
"Silahkan nona Jecklyn" ucap Bram sambil memberikan ibu jarinya kepada Jecklyn dengan sopan, mempersilahkan Jecklyn berjalan lebih dahulu. Bagaimanapun Bram harus menghormatinya sebagai rekan bisnis yang sudah berusaha untuk mempromosikan produknya.
"Terimakasih Tuan Bram" jawab Jecklyn lalu dia mulai berjakan. Nampak Bram, Tedy dan pak mandor Harun berjalan di belakang Jecklyn.
Bram berbincang bincang dengan pak mandor Harun menanyakan perihal pengemasan dan penyimpanan. Sedangkan Tedy terlihat serius mendengarkan.
Jecklyn yang memakai rok mini dan sepatu berhak tinggi lama lamanya jalannya tertatih tatih dan terpincang pincang. Hingga tersalip oleh langkah ketiga laki laki tersebut.
"Tuan Tedy" teriak Jecklyn sambil menyambar lengan Tedy. Tedy yang lengannya disambar langsung langkahnya terhenti beberapa detik. Bram yang mendengar teriakan Jecklyn menoleh sesaat dan tersenyum saat melihat lengan Tedy sudah dipegang Jecklyn.
"Tuan Tedy kaki saya sakit" ucap Jecklyn dengan mimik wajah memelas.
"Pak mandor, tolong ini nona Jecklyn" teriak Tedy berusaha agar pak mandor mengambil alih lengannya yang dicengkeram tangan Jecklyn.
Pak mandor Harun menoleh lalu melangkahkan kaki menghampiri Tedy dan Jecklyn yang masih berhenti di tempat.
"Ada apa nona?" tanya pak mandor Harun sambil menatap Jecklyn yang wajahnya sudah memerah.
"Kaki saya sakit" ucap Jecklyn sambil menunjukkan kakinya yang sudah lecet lecet. Tedy yang lengannya sudah terbebas dari cengkeraman tangan Jecklyn lalu melangkahkan kaki nya menyusul Bram. Nampak Tedy tersenyum bahagia bagaikan terlepas dari jeratan cengkeraman gurita.
"Sepatu nona dilepas saja" saran pak mandor Harun sambil menatap ke bawah ke arah sepatu nona Jecklyn yang berhak tinggi
"Nanti panas Pak telapak kaki saya" jawab Jecklyn. Nampak pak mandor Harun berpikir pikir sejenak. Iya juga kalau tidak memakai alas kaki pasti kepanasan. Lalu pak mandor Harun membuka sepatunya setelahnya melepas kaos kakinya dan memberikan kaos kakinya kepada Jecklyn
"Nona pakai kaos kaki saya saja, untuk mengurangi rasa panas di telapak kaki anda, sebentar juga mobil sudah balik kesini" ucap pak mandor Harun sambil memberikan kaos kakinya yang berhari hari belum dicuci. Mau tak mau Jecklyn menerima kaos kaki tersebut.
"Ha........cing..." suara bersin dari mulut Jecklyn setelah mencium kaos kaki pak mandor Harun. Sudah tahu kaos kaki bekas dipakai pak mandor orang lapangan apalagi berhari hari belum dicuci, masih dicium juga kaos kaki tersebut. Pak mandor Harun nampak tersenyum malu.
Jecklyn lalu memakai kaos kaki tersebut. Setelahnya dia menenteng sepatu hak tingginya kemudian mereka berjalan menyusul Bram dan Tedy yang sudah berjalan beberapa meter di depannya.
"Mas Bram.... tunggu" teriak pak mandor Harun lalu mempercepat langkahnya. Jecklynpun ikut mempercepat langkahnya sambil terpincang pincang karena lecet dan telapak kaki yang merasakan panas.
__ADS_1
"Kok tidak muncul muncul Pak mobil nya?" tanya Bram setelah pak Harun sudah berada di dekatnya.
"Entahlah, harusnya sudah kembali" jawab pak Harun, sambil terus berjalan.
Tidak berapa lama mobil pabrik sudah nampak di depan mata. Lalu mereka berempat menaiki mobil tersebut. Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di lokasi.
Saat sampai di lokasi terlihat Om Prabu menjelaskan hal ikwal tentang kemasan dan penyimpanan kepada team peninjau Alfa Company. Sejenak beberapa orang menatap nona Jecklyn yang wajahnya memerah bagaikan udang direbus sambil menenteng sepatu nya. Tatapan mereka menurun menuju ke telapak kaki nona Jecklyn, mata mereka terbelalak namun ingin tersenyum saat melihat ada kaos kaki laki laki menempel di telapak kakinya.
"Nona Jecklyn anda baik baik saja?" tanya salah seorang team Alfa Company.
"Ehmmm salah kostum" jawab Jecklyn dengan malu.
"Tapi baik baik saja, lanjutkan kerja kalian" ucap Jecklyn kemudian. Mereka akhirnya melanjutkan pekerjaannya dalam meninjau ninjau pengemasan dan penyimpan yang berada di Bharata Group.
Setelah mereka merasa cukup berkeliling, mereka semua duduk di suatu ruangan sambil beristirahat minum.
"Tuan Bram, menurut informasi yang saya terima tadi, mesin pengemasan di sini hanya untuk kemasan 100 kilogram" ucap salah satu anggota team Alfa Company.
"Baiklah Tuan, akan saya usahakan" ucap Bram dengan mantap.
"Baiklah nanti akan segera kami kirimkan penawaran kuota nya, bila tidak ada pertanyaan dari pihak Bharata Group saya rasa kunjungan kami sudah cukup, dan selanjutnya kami mohon diri" ucap salah satu anggota team Alfa Company.
Nampak Om Prabu dan Bram mengatakan sudah cukup jelas dan tidak ada pertanyaan. Mereka akhirnya berjabat tangan mengakhiri pertemuan mereka.
"Nona Jecklyn mau ikut mobil team Alfa Company atau bagaimana?" tanya salah seorang anggota team Alfa Company
"Ehmmm" gumam Jecklyn nampak bingung
"Kami masih akan keliling pabrik nona Jecklyn" saut Tedy dengan nada suara serius padahal sebenarnya dia ingin ke warung makan atau ke kantin pabrik untuk makan siang sebab perutnya sudah keroncongan.
Nampak Jecklyn meragukan ucapan Tedy dia menoleh ke arah Om Prabu dan pak Mandor untuk mendapat kepastian.
__ADS_1
"Iya Nona Jecklyn, kami akan meneruskan pekerjaan yang tertunda" jawab Om Prabu dengan tegas.
"Ehmmm baiklah, saya mohon diri juga saya ikut team Alfa Company untuk pulang" ucap Jecklyn membuat lega hati Tedy dan Bram.
"Baiklah terima kasih atas kerja samanya" ucap Om Prabu dan Bram secara bersamaan. Selanjutkan Jecklyn dan team Alfa Company diantar mobil pabrik untuk menuju ke tempat parkir mobil mereka.
Sementara itu Om Prabu, Bram, Tedy dan pak mandor Harun masih berbincang bincang santai.
"Baiklah sekarang jam istirahat bagaimana kalau kita makan siang di kantin sini" ucap pak mandor Harun menawarkan makan siang.
"Ayo Pak, tapi kita berdua saja biar Bram dan Tedy masih keliling" ucap Om Prabu lalu bangkit berdiri dari kursinya.
"Om... saya tadi cuma bohong" saut Tedy sambil ikut bangkit berdiri demikian juga dengan Bram.
"Sudah lapar banget ini Om..." ucap Tedy sambil berjalan mengikuti Om Prabu dan pak mandor Harun yang sudah berjalan menuju ke kantin.
"Om bagaimana cara pengadaan mesin packaging baru?" tanya Bram saat sudah berjalan di samping Om Prabu.
"Kamu buat proposal kamu ajukan pada bagian keuangan Bharata Group" jawab Om Prabu sambil berjalan memasuki kantin pabrik
"Andai proposalmu tidak disetujui bagian keuangan kamu cari investor" ucap Om Prabu selanjutnya.
"Baik Om" ucap Bram sambil menganggukkan kepala
"Pusing juga mikir bisnis" gumam Tedy. Dia yang hanya mendengar pertanyaan dan jawaban Om Prabu aja merasa pusing dan semakin lapar perutnya apalagi harus ikut memikirkan.
"Kamu pusing mikir bisnis apa pusing mikir nona Jecklyn?" tanya Bram sambil menepuk pundak Tedy, yang sudah duduk di sampingnya di kursi kantin pabrik.
"Entahlah.... yang jelas sekarang aku pengen makan soto yang panas biar mengalahkan panasnya leherku tadi yang digosok gosok minyak aroma terapi" ucap Tedy
"Huaha....Ha....." tawa Bram pecah mengingat kejadian di mobil tadi sejenak dia melupakan permasalahan bisnisnya.
__ADS_1