Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
26. Bram kecewa


__ADS_3

Di saat Bram masih membersihkan celananya di bagian lutut dengan mengibas ngibaskan tangannya karena tertumpah kopi, Tedy datang dan berdiri di depan nya.


"Hai bro angin apa yang membawamu sampai ke sini, eh kenapa celana kamu?" tanya Tedy sesaat kaget karena celana Bram terkena tumpahan kopi.


"Hai, ini kopi tumpah" ucap Bram sambil menerima uluran tangan Tedy untuk berjabat tangan.


"Sialan kamu tanganku juga jadi terkena kopi, ayo masuk aja dibersihkan dan biar dibuatkan kopi lagi" ucap Tedy. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah.


Saat mereka masuk ke dalam rumah Nindya dan teman temannya sedang heboh dengan memilih milih coklat oleh oleh dari Bram. Beberapa teman Nindya menoleh menatap pada Bram.


"Terimakasih oleh olehnya kakak ganteng" ucap beberapa teman perempuan Nindya secara bersamaan. Bram menoleh kikuk.


"Sama sama" ucap Bram dengan nada dingin


"Kenalin donk kak" ucap seorang gadis kemudian bangkit berdiri mendekat pada Bram


"Aku Valeri" ucap gadis itu dengan mengulurkan tangannya. Dan Bram menyambut uluran tangannya dengan menyebut namanya.


"Aku juga mau dikasih coklat sekantong" ucap Valeri. Kemudian temen temen perempuan yang lain juga bangkit berdiri ngajak berkenalan.


"Sudah sudah" ucap Nindya menghalau temen temennya. Kemudian mereka semua kembali untuk duduk lagi pada tempatnya. Bram sedikit menoleh untuk melihat Nindya namun terlihat ada seorang pemuda yang menatapnya dengan tatapan sinis tidak suka.


"Bram ke lantai atas di kamarku saja ya" ajak Tedy kemudian diikuti langkah Bram. Mereka berjalan kemudian menaiki anak tangga menuju kamar Tedy. Tedy membuka kamarnya kemudian masuk ke dalam dan diikuti oleh langkah Bram.


"Kamu lepas celanamu biar dicuci Mamah atau Nindya, ga punya asisten rumah tangga di sini Bram" ucap Tedy sambil menggeser kursi yang ada di kamarnya dan kemudian mendudukkan pantatnya.


"Ga usah Ted" ucap Bram dengan rasa sungkan


"Ga apa apa, daripada berjamur celanamu, tuh ada kamar mandi di sebelah, ga usah turun ke bawah" ucap Tedy sambil dagunya terangkat menunjuk ke luar kamar.


"Kamu bawa ganti ga?" tanya Tedy lagi sambil menatap tas Bram yang sudah ditaruh di atas meja


"He he.. cuma bawa kaos dan celana pendek" jawab Bram sambil terkekeh

__ADS_1


"Ya sudah pakai celana pendek dulu, entar aku bawa turun celana kotormu, biar dicuci dan cepat kering" ucap Tedy


Akhirnya Bram berjalan menuju kamar mandi yang ditunjuk Tedy. Setelah beberapa menit Bram sudah selesai kemudian keluar dari kamar mandi dan terlihat segar. Kemudian masuk ke kamar Tedy, Terlihat Tedy membereskan tempat tidurnya.


"Sori bro berantakan ha...ha..." ucap Tedy sambil tertawa. Bram hanya tersenyum manis sebab memakluminya, dirinya kalau tidak ada Mak yang membereskan tempat tidurnya juga sama.


"Mana celana kotormu, aku turun dan kubuatkan kopi lagi" ucap Tedy setelah selesai membereskan tempat tidurnya.


"Ga apa apa Ted, bener aku ga enak" ucap Bram dengan sungkan


"Santai bro, kamu sudah menyelamatkan Nindya ini hanya menyelamatkan celana ga ada artinya dibanding dengan jasamu ha.. ha.." ucap Tedy sambil mengambil celana Bram.


"Kamu turun apa di sini?" tanya Tedy sambil melihat Bram. Tedy membatin dengan tampilan Bram sesegar ini sehabis mandii pasti teman teman perempuan Nindya lebih heboh tadi saja mereka berebut berkenalan.


"Di sini aja dulu, aku pengen rebahan" ucap Bram dengan sejujurnya kemudian Bram berjalan menuju ke tempat tidur Tedy dan merebahkan tubuhnya.


Bram mengusap wajahnya dengan kasar, merasa begitu kecewa coklat yang dibelinya dengan bingung memilih hanya dibagi bagikan begitu saja oleh Nindya. Juga Nindya begitu ringannya mengucap kalimat i love you seperti kalimat itu begitu saja mengelincir dari bibir manisnya. Seakan tanpa beban sedangkan dirinya kenapa terasa begitu berat bibirnya mengucapkan kalimat itu, seakan bibirnya ada lem yang super lengket. Setelahnya pikiran Bram meloncat pada teman laki laki Nindya yang menatapnya sinis, siapa dia...


"Nih Bram pengganti kopi yang tumpah" ucap Tedy membuyarkan lamunan Bram


"Ceritanya gimana kok sampai sini?" tanya Tedy


"Pengen naik kereta" jawab Bram sambil tersenyum


"Jujur aja bro" ucap Tedy


"Ya sudah jujur aku" ucap Bram kemudian bangkit dari rebahannya lalu berjalan mengambil kopinya


"Awas masih panas, entar tumpah lagi" ucap Tedy memberi peringatan. Bram menaruh kembali kopinya, dan mencomot sepotong kue, lalu kembali berjalan ke tempat tidur dan mendudukkan pantatnya.


"Di bawah teman sekolah Nindya?" tanya Bram


"Iya teman teman dekat SMA nya" jawab Tedy

__ADS_1


"Ada cowoknya Nindya?" tanya Bram kepo


"Ga tahu sih, kenapa?" jawab Tedy dan balik bertanya


"Ga apa apa, untung ada kamu ya Ted, kalau ga ada kamu pas aku datang Nindya sibuk gitu aku ditemani mamahmu he.. He..."


"Ha... ha... Iya pasti kamu seperti ditemani radio"


"Siapa yang kau sebut radio" suara mamah Indah dan mendadak sosok mamah Indah sudah berada di pintu kamar Tedy kemudian berjalan lalu menjewer telinga Tedy.


"Mamah..." ucap Tedy sambil bangkit berdiri dan mencoba melepas tangan Mamah Indah. Mamah Indah justru semakin menguatkan jewerannya meskipun agak kesulitan karena tubuh Tedy lebih tinggi darinya.


"Ampun Mah... Ampun " ucap Tedy sambil meringis lucu


"Sakit mamah ini kdrt aku laporin nanti" ucap Tedy sambil mengusap usap telinga nya namun kemudian memeluk mamah Indah dari belakang


"Kdrt kdrt anak kurang ajar ngatain Mamahnya radio" ucap Mamah Indah sambil mencubit lengan Tedy. Tedy kemudian melepas pelukannya dan kembali duduk di kursinya.


"Bram ayo turun, temen temen Nindya sudah pulang, kamu sudah makan belum?" tanya Mamah Indah pada Bram


"Kalau belum, makan dulu, tidak usah nunggu makan malam" ucap mamah Indah selanjutnya


"Iya Tante nanti saja, sudah makan roti kok" jawab Bram sambil tersenyum inget tingkah Tedy dan mamah Indah


"Ya sudah kalau perlu apa apa bilang ke Tedy, Nindya masih beres beres di bawah" ucap Mamah Indah kemudian berjalan keluar kamar dan kembali turun ke bawah.


"Kalau mau makan aku temani bro, perutku bisa nampung berapapun" ucap Tedy


"Bener nanti saja, pinjem gitarmu Ted" ucap Bram saat melihat ada gitar yang tergantung di atas meja. Tedy kemudian bangkit berdiri dan mengambil gitar miliknya kemudian memberikan pada Bram.


"Kalian biasa bercanda ya Ted?" tanya Bram setelah menerima gitar.


"Iya begitulah he..he.." jawab Tedy sambil terkekeh

__ADS_1


Mereka kemudian genjreng genjreng gitar dan berlatih vokal hingga berlagu lagu, beberapa saat kemudian terdengar teriakan suara dari lantai bawah hingga membubarkan mereka berdua, lalu mereka turun ke lantai bawah.


__ADS_2