Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
124. Pacar pura pura


__ADS_3

"Ayo Kak turun...." ajak Nindya sambil menarik tangan kakaknya.


"Kita bicarakan rencana ke rumah Lilian nanti aku kabari mas Bram" ucap Nindya lagi sambil masih menarik tangan kakaknya.


"Aku mandi dulu, malu nanti ketemu Lilian jika aku masih bermuka bantal" ucap Tedy sambil bangkit berdiri


"Ha...Ha... Ha.. sejak kapan kak Tedy peduli penampilan saat di rumah" teriak Nindya lalu pergi meninggalkan kamar kakaknya Tedy. Teriakan Nindya membuat mbah Karto dan Tole terbangun dari tidurnya. Sementara itu Tedy berjalan menuju ke kamar mandi ingin terlihat segar dan keren saat ketemu dengan Lilian di lantai bawah nanti.


Saat turun ke lantai bawah nampak mamah Indah dan Lilian sedang berada di meja makan menyiapkan sarapan. Nindya berjalan mendekati mereka, di lihat nya di meja makan hanya tersaji tempe goreng dan lalapan


"Mah... kok hanya tempe goreng, uang mamah habis buat acara lamaranku ya?" tanya Nindya dengan ekspresi wajah menyesal.


"Beli sayur mateng Nin, semua masih capek, ini tadi cuma buat nasi dan goreng tempe" jawab mamah Indah


"Tenang Nin, sarapan pakai rawon" ucap Lilian menimpali


"Iya mamah suruh mbah Girah beli rawon di depan pasar itu yang terkenal enak" ucap mamah Indah lagi sambil menyiapkan piring piring


"Haaa....Ha.... jadi mbah Girah ngerjain Mak, katanya mau nraktir rawon Mak, agar Mak mau diajak ke pasar, ternyata pakai uang mamah" ucap Nindya sambil tertawa


"Lah mbah Girah bilang ke mamah katanya Mak yang pengen lihat lihat pasar , maka sekalian kusuruh beli sayur buat sarapan" ucap mamah Indah sambil berjalan meninggalkan ruang makan


"Pasti mbah Girah hanya ingin pamer riasannya ha....Ha...." ucap Nindya dan Lilian bersamaan


Saat mereka masih tertawa terlihat Tedy muncul dari lantai atas. Nampak wajahnya sudah terlihat segar. Hati Tedy berdesir melihat sosok Lilian dengan wajah naturalnya. Lilian yang mendapat tatapan dari Tedy merasakan lalu menoleh ke arah Tedy. Spontan dia teringat kalung dan liontin yang masih menempel di tubuhnya.


"Kak Tedy terimakasih ya" ucap Lilian sambil menatap Tedy dan memegang liontin yang berada di dadanya


"Ehm... iya sama sama..." jawab Tedy dengan pandangan tidak lepas dari wajah Lilian. Sejenak mereka terdiam.


"Ehemmm... ehem..." deheman Nindya memecahkan keheningan di antara mereka.


"Li, nanti aku bilang mas Bram ya, rencana kita ke rumahmu, kak Tedy sudah kepengen banget main ke rumahmu" ucap Nindya sambil mendudukkan pantatnya di salah satu kursi makan. Lilianpun juga ikut mendudukkan pantatnya di kursi di hadapan Nindya


"Bener kan Kak?" tanya Nindya sambil menatap Tedy dan masih berdiri


"Iya, kalau diperbolehkan Lilian" jawab Tedy yang sekarang ikut duduk di samping Nindya


"Boleh kok" saut Nindya dan nampak Lilian hanya menganggukkan kepalanya. Tidak lama kemudian Mak dan Mbah Girah datang dari pasar dengan membawa rawon pesenan mamah Indah, mereka semua akhirnya sarapan pagi. Kecuali Mak dan mbah Girah yang sudah makan di warung.


Setelah sarapan mereka semua bersiap diri karena Nindya dan rombongan akan kembali ke Yogya.

__ADS_1


"Nin, katanya mas Bram juga ikut naik kereta?" tanya Lilian yang sekarang sudah berdua dengan Nindya di kamar.


"Iya Li, nanti kita diantar papah ke stasiun terus sekalian jemput mas Bram di hotel" jawab Nindya sambil berbenah belah kamar agar rapi sebelum ditinggalkan


"Nin..." ucap Lilian pelan namun dengan nada serius


"Apa?" tanya Nindya sambil menatap Lilian dengan serius pula, sebab sudah hafal jika Lilian memanggil dengan nada seperti itu ada sesuatu yang serius yang ingin dia sampaikan.


"Kata Ibu ku ada teman Ibu yang pengen jadikan aku sebagai menantunya, kemarin Ibu telpon" juuuuederrrrr.... ucapan Lilian sangat mengejutkan bagi Nindya hingga guling yang dibawanya terjatuh. Untung guling yang jatuh bukan lap topnya


"Kamu mau dijodohkan?" tanya Nindya dengan mata sedikit melotot karena kaget


"Bukan, ibuku belum mengiyakan tawarkan temennya itu, Ibuku bilang akan menanyakan aku dulu, terus kemarin itu nelpon aku katanya sudah agak lama temennya itu yang bilang terus kemarin ibu baru berani mengatakan ke aku mungkin karena kamu lamaran itu terus ibu jadi bilang ke aku" ucap Lilian yang masih duduk di tepi tempat tidur Nindya yang sudah rapi.


"Terus kamu jawab ibumu gimana?" tanya Nindya kepo. Namun Lilian hanya diam saja.


"Li, kamu jawab apa?" tanya Nindya lagi sambil menggoyang goyangkan kedua bahu Lilian


"Tidak aku jawab" jawab Lilian


"Li, orang tuamu tidak punya utang dengan orang itu kan?" tanya Nindya kuatir


"Ha...Ha... enggak emang kenapa?" tanya Lilian sambil tertawa kecil


"Terimakasih ya say... tapi enggak kok orang tuaku ga punya utang" ucap Lilian sambil tersenyum


"Terus kamu nya gimana Li, ada minat tidak dengan perjodohan itu?" tanya Nndya


"Tidak" jawab Lilian


"Tapi aku harus kasih jawaban yang tepat agar Ibu ku bisa menjawab dengan tidak menyingung perasaan temennya itu" ucap Lilian kemudian


"Dijawab aja kamu sudah punya pacar, kalau kamu jawab kamu mau selesaiin kuliah pasti akan ditunggu" usul Nndya


"Itu namanya bohong aku kan belum punya pacar" jawab Lilian


"Kamu sekarang juga bisa punya pacar, tinggal pilih pasti dijamin langsung okey" ucap Nindya


"Bisa aja kamu Nin" ucap Lilian sambil menimpuk paha Nindya


"Tapi bener loh Li" ucap Ninya

__ADS_1


"Tapi aku belum kepengen pacaran" jawab Lilian


"Daripada kamu dijodohin, kamu sudah tahu belum anak temen ibumu itu?" tanya Nindya


"Belum" jawab Lilian


"Makanya, apa pacar pura pura dulu, kak Tedy kamu jadiin pacar pura pura kan besok ke rumahmu, kamu kenalin orang orang sebagai pacar mu saja" usul Nindya dia berharap semoga dengan menjadi pacar pura pura lama lama Lilian nyaman dan terbuka dengan kakaknya Tedy


"Kasihan kak Tedy kan Nin mosok dijadikan pacar pura pura" ucap Lilian serius


"Ya udah jadiin pacar beneran he..he.." ucap Nindya sambil tertawa kecil


"Aku belum bisa" jawab Lilian


"Nanti aku bilang kak Tedy, deal ya... Kamu dan kak Tedy mulai pacaran meskipun pura pura ha...Ha..." ucap Nindya sambil tertawa.


"Bilang sekarang apa nanti ya Li?" tanya Nindya yang sudah mulai bangkit berdiri


"Nanti saja selesaiin ini dulu, dan siap siap untuk pulang" jawab Lilian


"Ini kan aku sudah pulang" jawab Nindya sambil tersenyum


"Sebentar lagi juga rumahmu di Yogya" ucap Lilian.


Mereka berdua lalu melanjutkan pekerjaannya untuk bersiap siap kembali ke Yogya


.......


bersambung....


...*****...


...MARAHABAN YA RAMADHAN.....


...MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN...


...SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENUNAIKAN......


...SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI AMAL IBADAH KITA DIBULAN SUCI INI.....


...AAMIIN YRA...

__ADS_1


...🙏🙏🙏🤲🤲🤲...


__ADS_2