungnya Nindya” saut Bram
“Wahhhh kita jadi saudara dong mbak Nin.... asyikkkk" ucap Rangga terlihat bahagia
“Sudah Nga antar Mas Bram dan Mas Tedy ke kamar, nanti setelah mandi kita makan bersama" ucap Bapaknya Lilian. Nampak Rangga kemudian membawakan tas nya Bram dan Tedy untuk dibawa ke kamar tamu yang berada di dekat ruang tamu. Bram dan Tedy terlihat mohon diri kemudian bangkit berdiri dan mengikuti langkah kaki Rangga.
__ADS_1
“Pak fotonya mbak Lilian sama pacarnya nanti saya yang masang ya...” ucap Rangga lagi sebelum memasuki pintu kamar. Terlihat Nindya tersenyum, “Wah sepertinya Rangga bisa direkrut jadi tim pendukung nih" gumam Nindya dalam hati
“Nin, ayok ke kamar" ajak Lilian pada Nindya. Mereka berdua kemudian bangkit berdiri dan akan berjalan menuju ke kamarnya Lilian.
“Li, setelah selesai mandi bantu ibu nyiapin makan malam ya" ucap ibunya Lilian sambil ikut bangkit berdiri dan selanjutnya berjalan menuju ke belakang.
Kini tinggal bapaknya Lilian yang berada di ruang tamu tersebut. Pandangan matanya menatap ke arah pigura foto Lilian dan Tedy yang masih bersandar di dinding berdiri di atas lantai keramik ruang tamunya. Bapaknya Lilian lalu bangkit berdiri dan berjalan ke arah pigura tersebut, lalu diangkatnya pigura foto tersebut dari lantai. Sambil memegang pigura foto, Beliau memandangi foto sepasang kekasih yang statusnya masih pacar pura pura tersebut, namun beliau tidak tahu, yang beliau tahu mereka pasangan kekasih beneran. Terlihat bapaknya Lilian tersenyum namun terlihat ada air mata menggenang di sudut matanya. Kemungkinan beliau terharu mengingat anaknya gadisnya yang sempat terpuruk karena ditinggal kekasihnya pergi untuk selama dan setelah sekian lama menutup pintu hatinya untuk laki laki sekarang sudah menemukan tambatan hatinya.
“Ganteng ya Pak" ucap Rangga yang sudah berada di belakang bapaknya Lilian sambil ikut memandangi foto tersebut.
“Hmmm” jawab bapaknya Lilian
“Rangga seneng Pak, jadi punya kakak laki laki meskipun kakak ipar, tapi Rangga sekarang bukan anak bapak yang ganteng sendiri” ucap Rangga lagi
“Hmmm" gumam bapaknya Lilian lagi sebab beliau belum bisa berkata kata karena dadanya masih sakit mengingat masa lalu Lilian.
“Sini Pak, saya simpan dulu besok pagi saya pasang, kata ibu tidak bagus kalau malam malam dak dok dak dok tembok" ucap Rangga selanjutnya sambil mengambil alih pigura foto tersebut. Rangga lalu memegang pigura foto tersebut dengan hati hati dan dibawanya ke dalam kamarnya. Besok pagi akan dipasang di ruang keluarga.
Sementara itu di kamar tamu Bram dan Tedy sedang berebut akan mandi di kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut. Mereka tidak berebut untuk lebih dulu mandi tetapi berebut lebih belakangan mandinya.
“Kamu aja dulu Bro yang mandi, aku mau rebahan dulu” ucap Bram sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
“Kamu aja duluan Bro, ini aku mau balas email email penting” ucap Tedy yang sudah duduk di kursi sambil mengusap usap hapenya.
“Kamu enak bisa cuti penuh tidak diganggu pekerjaan" ucap Tedy selanjutnya
“Makanya kakak ipar mengajukan cuti lamaran atau cuti nikahan biar dapat cuti penuh, bukan hanya ijin kerja ha...ha....” jawab Bram yang kemudian membalikkan tubuhnya sambil memeluk guling yang ada.
__ADS_1
“Bro, kalau kamu nanti langsung disuruh ngelamar Lilian siap belum?” tanya Bram kemudian yang sekarang sudah kembali tidur terlentang sambil menatap Tedy. Tedy yang mendapat pertanyaan tersebut langsung menghentikan kegiatannya memgusap usap dan mengetik ngetik hape.