Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
52 Ikatan batin


__ADS_3

Sementara itu Nindya di tempat kostnya tidak bisa tidur karena gelisah hatinya tanpa sebab. Malam sudah larut namun mata tidak bisa terpejam. Nindya mengambil hape nya. Lalu melakukan sambungan telpon pada mamah Indah, beberapa kali dia mendial namun belum diangkat oleh Mamah Indah


"Apa mamah sudah tidur ya" gumamnya dalam hati.


"Sekali lagi coba" ucapnya lirih pada dirinya sendiri


Tidak berapa lama


"Hallo ada apa Nin, malam malam telpon" suara papah Mahendra dari hapenya


"Mamah sudah tidur ya pah?" tanya Nindya


"Iya sudah" jawab papah Mahendra


"Ada apa?" tanya papah Mahendra kuatir


"Mamah dan papah sehat sehat?" tanya Nindya


"Alhamdulillah sehat semua" jawab papah Mahendra


"Ya sudah Pah, Nindya tutup ya.. Selamat istirahat Papah" ucap Nindya lalu menutup sambungan telponnya. Hatinya sedikit tenang mamah dan papahnya sehat. Tetapi masih ada rasa gelisah. Dia membolak balik tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu mengambil hape nya lagi, dia mengusap usap hape nya, lalu melakukan sambungan telpon pada kakaknya Tedy


Sekali dial langsung diangkat oleh kakaknya.


"Hai Tot, belum tidur?" ucap Tedy dari hape Nindya


"Ga bisa tidur, kakak baik baik?" tanya Nindya


"Baik sekali, ini lagi lembur tugas" jawab Tedy


"Ya sudah aku tutup ya selamat lembur" ucap Nindya lalu menutup sambungan telponnya. Nindya lalu merebahkan diri di tempat tidur hape di taruh di samping nya. Mau menghubungi Alvin diurungkan karena pasti dia sedang kuliah karena waktu yang berbeda.


Nindya kembali mengambil hapenya mau menelpon Bram, tapi ragu ragu. Dibukanya aplikasi chatting di lihat status terakhir dilihat sudah sejak sore tadi. Lalu Nindya mencoba mengirim pesan teks


"Mas" ...ting pesan terkirim... centang dua


Menunggu pesan dibuka beberapa lama tidak dibaca oleh Bram.. Nindya lalu terpejam matanya..


Sementara itu


Bram dan Dito berusaha untuk bangkit dari jatuhnya

__ADS_1


"Ini baru peringatan kecil" ucap salah satu laki laki yang mendekati mereka. Tubuhnya tinggi besar.


"Siapa kalian" tanya Bram


"Tidak usah banyak tanya, kalian jangan menggangu kami" ucapnya kemudian


"Kami tidak mengganggu justru kami ingin membantu desa ini" ucap Dito


"Tidak usah banyak omong kamu: kata seorang laki laki yang lain yang tubuhnya lebih kecil, namun dengan menempeleng Dito. Terlihat Dito tubuhnya limbung dan memegangi kepalanya. Bram tidak terima temannya mendapat perlakukan tidak baik, lalu Bram membalas dengan pukulannya, akhirnya terjadi adu jotos dan tendang. Teman yang tinggi besar ikut membantu hingga terjadi perkelahian dua lawan satu.


Dito kuatir dengan kondisi yang dialaminya dia teriak teriak


"Toloonggg tolongggg tolongggg" teriakan Dito


Karena lokasi agak jauh dari penduduk, tidak ada orang yang datang menolong. Dito tidak mau menyerah dia berlari mondar mandir sambil teriak teriak lebih keras lagi


"Toooolooooong tooooloooong toooolongggg" teriakan Dito lebih keras. Padahal lutut Dito sudah sedikit gemetar.


Terlihat lelaki misterius yang lebih kecil tubuhnya sudah mulai melemah.


Dari gelapnya malam terlihat dari dua arah jalan nampak beberapa orang datang dengan membawa senter. Terlihat dua lelaki misteris mulai panik, mereka akan melarikan diri. Bram menyadari jika lawannya akan melarika. diri, maka lawannya yang sudah lemah langsung ditarik dan dikuncinya. Namun laki laki ysng bertubuh besar lsngsung berlari menuju rimbunnya kebun bambu yang gelap gulita.


Tidak lama kemudian dua rombongan penduduk dari dua arah sudah mendekat pada mereka.


Kemudian terlihat mereka bergotong royong mengambil bambu yang melintang dan mendirikan motor Bram yang terjatuh.


"Gimana mas" tanya salah satu dari mereka


"Ini Pak, salah satu pelakunya" ucap Bram yang masih mengunci lawannya.


Lalu orang orang menyorot wajah orang tersebut dengan senternya. Mereka mengamat ngamati wajahnya, namun orang tersebut berusaha menyembunyikan wajahnya.


"Sepertinya bukan orang sini" ucap salah satu warga penduduk


"Kamu orang mana?" tanya warga yang lain. Namun orangnya diam saja. Tidak lama kemudian ada suara motor mendekat, dan berhenti di lokasi kejadian


"Ini Pak babin orangnya tidak mengaku" ucap salah satu warga pada orang yang datang baru saja dengan mengendarai motor yang disebut pak babin. Ternyata mereka langsung menghubungi pak babin setelah melihat kejadian.


"Siapa kamu, orang mana?" tanya pak babin


"Maaf Pak, saya hanya disuruh" ucapnya pelan sambil menunduk

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya pak babin. Namun orang tersebut tidak menjawab.


"Ya sudah kita bawa ke kantor" ucap pak babin


"Saya ambil mobil ya pak" ucap salah satu warga


"Iya Pak, sama bawa motor juga untuk mengantar mas mas KKN" ucap pak babin


"Orang ini kita amankan dulu di pos, diproses besuk saja" ucap Pak babin kemudian.


Terlihat tiga orang warga meninggalkan lokasi untuk mengambil mobil dan motor.


"Mas mas KKN gimana kondisinya?" tanya pak babin sambil menatap Bram dan Dito dalam kegelapan


"Ga apa apa pak" jawab Bram dan Dito bersamaan


"Untung warga segera datang, kami pas ronda Pak babin, kok denger suara orang minta tolong" ucap salah seorang warga


"Jalan di sini kalau setelah jam sepuluh malam sepi mas, di belakang kebun bambu itu kuburan mungkin warga enggan lewat sini, memilih jalan memutar" ucap pak babin


"Ooo ada jalan lain ya Pak?" tanya Bram


"Iya memutar jalan lebih kecil namun dekat rumah warga" jawab pak babin


"Besuk minta tolong pak Dukuh untuk menunjukkan jalan tersebut" ucap pak babin selanjutnya.


"Baik Pak terimakasih banyak" ucap Bram dan Dito bersamaan.


Tidak lama kemudian mobil yang akan membawa pelaku sudah datang juga dua motor yang dikendarai warga tadi.


"Ayo masuk" ucap pak babin sambil menarik pelaku agar masuk ke dalam mobil, setelah masuk beberapa warga ikut masuk ke dalam motor tersebut. Mobil lalu berjalan menuju ke kantor polisi.


"Saya ikut mereka ya mas, besuk sewaktu waktu kami butuh mas mas untuk memberi keterangan" ucap pak babin


"Baik Pak" jawab Bram dan Dito


Pak babin lalu menjalankan motornya mengikuti mobil yang membawa pelaku ke kantor polisi.


Kini tertinggal Bram, Dito dan empat orang warga


"Mari mas saya antar" ucap salah satu warga

__ADS_1


"Baik pak" jawab Bram dan Dito bersamaan. Mereka lalu menaiki. motor Bram. Bram mencoba menyalakan mesin motornya, lalu mulai menjalankan motor dengan pelan pelan. Bram lega hatinya motor masih normal tidak bermasalah. Lalu dia mulai melajukan motornya yang diikuti oleh dua motor warga yang berjalan di belakangnya dengan jarak yang tidak jauh.


Tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah pak Dukuh. Terlihat lampu rumah pak Dukuh masih menyala terang.


__ADS_2