
Hari H yang ditunggu tunggu tiba. Keluarga Bharata sudah sangat sibuk. Apalagi Mak, dia sampai tidak bisa tidur. Jam tiga dini hari terlihat Mak sudah bangkit dari tempat tidurnya. Dia terlihat menyiapkan baju dan perlengkapannya yang akan di pakai untuk datang ke wisuda nya Bram. Padahal sejak kemarin juga sudah disiapkan dan dilihat lihat bahkan sudah beberapa kali dicoba dipakai dan memantas mantas diri di depan cermin di kamarnya.
Setelah menyiapkan baju dan perlengkapannya. Mak keluar kamar untuk menyiapkan segala keperluan keluarga Bharata. Menjelang subuh Ibu Murti sudah terlihat keluar dari kamarnya.
"Mak, kok di meja makan sudah siap sarapan , bangun jam berapa?" tanya Ibu Murti saat melewati ruang makan, terlihat di meja sudah tersaji
"Jam tiga Bu, tidak bisa tidur" jawab Mak
"Ya sudah nanti Mak mandi pakai air hangat biar tidak sakit" ucap Ibu Murti kemudian berlalu untuk menyiapkan dirinya.
Tidak lama kemudian Pak Bharata dan Arum juga sudah keluar dari kamar mereka juga terlihat sibuk, keluar masuk kamar untuk menyiapkan diri.
Jam enam mereka sudah siap di meja makan, nampak Pak Man juga sudah masuk ke dalam rumah sudah dengan penampilan rapi jalinya. Pak Man berjalan memasuki ruang makan, untuk mencari Mak yang berada di belakang.
"Selamat pagi, Pak, Bu, mbak Arum" sapa Pak Man saat berada di ruang makan
"Selamat pagi Pak" jawab mereka semua
"Mas Bram nya mana Bu?" tanya pak Man saat tidak melihat Bram
"Ya ampunnnnn jangan jangan masih tidur" teriak Arum terlihat panik, sejurus kemudian juga nampak ekspresi wajah Bapak Bharata dan ibu Murti juga panik
"Pak, cepat lihat Bram di kamar nya!" perintah bapak Bharata dan ibu Murti secara bersamaan. Terlihat secepat kilat pak Man langsung berjalan menuju ke kamar Bram
Tok.. tok... tok... pintu kamar Bram di ketuk ketuk pak Man, namun tidak ada jawaban
Tok...tok..tok.. ketukan pak Man lebih keras. Pintu tetap tertutup
Pak Man pelan pelan memutar handel pintu dan mendorong pelan daun pintu, ternyata pintu tidak terkunci. Pak Man membuka pintu lebih lebar, Pak Man nampak terbelalak kaget, dilihatnya Bram masih tidur dengan memeluk guling dengan mesra. Pak Man lalu melangkah mendekat pada Bram. Di goyang goyang kaki Bram dengan pelan.
"Mas Bram bangun.. bangun mas" ucap Pak Man sambil menggoyang goyang kaki Bram. Namun Bram tetep memeluk gulingnya. Lalu pak Man menepuk nepuk pantat Bram, dan seketika Bram membuka kan matanya.
"Pak Man" gumam Bram saat membuka matanya
"Kok pak Man keren banget, mau kemana?" tanya Bram kemudian
"Piye tho mas, mau ke kampus lihat mas Bram wisuda" jawab Pak Man dengan mimik wajah kaget. Begitu juga Bram juga kaget langsung bangkit berdiri menuju ke kamar mandi
__ADS_1
"Mas Bram tidak ngepreng saya kan?" ucap Pak Man selanjutnya
"Ngeprank gimana pak, kesiangan aku" teriak Bram dari dalam kamar mandi.
Pak Man lalu berjalan meninggalkan kamar Bram menuju ke ruang makan. Setelah menyampaikan laporan kalau Bram baru bangun dan baru mandi, mereka yang berada di ruang makan lebih dulu sarapan meninggalkan Bram. Pak Man pun demikian. berjalan masuk ke dalam menemui Mak untuk meminta jatah sarapan.
Beberapa saat kemudian Bram keluar kamar sudah rapi dengan baju toganya. Dia melangkah menuju ke ruang keluarga terlihat semua sudah duduk menunggu, Johan pun sudah datang dia terlihat duduk disamping Arum.
"Wah keren tenan mas Bram" puji pak Man. Terlihat pak Bharata bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Bram, lalu pak Bharata memeluk Bram
"Selamat ya Bram anakku, meskipun belum resmi diwisuda, selamat buat mu ucap pak Bharata dengan nada haru
"Terimakasih Pak, maaf Bram kesiangan" ucap Bram kemudian
"Ya sudah ayo, berangkat. Kita berangkat sesuai rencana kemarin kan?" ucap Ibu Murti
"Iya" jawab Bram
"Sarapan buat mas Bram sudah saya bawakan" ucap pak Man sambil menunjukkan kotak makanan
"Nanti saya suapi di mobil, he..he.."ucap Pak Man kemudian
"Ini sudah saya buatkan" ucap Mak yang baru saja dari ruang makan sambil menyerahkan tumbler berisi kopi kesukaan Bram. Terlihat pak Man menerima tumbler berisi kopi dari tangan Mak.
"Ya sudah ayo berangkat" ucap pak Bharata lalu mereka semua keluar rumah. Mak berjalan di posisi paling belakang kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Tidak lupa kunci ditaruh rapi di dalam tas nya.
Mereka berjalan menuju ke mobil sesuai dengan rencana, Johan satu mobil dengan Arum, Bapak Bharata, ibu Murti dan Mak di dalam mobil bapak Bharata sedang Bram setia dengan mobil tercintanya bersama pak Man menemani di sampingnya.
Terlihat bapak penjaga malam masih berada di pos jaga nya, dia kerja lembur menjaga rumah selama semua penghuni pergi. Terlihat dia berjalan membukakan pintu pagar sambil membawa hape nya.
"Mas foto dulu dengan saya ya" ucapnya mencegat mobil Bram. Bram lalu menghentikan mobilnya
"Foto dimana?" tanya Bram saat bapak penjaga rumah berada di dekat jendela mobilnya
"Sudah cepat kamu selfi sama mas Bram tetap di mobil keburu siang" teriak pak Man
"Iya iya" ucap Bapak penjaga lalu cekrek cekrek selfi dengan Bram yang posisi masih di dalam mobil.
__ADS_1
"Nanti lagi ya mas" teriak bapak penjaga rumah. Bram memberikan ibu jarinya sebagai kode okey. Lalu mobil melaju. Rencana mobil Bram akan menjemput Nindya dan Lilian lebih dulu. Sedangkan mobil pak Bharata dan mobil Johan langsung menuju ke kampus.
Sementara itu di kost Nindya. Nindya dan Lilian sudah siap dari tadi. Mereka berdua sudah menunggu di teras kamar Nindya. Berkali kali Nindya melihat waktu di jam tangannya dan waktu di hape nya.
"Belum dibaca Nin, pesanmu?" tanya Lilian yang tidak kalah kuatir
"Belum" jawab Nindya
"Coba aku tanya mbak Arum" ucap Lilian lalu mengetik pesan text ke nomer hape Arum. Tidak lama kemudian masuk balasan dari Arum.
"Sudah di jalan Nin, mbak Arum sama mas Johan, mas Bram sama pak Man.
"Ooo" gumam Nindya
Tidak lama kemudian mobil Bram sudah sampai di depan kost Nindya.
"Pak tolong turun, jemput Nindya dan Lilian, saya malas turun dengan baju toga begini" ucap Bram setelah menghentikan mobilnya.
Saat pak Man mau turun dari mobil nampak Nindya dan Lilian sudah berjalan menuju ke mobil Bram. Sebab sudah mendengar suara mobil berhenti.
"Itu bidadari bidadari sudah jalan ke sini" ucap pak Man sambil menoleh ke arah Bram dengan senyum merekah.
"Selamat pagi mbak Nindya mbak Lilian" ucap pak Man saat Nindya dan Lilian sudah berada di dekat mobil
"Pagi Pak" ucap Nindya dan Lilian bersamaan
"Mbak Nindya di depan atau gimana?" tanya pak Man sambil membuka pintu
"Saya di belakang dengan Lilian saja Pak" ucap Nindya lalu membuka pintu mobil kemudian masuk ke dalam mobil. Lalu menatap Bram dan tersenyum merekah lalu mengulurkan tangannya memberikan selamat. Demikian juga Lilian.
Setelahnya pintu mobil semua tertutup lalu mobil berjalan menuju kampus. Saat mobil berjalan perhatian Lilian dan Nindya beralih pada sosok pak Man.
"Wah pak Man keren sekali" puji Nindya
"Iya Pak, pangling saya" ucap Lilian
"Iya tho mbak, mau ke kampus pakai baju bagus rambut juga saya kasih pomid" ucap pak Man sambil mengusap usap rambutnya
__ADS_1
"Sudah jangan diusap usap terus rambutnya, nanti pomid nya hilang" ucap Bram sambil tersenyum dan tetap fokus dengan kemudi mobilnya
"Ha...Ha...Ha..." Nindya dan Lilian tertawa sedangkan pak Man tersenyum nyengir.