Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
158. Jurus Tante Laras


__ADS_3

Waktu terus berlalu setelah makan siang mereka mendapat telpon dari Om Prabu mereka diajak makan malam bersama.


“Kesempatan nanti malam kamu tanya ke Tante Laras" ucap Bram setelah memberi tahu undangan makan malam. Nindya hanya diam saja dia sedang berpikir bagaimana cara tanya ke Tante Laras apalagi jika ada Om Prabu, malu kuadrat rasanya.


“Kok diam saja?” tanya Bram sambil menatap Nindya


“Lagi mikir, cara menyusun kalimat pertanyaannya" jawab Nindya. Bram yang mendengar jawaban Nindya langsung tertawa dan memeluknya dari samping


“Jangan lupa pakai PUEBI ya dalam menyusun kalimatnya.” Ucap Bram selanjutnya


Namun tiba tiba ada dering telpon di meja.


“Apa mau ngantar makan lagi petugas hotel” gumam Bram sambil melangkah menuju ke telpon yang berdering.


Bram menerima telpon dari petugas hotel, dapat informasi agar mengambil kiriman yang sudah berada di depan pintu. Namun saat Bram bertanya kiriman apa dan dari siapa pihak hotel tidak memberikan jawaban. Bram lalu menyuruh petugas hotel untuk mengambil lagi kiriman tersebut dan membuangnya jauh jauh.


Tidak lama lagi telpon berdering lagi. Kali ini petugas hotel memberitahu jika kirim berasal atas nama Tedy Mahendra.


“Kakak ipar kirim apa sih" ucap Bram sambil melangkah menuju pintu. Nindya ikut bangkit berdiri dan mengikuti langkah Bram, dia kuatir jika terjadi apa apa dengan suaminya.


“Hati hati Mas" ucap Nindya


“Iya mungkin kakak ipar ngeprank” ucap Bram


Bram lalu membuka pintu pelan pelan...


“Hooooeeee” teriak Tedy dan Lilian bersamaan. Bram dan Nindya kaget tidak menyangka mereka muncul.


“Surprise.........” teriak Lilian yang langsung nyelonong masuk dan memeluk Nindya


“Hai... hai... ini lokasi privasi kenapa kalian nyelonong masuk" ucap Bram


“Ayo Li masuk saja" ucap Nindya yang sudah kepengen cerita banyak pada Lilian. Tampak Tedy tertawa dan Bram mau tak mau mengikuti langkah kaki mereka.


“Lek jalanmu sekarang kok kayak ayam petelur" goda Tedy yang berjalan di belakang Nindya namun langsung mendapat pukulan pundaknya oleh Bram. Sedangkan Nindya langsung memegang kedua pantatnya dengan kedua tangannya.


“Kayak jalannya anak supit" Lilian ikut meledek Nindya


Mereka berempat lalu duduk di teras.


“Ngapain kalian datang ke sini?” tanya Bram yang merasa terganggu


“Ngantar hape Nindya Mas. Juga keperluan Nindya lainnya termasuk paket jamu. Bali tadi ga mau ditinggal Tole, akhirnya ikut ke beutiful hill nah aku juga ikut sekalian ngantar keperluan Nindya" jawab Lilian sambil memberikan paket buat Nindya.

__ADS_1


“Kalau aku sih ngantar Lilian" jawab Tedy dengan santai.


“Li.. yok kita masuk ke dalam" ajak Nindya setelah menerima kirimannya.


Nindya dan Lilian lalu masuk ke dalam kamar, sedangkan Bram dan Tedy tetap masih duduk di teras.


“Nin ayo cerita malam pertama" ucap Lilian sambil menaruh pantatnya di sofa


“Bukan malam pertama Li, tapi dini hari pertama" jawab Nindya sambil duduk di samping Lilian


“Eh sebentar Li" ucap Nindya lalu kembali bangkit berdiri dia berjalan menuju ke koper kecil hadiah dari Arum kemudian dibawanya koper tersebut


“Li coba lihat ini" ucap Nindya kemudian sambil membuka koper kecil


“Kamu sudah pakai ini Nin, he... he... pasti imut banget kamu, mas Bram langsung menerkam ha...ha...” ucap Lilian sambil merentangkan salah satu baju tidur kurang bahan


“Mau aku kasih ke mbah Girah aja” ucap Nindya santai


“Sembarangan kamu" ucap Lilian


“Mbah Girah pasti senang Li he..he..”


“Kalau kamu mau ambil aja, masih baru itu aku belum pakai satupun" ucap Nindya lagi.


“Mas Bram ga ingin lihat kamu pakai baju ini apa?” tanya Lilian


“Kamu simpen saja siapa tahu suatu saat kamu butuh he...he...” ucap Lilian


“Ibaratnya kan kamu saat ini masih level paud dalam urusan gituan besok kalau sudah naik level mungkin kamu butuh itu... mungkin sekarang kamu merasa malu pakai itu tapi mungkin besok kamu malu maluin he... he... mungkin...” ucap Lilian sambil tertawa kecil


“Kalau aku paud aja belum masuk he..he...” ucap Lilian lagi.


Mereka berdua lalu terlihat asyik berbincang bincang tidak lupa Nindya mengambilkan minuman dan camilan yang berada di dapur kecil. Dari dalam terdengar tawa Bram dan Tedy sepertinya mereka berdua ssedang asyik membahas masalah laki laki.


Hingga tak terasa waktu menjelang malam tiba. Dan akhirnya Tedy dan Lilian juga ikut hadir di undangan makan malam Om Prabu. Makan malam hanya diadakan di dalam hotel tersebut.


Mereka berempat sudah membersihkan diri dan sudah tampil rapi kemudian mereka berjalan menuju ke suatu ruangan hotel yang sudah dipesan oleh Om Prabu. Tampak Om Prabu dan Tante Laras sudah menunggu di ruangan tersebut. Mereka akhirnya memulai makan malam nya.


“Tante, saya boleh tanya tidak?” tanya Nindya dengan hati hati saat mereka semua sudah selesai makan malamnya. Sebab dari tadi Bram sudah terus menatapnya sebagai isyarat agar segera melaksanakan hukumannya.


“Apa?” tanya Tante Laras dengan suara lembut sambil menatap Nindya dengan tatapan ramah.


“Ehmmm rahasianya apa sih Tante dan Om berjauhan tapi mesra terus dan Om Prabu tetap setia?” tanya Nindya kemudian.

__ADS_1


“Ha... ha... itu memang karena dasarnya aku tipe laki laki setia Nin.” saut Om Prabu, lalu Om Prabu mengajak Bram dan Tedy duduk menjauh dari para perempuan, agar para perempuan leluasa membahas masalah kaum perempuan.


“Gitu ya Tan?” tanya Nindya dan Lilian bersamaan


“Iya, memang begitu, selain dasarnya Om Prabu setia tetapi Tante juga memantau he...he...” jawab Tante Laras sambil tertawa kecil.


“Komunikasi Nin, harus selalu dilakukan komunikasi yang baik, dan harus saling memperhatikan” ucap Tante Laras kemudian


“Iya Tan, terus apalagi?” tanya Nindya dia mlipir mlipir agar Tante Laras menceritakan masalah pertarungan.


“Harus jaga penampilan, juga jaga kesehatan.. merawat tubuh tidak harus yang mahal mahal.... Tante tahu kamu pasti akan tanya masalah hubungan suami istri" tebak Tante Laras


“Iya Tan, tapi ada Lilian dia belum nyampe he...he...” ucap Nindya lalu menoleh ke arah Lilian


“Ngaya kamu mentang mentang sudah berpengalaman tapi pengalaman masih minim he...he...” ucap Lilian sambil menimpuk pundak Nindya


“Ya tidak apa apa Lilian dengar kan sebentar lagi dia juga mau nikah" ucap Tante Laras


“Sama seperti makanan Nin, butuh variasi agar sama sama tidak bosan. Nanti lama lama kamu juga pintar masalah gituan" ucap Tante Laras selanjutnya


“Yang utama bagi Tante adalah komunikasi, perhatian dan saling pengertian” ucap Tante Laras sambil menatap Nindya dan Lilian secara bergantian.


“Cinta itu juga kayak tanaman Nin agar tetap tumbuh dan berkembang harus dirawat, disiram, dipupuk, di perhatikan agar ulat dan rumput liar tidak datang mengganggu" ucap Tante Laras lagi


“Ingat itu Nin harus dirawat dan diperhatikan agar ulat keket tidak mendekat” saut Lilian


“Iya itu juga nasehat buat kamu Li, kamu kan juga LDR ... meskipun jauhan harus komunikasi dan perhatian” ucap Nindya


“Jadi teman curhat pasangan meskipun Tante berjauhan, Om kalau ada masalah curhatnya ke Tante, Tante kasih masukan kasih motivasi kalau sedang tidak bisa kasih masukan ya jadi pendengar yang baik saja... Orang yang sedang punya masalah kadang mengungkapkan saja sudah lega, sudah mengurangi beban" ucap Tante Laras


“Kalau dia nya ga curhat gimana Tan?” tanya Lilian


“Emang kak Tedy ga curhat ke kamu Li, wah bahaya ini...”


“Tapi Kak Tedy tipe setia kok Li...” ucap Nindya selanjutnya


“Bisa jadi karena belum nyaman atau takut menganggu pikiranmu, nanti kalau komunikasi dan perhatian kalian saling intens lama lama akan tumbuh rasa saling ketergantungan kalau ada masalah akan jadi orang pertama untuk dicurhati, dan jangan lupa selalu update wawasan agar bisa mengimbangi saat diskusi dengan pasangan” jawab Tante Laras


“Iya Tan, kami belum lama kok pacarannya” ucap Lilian


“Pacar bohongan ha...ha...” saut Nindya


“Sudah betulan" ucap Lilian sambil tersenyum malu

__ADS_1


“Sudah dapat jurus rahasia Tante Laras?” tanya Bram tiba tiba dari belakang tubuh Nindya sambil memegang kedua pundak Nindya dengan kepala menunduk.


"Sudah, jurus singa lapar" saut Om Prabu yang juga sudah mendekat pada mereka


__ADS_2