Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
38 Bram mencari kost


__ADS_3

Pagi hari di kost Nindya sudah mulai beberpa penghuni kost datang dari kampung halamannya, begitu juga Lilian. Setelah turun dari motor yang sudah terparkir manis di tempatnya, Lilian berjalan menuju ke kamar kost nya yang melewati kamar Nindya.


Sesaat dia menengok kamar Nindya yang pintunya tidak ditutup. Nampak Nindya sedang bersih bersih kamar.


"Hai.." ucap Lilian sambil kepala yang melongok di ujung daun pintu.


"Hai Liliaaaaan" teriak Nindya lalu meninggalkan pekerjaannya dan berjalan menuju ke Lilian lalu mereka berpelukan


"Cie cie yang hatinya berbunga bunga pagi pagi sudah bersih bersih" ucap Lilian setelah mereka saling mengurai pelukan


"Biasa aja, ayo masuk Li, ada oleh oleh buatmu" kata Nindya lalu masuk ke dalam kamar dan diikuti Lilian


"Jam berapa dari rumah Li, jam segini sudah sampai kost?"


"Habis subuh langsung jalan, jalan sepi jadi langsung wes...wes... kalau siangan lagi sudah macet Nin barengan dengan yang pergi ngantor juga sudah mulai masuk anak anak sekolah"


"Nih oleh oleh dari mamahku" ucap Nindya memberikan beberapa bungkus camilan khas daerah beutiful hill


"Wih enak nih...banyak keripik buah juga, terus oleh oleh dari kamu apa?"


"Oleh oleh dari aku cerita ha...ha..."


"Kan sudah cerita lewat telpon"


"Masih banyak Li he...He..."


"Oke oke... telingaku siap dengerin"


"Aku ke kamar dulu ya... pasti banyak debu beberapa hari ditinggal"


"O ya Nin kamu ga usah masak hari ini aku bawa nasi dan temen temennya, ada ayam goreng dan ikan bakar buatan ibu"


"Beres ...Nyam.. nyam dech... " ucap Nindya dengan mata menyipit ekspresi wajah kemecer mendamba.


Lilian lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya sedangkan Nindya kembali masuk ke kamar untuk melanjutkan kerjaannya merapikan kamar. Setelah dirasa selesai Nindya melangkahkan kaki menuju ke kamar Lilian.


Nindya langsung masuk ke dalam kamar Lilian yang pintunya sudah terbuka.


"Li" ucap Nindya saat masuk ke dalam kamar Lilian


"Masuk Nin aku belum selesai" ucap Lilian sambil mengepel lantai

__ADS_1


"Aku bantuin ya.." ucap Nindya menawarkan diri


"Boleh, tolong gantiin sprai nya ya.. biar nanti nyaman kita ngobrol sambil rebahan"


"Okey.." ucap Nindya sambil menarik sprai yang sudah ada di tempat tidur.


Setelah mereka selesai membersihkan dan merapikan kamar Lilian, mereka duduk duduk di karpet di dalam kamar Lilian. Mereka berbincang bincang saling cerita segala macam topik, dan tentu saja Nindya curhat masalah hubungannya dengan Bram.


"Nin" ucap Lilian setelah beberapa saat mereka terdiam


"Apa?"


"Aku kasih kado dech buat jadianmu sama mas Bram"


"Mana?" tanya Nindya. Lilian langsung mengambil hapenya lalu mengusap usap dan ting... terdengar ada suara pesan masuk di hape Nindya


"Itu hadiahnya" ucap Lilian sambil tersenyum. Nindya lalu mengambil hape nya dan melihat apa yang dikirim Lilian, lalu


"Haa....ha.... Belum kamu hapus ya Li, kukira sudah kamu hapus" ucap Nindya saat melihat apa yang dikirim Lilian


"Enggak lah itu kenangan terindah He.. He..." ucap Lilian


"Makasih ya Li, kenapa aku sekarang jadi suka dengan foto ini" ucap Nindya saat melihat foto yang dikirim Lilian foto saat dia pingsan digendong oleh Bram. Lalu Nindya mengusap usap hapenya dan menjadikan foto kiriman Lilian sebagai wallpaper hape nya. Dia tersenyum puas melihatnya.


"Nin, kok kayaknya suara motor mas Bram ya" ucap Lilian


"Ya ditunggu saja nanti paling ke sini, tapi katanya ada urusan" ucap Nindya.


Namun hingga beberapa jam dan mereka selesai makan siang, Bram tidak muncul di kost mereka.


****


Sementara itu Bram sibuk kesana kemari mencari kost cowok di sekitar kost kostan Nindya. Namun sampai sekarang belum mendapatkan hingga sekarang dia berhenti di warung di depan kost Nindya. Bram turun dari motor nya kemudian berjalan ke warung untuk membeli air mineral. Setelah mendapatkan yang dibeli Bram membuka tutupnya lalu menegaknya.


"Bu, ada info kost kostan cowok di sekitar sini?" tanya Bram pada penjaga warung


"Yang sana itu mas" ucap Ibu warung sambil menunjuk ke arah kanan


"Sudah penuh" jawab Bram


"Kalau yang sana" ucap Ibu warung lagi sambil menunjuk ke arah kiri

__ADS_1


"Sudah saya tanya juga sudah penuh" jawab Bram lagi


"Ooo mana lagi ya..." gumam ibu penjaga warung sambil berpikir


"Kalau di sini saja gimana Bu, saya kost di sini?" tanya Bram dengan penuh harap


"Tidak ada kamar Mas, ada di belakang gudang untuk naruh stok barang" jawab ibu warung


"Barang stok nya di taruh di warung sini saja Bu, biar warung nya terlihat penuh, jadi menarik untuk pembeli dan Ibu juga dapat tambahan penghasilan dari uang kost" ucap dan rayu Bram membuat Ibu warung sejenak berpikir pikir


"Berapa mas mau bayar?" tanya ibu warung


"Saya nurut Ibu minta saya harus bayar berapa" ucap Bram


"Sebentar saya bilang ke suami saya".ucap Ibu warung sambil berjalan menuju ke belakang


"Mas" suara seorang laki laki dari dalam warung yang mengagetkan Bram yang pandangannya sedang menatap ke arah kost Nindya berharap bila melihat sosok Nindya.


"Ya Pak" jawab Bram sambil membalikkan tubuh menghadap pemilik suara.


"Mari lihat tempatnya dulu Mas" ucap laki laki suami Ibu warung


Bram lalu melangkahkan kaki mengikuti langkah laki laki suami Ibu warung lalu sampai di sebuah kamar yang letaknya di belakang namun pintu kamar langsung menuju ke luar.


"Ini mas kamar nya" ucap laki laki itu sambil membukakan pintu kamar. Kamar terlihat penuh kardus kardus berisi dagangan warung.


"Kalau Mas..."


"Nama saya Bram Pak" saut Bram sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat


"Saya Sugeng Mas" ucap laki laki yang bernama Sugeng itu sambil menerima uluran tangan Bram.


"Kalau Mas Bram mau kamar seperti ini nanti barangnya saya pindah" ucap pak Sugeng kemudian


"Saya mau Pak, dan ngikut saja bapak mau minta bayar berapa" ucap Bram sambil tersenyum bahagia.


"Baiklah saya beres kan dulu, mas Bram datang lagi besuk ya" ucap pak Sugeng


"Baik Pak, terimakasih ya" ucap Bram lalu berjalan menuju ke tempat di mana motornya terparkir.


"Bu, terimakasih " ucap Bram saat berjalan melihat ibu Sugeng berada di dalam warung nya.

__ADS_1


"Sama sama Mas" ucap Ibu warung


Bram lalu menjalankan motornya menuju ke kost Nindya. Setelah memarkirkan motornya Bram berjalan menuju ke kamar Nindya. Bram mengetuk pintu kamar Nindya namun berkali kali diketuk tidak ada respon dari dalam kamar. Dimana itu anak gumam Bram. Bram lalu melangkahkan. kaki nya menuju ke kamar Lilian.


__ADS_2