
Mobil terus melaju membelah jalan raya. Bram melihat keberadaan Tedy dari spion depannya. Nampak Bram senyum dikulum kala melihat keberadaan Tedy. Nampak Tedy masih menyandarkan tubuh dan kepalanya di sandaran jok dengan mata terpejam.
Beberapa saat kemudian tampak Jecklyn menoleh ke arah Tedy, melihat Tedy yang duduk dengan posisi bersandar dan mata terpejam membuat Jecklyn kuatir mengira Tedy sedang sakit. Jecklyn lalu memiringkan tubuh nya menghadap ke arah Tedy, dan selanjutnya pelan pelan tangannya terulur memegang dahi Tedy.
"Are you okay, kamu baik baik saja Tuan?" tanya Jecklyn dengan nada suara kuatir.
Tedy yang mendapatkan sentuhan lembut di dahinya spontan kaget lalu membuka matanya dan menegakkan punggungnya. Kagetnya bertambah dua kali lipat saat menyadari Jecklyn duduk menghadap pada dirinya dengan posisi yang sangat dekat. Mau tak mau matanya menangkap pemandangan indah ada di depan mata nya.
"Ehmmm saya baik baik nona Jecklyn" jawab Tedy dengan suara parau
"Dia sedang sakit kepala nona Jecklyn" saut Bram dengan nada suara serius padahal dalam hati tertawa puas. Sedangkan Om Prabu terlihat hanya diam sibuk dengan hape nya.
"Bro" ucap Tedy tidak terlanjutkan kalimatnya sebab sudah tidak tahu harus berkata apa, rasanya ingin mobil berhenti dan seterusnya dia berlari keluar mobil.
"Apa nona Jecklyn membawa minyak aroma terapi?" tanya Bram menjadi jadi dalam mengerjain Tedy
"Ooooh ya saya membawa" ucap Jecklyn lalu mengambil minyak aroma terapi dari dalam tas nya. Jecklyn membuka tutup minyak aroma terapi tersebut lalu mengulurkan ke arah Tedy namun Tedy menolaknya.
"Maaf tidak usah" ucap Tedy sambil menepis tangan Jecklyn yang mengulurkan minyak aroma terapi kepada dirinya.
"Tapi Tuan sakit" ucap Jecklyn dan terjadilah adegan saling dorong minyak aroma terapi yang dipegang Jecklyn. Dan selanjutnya dengan paksa Jecklyn mengoleskan minyak aroma terapi di leher belakang Tedy. Nampak Tedy berusaha menjauhkan tubuhnya dari Jecklyn, namun sia sia Jecklyn tetap semakin mendekat dan mengoles oles minyak aroma terapi di leher belakang Tedy
"Kalau nona Jecklyn bi...." ucap Bram namun terhenti
"Bram" ucap Om Prabu memotong ucapan Bram. Bram lalu diam tidak berani lagi melanjutkan kalimatnya.
"Ada apa Tuan Bram?" tanya Jecklyn yang masih sibuk mengusap usap leher Tedy sedangkan Tedy nampak meronta ronta memundurkan tubuhnya.
__ADS_1
"Sepertinya sudah cukup nona Jecklyn, Tuan Tedy sudah sembuh" ucap Bram sambil fokus pada kemudinya namun matanya sedikit melihat spion depan untuk melihat Tedy.
"Ooh begitu kah Tuan Tedy?" tanya Jecklyn pada Tedy untuk menyakinkan Tedy sudah sembuh
"Iya" jawab Tedy. Lalu Jecklyn nampak mengakhiri adegan oles mengolesnya, selanjutnya menutup botol minyak aroma terapi dan menaruhnya kembali ke dalam tasnya. Setelah selesai menyimpan minyak aroma terapinya dia menoleh ke arah Tedy sambil memberikan senyum termanisnya, namun Tedy tidak melihatnya.
Tedy nampak membetulkan pakaiannya. Setelahnya dia menendang jok depannya yang diduduki Bram.
Mobil terus melaju dan tidak lama kemudian sudah sampai di depan lokasi tujuan. Setelah memasuki pintu satpam mobil terus melaju menuju ke tempat parkir.
"Om aku belum pernah masuk sini" ucap Bram saat mobil sudah berhenti. Nampak Tedy mau membuka pintu namun tidak bisa sebab terkunci pusat.
"Sabar Bro" ucap Bram sambil terkekeh.
"Ada mobil khusus yang mengantar kita keliling" ucap Om Prabu sambil melepas sabuk pengaman.
Bram berjalan mendekati Tedy sambil menepuk pundaknya. Tedy yang ditepuk pundaknya hanya diam saja, dia sadar pasti Bram merasa puas sudah mengerjain.
Tidak lama kemudian mobil team peninjau dari Alfa Company pun tiba mobil berparkir tidak jauh dari mobil Om Prabu. Nampak tiga orang keluar dari dalam mobil Alfa Company, mereka semua berjalan menuju ke arah Bram berada.
"Bisa kita mulai kunjungan kita Tuan Bram" ucap salah satu dari mereka setelah berdiri di depan Bram.
"Baiklah" jawab Bram sambil menoleh mencari sosok Om Prabu. Ternyata Om Prabu sedang berbincang bincang dengan salah seorang pegawai Bharata Group.
"Om bisa kita mulai" ucap Bram sedikit berteriak sebab mereka sedikit berjarak
"Kita tunggu mobil pak mandor" jawab Om Prabu sambil menoleh menatap Bram dan team dari Alfa Company.
__ADS_1
Tidak lama kemudian nampak mobil terbuka mirip mirip mobil golf berjalan menuju ke arah mereka. Ada dua orang yang berada di dalam mobil tersebut. Setelah dekat dengan mereka salah satu dari mereka yang tidak memegang kemudi turun dari mobil nampak berjalan menuju ke Om Prabu. Terlihat orang tersebut menjabat tangan Om Prabu dengan santun sambil menundukkan kepala. Dan tidak lama kemudian orang tersebut berjalan menuju ke tempat Bram berdiri.
"Maaf mas Bram, kenalkan saya pak Harun mandor di sini" ucap orang tersebut saat berada di depan Bram sambil mengulurkan tangannya
"Selamat siang pak Harun" ucap Bram sambil menerima jabatan tangan pak Harun, lalu Bram mengenalkan pada Tedy dan juga team Alfa Company. Dan setelahnya Bram menyampaikan maksud kedatangannya. Nampak pak Harun mengangguk anggukan kepalanya.
"Namun maaf Mas Bram, mobil hanya muat enam orang dengan sopir" ucap pak Harun sambil matanya menatap orang orang yang ada secara bergantian seperti menghitung tamu yang datang.
Sedangkan Bram terlihat menoleh ke arah Tedy yang berdiri di sampingnya
"Awas kalau kamu naik mobil aku jalan kaki, aku kutuk kamu adik ipar" ucap Tedy pelan setengah berbisik di telinga Bram.
"Begini saja, biar sebagian di antar mobil terlebih dulu, yang lain berjalan sambil menunggu mobil menjemput lagi" ucap pak Harun menawarkan solusi
"Pak Prabu bisa berangkat lebih dulu dengan team Alfa Company, saya dengan mas Bram dan mas Tedy belakangan, kita bisa berjalan cepat kan mas?" ucap pak Harun kemudian
"Usul yang bagus" ucap Om Prabu lalu berjalan menuju ke mobil pabrik. Dan selanjutnya diikuti oleh team Alfa Company. Mereka semua sudah duduk di dalam mobil terlihat mereka menunggu Jecklyn. Namun Jecklyn juga tidak bergerak dari tempatnya berdiri.
"Nona Jecklyn silahkan menuju mobil" ucap Bram sambil menoleh ke arah Jecklyn
"Ehmmm saya jalan kaki saja" ucap Jecklyn dengan mantap
"Kalau begitu biar saya yang naik mobil" ucap Tedy lalu melangkahkan kakinya. Namun tiba tiba tangannya ditarik oleh Bram.
"Tidak bisa kakak ipar" ucap Bram sambil tangannya masih memegang erat lengan Tedy. Nampak mereka berdua saling berebut untuk naik ke dalam mobil pabrik.
"Jalan pak" perintah Om Prabu pada sopir mobil pabrik. Lalu mobil pabrik berjalan meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Ayo kita juga jalan mas" ucap pak mandor Harun sambil tersenyum. Nampak Bram dan Tedy saling pandang sejenak lalu mereka tertawa.