Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
47 Pisang dan problemnya


__ADS_3

Lewat tengah malam Bram dan rombongan baru tiba di rumah pak Dukuh, lokasi tempat tinggal mereka memang agak jauh dari balai desa. Dukuh yang merupakan daerah perbukitan yang berada di desa tersebut.


"Langsung istirahat mas sudah larut, istirahat di tempat seadanya ya" ucap pak Dukuh setelah semua memasuki rumahnya yang sangat luas.


"Baik Pak" jawab mereka secara bersamaan


Bram lalu melangkahkan kaki ke dalam kamarnya dia sekamar dengan Dito. Setelah menaruh tas nya dan mengambil perlengkapan mandinya Bram keluar lagi dari kamar.


"Mau ke mana Bram?" tanya Dito


"Ke kamar mandi Dit, he..he... kebiasaan dari kecil nih" ucap Bram sambil menunjukkan perlengkapan bersih bersihnya.


"Ikuut" ucap Dito


Mereka berdua kemudian berjalan membuka pintu belakang rumah pak Dukuh lalu berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di bangunan kecil di luar rumah induk. Kamar mandi berada di kebun belakang dengan jarak sekitar sepuluh meter dari pintu belakang rumah pak Dukuh.


Suasana malam sangat sunyi senyap terdengar suara binatang serangga malam sangat jelas di telinga. Daun daun pohon pisang yang sudah mengering jatuh terkulai berwarna terang di gelapnya malam menyerupai wujud pocong. Suara retakan ranting dan cabang kering yang patah karena terpaan angin membuat bulu kuduk berdiri bagi yang tidak paham. Bram sudah terbiasa dengan suasana seperti itu tapi beda dengan Dito.


"Bram aku dulu yang masuk ya" pinta Dito


"Iya" jawab Bram lalu Dito masuk ke dalam kamar mandi dan Bram menunggu di luar. Tidak berapa lama Dito membuka pintu kamar mandinya namun dia tidak keluar dari kamar mandi. Bram masih menunggu Dito namun masih saja itu anak berdiri di samping pintu kamar mandi.


"Ayo cepat keluar, aku kebelet nih" ucap Bram tidak sabar


"Kamu masuk aja, aku nunggu di sini" jawab Dito


"Kamu nunggu di dalam kamar mandi?" tanya Bram dengan senyum menyeringai


"Iya, cepet Bram... dingin nih" ucap Dito


Bram lalu masuk ke dalam kamar mandi dan Dito masih berdiri di pintu kamar mandi dengan memandangi pintu kamar mandi tidak berani memandang di luar karena gelapnya malam.


"Aku mau be**" ucap Bram menggoda Dito setelah dia selesai gosok gigi dan cuci muka, tangan dan kaki.


"Besuk pagi aja Bram, baunya nanti ke hidungku" ucap Dito dengan memelas menatap Bram. Bram sudah tidak tega menggoda karena dia sendiri juga sudah lelah dengan kegiatan yang penuh seharian. Lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar mereka.

__ADS_1


Sebelum merebahkan diri di tempat tidur Bram mengambil hape nya dari dalam tas. Diketuk ketuk dan diusap usapnya layar hape tersebut, nampak banyak panggilan masuk dan pesan text masuk di hapenya. Tadi dia memang memasang modus senyap. Bram lalu membuka pesan text dari Nindya lalu dia mengetik pesan balasan


"Maaf tadi hape kusilent, acara musyarawah di balai desa sampai malam, ini juga baru selasai"


"Aku baik baik saja"


Ting dua pesan terkirim namun centang satu. Nindya sudah tidur... begitu gumam Bram di dalam hati


"Have nice a dream...my dear"


Ting pesan Bram berikutnya juga terkirim centang satu.


Bram lalu mematikan hapenya dan setelahnya menaruh hapenya di meja kemudian dia merebahkan diri di tempat tidur di sampingnya Dito sudah tertidur. Tidak lama kemudian Bram pun larut di dalam mimpinya.


Pagi harinya Bram membukakan matanya terlihat Dito masih meringkuk di dalam sarungnya. Bram melangkahkan kaki ke luar kamar terlihat di meja sudah berjajar gelas gelas berisi kopi dan beberapa gelas berisi teh. Bram kembali masuk ke dalam kamarnya


"Dit bangun" teriak Bram setelah mendekat pada Dito. Dito lalu merubah posisi tidurnya dan membuka matanya


"Ayo di meja sudah ada kopi" ucap Bram lalu keluar kamar lagi, selanjutnya dia mengetuk ngetuk pintu kamar temannya yang lain. Dia lalu duduk di kursi dan mengambil satu gelas kopi yang sudah menggodanya. Tidak lama kemudian teman teman yang lain menyusul Bram duduk di kursi mengitari meja yang sudah tersaji kopi dan teh.


Beberapa teman yang lain menyulutkan rokoknya sambil menikmati kopi.


"Bagaimana tidurnya mas mas bisa nyenyak tidak?" tanya pak dukuh sambil menaruh piring besar berisi pisang goreng


"Tidak bisa bangun karena nyenyaknya Pak" jawab Bram yang lain tersenyum dan ada yang tertawa


"Ini anak saya, namanya Avanti" ucap pak Dukuh mengenalkan anaknya, dan anaknya yang disebut Avanti menganggukkan kapala sambil tersenyum manis semanis gula. Peserta KKN menatap Avanti sambil menganggukkan kepala juga.


"Ini jenis pisang yang dimaksud kemarin apa Pak?" tanya Bram sambil mencomot sebuah pisang goreng hangat


"Iya mas, pisang jenis ini banyak sekali di desa ini, tapi tidak ada harganya" jawab pak Dukuh


"Padahal enak pak" ucap Bram sambil mengecap ngecap rasa pisang goreng. Yang lain pun akhirnya ikut mencomot pisang goreng dari piring.


"Iya, tidak ada bijinya di dalam, tetapi tidak tahu kenapa tidak ada harganya, kadang hanya untuk pakan sapi atau teronggok membusuk karena banyaknya" jelas pak Dukuh kemudian

__ADS_1


"Sudah ada pelatihan membuat keripik, ibu ibu sudah mencobanya tapi juga tidak berjalan kalah saing dengan makanan ringan pabrikan" jelas pak Dukuh lebih lanjut


"Kalau Mas mas dan mbak mbak KKN bisa ngajari membuat tepung pisang itu bagus Mas" ucap Bu Dukuh yang baru saja masuk dengan membawa sepiring pisang rebus


"Tadi bapaknya sudah cerita program mahasiswa KKN" ucap Bu Dukuh selanjutnya sambil ikut bergabung duduk di samping suaminya


"Iya Bu, kalau dibuat tepung bisa tahan lama, tepungnya juga bisa diolah menjadi berbagai macam makanan" jelas Bram


"Iya Mas, saya setuju, jangan hiraukan pak Heri dan temennya itu" ucap Bu Dukuh


"Pak Heri siapa Bu?" tanya Bram dan Leon bersamaan


"Itu yang kemarin selalu menolak program kalian" jawab pak Dukuh


"Mereka siapa pak?" tanya Bram yang sebenarnya sudah kepo sejak kemarin


"Dia itu tengkulak berbaju eles**" jawab Pak Dukuh


"Membeli hasil panen penduduk dengan murah, kalau omongan pinter sekali mas, kadang saya pengen njepit bibirnya" ucap pak Dukuh kemudian dengan sedikit nada emosi


"Sulit menghindar ya Pak dari pengaruh mereka?" tanya Bram


"Iya mas ya karena itu tadi kalau omong itu pinter sekali, selalu saja bisa mendebat cari alasan" jawab pak Dukuh


"Sudah sekarang ke belakang sarapan dulu" sela bu Dukuh setelah melihat Avanti datang memberi kode makan pagi sudah siap.


"O ya mas mas bisa mandi di tetangga kiri kanan mereka semua masih saudara bapak" ucap pak Dukuh


"Ya Pak" jawab mereka bersamaan sambil bangkit berdiri menuju ke ruang makan. Yang penting ngopi dan makan pagi dulu, masalah mandi pagi atau tidak itu tidak penting, begitu gumam mereka.


...🎀...


...Reader tersayang, author ucapkan terimakasih atas kesediaan reader telah meluangkan waktu dan kuotanya untuk hadir di novel ku ini 🙏...


...Okey selamat membaca 🙏 Semoga reader selalu diberi kebahagiaan, kesehatan dan rejeki lancar. 🙏...

__ADS_1


...Biji berduri buah kedondong...


...Bagi like nya dong 🤭😁✌...


__ADS_2