Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
155. Belajar bersama


__ADS_3

Bram masih menciumi pipi Nindya. Nindya yang diusik tidurnya merasa terganggu.


“Egh....” gumam Nindya sambil tangannya menepis wajah Bram. Bram malah semakin gemes dibuatnya. Lalu dia melompat naik ke atas tempat tidur dan melanjutkan mengganggu tidur Nindya.


“He... he... kayak gangguin kucing tidur" ucap Bram masih gencar melakukan serangannya. Sedangkan Nindya yang merasa terganggu lalu menutup wajahnya dengan selimut tebalnya.


“Nin... suamimu membutuhkanmu" ucap Bram melas di dekat telinga Nindya


“Istrimu juga membutuhkanmu" ucap Nindya lirih di antara sadar dan tidak sadar. Tampak Bram tersenyum senang. Dia meraih ujung selimut Nindya namun tiba tiba....


Krucuk... krucuk... krucuk....


Suara perut Bram dan Bram merasakan lapar, lalu dia menoleh ke arah meja dorong yang berisi makanan. Lalu dia turun dari tempat tidur menuju ke meja dorong tersebut. Diraihnya makanan yang ada.


“Belum basi...” ucapnya sambil mengendus endus makanan tersebut. Dia mulai mencicipi makanan tersebut setelah dirasa masih layak dimakan dia memakannya karena perutnya benar benar merasakan lapar.


Setelah merasa kenyang dia lalu teringat jamu di dalam koper nya.


“Apa karena tadi siang aku belum minum jamu jadi aku merasa kantuk yang hebat, atau karena aku kecapekan... “ gumam Bram dalam hati karena dia tidak tahu kalau Johan sudah mencampur obat tidur di minumannya.


Bram lalu mengambil sebungkus jamu, lalu berjalan menuju ke dapur kecil di dalam kamar tersebut yang tersedia peralatan listrik untuk memasak. Dia menyalakan teko listrik setelah air matang lalu dia menyeduh jamu tersebut. Mak yang baik hati sudah membuatkan jamu untuk Bram dengan versi jamu langsung seduh agar lebih praktis.


Sambil meminum jamu Bram menatap Nindya yang masih tertidur pulas.


“Biar dia melanjutkan tidurnya barang beberapa menit” gumam Bram lalu dia pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya sebab berjam jam tidur di sofa membuat tubuhnya kaku kaku. Bram lalu berendam air hangat di bathup yang berada di kamar mandi tersebut.


Setelah beberapa menit Bram bangkit berdiri, Bram tidak ingin berlama lama berendam dia takut tertidur lagi. Sambil mengeringkan tubuhnya Bram terlihat menggerak gerakkan tubuhnya melakukan peregangan otot agar semakin segar dan bugar. Dengan hanya memakai celana boxer nya dia berjalan menuju ke tempat tidur dimana Nindya istrinya masih tertidur. Dia lalu meloncat naik ke atas tempat tidur menarik ujung selimut Nindya lalu ikut masuk ke dalam selimut tersebut.


Nindya yang merasakan kehangatannya terganggu oleh tubuh Bram yang habis mandi. Langsung membukakan matanya. Dan betapa kagetnya dia di dalam selimutnya ada Bram dengan tubuh tanpa baju atasan. Nindya lalu bangkit dari tidurnya dan turun dari tempat tidur.


“Nin... “ ucap Bram sambil menyingkirkan selimut dan menatap Nindya yang kaget.


“Mas Bram buat apa?” tanya Nindya sambil ngecek seluruh pakaian yang dipakainya.


“Masih pada posisinya" gumam Nindya, dia mengira Bram melakukan sesuatu pada onderdil yang dimilikinya saat dia tertidur.


“Belum buat apa apa, aku mau milk clip" jawab Bram sambil senyum menggoda


“Ih... tadi tidur terus, sekarang aku tidur diganggu" ucap Nindya lalu berjalan mencari air minum sambil menyembunyikan pipinya yang bersemu merah karena malu. Selain malu Nindya juga merasakan dadanya berdegup kencang, dia merasakan perasaan yang campur aduk, antara rindu dengan suaminya, naluri alami yang spontan timbul ingin berdekatan, rasa penasaran dengan malam pertama, juga takut akan rasa sakit dan juga belum pernah melakukan dia tidak tahu harus bagaimana.


Nindya minum air putih berlama lama sambil menatap dinding ingin mengurangi degup jantung yang dirasa.


“Apa sekarang waktunya" gumam Nindya dalam hati


“Nin... ayo sini....” ucap Bram sambil menepuk nepuk tempat tidur. Nindya yang perasaannya campur aduk malah berjalan menuju ke sofa, dia tidak berani menatap Bram.

__ADS_1


Bram lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke sofa. Dia duduk di samping Nindya.


“Kenapa,marah aku tidur tadi,maaf ya aku juga ga tahu kok tahu tahu tertidur" ucap Bram sambil menatap Nindya


“Tidak apa apa Mas,mungkin mas Bram kecapekan” jawab Nindya dia belum mau menceritakan tentang obat tidur.


“Terus kenapa kok tampak murung?” tanya Bram


“Kata kakak ipar kamu sudah tidak sabar menunggu malam pertama He...he...” goda Bram


“Ih.. siapa bilang...” ucap Nindya sambil menepuk paha suaminya


“Kakak ipar dia dikasih tahu Liljan" ucap Bram yang sekarang membelai balai lembut rambut Nindya


“Aku takut mas katanya sakit" ucap Nindya


“Tergantung mainnya, aku nunggu kamu siap agar tidak sakit" ucap Bram sambil mencium puncak kepala Nindya


“Mainnya gimana?” tanya Nindya dengan lugunya


“He.. He... Aku juga ga tahu aku juga belum pernah, kita belajar bersama ha...ha...” ucap Bram sambil meraih kepala Nindya dan dibenamkan di dadanya karena gemes dengan kelugunya Nindya dalam hal ini.


“Kamu ga pernah lihat film film gituan apa?” tanya Bram


“Enggak, sama Lilian pernah mau lihat, tapi takut nanti malah lap top kena virus akhirnya ga jadi" jawab Nindya


“Anak baik" ucap Bram sambil mencium puncak kepala Nindya


“Sekarang mau nonton apa, kita belajar bersama kik...kik “ ucap Bram sambil memeluk Nindya dari samping


“Mas Bram punya film gituan?” tanya Nindya. Dan Bram menjawab dengan angukan kapala.


“Jangan berpikir negatif, aku tidak maniak nonton film gituan aku hanya sekedar nyimpen aja, sesekali lihatnya kalau lagi pengen aja”


“Pengen apa, emang mas Bram sudah pernah gituan?” tanya Nindya


“Ya pengen nonton aja gituannya bersolo karier ha...ha.... Sambil bayangin kamu" ucap Bram lalu dia bangkit berdiri untuk mengambil lap topnya yang berada di dalam koper.


“Nin, belajarnya di tempat tidur apa di situ?” tanya Bram yang sekarang sudah membawa lap topnya. Nindya yang tampak malu tidak menjawab dan masih duduk di sofa. Bram tersenyum lalu berjalan menuju ke sofa lalu duduk di samping Nindya dan menaruh lap topnya di atas meja yang ada di depannya. Setelahnya dia membuka file yang berisi film yang akan dilihatkannya.


“Mas Bram punya banyak koleksi?” tanya Nindya


“Enggak” jawab Bram sambil menggerakkan krusor. Setelah film sudah mulai Bram menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sedikit condong ke tubuh Nindya.


“Kalau pelajaran kayak gini belajarnya harus dengan suami, dilarang belajar kelompok pula" bisik Bram terlihat Nindya tersenyum sambil mencubit pinggang suaminya

__ADS_1


Nindya tampak serius menatap layar lap top, sedangkan Bram menatap lap top dengan sesekali menoleh ke arah Nindya dan tidak lupa tangannya mengusap usap punggung Nindya.


“Mas...” ucap Nindya


“Hmmm” jawab Bram dengan suara yang sudah sedikit parau


“Gordennya bagus ya, warna dan motifnya lembut” ucap Nindya


“Tapi ga cocok dengan warna cat dindingnya, harusnya warna yang senada jadi lebih keren" ucap Nindya selanjutnya


“Nin yang dilihat orangnya, kamu mau belajar gituan apa belajar design interior" ucap Bram


“Iya iya...” jawab Nindya


“Mas.. itu rambutnya ceweknya panjang terus di warna pasti habis cat rambut banyak ya, dan pasti lama itu ngecat rambutnya, apa ga capek ya yang ngecat dan yang di cat....” ucap Nindya lagi. Kali ini Bram tidak menjawab namun langsung meraih kepala Nindya dan ditaruh di keteknya.


“Mas Bram.... “ teriak Nindya sambil memegang tubuh Bram


“Kamu sih disuruh lihat orangnya malah lihat rambut yang dicat" ucap Bram


“Malu mas" ucap Nindya lirih, Bram yang sudah tidak tahan lalu menutup lap topnya dan mengendong Nindya dibawa ke tempat tidur.


***


Bersambung


...🎀🎀🎀


...


...Reader tersayang


...


...Othor bersama keluarga Mahendra dan keluarga Bharata...


...Mengucapkan...


...Selamat Hari Raya Idul Fitri


...


...Mohon Maaf Lahir dan Batin...


...🙏🙏🙏

__ADS_1


...


__ADS_2