Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
79. Nindya bertemu Jecklyn


__ADS_3

Keesokan harinya.


Sejak pagi Bram sudah berada di ruangan kerja bapak Bharata, setelah menyiapkan materi materi dia melakukan meeting lagi dengan rekan bisnis Bharata Group, meeting saat ini perpanjangan kontrak kerja sama. Bram masih mendampingi Bapak Bharata bedanya sekarang Bram sudah tidak mendapatkan peringatan dan hukuman.


Waktu istirahat pun tiba. Terlihat Bram masih sibuk dengan pekerjaannya belum meninggalkan ruangan meeting.


"Bram waktunya istirahat" ucap Bapak Bharata mengingatkan Bram


"Iya Pak, saya lanjutkan ini dulu" jawab Bram


"Pak saya nunggu Nindya mengantar makan siang, bolehkah jam istirahat saya mundur?" ucap Bram kemudian


"Boleh, asal kamu ganti jam kerja yang kamu pakai untuk istirahat menemui Nindya nanti" jawab bapak Bharata lalu melangkah meninggalkan ruang pertemuan seorang sendiri karena Bram masih tinggal di sana sedangkan rekan bisnisnya sudah turun diantar Sisi.


Namun saat bapak Bharata akan melangkahkan kaki meninggalkan ruang pertemuan mendadak Sisi datang lagi


"Maaf Pak, nona Jecklyn berada di bawah katanya ingin menemui Mas Bram" ucap Sisi pada Bapak Bharata saat sudah berada di dekatnya


"Ada urusan apa?" tanya bapak Bharata


"Katanya tentang penawaran tepung pisang mas Bram" jawab Sisi


"Suruh nunggu di lobby bawah" ucap bapak Bharata. Setelah mengiyakan Sisi lalu turun ke bawah. Sedangkan bapak Bharata menoleh ke arah Bram yang sedang fokus pada pekerjaannya tidak mendengar pembicaraan Sisi dan Bapak Bharata yang berbicara hanya pelan.


"Bram" ucap Bapak Bharata kemudian dengan suara lebih keras


"Ya Pak" jawab Bram sambil menoleh ke arah bapak Bharata


"Kamu janjian sama Nindya apa sama Nona Jecklyn?" tanya bapak Bharata


"Nindya Pak" jawab Bram


"Kenapa Jecklyn yang datang, kamu temui dia sekarang di lobby bawah" ucap bapak Bharata lalu melangkahkan kaki meninggalkan ruangan. Bram yang tidak ada janjian dengan Jecklyn sedikit bingung, tapi mau tak mau dia menutup lap top nya. Lalu berjalan meninggalkan ruangan menuju ke lobby lantai satu.


Sampai di lobby lantai satu terlihat Jecklyn sedang duduk menunggu sambil memegang hapenya.


"Selamat siang nona Jecklyn" ucap Bram saat berada di dekat Jecklyn. Nampak Jecklyn menoleh ke arah suara Bram lalu mereka berjabat tangan, kemudian Bram duduk dengan posisi berhadapan.


"Maaf Tuan Bram, tidak memberi kabar dulu" ucap Nona Jecklyn saat melihat Bram sudah duduk di depannya.


"Tidak apa apa" ucap Bram sambil tersenyum


"Ada perlu apa?" tanya Bram kemudian

__ADS_1


"Saya sudah sampaikan pada Nona Sisi, keperluan saya ke sini untuk membahas tentang penawaran lisan Tuan Bram kemarin , penawaran tepung pisang" jawab Nona Jecklyn


"O.. ada kabar bagus?" tanya Bram


"Iya Tuan Bram ada costumer kami yang tertarik" jawab Nona Jecklyn


"Bagaimana kalau kita bahas sambil makan siang di luar?" tanya Nina Jecklyn sambil tersenyum


"Maaf Nona Jecklyn saya ada janjian dengan dua orang di sini, saya tidak bisa meninggalkan kantor hari ini" jawab Bram menolak ajakan Jecklyn karena ingat janjiannya dengan Nindya dan Lilian.


"Ooo baiklah" ucap Jecklyn dengan senyuman untuk menutupi rasa kecewanya.


Kemudian mereka berdua terlihat melanjutkan pembicaraannya mengenai penawaran awal tepung pisang.


Sementara itu di kampus Nindya. Setelah jam kuliah selesai dia dan Lilian langsung pulang ke kostnya. Sesampai di kost, Nindya memanasi rendangnya lagi, padahal pagi hari dan sebelum akan berangkat ke kampus tadi sudah dipanasi.


Setelah selesai memanasi dia mencoba mencicipi.


"Hmmm sudah tidak alot dan bumbu sudah semakin masuk" ucapnya pada diri sendiri.


Tidak berapa lama Lilian muncul di depan pintu


"Sudah siap Nin?" tanya Lilian setelah masuk ke kamar Nindya


"Aku ganti baju dulu ya, biar ga bau keringat ha..ha.." ucap Nndya sambil tertawa


"Itu Li, di rak ada satu set tempat makan, nanti kan kita makan bertiga, bawa semua rendangnya, juga sayur lalapan sudah aku siapkan" jawab Nindya sambil melangkah menuju kamar mandi untuk berganti baju.


Tidak lama kemudian mereka berdua sudah siap dan selanjutnya mengendarai motor berboncengan menuju ke kantor Bharata Group.


"Kamu sudah sering ke kantor Bharata Group ya Li?" tanya Nindya saat berada di perjalanan


"Enggak sering, hanya beberapa kali diajak mas Bram menemui Bapaknya untuk minta duit" jawab Lilian


Beberapa menit kemudian motor sudah sampai di depan gedung kantor Bharata Group. Setelah lapor pada satpam Lilian menjalankan motornya menuju ke tempat parkir.


Setelah memarkirkan motornya mereka berdua berjalan menuju ke tempat resepsionis


"Mbak, mau menemui Mas Bram" ucap Nindya


"Sudah janjian mbak?" tanya resepsionis


"Sudah mbak" jawab Nindya dan Lilian secara bersamaan

__ADS_1


"Baiklah, tunggu sebentar saya hubungi sekretaris Sisi" ucap petugas resepsionis sambil mengambil ganggang telpon dan memencet tuts telpon


"Maaf dengan mbak siapa?" tanya petugas resepsionis


"Nindya dan Lilian" jawab Nindya. Lalu terlihat petugas resepsionis berbicara pada orang di seberang telpon.


"Mari mbak saya antar ke lobby" ucap pegawai resepsionis setelah menutup telponnya. Lalu berjalan keluar ruangan, setelahnya mereka bertiga berjalan menuju ke lobby lantai satu di mana Bram berada.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di lobby terlihat Bram sedang berbincang bincang dengan Nona Jecklyn, posisi Bram yang menghadap Jecklyn dan memunggungi mereka bertiga berada, jadi Bram tidak melihat kedatangan Nindya dan Lilian.


"Mbak, Mas Bram masih ada tamu silahkan tunggu dulu" ucap petugas resepsionis mempersilahkan Nindya dan Lilian untuk duduk di kursi lain yang berada di lobby tersebut.


"Baik mbak, terimakasih" jawab Nindya dan Lilian bersamaan. Petugas resepsionis kemudian undur diri kembali ke tempatnya.


Nindya hanya bisa menatap punggung Bram yang sedang berbincang bincang dengan Jecklyn, Nindya bisa melihat wajah cantik Jecklyn yang selalu tersenyum saat berbincang bincang dengan Bram.


"Li" ucap Nindya memanggil Lilian pelan


"Apa?" jawab jawab Lilian


"Makanya mas Bram lupa buka hape, meeting dengan bule cantik sejak kemarin" curhat Nindya


"Urusan kerja Nin" ucap Lilian


"Iya sih, tapi kenapa dadaku terasa sesak ya" ucap Nindya sambil menunduk.


"Kuatkan hatimu Nin" ucap Lilian sambil tersenyum


"Kamu jangan mengejek ya, bener nih sesek" ucap Nindya.


Namun tidak berapa lama kemudian Bram menoleh ke arah Nindya dan Lilian, mungkin ikatan batin sehingga ada gerakan tidak sadar yang menuntun Bram agar menoleh ke arah belakang. Spontan Bram kaget melihat Nindya dan Lilian yang duduk di belakang tidak jauh dari nya hanya berjarak tiga meter an.


"Hai" teriak Bram pada Nindya dan Lilian.


"Sini" ajak Bram pada Nindya dan Lilian agar ikut duduk bergabung dengan Bram dan Nona Jecklyn.


Nindya dan Lilian lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke tempat duduk Bram.


"Nona Jecklyn kenalkan ini Nindya dan Lilian, tadi yang saya sampaikan saya sudah ada janjian dengan mereka" ucap Bram mengenalkan Nindya dan Lilian pada Jecklyn. Terlihat mereka saling berjabat tangan saling mengenalkan diri. Dan tidak lama kemudian Nona Jecklyn undur diri akan melanjutkan pembicaraan di lain waktu.


"Makanya lupa buka hape, meeting dengan bule cantik" ucap Nindya setelah terlihat Jecklyn sudah berjalan menjauh


"Ada yang cemburu mas" saut Lilian

__ADS_1


"Cemburu tanda cinta kan" goda Bram sambil tersenyum menatap Nindya


"Yok, ke lantai tiga, aku sudah ijin Bapak pakai ruangan lantai tiga untuk menemui tamu istimewa" ajak Bram yang sudah bangkit berdiri. Mereka bertiga lalu berjalan menuju ke lantai tiga


__ADS_2