
Pagi hari nya Bram sudah bangun lebih pagi karena dia akan menemui Bapak Bharata untuk meminta transferan uang, dan seperti biasanya pak Bharata hanya menyerahkan hape nya dan Bram menulis sendiri nominal yang diminta. Setelah menulis nominalnya Bram menyerahkan kembali hape bapaknya. Setelah mengucapkan terimakasih Bram melangkahkan kaki meninggalkan rumah, Bram berjalan menuju garasi lalu mengeluarkan motornya dari garasi tersebut. Saat membuka pintu garasi ada pak Man di belakangnya
"Mas Bram mau kuliah pagi ya, kok sudah ganteng tenan (sekali)?" tanya pak Man mengagetkan Bram
"Pak Man bikin kaget tahu tahu muncul di sini" ucap Bram sambil menoleh ke arah pak Man
"Iya Pak mau lihat tempat kostku" ucap Bram sambil mengeluarkan motornya dari garasi alias tempat parkir
"Sekarang ngekost mas?" tanya pak Man
"Iya Pak biar bisa memantau he..he.." ucap Bram sambil tertawa kecil. Pak Man yang memahami maksudnya hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum dan menatap punggung Bram yang sudah berjalan meninggalkan halaman rumah.
Bram melajukan motornya membelah jalan raya dengan hati yang berbunga bunga. Tidak berapa lama motor sampai di warung depan kost Nindya. Bram langsung memasukkan motornya ke halaman rumah berwarung tersebut yang pintu pagarnya terbuka lebar. Bram membawa motornya langsung ke depan pintu calon kamar kostnya. Sengaja Bram memarkir masuk ke dalam agar tidak nampak oleh penghuni kost kostan Nindya. Bram masih merahasiakan kalau dia kost di depan.
Bram mematikan mesin motornya lalu dia turun dan berjalan menuju kamar yang terlihat pintu kamar terbuka. Bram melongokan kepalanya di pintu untuk melihat ke dalam kamar, terlihat pak Sugeng sedang sibuk di dalam kamar memperbaiki keadaan di dalam kamar.
"Selamat pagi Pak Sugeng" ucap Bram setelah melihat pak Sugeng berada di dalam kamar.
"Selamat pagi mas Bram, gasik datang (datang lebih awal)" ucap pak Sugeng dan Bram masuk ke dalam kamar.
"Mas tidak ada tempat tidur, hanya pakai kasur di bawah ga apa apa ya?" ucap pak Sugeng sambil memasang batang gorden.
"Iya Pak, ga apa apa" jawab Bram
"Nanti biar dipasang sprai nya juga gorden jendelanya sama istri saya"
Bram melihat lihat calon kamar kost nya, mengecek dia harus beli apa untuk melengkapi calon kamarnya. Sesaat kemudian muncul ibu Sugeng di depan kamar tersebut sambil membawa beberapa lembar kain sepertinya sprai, sarung bantal guling dan gorden jendela.
"Mas Bram mumpung warung sepi saya pasang sprai dan gordennya, tolong jaga warung saya ya, nanti kalau ada pembeli teriak panggil saya atau bapaknya" ucap Ibu Sugeng
"Baik Bu" jawab Bram lalu melangkahkan kakinya menuju warung. Sesampai di dalam warung Bram duduk di kursi sambil sibuk dengan hape nya. Namun tiba tiba...
"Mas Brammmmmm ngapain di situ?" suara Nindya mengagetkan Bram sampai hape yang dipegangnya hampir jatuh
Bram langsung mendongakkan kapala dan menatap Nindya
"Lha kamu mau ngapain?" tanya balik Bram
"Ya aku mau beli kalau ke warung" jawab Nindya
__ADS_1
"Hayo mas Bram ngapain di sini?" tanya Nindya lagi sambil berjinjit jinjit dan kepala melongok longok untuk berusaha bisa melihat Bram secara menyeluruh karena kepo
"Hmmm aku panggilkan ibu warung ya" ucap Bram lalu berjalan meninggalkan warung lewat pintu samping warung menuju ke kamar belakang. Nindya mengikuti langkah Bram.
"Bu ada yang beli" teriak Bram. Lalu ibu Sugeng keluar dari kamar
"Ooo mbak Nindya mau beli apa?" tanya ibu Sugeng saat melihat sosok Nindya di belakang Bram. Bram menoleh ke belakang menatap Nindya sambil mengusap usap tengkuknya.
"Beli telur Bu, setengah kilo" ucap Nindya sambil mendekat ke arah Bram
"Baik, saya timbangkan" ucap Ibu Sugeng lalu berjalan menuju warung. Sedangkan Nindya masih penasaran dengan Bram.
Bram hanya berdiri di depan kamar. Nindya berjalan melihat kamar yang sedang dibereskan pak Sugeng.
"Ada yang kost apa Pak, kok seperti kamar kost?" tanya Nindya saat melihat pak Sugeng memasang korden.
"Iya mbak, itu mas Bram yang mau pakai" jawab pak Sugeng
"Bener mas?" tanya Nindya
"He...he... iya"
"Ini kemarin kan gudang warung?" tanya Nindya lagi
"Mas sudah selesai, tidak ada lemari Mas, Mas Bram beli lemari plastik atau apa buat tempat baju dan buku nya ya, maaf ya Mas"
"Iya Pak tidak apa apa, nanti saya lunasi bayarnya Pak" ucap Bram karena dia baru bayar uang muka
"Iya mas, santai saja, saya permisi" ucap pak Sugeng meninggalkan Bram dan Nindya yang berdiri di depan kamar.
"Kamu ada acara tidak hari ini?" tanya Bram
"Enggak besuk ke kampusnya"
"Ya sama, aku juga besuk ke kampusnya, sekarang temani aku yok, beli kebutuhan kamar ini" ajak Bram
"Ya sudah aku mandi dulu" ucap Nindya yang dijawab dengan tatapan mata lembut dan anggukan kepala oleh Bram. Nindya lalu melangkahkan kaki untuk kembali ke kostnya dan tentu saja mampir ke warung dulu untuk mengambil telur dan membayarnya.
Sesampai di kost Nindya tidak langsung masuk ke kamarnya apalagi langsung mandi. Dia langsung melangkahkan kaki setengah berlari menuju ke kamar paling ujung kamarnya Lilian
__ADS_1
"Li...." teriak Nindya di depan pintu Lilian dengan tangan masih memegang seplastik telur ayam berisi delapan butir.
"Apa Nin, masuk saja" teriakan Lilian dari dalam kamar. Nindya kemudian membuka pintu lalu masuk, dan melihat Lilian yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ada berita pagi" ucap Nindya
"Apa?"
"Mas Bram ngekost di depan" ucap Nindya
"Di depan mana, depan ga ada kost cowok" ucap Lilian sedikit bingung
"Di ibu warung, gudang warung dijadikan kamar kost nya" jelas Nindya
"Ha?" Lilian terlihat kaget
"Haaa Haaa ha..." tawa Lilian kemudian
"Kok tertawa?" tanya Nindya
"Iya sebegitunya dia mau menjaga mu, paling dia sebenarnya pengen daftar jadi satpam di kostan ini haaa...haa.." ucap Lilian
"Syukurlah Nin kayaknya mas Bram serius ke kamu" ucap Lilian lagi
Saat mereka masih berbincang bincang terdengar suara motor Bram. Nindya langsung teringat janjiannya yang akan mengantar Bram belanja keperluan kamar kost.
"Aku balik ke kamar ya Li, mau antar mas Bram belanja" pamit Nindya pada Lilian
"Iya semoga baik harimu" ucap Lilian sambil tersenyum.
Saat Nindya berjalan dari kamar Lilian bersamaan Bram berjalan dari depan menuju ke kamar Nindya
"Dari tadi masih pegang telur" ucap Bram sambil berjalan lalu duduk di teras kamar Nindya.
"Iya Mas, sebentar ya tunggu dulu he he.. abis penyiaran berita pagi" ucap Nindya sambil membuka pintu kamar. Nindya akhirnya masuk ke dalam kamar untuk mandi dan bersiap diri mengantar Bram. Sedangkan Bram dengan setia menunggu Nindya sambil bermain game di hapenya untuk mengisi waktu.
Tidak berapa lama Nindya sudah selesai dia membuka pintu kamarnya dengan membawa tas dan helm. Melihat hal itu Bram langsung bangkit berdiri
"Sudah harum" ucap Bram sambil tersenyum saat berada di dekat Nindya.
__ADS_1
"Aku pamit Lilian dulu Mas" ucap Nindya lalu berjalan menuju ke kamar Lilian. Sesaat sudah sampai di kamar Lilian dan Nindya sudah pamit kemudian nampak sosok Lilian di depan pintu
"Mas Bram" teriak Lilian sambil memberikan jempol nya. Bram menoleh pada Lilian dan membalasnya dengan senyum.