
Tedy memasuki kamar menyusul Bram, nampak Bram sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur dengan punggung menyandar di sandaran tempat tidur sambil memegang hapenya, nampak dia sedang melakukan panggilan video dengan Nindya.
"Hai.. kak Tedy" ucap Nindya di hape Bram saat Nindya melihat sosok Tedy di dekat Bram. Tedy nampak juga merebahkan tubuhnya di samping Bram dengan posisi yang sama, punggung menyandar sambil menatap dan mendekat layar hape Bram.
"Hai Tot, aku mau menyelesaikan tugas akhirku biar cepet lulus" ucap Tedy di dekat hape Bram membanggakan diri
"Sama dong kak, tadi aku habis ngabari mas Bram, aku bisa penelitian lebih awal ikut proyek penelitian dosen" ucap Nindya dengan senyum merekah. Terlihat Bram juga tersenyum sambil menepuk nepuk pundak Tedy.
"Aduh Tot kamu kok lancar semuanya sih" ucap Tedy lalu dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur, tidak lagi menyandarkan punggungnya.
"Iya kak, biar cepat lulus biar cepet nikah ha...Ha..." jawab Nindya sambil tertawa membuat Tedy semakin berwajah kecut. Bram ikut tertawa sambil menatap wajah kecut Tedy.
Selanjutnya nampak Bram berbincang bincang mesra dengan Nindya, mengucapkan seribu satu rasa rindu, padahal baru sehari saja tidak bertemu.
"Sudah Bro, dilanjut besuk saja, dari pada aku baper dengar kalian" ucap Tedy sambil menepuk paha Bram. Bram tertawa dan seterusnya mengakhiri sambungan panggilan video nya dengan Nindya tidak lupa diakhiri dengan selamat tidur mesra. Semakin membuat Tedy baper lalu terlihat Tedy memeluk erat guling di dekatnya.
Setelah tidak tersambung dengan Nindya. Bram menaruh hape nya di meja. Lalu ikut merebahkan diri di tempat tidur di samping Tedy yang masih memeluk guling.
"Bro..." panggil Tedy dengan suara pelan
"Hmmmm" jawab Bram
"Kok di ruang depan tadi mendadak jadi dingin ya?" tanya Tedy pelan
"Iya suhu ac nya diturunin sama Om Prabu, waktu aku berjalan menuju kamar tadi aku lihat dia di luar kamarnya sambil bawa remot kontrol ac" jawab Bram
"Ternyata Om Prabu juga bisa nyandain kita, aku kira beliau orang seriusan terus" ucap Tedy
"Sudahlah Bro, tidur! Aku besok pagi balik Yogya, sudah kangen berat ke Nindya, besuk aku akan langsung ke kost. Maaf ya Kakak ipar aku belum bisa main ke kost kakak ipar" ucap Bram sambil memeluk guling untuk menyalurkan rasa kangen nya pada Nindya.
__ADS_1
"Ga apa apa, lagian sprai ku juga belum kulaundri, kamar juga berantakan he...he..." jawab Tedy sambil terkekeh
"Bro tapi bener ya, bantuin aku bisa jadian dengan Lilian" ucap Tedy lagi
"Asiyap kakak ipar" jawab Bram pelan dari suaranya nampak dia sudah mulai mengantuk
"Kalau kakak ipar ke Yogya kuajak main ke rumahnya" ucap Bram lagi lalu mata Bram mulai terpejam
"Wah asyik nanti aku akan berbaik baik dengan orang tua dan adik adiknya, siapa Bro nama adiknya Lilian?" tanya Tedy dengan penuh semangat
"Bro..Bro.. " ucap Tedy namun tidak ada jawaban dari Bram. Tedy lalu mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Bram, nampak mata Bram sudah tertutup rapat
"Kamu sudah tidur beneran atau pura pura sih" ucap Tedy sambil mencoba membuka mata Bram, namun dilihat Bram tidak bereaksi, dan akhirnya Tedy pun ikut tertidur.
Pagi harinya mereka berdua dikagetkan lagi oleh suara dering alarm jam jadul di meja. Bram langsung bangkit berdiri mengambil jam jadul tersebut dan mencari tombol untuk mematikan suara dering alarm yang mengagetkannya. Dilihatnya Tedy juga sudah bangkit dari tidurnya nampak dia duduk di tempat tidur.
"Tidak, aku tidak pegang barang itu" jawab Tedy sambil mengerjap ngerjapkan matanya agar kesadarannya pulih sempurna
"Padahal sudah aku off kemarin kenapa berdering lagi, berisik lagi bunyi deringnya" ucap Bram lalu berjalan menuju ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah menyelesaikan ritual paginya secara bergantian. Lalu mereka berdua berjalan keluar dari kamar tidur. Sampai di luar sudah tercium aroma kopi menguar di ruangan makan yang tidak jauh dari langkah mereka berdua. Terlihat di meja makan juga sudah tersaji menu sarapan.
"Selamat pagi Om" sapa Bram dan Tedy secara bersamaan kepada Om Prabu yang sudah duduk di kursi di ruang makan.
"Selamat pagi" jawab Om Prabu sambil menatap mereka berdua
"Bagaimana tidur kalian berdua apakah nyenyak?" tanya Om Prabu kemudian sambil tersenyum. Mereka berdua tidak menjawab tetapi meneruskan kegiatannya membuat kopi untuk mereka masing masing.
"Ditanya orang tua tidak menjawab" ucap Om Prabu selanjutnya
__ADS_1
"Om Prabu yang setel lagi alarm jam beker jadul itu ya?" tanya Bram sambil mengaduk aduk kopinya
"Ha ha... Kalau tidak disetel alarm nya kamu pasti masih tidur, bapakmu yang perintah agar di setel alarm jam beker itu. Katanya kalau alarm di hape mu tidak ngaruh, alarm kok lagunya malah nina bobok bagaimana mau bangun" ucap Om Prabu sambil menyesap kopinya
"Aku tuh pernah baca artikel Om, bunyi alarm buat bangun itu yang bagus buat otak yang tidak mengagetkan, maka aku setel alarm hape ku yang tidak mengagetkan" kilah Bram
"Tapi ya jangan lagu nina bobok, kapan mau bangunnya" ucap Om Prabu sambil menyiapkan sarapannya
"Om Prabu juga yang ngerjain kami di malam hari tadi ya, aku tuh mrinding mrinding, kok mendadak udara dingin ternyata ac di turunkan suhu nya" ucap Tedy sambil ikut menyiapkan sarapan di piringnya
"Habis kalian pasti kalau sudah ngomongi cewek ga akan selesai selesai terus lupa waktu" ucap Om Prabu
"Sudah sekarang sarapan, dan kamu Bram berangkat ke Yogya pagi kan?" tanya Om Prabu sambil menatap Bram. Bram menjawab dengan menganggukkan kepalanya sebab sedang mengunyah sarapannya.
"Pesan bapakmu kamu harus langsung ke kantor dan langsung menghadap ke beliau" kata Om Prabu lalu beliau memulai sarapannya.
"Wah gagal acara langsung ke kost, apa Om Prabu dengar rencana ku tadi malam" gumam Bram dalam hati
Mereka bertiga lalu menyelesaikan sarapannya. Setelah selesai sarapan dan berkemas Bram dan Tedy pamit kepada Om Prabu. Bram akan kembali ke Yogyakarta, sedangkan Tedy akan kembali pada aktivitasnya menyelesaikan tugas akhirnya.
"Terimakasih ya Om, saya semakin bersemangat untuk menyelesaikan tugas akhir setelah pertemuan dengan pak Ricard kemarin" ucap Tedy sambil menjabat tangan Om Prabu.
"Terimakasih juga buku bukunya" ucap Tedy lagi
"Sama sama Ted, sering sering saja main ke sini, saya juga senang sedikit mendapat hiburan bisa mengerjain kalian he...he..." ucap Om Prabu lalu tertawa kecil.
"Saya juga senang Om, bila Om Prabu sudah terhibur" ucap Tedy sambil tersenyum.
Mereka bertiga lalu berjalan keluar, selanjutnya masuk ke dalam lift, Om Prabu turun ke lantai dua untuk ke ruang kerjanya, sedangkan Bram dan Tedy terus ke lantai satu. Bram dan Tedy berjalan beriringan setelah keluar dari lift. Tampak beberapa karyawan menyapa ramah kepada mereka, mereka berdua pun menjawab sapaan mereka dengan ramah pula. Mereka berdua lalu berpisah menuju ke taxi on line nya masing masing yang sudah dipesan.
__ADS_1