Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
85. Pulang ke calon istri


__ADS_3

Mobil melaju membelah jalan raya, Bram menyandarkan punggung dan kepalanya di sandaran jok mobil, merilekskan diri. Tidak berapa lama mobil sudah mendekati lokasi kampus. Saat mobil akan memasuki pintu gerbang kampus


"Pak, terus beloknya di jalan depannya" ucap Bram, lalu pak Sopir meneruskan jalannya mobil sesuai perintah Bram


"Ke kost ya Mas?" tanya pak Sopir


"Iya Pak" jawab Bram. Tidak lama kemudian mobil sudah sampai di depan kost Bram yang berseberangan dengan kost Nindya, dan mobil pun berhenti.


"Terima kasih ya Pak" ucap Bram masih di dalam mobil


"Sama sama Mas" jawab pak Sopir


"Pak, sekarang bapak ke rumah lapor ke bapak dan ibu, terus bilang Mak minta mengambilkan satu stel baju kerjaku, besuk bapak jemput saya ya" ucap Bram kemudian.


"Baik Mas" jawab pak Sopir


"Coba ulangi apa perintah saya" ucap Bram sambil tersenyum


"Saya ke rumah lapor bapak ibu, ngambil baju kerja mas Bram buat besok pagi" jawab pak Sopir sambil tersenyum juga


"Suruh Mak yang ngambilkan jangan bapak dan ibu nanti beliau marah" ucap Bram


"Iya Mas" jawab pak Sopir


"Dan jangan lupa jemput besuk pagi saya" ucap Bram lalu membuka pintu mobil.


"Terima kasih ya Pak" ucap Bram sekali lagi sebelum menutup pintu. Pak Sopir menjawab dengan tersenyum dan memberikan ibu jarinya. Lalu mobil berjalan meninggalkan Bram yang masih berdiri di tepi jalan. Setelah mobil berlalu dari depannya, Bram berjalan tetapi tidak menuju ke kost nya dia berjalan menuju ke kost Nindya dan yang dituju langsung ke kamar Nindya. Pintu kamar Nindya sudah tertutup rapat demikian juga pintu kamar penghuni kost yang lain.


tok.. tok...tokkk ...


Bram mengetuk pintu dengan pelan pelan Nindya yang belum tidur mendengar suara ketukan di pintu kamar nya, dia lalu bangkit berdiri dari kursi belajarnya, berjalan menuju ke pintu kamar, sebelum membuka pintu Nindya mengintip dari jendela. Nindya menyingkap sedikit tirai jendelanya untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintu.


"Mas Bram" ucap nya pelan. Lalu dia membuka pintu


"Mas Bram, ada apa, sudah malam nih" ucap Nindya saat membuka pintu. Dilihatnya Bram langsung duduk di kursi teras setelah Nindya membukakan pintu


"Pengen lihat wajahmu langsung he..he.." ucap Bram sambil menatap wajah Nindya yang sudah ikut duduk di kursi teras.

__ADS_1


"Tapi nanti dimarah ibu kost" ucap Nindya kuatir


"Sebentar aja, capek banget aku hari ini, kamu ga ingin tahu kenapa aku ngantar mb Sisi ke dokter" ucap Bram.


"Kenapa, mbak Sisi kelelahan kerja apa keracunan makanan hotel?" tanya Nindya


"Kan bisa besuk ceritanya" ucap Nindya kemudian


"Pengen lihatnya kamu sekarang, juga pengen ceritanya sekarang nih kayak sudah di ujung bibir kata katanya" ucap Bram sambil menunjuk bibirnya sendiri.


Namun tidak berapa lama nampak sosok Ibu kost datang mendekat. Kedua anak manusia itu langsung terdiam mematung, Nindya takut mendapat teguran sedangkan Bram kecewa pasti disuruh pulang ke kost nya.


"Nin.." sapa ibu kost dengan penuh wibawa


"Iya Bu, maaf" ucap Nindya sambil menatap takut ibu kost lalu menunduk.


"Kamu temui mas Bram di ruang tengah rumah induk" ucap Ibu kost kemudian sambil terssnyum. Bram yang mendengar langsung tersenyum bahagia


"Terimakasih Bu" ucap Bram. Sedangkan Nindya masih kaget tidak menyangka dengan ucapan ibu kost.


"Ayo" ajak Ibu kost lalu berbalik dan berjalan menuju ke rumah induk. Bram langsung bangkit berdiri dan menarik tangan Nindya dengan semangat.


"Sebentar kunci pintu kamar dulu" jawab Nindya lalu berdiri dan mengunci pintu kamarnya. Mereka berdua lalu mengikuti ibu kost masuk ke rumah induk.


"Nin, buatkan teh hangat buat Mas Bram" ucap Ibu kost, saat melihat Nindya sudah masuk di dalam rumah induk.


"Baik Bu" ucap Nindya lalu mendekat pada ibu kost yang sudah berada di ruang makan. Sedangkan Bram dengan senyum sumringah langsung berjalan menuju ke ruang tengah dan duduk di sofa dengan santai.


Tidak lama kemudian Nindya datang dengan membawa nampan berisi satu cangkir teh hangat.


"Diminum mas" ucap Nindya sambil menaruh cangkir teh di meja


"Kayak pulang ke rumah disambut istri" bisik Bram saat Nindya menunduk menaruh cangkir di meja


"Hais... pikiran mengembara" ucap Nindya lalu duduk di sofa, dan Bram hanya terkekeh lalu meminum teh hangat buatan Nindya


"Sudah sekarang cerita" ucap Nindya yang ingin segera mendengar cerita Bram. Bram lalu menceritakan semua yang terjadi di hotel dari A sampai Z tidak ada yang dikurangi. Setelah selesai cerita Nindya malah tertawa

__ADS_1


"Kamu itu tidak ikut minum obat anti sedih malah ikut tertawa" ucap Bram sambil melihat Nindya yang masih tertawa


"Nin.. ga ada kelapa hijau di sini" ucap Bram lagi.


"He... he... abis lucu sih bule nya terus gimana, dia kecewa dua kali ga bisa berdua dan ga bisa bergairah dengan mas Bram" ucap Nindya lalu terhenti tawanya berubah cemberut.


"Nah itu Nin aku takut e, hi... " ucap Bram sambil begidik mengangkat kedua bahunya membayangkan bila rencana Jecklyn malam tadi berhasil.


"Iya Mas, bersyukur rencana Jecklyn gagal" ucap Nindya


"Terus gimana padahal aku ingin tepung pisang itu bisa dieksport?" tanya Bram serius


"Ya dicoba aja buat penawaran secara tertulis, terus pertemuannya jangan mau kalau di hotel, pertemuan di kantor kayak kemarin aja kan lebih aman di kantor sendiri" jawab Nindya


"Kalau alasannya macem macem kayak tadi?" tanya Bram


"Ya diundur atau dibatalkan aja ha..ha..." jawab Nindya sambil tertawa.


"Mas Bram itu harusnya tanya ke bapak Bharata bukan ke aku" ucap Nindya kemudian. Bram lalu pindah duduk di samping Nindya yang duduk di sofa panjang.


"Iya besuk aku lapor dan tanya Bapak" ucap Bram saat sudah duduk di samping Nindya


"Nin, pijitin punggung ku donk" ucap Bram lalu duduk memunggungi Nndya memberikan punggungnya agar mendapat pijitan dari Nindya. Nindya lalu melakukan pijitan dengan pelan di punggung Bram.


"Ga kerasa Nin, diinjak injak aja" pinta Bram


"Mosok di sofa, ya bisa jebol" ucap Nindya yang sekarang memukul mukul munggung Bram.


"Itu ada kamar tamu, kosong kan?" tanya Bram. sambil wajahnya menunjuk pada kamar tamu di rumah induk.


Namun tiba tiba ibu kost sudah berdiri di belakang mereka. Ya, ibu kost sejak tadi masih duduk di ruang makan yang bisa melihat tingkah laku mereka dan mendengar percakapan mereka, tanpa mereka sadari.


"Nin" ucap Ibu kost. Nindya langsung menoleh ke arah suara ibu kost, begitupun Bram, Bram sangat percaya diri kalau ibu kost sepeti tadi yang mengijinkan ngobrol sekarangpun mengijinkan kamar tamu untuk praktek injak injak.


"Ya Bu" jawab Nindya


"Sudah malam sekarang Nindya kembali ke kamarnya" ucap Ibu kost

__ADS_1


"Mas Bram juga pulang ke kost nya, besuk pagi pagi harus kerja lagi kan" ucap Ibu kost sambil memandang Bram yang wajahnya nampak kecewa.


"Baik Bu" ucap Nindya dan Bram bersamaan


__ADS_2