
Bram melangkahkan kakinya berjalan menuju rumah, saat masuk ke dalam rumah ruang tamu nampak sepi, kemudian dia masuk ke ruang tengah saat akan membelokkan langkah kaki nya menuju kamar terdengar suara lembut namun terdengar dingin
"Bram" suara ibu Murti ibu kandung Bram dari arah ruang makan yang berjalan menuju ke ruang tengah
"Ibu" ucap Bram sambil menoleh ke arah Ibunya
"Tumben Ibu tidak ke kantor Bapak" ucap Bram lalu berjalan mendekat pada Ibunya lalu menjabat tangannya dan mencium punggung tangannya.
"Ibu selama dua hari di rumah menunggu kamu" ucap Ibu Murti lalu duduk di kursi ruang tamu dengan anggunnya.
"Duduk" ucap Ibu Murti selanjutnya sambil menatap Bram yang masih berdiri mematung. Bram lalu duduk di salah satu kursi di ruang tamu tersebut. Sejenak mereka terdiam.
Ibu Murti yang memiliki nama lengkap Murti Sari Rosi adalah seorang perempuan yang masih memiliki aliran darah biru. Dia menikah dengan Bharata Yuda Tama bapak kandungnya Bramantyo Wicaksono. Pernikahan mereka karena perjodohan dari orang tua. Pada saat awalnya ibu Murti masih belum bisa menerima perjodohan tersebut dan kelahiran Bramantyo sangat merupakan beban baginya apalagi saat bayi Bram sangat aktif sehingga membuat Ibu Murti kewalahan dan kehabisan energi. Dan suatu takdir terjadi saat Bram masih berusia beberapa bulan ibu Murti mengandung lagi dan saat Bram berusia empat belas bulan alias berusia setahun lebih dua bulan, terlahirlah adik Bram berjenis kelamin perempuan. Beda dengan kelahiran Bram, kelahiran adik perempuan Bram yang diberi nama Arum Rengganis memberikan kebahagiaan pada Ibu Murti mungkin dianggapnya sebagai mainan boneka. Sejak Arum bayi segala asesoris rambut sudah dipakaikan pada Arum bagitu pun baju baju dan sepatu segala jenis model tersedia untuk Arum.
Kehadiran Arum semakin membuat Bram tersisih dan Bramantyo kecil lebih dekat dengan sosok Mak dan pak Man. Bram kecil saat sudah dimandikan dan disuapi Mak pasti akan lari ke halaman atau ke kebun belakang untuk bermain main dengan pak Man. Bermain tanah dan air, pak Man selalu menanamkan pada Bram kecil harus mencintai tanah air maka Bram sangat senang sekali bila bermain main dengan tanah dan air. Kesenengen Bramantyo kecil pada tanah dan air semakin membuat Ibu Murti tidak dekat dan tidak senang pada Bram karena setiap Bram masuk ke dalam rumah membuat rumah kotor oleh jejak kaki Bram yang membawa tanah kebun dan halaman. Belum lagi kaki, tangan dan baju Bram yang kotor oleh tanah kebun.
"Apa Bu" ucap Bram pelan membuyarkan lamunan ibu Murti
"Dari mana kamu?" tanya ibu Murti sambil menatap Bram
"Rumah teman" jawab Bram singkat
"Om Prabu akan ke sini, dia akan membimbing kamu untuk mengurus usaha yang di sini, kantor di Jakarta sudah berjalan dengan baik malah sudah menambah jenis komoditi lain" ucap Ibu Sari
"Tapi kuliah saya belum selesai Bu" elak Bram
"Justru itu setelah selesai kuliah kamu sudah siap"
"Baik tapi saya punya permintaan" ucap Bram melakukan negosiasi dengan Ibu Murti
"Apa?" tanya ibu Murti
__ADS_1
"Saya mau kost saja" jawab Bram
"Om Prabu mau tidur sini kamu malah nge kost, kapan ketemunya" elak ibu Murti
"Ya dibuat jadwal, Om Prabu paling juga tidak setiap hari di sini" ucap Bram berkilah
"Baiklah, karena nilai dua semester terakhir mu baik aku setujui" ucap Ibu Murti lalu terdiam
"Sudah Bu?" tanya Bram. Ibu Sari tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya dengan anggun. Bram lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar.
"Hari ini kamu jangan pergi pergi Bram" ucap Ibu Murti sedikit keras lalu dia juga bangkit berdiri berjalan menuju ke belakang.
"Ngiih Bu" ucap Bram juga sedikit keras. Bram lalu masuk ke dalam kamarnya, lalu dia menaruh tas dan berganti dengan baju rumah. Lalu Bram melangkahkan kaki berjalan ke luar rumah dan menuju ke paviliun belakang. Saat di paviliun belakang nampak sepi.
"Pak Man" teriak Bram. Namun tidak ada jawaban suara pak Man. Bram lalu melangkahkan kaki keluar dari paviliun berjalan ke samping paviliun nampak pak Man sedang mengaduk aduk cat.
"Asyik sekali bermain cat sampai tidak dengar aku panggil Pak" teriak Bram
"Sudah makan apa Mas, sudah ketemu Ibu belum?" tanya pak Man lebih lanjut
"Sudah makan sama pacar Pak" jawab Bram sambil tersenyum nyengir
"Wah pasti lebih enak ya Mas?" tanya pak Man menggoda
"Jadi cepat kenyang Pak he..he.." jawab Bram sambil terkekeh
"Memandang wajahnya saja sudah kenyang ya Mas" ucap pak Man sambil mengaduk aduk cat
"Betul Pak" ucap Bram sambil ikut jongkok di samping pak Man
"Ada kuas berapa Pak, nanti aku bantu" ucap Bram sambil memandang cat yang diaduk aduk pak Man
__ADS_1
"Ada kuas dan roll Mas, Mas Bram yang bagian atas atas ya, kan tubuhnya lebih tinggi" ucap pak Man dengan tidak melepas adukan cat nya
"Beres" ucap Bram
"Mas lihat foto pacar mas Bram, cantikan mana dengan cewek cewek yang pernah ke sini" pinta pak Man sambil memandang Bram. Bram lalu mengambil hape dari sakunya. lalu mengusap usap hape kemudian menunjukkan pada pak Man.
"Wah ayu tenan iki Mas, ayune uleng ulangan ayu manis merak ati" teriak pak Man dengan kagum
"Apa itu Pak?" tanya Bram menguji pak Man
"Cantik sekali, cantik manis menarik hati, ga bosan memandangnya itu Mas artinya, pinter tenan mas Bram" jawab pak Man sambil tersenyum
"Yang terpenting dia baik hati Pak" ucap Bram
"Iya iya mas, semoga lulus observasi dari keluarganya terus langgeng mas" ucap pak Man kemudian
"Aminnn" ucap Bram
"Yo wis ayo ngecat, orang jatuh cinta pasti ngecat nya bagus karena sambil ngelamun diulang ulang terus sampai rata haaa haaa, tapi bisa jadi malah belang belang" kata pak Man sambil tertawa lalu bangkit berdiri dan berjalan masuk ke dalam paviliun sambil membawa cat nya.
Mereka lalu bekerja sama mengecat dinding paviliun, tidak lupa mereka bekerja sambil bercanda bersendau gurau. Hingga tidak terasa sore hari pun tiba. Terlihat Mak datang ke paviliun dengan membawa minuman dan makanan.
"Pak istirahat dulu, ngopi ngopi apa ngeteh ngeteh" ucap Mak saat masuk ke dalam paviliun
"Aku buatkan kopi Mak" ucap Bram
"Wealah ada tukang baru tho" ucap Mak sambil tersenyum
"Iya Mak tenaga lepas he...he..." ucap Bram sambil tertawa
"Lepas landas, lepas kontrol, lepas kendali" ucap Bram selanjutnya
__ADS_1
"Iyo ucul terus (Iya lepas/lari terus)" ucap Mak sambil membuatkan minuman pada Bram dan pak Man.