Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
103. Menuju Alfa Company


__ADS_3

Pagi harinya, Bram dan Tedy terlonjak kaget saat terdengar suara di dalam kamarnya..


Mereka berdua membuka matanya dan saling pandang mencari sumber suara yang membuat mereka terbangun. Mata Bram tertuju pada suatu barang jadul di meja. Lalu Bram bangkit berdiri dan berjalan menuju ke meja, diraihnya jam weker jadul yang alarm nya masih berbunyi nyaring.


Bram membolak balikkan benda itu untuk mencari tombol menghentikan suaranya. Tedy pun akhirnya ikut bangkit dari tidurnya dan mendudukkan pantatnya di tepi tempat tidur.


"Susah amat sih" gumam Bram yang masih berusaha menghentikan bunyi alarm. Tidak lama kemudian akhirnya Bram sukses menghentikan bunyi alarm dan bernafas lega.


"Jangan tidur lagi Bro" ucap Tedy sambil mengusap kasar wajahnya agar aliran darah di wajahnya lancar.


"Iya mau mandi terus sembayang" ucap Bram sambil melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi


"Tumben" ucap Tedy sambil bangkit berdiri dan merapikan tempat tidur.


"Aku tuh rajin Bro, cuma ga terekspos aja he..he.. " jawab Bram sambil tertawa


"Sama Bro aku juga, setiap nafasku adalah doaku, setiap gerakku adalah ibadahku" ucap Tedy sambil terus merapikan tempat tidur.


Bram tidak menjawab namun segera melepas kaos yang menempel di tubuhnya lalu melempar ke arah kepala Tedy. Keahlian Bram di dunia basket sehingga lemparan kaos nya tepat mengenai kepala Tedy hingga menutup seluruh kepalanya.. Melihat hal itu Bram tertawa lepas lalu masuk ke dalam kamar mandi dan menutup rapat pintu kamar mandi.


Tedy hanya bisa mengumpat dan melepas kaos Bram yang menutup penuh kepalanya.


"Jangan mengumpat Bro, setiap nafasmu adalah doamu" teriak Bram dari dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Bram selesai dengan ritualnya lalu bergantian dengan Tedy. Setelah selesai mereka berdua keluar dari kamar, nampak Om Prabu sudah rapi duduk di meja makan.


"Bram kamu buka pintu utama ruangan!" perintah Om Prabu pada Bram. Bram lalu berjalan menuju ke pintu utama dan membukanya. Saat pintu dibuka nampak di depan pintu telah ada meja dorong yang berisi makanan dan minuman untuk sarapan mereka. Bram lalu menarik meja tersebut selanjutnya mendorongnya untuk di bawa masuk dan tentu saja sudah menutup pintunya.


Tedy tertegun melihatnya karena nampak lezat makanan yang berada di meja dorong tersebut, Tedy lalu ikut berjalan di belakang Bram menuju ke ruang makan.


"Kita sarapan dulu, Om langsung ke kantor setelah sarapan" ucap Om Prabu


"Menyelesaikan tugas tugas sebelum menemani kamu ke Alfa Company" ucap Om Prabu selanjutnya


"Baik Om" jawab Bram lalu membuat kopi untuk mengawali menu sarapannya hal yang sama juga diikuti oleh Tedy.

__ADS_1


"Kalian juga boleh langsung ikut turun ke kantor bawah" ucap Om Prabu sambil menyesap kopinya. Bram dan Tedy hanya bisa menganggukkan kepala dan mereka saling saling pandang sambil mengangkat kedua alisnya, saat Om Prabu menundukkan kepala untuk menyendok sarapannya.


Tidak lama kemudian mereka sudah menyelesaikan sarapannya mereka kembali masuk ke dalam kamarnya untuk menyiapkan keperluan kerjanya.


Nampak Bram sudah berpenampilan lengkap dengan baju kerjanya, dia melihat Tedy yang memakai kemeja.


"Ted aku pinjamkan jas ke Om Prabu ya" ucap Bram sambil menatap Tedy


"Ini aku sudah bawa kemeja terbaikku Bro" ucap Tedy sambil memantas diri di depan cermin dengan memasang ekspresi terkerennya.


"Kalau kamu memakai jas, biar cewek putih nya semakin terpesona kepadamu dan teralihkan perhatiannya" jawab Bram lalu sambil berjalan keluar kamar. Dan nampak Tedy hanya nyengir kuda


Tidak lama kemudian Bram datang dengan membawa sebuah jas dengan warna yang senada dengan kemeja Tedy.


"Tapi keren juga nih jasnya" ucap Tedy sambil menerima jas dari tangan Bram


"Punya Erlang biar semakin keren dan mempesona kamu" ucap Bram lalu melangkah mengambil tas kerjanya, kemudian keluar kamar dan selanjutnya disusul oleh Tedy.


Mereka berdua berjalan menuju ke lantai dua, setelah di lantai dua mereka langsung menuju ke ruangan Om Prabu.


"Sekretaris Niko, kamu ambilkan dokumen dokumen tentang packaging dan storage terbaru dan berikan pada mereka" perintah Om Prabu pada sekretarisnya. Nampak Niko sang sekretaris bangkit berdiri lalu berjalan menuju ke lemari file setelah mengambil kemudian memberikan dokumen dokumen tersebut kepada Bram.


"Kamu pelajari itu Bram, Tedy juga boleh baca baca" ucap Om Prabu tanpa menoleh kepada mereka. Mereka berdua hanya menganggukkan kepala lalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Om Prabu.


Tidak terasa waktu sudah mengharuskan mereka untuk meninggalkan kantor dan berangkat menuju ke Alfa Company untuk melakukan meeting. Om Prabu nampak bangkit berdiri. Sedangkan Bram dan Tedy merapikan dokumen dokumen dan memberikan kepada sekretaris Niko.


"Pak, saya perlu ikut tidak?" tanya sekretaris Niko kepada Om Prabu


"Tidak perlu, Tedy kamu nanti catat ya semua hasil pertemuan" ucap Om Prabu sambil menatap Tedy


"Iya Om" jawab Tedy


"Sopir sudah siap menunggu di bawah Pak" ucap Sekretaris Niko setelah meletakkan ganggang telpon, dia baru saja menelpon sopir agar siap mengantar bos nya.


"Kamu cancel saja, biar Bram yang nyetir" ucap Om Prabu lalu berjalan meninggalkan ruangnya yang diikuti oleh Bram dan Tedy.

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan menuju ke lantai bawah, beberapa orang karyawan menganggukkan kepala sambil tersenyum ramah kepada tiga laki laki tersebut. Tedy berkali kali merapikan letak jas nya pada tubuhnya yang sebenarnya sudah rapi.


Tidak lama kemudian mereka sudah berada di depan mobil yang sudah disiapkan pak Sopir.


Nampak Om Prabu langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang kemudi.


"Kakak ipar yang nyetir, kan sudah terbiasa di ibu kota" ucap Bram lalu masuk ke dalam mobil lewat pintu di samping kiri kemudian duduk dan menutup pintu tersebut. Mau tak mau Tedy berjalan menuju ke pintu sebelah kanan lalu masuk dan duduk di kursi kemudi.


Bram lalu mengatakan alamat Alfa Company kepada Tedy dan mobil berjalan menuju ke tempat tujuan.


"Ingat kakak ipar tugasmu sebagai sopir dan sekretaris" ucap Bram mengingatkan pada Tedy


"Beres Bro, nanti aku rekam semua" ucap Tedy dengan senyum mengembang


"Kalau perlu rekam video juga" ucap Tedy selanjutnya masih dengan senyumannya.


"Yang utama kamu catat poin poin nya Ted" ucap Om Prabu dengan nada serius.


"Baik Om" jawab Tedy dan nampak sekarang Bram yang tersenyum sambil menoleh ke arah Tedy, dan Tedy membalas dengan menjulurkan lidahnya.


Beberapa menit kemudian mobil sudah sampai di gedung Alfa Company. Setelah menunjukkan undangan kepada petugas keamanan, mobil berjalan masuk dan menuju ke tempat parkir.


Mereka lalu berjalan menuju ke ruangan meeting yang sudah tertulis di dalam undangan. Setelah sampai di depan pintu ruang meeting Om Prabu memencet tombol lalu pintu terbuka. Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan tersebut.


Seorang perempuan muda mendatangi mereka bertiga.


"Silahkan duduk Tuan tuan, sebentar lagi Tuan Arnold datang" ucap perempuan karyawati pada mereka bertiga.


Mereka kemudian berjalan menuju ke kursi yang berada di dalam ruangan tersebut selanjutnya mereka mendudukkan pantatnya di kursi kursi. Tedy duduk di samping Bram.


Tidak berapa lama dari pintu muncul laki laki bule yang disebut Tuan Arnold dan di sampingnya berjalan perempuan bule dengan rok mini dan atasannya kemeja dengan belahan leher bentuk v yang sangat rendah sehingga menyembul gunung kembar dibalik kemejanya.


"Cleguk Bro" ucap Tedy pelan dengan pandangan mata tertuju pada note book nya. Bram spontan menginjak kaki Tedy.


*****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2