Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
89. Jawaban Nindya


__ADS_3

Setelah sampai di lantai satu mereka berdua berjalan menuju ke tempat motor terparkir. Sesekali Bram merangkul bahu Nindya. Suasana kampus sudah sepi, hanya ada beberapa mahasiswa yang masih ada kegiatan sore atau penghuni sekretariat.


"Bram" sapa seorang mahasiswa yang berjalan berpapasan.


"Hai" jawab Bram pada sapaan teman seangkatannya itu dan kemudian mereka bertiga berhenti sejenak


"Wah penampilan sudah lain nih" ucap mahasiswa tersebut sambil menjabat erat tangan Bram dan mengamati penampilan Bram.


"Ha..Ha.. Iya" jawab Bram sambil tertawa


"Kamu kapan lulus?" tanya Bram kemudian


"Rencana tiga bulan lagi, sepertinya barengan dengan Farid" jawabnya


"Okey, aku usahakan datang" ucap Bram sambil tersenyum


"Btw kapan kamu nikah, jangan lama lama banyak kumbang di kampus?" tanya teman Bram


"Secepatnya" jawab Bram


"Iya kan Nin?" tanya Bram sambil menoleh menatap Nindya dan merangkul bahunya. Nindya yang ditanya glagepan.


"Hmm iya" jawab Nindya sambil mengangguk malu


"Ya sudah aku duluan ya, kantor KUA keburu tutup ha..Ha.. " ucap Bram bercanda


"Sialan kamu" ucap teman Bram sambil menonjok pelan bahu Bram. Kemudian mereka berpisah Bram dan Nindya menuju tempat parkir, temen Bram menuju ke sekretariat.


Bram dan Nindya sudah berada di atas motor Lilian. Bram menjalankan motor dengan pelan pelan, sesekali tangan kirinya terulur ke belakang memegang paha Nindya seperti memastikan Nindya masih ada berada di dibelakangnya.


Namun tiba tiba


"Aduh" teriak Bram lalu menarik tangan kirinya yang terulur ke belakang karena mendapat cubitan kecil dari Nindya. Sedangkan Nindya tertawa mendengar teriakan Bram.


"Awas ya" ucap Bram kemudian dan Nindya masih tertawa.


Akhirnya motor sudah sampai di parkiran kost Nindya. Bram mematikan motor dan mengambil kuncinya lalu di serahkan pada Nindya dan sudah berdiri di samping motor.


"Ini kamu kasih pada Lilian" ucap Bram sambil menyerahkan kunci


"Setelah itu mandi dan ke kost ku, nanti makan malam di kost ku saja, nanti aku pesankan lewat aplikasi" ucap Bram lalu bangkit berdiri dari motor Lilian

__ADS_1


"Lilian juga pesankan ya Mas" pinta Nindya


"Iya, tapi yang ke kost ku kamu saja, aku mau omong penting" ucap Bram sambil berjalan. Nindya hanya mengangguk. Mereka akhirnya berpisah arah Bram berjalan menuju ke kost nya dan Nindya berjalan menuju ke kamar Lilian.


"Li..." ucap Nindya di depan pintu kamar Lilian


"Buka aja Nin, ga aku kunci" teriak Lilian dari dalam kamar.


Nindya lalu memutar handel pintu dengan perlahan dan mendorong daun pintu hingga terbuka lalu berjalan masuk ke dalam kamar Li.


"Li, ini kuncinya, makasih ya" ucap Nindya sambil menaruh kunci motor Lilian.


"Sama sama Nin, kamu mau teh hangat ga" ucap Lilian yang terlihat sedang menyeduh teh


"Ga usah Li, aku mau mandi terus ke kost mas Bram katanya ada yang penting" jawab Nindya lalu berjalan menuju pintu kamar Lilian


"Haiiis ada apa?" tanya Lilian sambil menatap Nindya yang sudah di depan pintu. Nindya hanya mengangkat kedua bahunya.


"O ya Li, mau ditraktir makan malam sama Mas Bram, nanti di antar ojol ke kamar mu ya" ucap Nindya sambil menutup pintu lalu kemudian melangkah meninggalkan kamar Lilian.


"Okey" teriak Lilian dari dalam kamar.


Sementara itu, Bram sesampai di kamar kost nya langsung melepas baju kerjanya dan berganti dengan t shirt dan celana pendek kesayangannya. Lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


Tidak berapa lama nampak sosok Nindya berada di depan pintu kamar Bram.


"Mas" sapa Nindya di depan pintu, lalu duduk di kursi teras.


"Nin.. semerbak harumnya kamu sekarang" ucap Bram lalu bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya kemudian berjalan menuju kursi teras dan duduk di samping kursi Nindya.


"Aku sebenarnya pengen diinjak injak tapi waktuku di sini hanya sampai jam delapan " ucap Bram sambil menepuk pelan paha Nindya


"Ha? kok lebih awal dari pada cinderella, cinderella aja sampe jam dua belas malam he..He.. " ucap Nindya sambil terkikik


"Kirain tidur sini Mas" ucap Nindya kemudian


"Pengen nya tidur sini, tapi harus pulang aku ke sini karena ada hal penting urusan hubungan kita" ucap Bram, dan membuat Nindya sedikit kaget lalu menatap Bram.


"Apa apa Mas?" tanya Nindya kuatir


"Hubungan kita kan baik baik saja" ucap Nindya kemudian.

__ADS_1


Namun pembicaraan serius mereka terhenti karena pesenan makanan mereka sudah datang.


"Atas nama Bram kak" ucap driver pengantar makanan


"Iya Mas" jawab Bram lalu bangkit berdiri menerima pesanan.


"Mas, tolong yang satu paket diantar ke kost depan ya, atas nama Lilian, kamar paling ujung" ucap Bram sambil memberikan bayaran tunai dan tip nya.


Bram berjalan menuju ke kursi teras sambil membawa makanan dan minuman pesanannya. Lalu menaruh di meja dan mengambilnya dari kantong plastik. Terlebih dulu dia memberikan pada Nindya.


"Ini Nin dimakan dulu" ucap Bram sambil menaruh makanan di meja di depan Nindya


"Mas Bram omong dulu, mau omong apa tentang hubungan kita, aku ga nafsu makan sebelum tahu apa yang mas Bram sampaikan" ucap Nindya sambil membiarkan makanannya yang telah dibuka Bram masih di meja di depannya.


"Kalau setelah mendengar apa yang aku sampaikan jadi kenyang gimana, mubazir donk makanan yang sudah kebeli" ucap Bram sambil membuka makanan untuk dirinya.


"Janji aku makan setelah mas Bram omong, apapun yang disampaikan" ucap Nindya meyakinkan Bram


Bram lalu meletakkan makanannya yang sudah akan disendok. Lalu menatap serius pada wajah Nindya


"Kamu mau ga aku lamar?" tanya Bram to the point


"Ya jelas mau donk" jawab Nindya sambil tertawa. Jawaban Nindya membuat Bram senang namun juga heran kenapa Nndya begitu mudah dan cepat menjawab


"Aku serius Nin, kamu jangan bercanda jawabnya" ucap Bram


"Aku juga serius Mas, kita sudah pacaran buat apa kalau tidak mau dilamar" jawab Nindya


"Mas Bram ngelamar aku untuk menikah kan? ntar aku sudah ge er mas Bram ngelamar aku buat jadi apa" ucap Nndya kemudian


"Lha iya buat menikah jadi teman hidup" ucap Bram


"Kalau kamu mau nanti aku bilang bapak dan ibu mereka akan datang ke rumah orang tuamu" ucap Bram lega kemudian dia mulai menyendok makanannya.


"Tapi Mas..." ucap Nindya membuat Bram menghentikan acara menyendok makanannya


"Tapi apa?" tanya Bram sambil menoleh menatap Nindya


"Kok secepat itu, aku kan belum lulus" jawab Nindya


"Itu dibahas nanti saat di rumah mu, yang penting kamu mau" ucap Bram kembali menyendok makanannya

__ADS_1


Terlihat Nindya masih duduk termangu belum menyendok makanannya.


"Ayo dimakan, keburu jam delapan aku harus pulang" ucap Bram. Nindya yang sudah janji akan makan langsung mengeksekusi makanan di depannya.


__ADS_2