
“Nin, Li.... aku pamit ya....” ucap Rita saat melihat teman teman kost Nindya mulai memberesi tikar dan segala peralatan di acara tadi.
“Terimakasih ya Rit" jawab Nindya.
Terlihat Farid pun mengakhiri obrolannya dengan Bram dan Tedy. Tedy sudah terlihat bersahabat dengan Farid karena melihat Farid sudah mengandeng Rita sepertinya Farid sudah nyerah dalam mengejar Lilian apalagi terlihat hubungan Lilian dan Tedy semakin mesra.
“Bro aku pamit ya, besok kalau kalian nikah undang kami ya" ucap Farid lalu bangkit berdiri.
“Jaga Rita ya Rid ...” ucap Bram sambil menepuk pundak Farid, terlihat Farid terswnyum sambil menganggukkan kepala.
Setelah Farid dan Rita sudah menghilang dari pandangan mata. Bram dan Nindya lalu masuk ke dalam ruang keluarga. Terlihat kedua keluarga masih berbincang bincang.
“Bram, Nin kami sudah mendapatkan hari buat nikah kalian juga acara ngunduh mantu di Yogya” ucap Bapak Bharata saat Bram dan Nindya sudah ikut duduk di sofa ruang keluarga ibu kost
“Tapi bukan tanggal cantik, mas" ucap Arum yang sudah lebih dulu ikut gabung
“Semua tanggal cantik, semua hari baik" ucap Bapak Bharata sambil menatap Arum
“Tapi kalau aku besok nikah aku pilih tanggal cantik" ucap Arum lagi
“Kamu gimana Bram dan Nindya apa mau nikah di tanggal cantik atau setuju dengan hari yang sudah kami tentukan. Kami ambil hari week end “ ucap papah Mahendra
“Saya dan Nindya ngikut kesepakatan orang tua saja yang penting adalah restu dari orang tua dan kerabat handai taulan” ucap Bram sambil menoleh menatap Nindya
“Bagus, anak yang baik. Tapi ada acara pingitan Bram” ucap Bapak Bharata kemudian
“Pingitan gimana Pak, mosok jaman modern kayak gini masih pakai acara pingitan" ucap Bram berusaha protes.
“Bram orang tua jaman dulu membuat aturan pasti ada tujuan dan maksud baiknya" ucap Ibu Murti sambil menatap Bram
“Iya Bu...” ucap Bram sambil menganggukkan kepalanya. Kalau sudah ibu Murti berbicara Bram tidak bisa lagi protes.
“Terus kapan Njndya mulai dipingit?” tanya Bram
“Sekarang juga" ucap Tedy lalu bangkit berdiri dan menarik tangan Nindya dan selanjutnya membawa Nindya berjalan meninggalkan ruang keluarga
“Kak Tedy...” teriak Nindya yang mau tak mau mengikuti langkah kaki kakaknya. Sebab Tedy mengancam akan mengendongnya jika Nindya membelot.
“Li... ayo ikut ke kamar temani Nindya" ucap Tedy sambil menoleh ke arah Lilian. Dan Lilian pun mau tak mau ikut bangkit berdiri mengikuti langkah Nindya dan Tedy. Sementara yang lain tersenyum sambil geleng geleng kepala. Sedangkan Bram terlihat mendengus kesal sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
“Pak,.Bu...” ucap Bram kemudian sambil menatap bapak Bharata dan ibu Murti
“Iya mulai sekarang Nindya dipingit" ucap papah Mahendra sambil menatap Bram sambil tersenyum.
“Benarkah Pak, Bu?” tanya Bram lagi meminta kepastian dari bapak dan ibunya.
“Iya, benar mulai sekarang Nindya dipingit, kamu harus latihan bersabar mulai sekarang" jawab bapak Bharata
“Tapi kami kan perlu untuk menyiapkan keperluan berdua, buat undangan buat foto pre wedding dan lain lain” ucap Bram berusaha bernegosiasi
“Sudah serahkan semua pada kami, kami yang akan atur semua nya" jawab bapak Bharata sambil menoleh menatap papah Mahendra.
“Sudah malam ayo kita pulang kasihan ibu kost istirahat nya jadi terlalu malam" ucap Bapak Bharata dan selanjutnya mereka keluarga Bharata pamit untuk pulang.
Bram terlihat bangkit dari tempat duduknya dengan lunglai tanpa gairah. Dia harus menahan rindu dengan Nindya sampai di hari H pernikahan.
“Ach nanti bisa video call an dengan Nindya" gumam Bram dalam hati demi menyemangati dirinya.
*****
Sementara itu Nindya sudah berada di kamar Lilian.
“Iya Nin, kamu seperti besok sudah diajak pulang dengan orang tuamu. Tadi aku dengar pembicaraan mereka saat kamu masih mengantar Rita” jawab Lilian sambil menatap wajah Nindya
“Terus bener mulai sekarang aku ga boleh ketemu mas Bram, mas Bram besok ga ngantar ke bandara?” tanya Nindya
“Padahal biasanya mas Bram yang ngantar” ucap Nindya selanjutnya.
“Sepertinya Nin" jawab Lilian
“Latihan sabar menahan rindu Nin, katanya juga untuk latihan saling percaya” ucap Lilian kemudian sambil tersenyum
“Kamu nanti kalau dipingit juga tidak boleh pergi pergi, katanya biar stamina okey saat hari H juga saat malam pertama ha... ha...” ucap Lilian lagi
“Ih kamu kayak sudah tahu aja" ucap Nindya sambil mencebikkan bibirnya
“Bener kata orang tua seperti itu tujuan dipingit itu agar tubuh ga capek pikiran ga stres karena kegiatan kegiatan yang menguras pikiran dan energi. Asupan makanan juga harus dijaga pokoknya biar sehat lahir dan batin, jangan lupa juga berdoa Nin agar semua lancar dan selamat” ucap Lilian
“Kok kayaknya dalam hal ini seperti nya kamu yang lebih siap, sudah mengerti banget" ucap Nindya sambil tersenyum menatap Lilian
__ADS_1
“Aku kan cuma dengar saat ibu dan teman temannya omong omong kalau mau ada mantenan” jawab Lilian.
“Liiii... aku sekarang kok sudah kangen dengan mas Bram" ucap Nindya dengan senyum tersipu
“Ha... ha... baru juga beberapa menit.” Ucap Lilian sambil menimpuk Nindya dengan bantal
“Nin, biar kamu sedikit lupa dengan rindumu. Rita dulu pernah curhat ke kamu ga kalau dia suka dengan kak Farid?” tanya Lilian
“Pernah ga ya?” ucap Nindya malah ganti bertanya, tampak wajahnya seperti mengingat ingat
“Ditanya malah gantian tanya” ucap Lilian
“Untung ya Nin, aku tidak menerima kak Farid jadi pacarku, andai Rita suka dengan kak Farid dari dulu aku sudah membuatnya patah hati kalau aku dan kak Farid pacaran" ucap Lilian selanjutnya
“Iya ya Li, tapi kasihan Rita kalau hanya sebagai pelarian Kak Farid ngajak Rita jadian" ucap Nindya
“Semoga saja tidak" doa tulus Lilian
“Kita bisa tripel date beneran ha....ha... “ ucap Nindya
“Tidak dengan Mak ya he...he...” jawab Lilian
“Nin, kamu sudah ingat moment moment apa saat Rita menunjukkan ketertarikannya dengan kak Farid?” tanya Lilian kemudian
“Belum ingat e Li, tapi kenapa aku malah inget mas Bram... jadi kangen banget nich Li" jawab Nindya sambil memegang hapenya dan menatap foto Bram di dalam layar hapenya
“Nindya.... Kamu lebay banget dech" ucap Lilian sambil mendorong pundak Nindya
“Li... aku ga lebay dech... bener kangen nich setelah dibilang ga boleh ketemu sampai hari pernikahan kok rinduku malah menggebu ngebu. Apalagi kak Tedy langsung menarik aku tadi keluar dari ruang keluarga, ga ada ucapan apa apa dengan mas Bram sebelum aku dan mas Bram terpisah sementara rasanya kayak gimana dech Li" ucap Nindya dengan nada sendu
“Sabar Nin, kan cuma sementara, lagian enak di jaman sekarang bisa chatting bisa video call. Coba kamu bayangkan orang jaman dulu saat dipingit ga ada alat komunikasi mereka hanya mengandalkan telepati jarak jauh he...he...” ucap Lilian
“Memang boleh Li bila sedang dipingit video call an?” tanya Nindya dengan mata berbinar
“Enggak tahu sih, mungkin tergantung kesepakatan keluarga Nin, kamu tanya mamah dan papahmu aja" jawab Lilian sambil mengangkat kedua bahunya.
*****
bersambung
__ADS_1