Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
112. Rencana lamaran 2


__ADS_3

Kabar tentang rencana kedatangan keluarga Mahendra pun sudah sampai di telinga Bram dan Nindya. Jelas saja kedua anak manusia itu sungguh bahagia.


Pagi harinya Bram dengan penuh semangat sudah bangun lebih pagi. Meskipun alarm hape lagu nina bobok tapi karena hati yang bahagia dan semangat yang membara, maka Bram langsung bangun dan melakukan aktivitasnya. Bibirnyapun selalu melengkung membentuk suatu senyuman.


Setelah melakukan ritual pribadi di pagi hari, Bram lalu ikut sarapan pagi di meja makan bersama orang tuanya dan adiknya Arum. Dan setelah makan pagi Bram langsung mohon diri untuk berangkat ke kantor. Dengan langkah kaki yang ringan Bram berjalan menuju ke garasi mobilnya. Saat berjalan nampak Pak Man sudah tergopoh gopoh berjalan mendatangi Bram.


"Mas Bram... Mas Bram.. selamat pagi, kok nampak segar sekali dan senyum senyum, ini pasti karena berita yang disampaikan Mak tadi" sapa pak Man setelah berada di dekat Bram sambil menatap wajah Bram yang berseri seri.


"Selamat pagi Pak" ucap Bram sambil tersenyum


"Berita apa?" tanya Bram kemudian


"Mau lamaran ke mbak Nindya, benar ya Mas, kok mas Bram senyum senyum" ucap pak Man kemudian


"Bener Pak, doain lancar ya" ucap Bram sambil menepuk nepuk pelan pundak Pak Man


"Iya Mas saya doakan semoga lancar" ucap doa tulus pak Man


"Memang benar kata orang bijak bila hati kita tersenyum secara langsung bibirpun akan membentuk suatu senyuman" ucap pak Man selanjutnya sambil tersenyum senang melihat Bram yang wajahnya nampak bahagia


'Orang bijak siapa Pak?" tanya Bram sambil tersenyum


"Saya denger di ceramah ceramah itu Mas" jawab pak Man


"Oooo... Maka buatlah hati kita selalu tersenyum he..he... " saut Bram kemudian lalu melangkahkan kakinya melanjutkan berjalan menuju ke garasi mobilnya. Sedangkan pak Man berjalan ke arah pintu pagar bersiap membukakan pintu pagar.


***


Sementara itu, di kost Nindyapun sama. Aura bahagia nampak melingkupi diri Nindya. Pagi pagi setelah mandi dan ibadah, dia langsung membersihkan kamarnya.


"Nin..." suara Lilian di balik pintu kamar Nindya. Nindya lalu berjalan ke arah pintu kemudian membuka pintu kamar nya, nampak Lilian pun sudah mandi.


"Kamu ke kampus tidak Nin?" tanya Lilian lalu masuk ke dalam kamar Nindya pandangan matanya menyapu seluruh ruangan kamar Nindya yang nampak lebih rapi.


"Tidak Li, aku mau buat skripsi di kost aja, ga ada jadwal ke kampus" jawab Nindya lalu duduk di tempat tidurnya.

__ADS_1


"Wah kamu bisa dapat predikat lulusan tercepat dan termuda Nin" ucap Lilian


"Ach yang lain yang lebih cepat dan lebih muda pasti juga ada Li" ucap Nindya merendah


"Btw tumben kamar kamu rapi jali, mas Bram mau datang apa?" tanya Lilian


"Kalau Mas Bram datang kan ga masuk kamar Li, he...he..." jawab Nindya


"Mamah dan papah yang mau datang, terus mau bahas lamaran" ucap Nindya selanjutkan


"Rencana kapan Nin lamarannya?" tanya Lilian serius


"Waktunya belum ditentukan, tapi yang pasti sebelum aku KKN, biar saat KKN sudah ada cincin lamaran di jariku ga ada cowok lain mendekat kata mas Bram" jawab Nindya sambil tersenyum pikirannya membayangkan wajah Bram


"Kamu jadi ikut lho Li, lebih baik kamu berangkat lebih dulu bareng aku" ucap Nindya kemudian.


"Iya iya.. Aku antar kamu, kasihan nanti kalau calon pengantin naik kereta sendiri he..he.." jawab Lilian sambil tertawa kecil


"Aku juga ingin segera menyelesaikan penelitianku Nin biar cepat lulus juga" ucap Lilian kemudian


"Iya Li, biar cepat lamaran tidak?" tanya Nindya dengan senyum menggoda


"Bagaimana lamaran Kak Farid?" tanya Nindya berusaha mengetahui isi hati sahabatnya sebab kakaknya Tedy juga sering meminta bantuan untuk mencomblangi dengan Lilian, ditambah sekarang Bram pun juga sering menyuruh Nindya untuk mengakrabkan Lilian dengan Tedy.


Nampak Lilian hanya diam saja.


"Apa sih yang kurang dari kak Farid, dia baik, keren, perhatian ke kamu, sudah lulus bahkan sudah mulai kerja" ucap Nindya


"Kamu kok promisikan kak Farid ga promosikan kakakmu sendiri" ucap Lilian sepertinya terkena perangkap Nindya, Nindya lalu tersenyum


"Jadi mau mu aku promosikan kak Tedy?" tanya Nindya sambil tertawa


"Embuh (ga tahu)" jawab Lilian lalu bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan kamar Nindya


"Li..., kok malah pergi" teriak Nindya sambil berdiri di depan pintu menatap punggung Lilian lalu sosok Lilian hilang karena sudah masuk ke dalam kamarnya. Nindya pun akhirnya juga melangkah masuk ke dalam kamarnya lalu duduk di kursi belajarnya..

__ADS_1


"Li... kenapa kamu susah banget sih, kak Farid baik, kak Tedy baik, dua duanya sangat sayang pada Lilian apa dia malah bingung memilih ya" gumam Nindya dalam hati.


Nindya akhirnya membuka lap topnya untuk memulai mengerjakan skripsinya. Dibuka file yang berisi data data hasil penelitiannya. Nampak Nindya serius dengan angka angka yang berada di layar lap top nya.


Namun tiba tiba hape nya berdering, Njndya mengambil hape yang berada di meja belajarnya, nampak kakaknya Tedy melakukan sambungan telpon. Nindya lalu menggeser tombol hijau.


"Halo Kak" sapa Nindya


"Tot, aku sudah dikabari Bram katanya sudah akan lamaran ya?" tanya Tedy


"Kok malah mas Bram yang ngabari kukira mamah yang ngabari kak Tedy, mamah dan papah aja belum ke sini" jawab Nindya


"Mamah dan papah kapan ke Yogya?" tanya Tedy


"Besok hari Sabtu" jawab Nindya


"Waduh aku ga bisa datang kalau besok Sabtu ini, tapi tadi kata Bram besok aku diminta ngantar kamu pulang pas mau lamaran" ucap Tedy


"Wah cocok itu Kak, aku tadi sudah minta tolong Lilian ngantar aku, jadi kakak bisa kesempatan dekati Lilian" ucap Nindya dengan senang hati


"Bener?" tanya Tedy membutuhkan kepastian


"Iya Lilian tadi sudah mau, berdoa saja semoga dia tidak membatalkan kalau tahu kak Tedy ikut mengantar aku" ucap Nndya


"Iya iya aku akan berdoa mulai nanti dan puasa he...he..." ucap Tedy sambil tertawa kecil


"Harus serius kalau kakak bener bener serius ke Lilian" ucap Nindya


"Iya serius Nin, kamu bantuin aku ya" pinta Tedy


"Iya, kakak juga minta tolong mamah, minta doa mamah, minta mamah juga comblangi pasti manjur dech.." saran Nindya pada Tedy


"Aku belum bilang mamah takutnya mamah malah bercanda ga serius" ucap Tedy


"Ya kak Tedy yang serius jangan bercanda, sudah ya.. Aku mau olah data nih.. mumpung otak lagi fresh" ucap Nndya berusaha mengakhiri sambungan telponnya dengan Tedy

__ADS_1


"Mumpung hati lagi bahagia ya.. Ya sudah ... salam buat Lilian.. " ucap Tedy


"Salam salam terus ga ada peningkatan" ucap Nindya, namun Tedy tidak mendengar sebab sambungan telponnya sudah diputus.


__ADS_2