
“Ini Nin, yang luka.” Ucap Lilian sambil mengangkat kakinya
“Kok bisa lecet gitu Li?” tanya Nindya sedikit kaget dan tidak menyangka kalau jari kelingking kaki Lilian lecet lumayan parah
“Ini juga.” Ucap Lilian lagi sambil menunjukkan tumitnya yang lecet
“Pengaruh sepatu ya?” tebak Nindya
“Iya, aku ga tahu kalau kak Tedy ngajak langsung ke beutiful hill dan pakai acara jalan kaki lumayan bikin kaki lecet dan pegel, sepatu yang kupakai tidak mendukung" jawab Lilian
“Itu upahnya matiin hape he.. he..” ucap Nindya sambil tertawa. Dia juga menertawakan dirinya sendiri yang mengira sakitnya Lilian karena pengaruh yang lain bukan karena lecet karena sepatu.
“Malah ngetawain, kemarin untung di toko hotel ada sandal teplek terus pulangnya aku pakai sandal teplek" ucap Lilian kemudian yang sekarang sudah selesai mengobati lukanya.
“Li....” ucap Nindya
“Hmmmm"
“Terus kamu ke hotel ngapain?” tanya Nindya yang masih kepo
“Kepo ya.. dibilang rahasia ya rahasia" jawab Lilian
“Sudah yuk.. turun aku kepengen ketemu Bali dan bantuin Lik Marni.” ajak Lilian. Lilian kemudian melangkah meninggalkan kamar dan mau tak mau Nindya mengikutinya. Saat sampai di depan kamar Tedy bersamaan dengan itu Tedy membuka pintu kamarnya.
“Bagaimana kakimu Li?” tanya Tedy sambil menatap Lilian
“Lumayan membaik Kak" jawab Lilian
“Salah sendiri ga mau digendong" ucap Tedy sambil mengangkat kedua alisnya menggoda. Lalu dia berjalan menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Lilian tampak tersipu malu, karena Nindya mengamati dirinya dan Tedy. Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke lantai bawah.
“Li, gimana perkembangan hubungan kalian kulihat semakin mesra?” tanya Nindya saat menuruni tangga
“Baik seperti yang kamu lihat" jawab Lilian
“Sudah sejauh mana?” tanya Nindya lagi karena masih kepo tentang kepergian Lilian dan kakaknya Tedy ke hotel secara diam diam.
__ADS_1
“Maksudnya gimana?” ucap Lilian dengan balik bertanya
“Ya sejauh berapa kilo meter gitu Li, sebel aku kamu itu suka bikin kepo" ucap Nindya sambil memukul pundak Lilian pelan dan Lilian hanya menanggapi dengan tawa kecilnya.
Saat mereka sampai di ruang keluarga tampak Bali di dalam pangkuan papah Mahendra sambil sibuk menghadap mainan pancingan ikan. Bali tampak duduk manis serius mengamati mainannya.
“Hai.. Bali kamu sudah bangun" sapa Lilian
“Papah sudah cuti ya?” tanya Nindya. Tampak Bali kemudian mendongakkan kepalanya menatap Nindya dan Lilian bergantian.
“Lek... lek... fis.. fis....” ucap Bali sambil telunjuknya menunjuk ke mainan pancingan
“Iya, besok keluarga Bharata juga sudah datang ke kota ini tapi kamu dan Bram tetap belum boleh ketemu“ jawab papah Mahendra yang masih serius dengan mainan pancingan. Nindya dadanya berdegup mendengar berita keluarga Bharata sudah mau datang sebagai penanda hari H nya semakin dekat dan lebih berdegup lagi mendengar nama Bram.
Nindya dan Lilian kemudian mendekat pada Bali dan tentu saja mereka menoel gemes pipi Bali secara bergantian. Dan terlihat tangan mungil Bali memgusap usap pipinya namun tidak marah.
“Fis... fis...” ucap Bali lagi sambil serius menatap mainan pancingan
“Bali sama siapa?” tanya Lilian
“Ooo paaaa" jawab Bali lalu menatap papah Mahendra sambil tersenyum manis dan kemudian tampak papah Mahendra mencium lembut puncak kepala Bali.
“Ayo Li, ke dapur Bali sudah ada yang nemeni" ajak Nindya lalu bangkit berdiri
“An..ti...fis.. fis..” ucap Bali sambil menunjuk mainannya.
“Iya iya" ucap Lilian lalu Lilian ikut bangkit berdiri. Dan berjalan mengikuti Nindya. Sedangkan Bali masih asyik dengan papah Mahendra.
Sementara itu di rumah keluarga Bharata hari inipun mereka sudah cuti tidak berangkat ke kantor, kerjaan dihandel dari rumah. Dan mulai besok sudah cuti penuh semua kerjaan diserahkan kepada orang orang kepercayaannya, namun masih dalam pantauan keluarga Bharata.
Seperti kebiasaan akhir akhir ini sehabis makan pagi Bram minum jamu buatan Mak.
“Mas Bram" ucap Mak sambil memberesi meja makan dan sekarang tinggal Bram yang masih duduk di meja makan sebab menunggu menu penutupnya dari Mak, jamu spesial calon pengantin.
“Ya Mak" jawab Bram sambil menaruh gelas jamu yang sudah kosong karena isinya sudah diminumnya .
“Malam itu terus mas Bram ngapain?” tanya Mak
__ADS_1
“Malam.apa?” ucap Bram balik bertanya
“Malam yang mas Bram ngeyel minta jamu" jawab Mak
“Keluar lah Mak, daripada kerja sampai pagi ga tidur" jawab Bram
“Ha? Keluar mana, awas kalau macem macem kena penyakit Mas" ucap Mak kuatir kalau Bram melampiaskan di luaran yang tidak jelas.
“Kena penyakit apa, masuk angin?” tanya Bram
“Kok masuk angin ya kena penyakit berbahaya yang mematikan itu apa itu ait ait ato apa gitu" jawab Mak
“Lha aku keluar rumah terus ke paviliun olah raga pakai treadmill di sana kok bisa kena hiv aids" ucap Bram
“Ooo Mak kira ke luar ke tempat yang tidak jelas Mas he... he...” ucap Mak lega karena Bram tidak macem macem
“Mak kalau aku dikasih jamu terus Nindyanya gimana dia dikasih jamu tidak Mak, kok dia tidak cerita ke aku tentang jamu?” tanya Bram
“Tenang Mas, sudah dikirimi Ibu jamu paket lengkap, besok kalau Mas Bram ketemu mbak Nindya pasti pangling “ jawab Mak
“Wis pokoke mbak Nindya mesti jadi semok seger ayu kinclong wangi" ucap Mak selanjutnya dan terlihat Bram tersenyum dengan senyuman yang sulit diartikan.
“Mak aku mau ke paviliun, mau olah raga hari ini aku tidak ke kantor" ucap Bram lalu bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan ruang makan. Mak hanya bisa tersenyum menatap punggung Bram.
Bram terus berjalan dan keluar dari rumah untuk menuju ke paviliun. Saat di dekat garasi berpapasan dengan pak Man.
“Selamat pagi mas Bram, kok belum pakai baju kerja” sapa pak Man
“Sudah cuti Pak, besok sudah mau ke tempat Nindya” jawab Bram
“Wah sudah dekat waktunya ya Mas, saya besok ikut yang acara ngunduh mantu saja, takut naik pesawat kayak Mak" ucap pak Man dengan raut sedih
“Iya Pak, yang penting restunya. Acara di tempat Nindya hanya sederhana kok Pak, hanya ijab dilanjut resepsi" ucap Bram sambil mengusap usap pundak pak Man.
“Ooo yang pakai acara adat yang di sini ya Mas?” tanya pak Man
“Iya Pak, undangan kolega kerja dan teman teman ku juga yang di acara ngunduh mantu, undangan teman kuliah Nindya juga yang acara di sini" jawab Bram
__ADS_1
“Sudah ya Pak aku mau olah raga biar kuat ha....ha...” ucap Bram lalu melangkahkan kakinya
“Iya Mas, biar kuat dan perkasa" teriak pak Man dan terdengar Bram menjawab dengan tawa bahagianya.