
Setelah selesai makan siang di kantin pabrik mereka bertiga kembali ke kantor Bharata Group. Om Prabu kembali sibuk dengan pekerjaannya, sementara itu Bram sibuk membuat proposal untuk pengajuan pengadaan mesin packaging baru untuk produknya.Sedangkan Tedy mendapat suguhan buku buku tebal tentang bisnis dari Om Prabu.
Teihat Tedy membolak balikkan halaman buku, dan memegang satu buku pindah ke buku yang lain.
"Om, apa Bram juga membaca semua buku buku ini?" tanya Tedy memecah keheningan di dalam ruangan tersebut. Nampak Om Prabu hanya menatap Tedy dan Bram sejenak lalu kembali pada pekerjaannya.
"Bahkan lebih dari ini" saut Bram dengan pandangan mata tetap fokus pada layar lap top dan jari jarinya sibuk mengetik proposal
"Ga percaya" ucap Tedy sambil tangannya masih sibuk membolak balik halaman. Bram hanya diam dan terus menyelesaikan pekerjaannya.
Suasana kembali hening semua sibuk dengan pikiran dan pekerjaannya masing masing. Dan nampak Tedy juga mulai asyik melahap lembar demi lembar buku yang dipegang.
Tak terasa waktu cepat berlalu hingga saat istirahat tiba. Nampak sekretaris Niko sudah mengemasi tugas tugasnya dan siap untuk pulang.
"Kalau kerjaan sekretaris Niko sudah selesai bisa langsung pulang" ucap Om Prabu sambil menatap sekretaris Niko.
"Pertemuan nanti di bawah bagaimana Pak?" tanya sekretaris Niko
"Hanya pertemuan santai saja, paling hanya butuh ruang pertemuan, minuman dan makanan ringan" jawab Om Prabu
"Sudah saya pesankan pada pegawai bawah Pak" ucap sekretaris Niko
"Baiklah, terimakasih" ucap Om Prabu. Kemudian terlihat sekretaris Niko bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan pamit pada Bram, Tedy dan Om Prabu, kemudian keluar dari ruangan untuk pulang.
"Bagaimana Ted, apa ada yang menarik?" tanya Om Prabu sambil menatap Tedy
"Kamu tidak perlu membaca semuanya secara langsung, mana yang menarik buatmu saja dulu kamu pelajari" ucap Om Prabu kemudian
"Iya Om, ini ada buku yang sepetinya juga ada hubungannya dengan profesi saya" ucap Tedy serius
"Kok bisa?" tanya Bram sambil menutup lap topnya.
"Ini Bro tentang kompetitor dan pendanaan" jawab Tedy
"Untuk buat pameran aku juga butuh dana he ...he..." ucap Tedy kemudian sambil terkekeh
"Betul Ted, karya seni juga bisa untuk bisnis tapi harus ingat jangan hanya semata mata mengejar uang nanti kamu malah stres" ucap Om Prabu. Nampak Tedy dan Bram serius mendengarkan.
"Harus ada sesuatu hal yang lebih mulia yang harus kamu perjuangkan" ucap Om Prabu selanjutnya
__ADS_1
"Maksudnya gimana Om?" tanya Tedy
"Harus mempunyai visi yang jelas, nah itu bisa kamu pelajari di buku yang mengenai hal itu" jawab Om Prabu
"Akhirnya harus baca semua buku dong Om" ucap Tedy
"He... he... Iya dengan berjalannya waktu kita membutuhkan banyak ilmu Ted, kadang saat sekarang kita merasa tidak membutuhkan tapi suatu saat nanti kita merasa memerlukan" ucap Om Prabu
"Baiklah aku mau ke bawah mau minum minum di ruang bawah, ada pertemuan santai santai dengan beberapa teman bisnis" ucap Om Prabu sambil bangkit dari kursi kerjanya
"Om, apa ada pak Tony?" tanya Bram kuatir jika ada pak Tony ada Devina juga.
"Sepertinya Tony juga ikut" jawab Om Prabu lalu melangkahkan kaki
"Mumpung kamu di Jakarta, ayo ikut" ucap Om Prabu selanjutnya lalu membuka pintu dan keluar ruangannya.
Bram hanya diam sambil menatap Tedy yang masih serius membaca buku.
"Bro, tumben kamu serius banget baca bukunya?" ucap Bram sambil menepuk pundak Tedy
"Iya Bro ini masalah strategi cari dana, serius aku" ucap Tedy tetap fokus dengan bukunya
"Kamu bisa pinjam buku itu, kalau perlu ambil saja, di Yogya juga ada buku buku ini" ucap Bram
"Malas" jawab Tedy
"Aku mencium sesuatu, ayo katakan pada kakak iparmu ini" ucap Tedy sambil menatap Bram, nampak Bram tersenyum
"Kakak ipar tahu saja" ucap Bram, lalu menceritakan tentang pak Tony dan juga tentang Devina.
"Nah... Kamu akan menjadikan aku sebagai pengalihan lagi" ucap Tedy sambil menatap Bram
"Sudah cukup satu hari dengan satu orang tadi, jangan tambah lagi" ucap Tedy sambil memukul pundak Bram dengan salah satu buku tebal.
"Aku mau pulang ke kost sekarang" ucap Tedy sambil bangkit berdiri dan mulai melangkahkan kaki
"Tidak bisa kakak ipar, pintu lantai tiga masih terkunci, kakak ipar tidak bisa ambil barang barang kakak ipar yang di kamar" ucap Bram sambil memegang tangan Tedy yang sudah mulai melangkahkan kakinya akan keluar ruangan.
"Itu tidak terlalu penting, aku sudah dapat jas keren dan buku buku ini" jawab Tedy menunjukkan buku buku yang dipegang sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Kakak ipar tolong bantu adik iparmu ini, kakak ipar mau apa aku kasih dech" ucap Bram memelas mencoba bernegosiasi
"Nanti malam jalan jalan, makan makan wisata kuliner atau apa..." ucapnya selanjutnya dengan senyum merekah
"Baiklah aku temani kamu di bawah tapi janji kamu turuti mauku?" ucap Tedy sambil menatap Bram dengan senyum. Sekarang di ruang pertemuan dan banyak orang pasti bisa terkendali jika ada orang yang bikin ulah, begitu pikir Tedy. Maka dia mau menemani Bram apalagi bisa meminta sesuatu pada Bram.
"Janji" ucap Bram sambil mengangkat tangan dan memberikan dua jari sebagai kode akan menepati janji
"Ayo" ucap Tedy lalu melangkah. Selanjutnya mereka berdua berjalan keluar ruangan kerja Om Prabu dan menyusul Om Prabu ke lantai bawah di ruangan pertemuan.
Om Prabu sudah duduk di salah satu kursi di ruang pertemuan, di sekitarnya sudah ada beberapa teman bisnisnya. Nampak mereka berbincang bincang dengan santai di sertai dengan tawa dan canda di sela sela perbincangan mereka.
"Ohhh Itu dia Bram dan Tedy" ucap Om Prabu saat melihat sosok Bram dan Tedy memasuki ruang pertemuan
"Sini anak muda" ucap salah satu teman Om Prabu. Bram dan Tedy lalu mendekat dan memberi salam. Ada beberapa diantar mereka pernah datang ke Yogyakarta termasuk ikut di acara syukuran Bram. Nampak Bram dan Tedy bisa mengikuti irama perbincangan mereka yang santai namun juga membahas masalah bisnis mereka. Bram pun berkesempatan menyampaikan permasalahan pengadaan mesin packaging, nampak ada salah satu orang yang berminat membantu Bram.
"Ternyata memang ada manfaatnya juga ajakan Om Prabu untuk ikut gabung di pertemuan santai ini" gumam Bram dalam hati.
Namun tiba tiba perhatian Bram tertuju pada sosok yang mulai berjalan memasuki ruang pertemuan tersebut. Bram lalu menginjak kaki Tedy yang duduk tidak jauh darinya. Tedy yang diinjak kakinya secara mendadak tentu saja kaget tidak memahami itu suatu kode dari Bram, sebab Tedy sedang memperhatikan dengan seksama perbincangan bapak bapak tentang pengadaan dana. Sebab Tedy memang sedang memikirkan pengadaan dana untuk pameran tugas akhirnya.
"Apa sih Bro?" tanya Tedy.
"Keinjak" jawab Bram jengah
"Ganggu konsentrasi orang aja" gumam Tedy
"Kakak ipar ingat tidak tujuan kakak ipar ikut pertemuan di sini" bisik Bram kemudian di dekat Tedy.
"Oooo iya... iya...lupa" ucap Tedy sambil tersenyum jenaka, kemudian dia paham Bram memberi perhatian pada sosok yang baru datang. Selanjutnya sekilas Tedy menatap sosok Pak Tony yang sedang berjalan mendekati Om Prabu.
Nampak Pak Tony menjabat tangan Om Prabu kemudian Pak Tony ikut bergabung berbincang bincang dengan rekan rekan bisnisnya.
Tidak berapa lama petugas bagian pantry datang dengan meja dorongnya membawa aneka minuman dan makanan ringan. Nampak Om Prabu dan teman temannya satu persatu bangkit berdiri dan mengambil minuman sesuai seleranya masing masing lalu mereka kembali ke tempat duduknya untuk melanjutkan bincang bincang santainya.
Tedy dan Bram juga ikut berdiri untuk berjalan menuju ke meja dorong yang berisi aneka minuman dan makanan ringan tersebut.
"Mana Bro, cewek yang kamu bilang tadi" bisik Tedy pada Bram saat hanya mereka berdua yang berada di meja dorong minuman.
"Mungkin belum datang" jawab Bram lalu kembali berjalan menuju ke tempat duduknya
__ADS_1
*****
bersambung