Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
72. Devina muncul lagi


__ADS_3

Acara wisuda di gedung pusat berjalan dengan lancar. Setelah selesai dari seremoni di gedung pusat. Keluarga Bharata dan teman teman Bram menuju ke gedung fakultas Bram yang jaraknya tidak jauh dari gedung pusat. Mereka berjalan kaki beriringan dengan wajah yang penuh bahagia.


Sesampai di gedung fakultas para wisudawan disambut lagi dengan seremoni di halaman gedung. Teihat pak Man dan Mak sangat antusias melihat semua acara tersebut tidak lupa mereka berdua minta di foto foto.


Seperti rencana semula hanya empat orang yang boleh masuk di dalam sesuai undangan, maka yang lain hanya bisa melihat dan menunggu di luar gedung. Mereka menunggu di dekat danau buatan yang berada di dekat gedung fakultas.


Nampak Johan menerima panggilan telpon dengan tergopoh gopoh lari menuju ke jalan depan fakultas.


"Ada apa Mas Johan lari lari?" tanya Pak Man pada Mak


"Ga tahu" jawab Mak sambil memandangi punggung Johan


Dari jauh nampak muncul sebuah mobil box, mobil catering yang dipesan keluarga Bharata. Dan tidak lama kemudian pegawai catering turun dari mobil dan nampak mereka berbincang bincang.


"Rid...." teriak Johan memanggil Farid. Farid terlihat lalu berlari menuju ke arah Johan


"Ini konsumsi untuk kita juga teman teman Bram di sekretariat dan teman teman kost Nindya dan Bram" ucap Johan


"Ooo yang buat kita langsung turunkan saja, yang ke sekretariat mobil bisa masuk ke depan gedung sana" ucap Farid sambil menunjukkan arah jalan menuju ke sekretariat pada pegawai catering. Nampak pegawai catering menganggukkan kepala.


"Yang di kost langsung saja ke sana Pak, sudah tahu alamatnya kan?" tanya Farid kemudian dan dijawab anggukan kepala lagi oleh pegawai catering.


Pegawai catering nampak menurunkan beberapa box makanan. Farid nampak memanggil teman temannya. Dan mereka terlibat menghampiri untuk membantu membawakan makanan tersebut.


"Alhamdulillah kita tidak kelaparan di luar Mak" ucap pak Man sambil menerima box makanan


"Lha tadi pak Man dan Mak sudah dapat konsumsi bapak dan ibu dari gedung pusat" ucap Farid


"Hanya kue kue mas, tidak nendang he..he.." jawab pak Man sambil tersenyum nyengir dan diangguki kepala oleh Mak yang terlihat wajahnya sudah ngantuk karena tidak tidur semalaman. Apalagi mereka duduk di tempat yang teduh di pinggir danau selesai makan Mak dan pak Man tertidur pulas.


Menjelang sore acara selesai mereka pulang dengan sedikit drama membangunkan pak Man dan Mak yang tertidur pulas di tepi danau buatan.


*****


Nanti Malam harinya akan ada acara syukuran dengan mengundang kolega bisnis keluarga Bharata. Acara dilakukan di salah satu gedung pertemuan milik saudara ibu Murti

__ADS_1


Setelah diantar pulang ke kost oleh Bram, Nindya dan Lilian masuk ke dalam kamar kost nya masing masing. Untuk istirahat sejenak sebab malam hari akan ada acara lagi.


Namun Nindya tidak bisa istirahat dia membongkar semua baju di lemarinya, bingung mau pakai yang mana. Semua baju dicobanya, hingga dia kecapekan dan tertidur pulas.


Habis maghrip Lilian keluar dari kamar melihat kamar Nindya kok nampak sepi dan gelap lampu belum menyala.


"Tumben itu anak bisa tenang betah di kamar" gumam Lilian. Namun dia merasa tidak nyaman lalu berjalan mendatangi ke kamar Nindya


Tok...tok...tok... suara ketukan pintu oleh Lilian. Namun tidak terbuka. Lilian lalu memutar handel pintu dan mendorong daun pintu hingga terbuka


"Astaga Nindya tidur di antara baju baju" teriak Lilian lalu mendekati Nindya dan membangunkannya.


"Nin... sudah maghrib kamu jadi ikut tidak" teriak Lilian lalu Lilian berjalan menuju saklar lampu dan menyalakan lampu.


"Ha.." spontan Nindya langsung bangkit berdiri dan jantungnya berdetak dengan kencang


"Terlambat ya Li?" tanya Nindya dengan ekspresi kuatir


"Belum, mandi sana terus siap siap" ucap Lilian


"Aku bingung pakai baju yang mana?" ucap Nindya


Tidak lama kemudian mereka berdua sudah siap tinggal menunggu jemputan.


"Bagus apa Li, aku pakai baju ini?" tanya Nindya sambil memantas mantas diri


"Bagus, cantik" ucap Lilian sambil memandang Nindya.


Beberapa menit kemudian Bram datang, setelah turun dari mobilnya dia berjalan menuju ke kamar Nindya, nampak Nindya sedang mengunci pintu dan Lilian berdiri di dekatnya.


"Sudah siap?" tanya Bram


"Sudah" jawab mereka berdua


"Sudah pamit ibu kost"? tanya Bram

__ADS_1


"Sudah" jawab Nindya. Namun tidak lama kemudian beberapa penghuni kost keluar mengucapkan selamat pada Bram, dan terimakasih sudah dapat konsumsi syukuran. Setelah berbasa basi sejenak, penghuni kost kembali ke tempatnya dan mereka bertiga berlalu menuju ke mobilnya.


"Mas, aku pakai baju ini bagus ga?" tanya Nindya setelah duduk di dalam mobil di samping Bram.


"Bagus" jawab Bram sambil menatap Nindya dan mulai menyalakan mesin mobilnya


"Tapi lebih bagus lagi ga pakai baju Ha...Ha..." ucap Bram sambil tertawa kemudian menjalankan mobilnya


"Dan hanya aku yang lihat" ucap Bram kemudian


"Porno" teriak Nindya dan Lilian bersamaan, dan Bram hanya tertawa.


Tidak lama kemudian mobil sudah sampai di gedung pertemuan yang dimaksud, nampak di depan ada tulisan papan nama "Wisma nDalem Ningrum". Mobil kemudialn masuk ke halaman wisma nampak sudah ada mobil pak Bharata dan mobil Johan juga bebeapa mobil yamu undangan.


"Nanti acaranya apa Mas?" tanya Nindya setelah mereka berjalan menuju ke dalam wisma


"Hanya ramah tamah saja" jawab Bram


"Mungkin sekalian mengenalkan kamu sebagai calon istriku" ucap Bram kemudian sambil tersenyum menggoda Nindya


"Wah saat yang tepat itu mas" ucap Lilian menimpali


"Aku belum siap Mas, deg deg an nih" ucap Nindya sambil memegang dadanya, Bram dan Lilian tertawa puas. Namun kemudian Bram memeluk Nindya dari samping dan terus berjalan menuju ke ruangan tempat pertemuan.


Setelah sampai di ruang pertemuan mereka melihat keluarga Bharata sudah lengkap, namun Pak Man dan Mak tidak turut serta. Nampak Om Prabu sedang berbincang bincang dengan bapak Bharata. Saat melihat kehadiran Bram, Om Prabu lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke Bram, dan memeluknya memberi selamat. Kemudian beberpa tamu undangan juga ikut melakukan hal yang sama.


Nindya dan Lilian lalu berjalan menuju ke tempat duduk Ibu Murti dan Arum.


"Bu, nanti acaranya apa?" tanya Nindya setelah memberi salam kepada Ibu Murti dan Arum


"Hanya ramah tamah, mengabarkan Bram sudah lulus lalu juga memginfokan Bram yang akan mengantikan Bapak di kantor" jawab Ibu Murti sambil menatap Nindya


"Ooo" gumam Nindya lega. Lilian nampak tersenyum di samping nya.


Tamu undangan sebagian besar sudah datang, acara akan segera dimulai, namun tatapan mata Ibu Murti menangkap kehadiran sosok perempuan yang dilihatnya tadi siang, siapa lagi kalau bukan Devina. Dia berjalan di samping seorang laki laki paruh baya yang dikenal sebagai kolega bisnis keluarga Bharata.

__ADS_1


"Rum itu kok Devina sama pak Toni?" tanya Ibu Murti pada Arum dengan pandangan mata tertuju pada pintu masuk yang nampak Devina dan pak Toni sedang berjalan. Terlihat tatapan mata Arum Nindya dan Lilian mengikuti tatapan mata Ibu Murti.


"Apa pak Toni bapaknya Devina?" tanya Ibu Murti


__ADS_2