
Beruntung Devina tidak memperhatikan kehadirnya. Langkah dan pandangan mata Devina tertuju pada mobil taxi yang menunggunya. Bram menundukkan kepala dan memperlambat langkah kakinya, menunggu Devina memasuki mobil taxi nya. Berharap Devina tidak melihatnya.
Setelah mobil taxi Devina melaju, Bram memasuki kantor Bharata Group. Bram menunjukkan id card nya pada petugas. Lalu Bram melangkahkan kaki menuju ke dalam gedung tersebut.
Sesampai di ruang loby nampak sosok Om Prabu, di meja di loby tersebut terlihat masih banyak gelas gelas dengan sisa minuman.
"Om... " sapa Bram pada Om Prabu yang berdiri dan siap akan melangkahkan kaki
"Hai Bram.. sudah sampai di sini kamu?" ucap Om Prabu sambil menoleh ke arah Bram
"Kenapa tidak mengabari dulu?" tanya Om Prabu sambil berdiri menunggu Bram mendekat
"Pakai taxi tidak usah nunggu di bandara Om" jawab Bram dan mereka sudah berdiri berdekatan. Nampak dua orang pegawai membereskan gelas gelas yang berada di meja di dalam ruangan loby tersebut.
"Ayo langsung ke atas saja, aku juga mau istirahat" ajak Om Prabu lalu mereka berdua menuju ke lift menuju ke lantai tiga.
Berbeda dengan gedung kantor Bharata Group yang di Yogyakarta. Kantor Bharata Group yang di Jakarta lantai satu digunakan untuk show room, menerima tamu dan ruang pertemuan. Lantai dua digunakan untuk kantor. Dan Lantai tiga digunakan sebagai tempat tinggal agar efesiensi waktu.
"Om, kok Devina dari sini tadi?" tanya Bram saat mereka sudah berada di depan pintu.
"Kamu ketemu?" ucap Om Prabu balik bertanya sambil melangkahkan kaki memasuki ruangan karena pintu sudah terbuka.
"Aku melihat dia berjalan keluar dari kantor dan masuk ke taxi" jawab Bram ikut melangkahkan kaki memasuki ruangan lalu menutup pintu.
"Untung dia tidak melihatku" ucap Bram kemudian sambil mendudukkan pantatnya di sofa yang berada di dalam ruangan tersebut. Nampak Om Prabu hanya diam saja dan terus melangkahkan kaki memasuki salah satu kamar yang berada di dalam ruangan tersebut.
Sambil duduk di sofa dan menunggu Om Prabu mata Bram mengitari isi di dalam ruangan tersebut sepi begitu gumamnya... nampak ada beberapa kamar di lantai tiga. Bram lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke ruang makan dia mengambil satu gelas lalu mengambil kopi yang berada di toples kaca setelahnya menuang air panas dari dispenser.
Bram lalu menduduki salah satu kursi yang berada di meja makan tersebut. Nampak Om Prabu sudah berganti dengan baju santainya berjalan mendekati Bram dan ikut duduk di hadapan Bram.
"Tadi ada pertemuan, Tony juga ikut dalam pertemuan tersebut " ucap Om Prabu
"Dan entahlah Devina menyusul Tony, dan sialnya Tony ditelpon istrinya untuk segera menjemput di mall" ucap Om Prabu selanjutnya sambil tersenyum
"Om Prabu tidak bermain main dengan Devina kan?" tanya Bram sambil menyesap kopinya.
__ADS_1
"Aku laporkan pada bapak dan Tante Laras" ucapnya kemudian sambil menaruh gelas kopinya di meja.
"Tidak pernah ada pikiran begitu Bram, meskipun Tantemu jauh" jawab Om Prabu sambil tersenyum.
"Makanya kamu cepat menikah dan kamu yang urus kantor di sini, keluargamu bisa tinggal di sini, biar aku bisa selalu menemani Tantemu" ucap Om Prabu kemudian sambil tersenyum lebar
"Kalau aku di sini bagaimana yang di Yogya?" tanya Bram
"Arum dan Johan, bapakmu juga belum pantas pensiun he..He.. jawab Om Prabu sambil tertawa kecil.
"Biar Erlangga saja yang urus sini Om" ucap Bram mengusulkan Erlangga anak tunggal Om Prabu
"Entahlah" jawab Om Prabu singkat.
"Sudahlah sekarang kamu istirahat di kamar, kamu masih ingatkan kamar yang ada di sini" ucap Om Prabu kemudian.
"Iya kamar yang paling depan" jawab Bram lalu bangkit berdiri
"Eh Om, aku mengundang temenku, nanti ikut tidur di sini ya?" ucap Bram mengandung permohonan
"Tapi Om, dia kakaknya Nindya" ucap Bram yang masih berdiri belum melanjutkan langkah kakinya. Nampak Om Prabu berpikir pikir sejenak
"Baiklah" ucapnya kemudian. Bram nampak lega lalu berjalan menuju ke tempat sofa untuk mengambil tas nya. Dan di saat bersamaan ada suara dering dari hape nya.
Bram mengambil hapenya nampak nama Tedy di layar hape nya Bram menggeser tombol hijau.
"Bro, aku sudah di depan kantor Bharata Group tapi tidak bisa masuk, aku sudah menunjukkan segala id card ku tapi tetap tidak bisa masuk" ucap Tedy beruntun saat Bram sudah menerima panggilannya.
"Huaha...ha...ha..." tawa Bram pecah
"Sialan kamu Bro, cepat kamu urus ini biar aku bisa masuk" ucap Tedy tidak sabar
"Kamu serahkan hape mu pada petugas" ucap Bram
"Enak aja, terus aku pakai apa" jawab Tedy
__ADS_1
"Maksudku biar aku bicara pada petugas" ucap Bram
"He..He.. iya" tawa kecil Tedy sambil nyengir, lalu menyerahkan hape pada petugas. Nampak petugas hanya mengangguk anggukan kepala. Lalu memberikan hape pada Tedy mempersilahkan Tedy masuk dan memberi petunjuk untuk menuju ke lantai tiga.
Tidak berapa lama Tedy sudah berada di lantai tiga. Tedy melangkahkan kaki menuju ke suatu pintu yang berada di lantai tiga tersebut. Matanya mencari cari bel di pintu tapi dia tidak menemukan. Tedy melihat daun pintu terbuat dari kayu yang nampak sangat keras. Tedy mencoba mengetuk namun sia sia hanya mendapatkan sakit di tangannya. Lalu Tedy mengambil hape nya dan melakukan sambungan telpon pada Bram.
"Aku sudah di depan pintu Bro, aku ketuk tidak mempan malah tanganku yang sakit" ucap Tedy saat sambungan telponnya diangkat oleh Bram.
Dan tidak lama kemudian pintu terbuka nampak sosok Bram dengan senyum lebarnya. Tedy lalu masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Gila ada rumah bagus di dalam kantor" ucap Tedy saat memasuki ruangan tersebut. Lalu mengikuti Bram duduk di sofa.
"Sepi Bro" gumam Tedy sambil matanya mengelilingi isi ruangan
"Ada Om Prabu sedang istirahat di kamar nya" jawab Bram
"Mau minum apa Bro?" tanya Bram sambil bangkit berdiri berjalan menuju ke ruang makan
"Apa saja asal jangan racun" ucap Tedy. Dan tidak lama Bram kembali dengan dua gelas kopi.
"Gimana ceritanya kamu kok mendadak sampai sini?" tanya Tedy sambil meraih gelas kopi nya. Bram lalu menceritakan semuanya.
"Wah aku kok jadi penasaran dengan cewek putih itu" ucap Tedy setelah Bram selesai bercerita.
"Makanya besuk temeni aku, papahmu juga nyuruh agar kamu belajar bisnis" ucap Bram sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa
Namun sesaat muncul Om Prabu dari dalam kamarnya dan berjalan menuju ke arah mereka. Nampak Tedy bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya pada Om Prabu saat Om Prabu sudah berada di dekatnya. Om Prabu menerima jabatan tangan dari Tedy lalu ikut duduk di sofa.
"Bram sudah siap segala materi mu buat besuk pagi?" tanya Om Prabu pada Bram saat sudah selesai berbasa basi dengan Tedy. Nampak Bram menganggukkan kepalanya.
"Kalau sudah sekarang masuk kamar dan tidur" ucap Om Prabu lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya lagi
Bram dan Tedy saling pandang dan tersenyum jenaka saat Om Prabu sudah berjalan memunggungi mereka.
"Awas kalau masih bercerita di dalam kamar dan tidak tidur" ucap Om Prabu lagi sambil menoleh kepada mereka berdua. Bram dan Tedy spontan memasang wajah seriusnya....lalu bangkit berdiri
__ADS_1