Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
149. Rahasianya Lilian, keponya Nindya


__ADS_3

Nindya lalu menaruh hapenya di meja karena sudah disuruh Bram untuk pergi tidur. Nindya lalu berjalan menuju ke tempat tidurnya.


“Sudah tidur Li?” tanya Nindya basa basi sebab dia melihat Lilian tidur dengan posisi menghadap dinding dengan sesekali melihat hape. Dan tadi dia juga mempergoki Lilian menoleh pada dirinya.


“Hmmmm" jawab Lilian


“Tidurlah kamu pasti capek" ucap Nindya kemudian, sebenarnya dia mau tanya tentang kepergiannya dengan Tedy ke beautiful hill dan ke hotel.


“Li....” ucap Nindya lagi


“Apa" jawab Lilian


“Ehmmm kamu sama kak Tedy kok matiin hape kami semua kuatir?" ucap Nindya mengawali penyidikananya


“Maaf Nin itu maunya kak Tedy" jawab Lilian


“Li... kalau kemauan kak Tedy salah jangan kamu turuti. Kata papah sebagai pasangannya itu kita sebagai penyeimbang kalau pasangan salah kita diwajibkan memberitahu meskipun kadang harus berselisih karena beda pendapat.” ucap Nindya selanjutnya


“Iya Nin, maaf ya sudah membuat kalian kuatir, enggak aku ulangi dech" ucap Lilian dengan nada penyesalan.


“Ehm... kamu baik baik saja kan Li?” tanya Nindya lagi dia bingung bagaimana menyusun kalimat bertanya kepergian Lilian ke hotel


“Baik baik saja Nindya sayang, kamu sendiri bagaimana sudah siap dengan hari bahagiamu, sudah siap dengan malam pertamamu?” tanya Lilian sambil mengubah posisi tidurnya sekarang menghadap ke arah Nindya


“Ehmmm Li katanya sakit ya kalau pertama kali gituan?” tanya Nindya yang seperti mendapat angin untuk mengulik kekepoannya pada Lilian


“Katanya sih... sudah tidur sekarang aku sudah ngantuk" jawab Lilian lalu kembali pada posisi awal menghadap dinding sambil memeluk guling dan memejamkan mata.


“Li....” ucap Nindya lagi namun sudah tidak dijawab oleh Lilian.


“Ah sudah tidur anaknya. Kalau baca baca di novel itu katanya habis gituan kalau pertama kali susah jalan, tapi kayaknya tadi Lilian jalannya biasa biasa saja" gumam Nindya dalam hati.


“Besok saja aku lihat jalan dia dan aku tanya lagi" gumam Nindya selanjutnya lalu dia mulai memajamkan matanya.


Pagi harinya Nindya bangun lebih pagi, dia tidak ingin kedahuluan dari Lilian, karena keingintahuan jalannya Lilian. Dia pikir kalau ada luka pagi harinya akan terasa lebih sakit.


Setelah dari kamar mandi membersihkan diri, Nindya membangunkan Lilian.


“Li.... bangun sudah pagi" ucap Nindya sambil mengoyang goyangkan telapak kaki Lilian.


“Hmmmmm” gumam Lilian

__ADS_1


“Bangun Li, nanti kita pergi bareng bareng fitting baju. Kalau bajuku sudah okey. Tapi bajumu dan kak Vi kan belum fitting" ucap Nindya.


“Tapi mungkin aku juga fitting lagi karena kata mu aku tambah sexy he..he.. “ ucap Nindya lagi


“Aku terlambat bangun ya Nin" ucap Lilian lalu bangkit dari tidurnya lalu terlihat dia duduk


“Tidak, belum terlambat sudah sana pergi ke kamar mandi" ucap Nindya sambil melihat bagian bawah tubuh Lilian dan wajah Lilian secara bergantian. Dia menunggu ada ekspresi wajah kesakitan Lilian tidak.


Namun tiba tiba....


“Aduh... aduh....” teriak Lilian sambil memegang kakinya. Dan terlihat Nindya kaget.


“Apa dugaanku benar ya" gumam Nindya dalam hati


“Kenapa Li, apamu yang sakit?” tanya Nindya dengan cepat


“Kaki Nin, ototnya kayak kenceng banget" jawab Lilian sambil mijit mijit betisnya. Kemudian Lilian terlihat mengambil hapenya yang berada di tempat tidur lalu dia ngusap usap dan memencet mencet layar hapenya.


“Kamu ngapain kok sampai otot kenceng?” tanya Nindya


“Tahu lah.. mungkin kebanyakan jalan kaki kemarin" jawab Lilian


“Jalan kaki apa jalan kaki?” tanya Nindya menggoda


“Kamu kecapekan jalan kaki di hotel kan?” tanya Nindya kemudian dan terasa lega


“Kok kamu tahu aku ke hotel?” tanya Lilian sambil menatap Nindya


“Tahu dong, ayo kamu jujur ke sahabatmu ini" ucap Nindya


“Maaf Nin ini masih rahasia" ucap Lilian kemudian dia turun dari tempat tidur dan berjalan dengan pelan pelan terlihat menahan sakit di kakinya.


“Haduh main rahasia rahasia segala, awas kamu ya...” ucap Nindya


“Tapi kok yang sakit betisnya ya.. Apa efeknya ke betis" gumam Nindya dalam hati. Lalu dia terlihat mengusap usap hape nya untuk mencari informasi. Namun belum selesai mencari informasi ada suara ketukan pintu kamarnya. Nindya lalu berjalan membukakan pintu kamar. Tampak sosok kakaknya Tedy berada di depan pintu.


“Kak Tedy tumben pagi sudah bangun" ucap Nindya


“Lilian mana?” tanya Tedy


“Di kamar mandi, ada apa?” jawab Nindya dan balIk bertanya kepo

__ADS_1


“Ga apa apa, ya sudah nanti kalau Lilian sudah selesai suruh nemuin aku ya" ucap Tedy lalu dia kembali berjalan menuju ke kamarnya.


Nindya semakin penasaran dengan hubungan kakaknya Tedy dan Lilian, dia lalu ikut berjalan keluar kamar namun saat bersamaan terlihat papah Mahendra yang tidur di kamar Tedy keluar kamar.


“Wah kalau papah sudah turun ke bawah aku harus tetap berada di lantai atas, untuk jagain mereka" gumam Nindya dalam hati.


Nindya lalu kembali berjalan menuju ke kamarnya, dia akan menunggu Lilian selesai dari kamar mandi. Dan tidak lama kemudian tampak Lilian sudah masuk ke dalam kamar Nindya dan sudah segar tubuhnya.


“Li disuruh menemui kak Tedy tadi dia mencari kamu" ucap Nindya


“Ooo iya, mau ngasih obat kemarin beli di apotik masih dibawa dia, aku lupa minta tadi malam mau minta sudah malas keluar kamar" jawab Lilian kemudian dia berjalan keluar menuju ke kamar Tedy.


“Haduh obat apalagi ini, kok bikin penasaran saja" gumam Nindya lalu dia mengikuti langkah Lilian.


Nindya terlihat berada di dekat Lilian saat Lilian mengetuk pintu kamar Tedy. Lilian menoleh ke arah Nindya dengan ekspresi wajah heran karena Nindya mengikutinya dan tampak wajah kepo nya.


“Kenapa?” tanya Nindya, dan Lilian hanya mengangkat kedua pundaknya


“Kamu sakit apa?” tanya Nindya. Dan bersamaan dengan itu pintu dibuka dan tampak Tedy memberikan satu kantong plastik kecil berisi obat.


“Mau di pijit apa?” tanya Tedy sambil menatap Lilian, dan Lilian hanya menggelengkan kepalanya. Lalu berbalik.


“Sudah tahu kan aku sakit kaki" jawab Lilian lalu kembali berjalan menuju ke kamar Nindya.


Nindya yang penasaran masih menguntit Lilian. Setelah sampai di kamar terlihat Lilian membuka bungkus obat tersebut.


“Obat apa sih Li, kok kayak salep?” tanya Nindya kepo


“Iya ini salep untuk luka dan gel untuk nyeri otot" jawab Lilian.


“Pegel banget dech Nin kakiku" ucap Lilian yang sekarang tampak mengoles oles betisnya dengan gel pereda nyeri otot


“Kata kak Tedy ini manjur dan ga lengket, coba tadi malam dipakaiin pagi hari aku ga kesakitan" ucap Lilian lagi


“Terus yang luka mana Li?” tanya Nindya kepo tingkat dewa


“Kamu pengen lihat?” tanya Lilian dan Nindya mengangguk ragu.


“Kemarin tuh ga terasa sakit dan pegelnya, ini tadi baru bangun terasa sakitnya" ucap Lilian lagi


*****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2