
Nindya keluar dari ruang perawatan di salon kecantikan tersebut. Setelah membayar di kasir, Nindya berjalan menuju ke ruang tunggu dimana Lilian berada.
"Li" sapa Nindya mengagetkan Lilian yang sedang sibuk dengan hapenya. Spontan Lilian menoleh ke arah sumber suara, dan sesaat kemudian
"Gila Nin keren banget kamu cantik banget kinclong clong.. segar bersinar harum mewangi lagi.. pamor mu keluar" puji Lilian saat Nindya berada di dekatnya sambil mata kagum memandang.
"Li, bukannya kenapa kenapa, bukannya aku melupakan budi baikmu" ucap Nindya pelan
"Kenapa sih Nin?"
"Kamu ada apa?"
"Kecewa?" tanya Lilian beruntun
"Gini Li, kan tuh di luar panas banget terus banyak asap kendaraan" jawab Nindya
"Terus?" ucap Lilian
"Kan sayang hasil perawatan ini kalau aku bonceng kamu, nanti rambut jadi lepek kena keringat lagi terus tubuh juga kena debu dan polusi" ucap Nindya
"Gimana kalau aku naik taxi online aja?" ucap Nindya kemudian
"Ihhh kok ga dari tadi bilang, kan aku ga sia sia duduk di sini" ucap Lilian
"Ya maaf aku dapat ide setelah dapat pujian dari kamu ha...ha.." ucap Nindya sambil tertawa
"Sialan tahu gitu ga ku puji" ucap Lilian
"Ya sudah tapi bener juga kata mu itu, sayang juga kalau nanti keringatan dan berdebu, tapi kue nya buat aku semua" ucap Lilian kemudian
"Aku sepotong aja dech Li" pinta Nindya
"Enggak, ayok keluar" jawab Lilian
"Segigitan dech Li" ucap Nindya memelas dengan menggandeng lengan Lilian
"Udah kamu pesen taxi online kutunggui" ucap Lilian saat mereka sudah berada di dekat motornya. Terlihat Nindya mengusap usap hapenya. Tidak lama kemudian taxi yang di pesan tiba. Nindya kemudian masuk ke dalam taxi, lalu taxi berjalan setelahnya disusul Lilian dengan motor dan dua kotak kue tergantung lagi di motornya.
Lilian terlihat sudah sampai di kostnya, setelah memarkir motor dia berjalan menuju ke kamar kostnya. Setelah memasuki kamar kost, dia meletakkan dua kotak kue di atas mejanya. Lalu dia duduk di karpet di lantai kamarnya sambil bermain main dengan hapenya sambil menunggu Nindya.
"Kok belum nyampe ya" gumam Lilian dalam hati. Lilian merasa kuatir lalu melakukan panggilan pada Nindya lewat hapenya.
Dua kali panggilannya tidak diangkat oleh Nindya, sekarang panggilan ketiganya
"Hallo Li" ucap Nindya setelah panggilan ke tiga
"Kamu dimana kok belum sampai?" tanya Lilian
__ADS_1
"Ini sudah masuk jalan menuju kost" jawab Nindya
"Kok lama sih?"
"Tahu nih tadi sedikit muter jalannya, aku ga tahu aku ga lihat keluar, aku main game hape tadi" jawab Nindya
"Ini dah mau nyampek kok" ucap Nindya kemudian
"Baiklah, kututup ya" ucap Lilian lalu menutup sambungan telponnya.
Tidak lama kemudian taxi yang ditumpangi Nindya sudah berhenti di depan kostnya, setelah membayar Nindya turun dari taxi dan berjalan menuju ke kamarnya. Lilian yang sudah tahu Nindya sudah pulang dia pun akhirnya berjalan keluar kamar menuju ke kamar Nindya sambil membawa satu kotak kue untuk ibu nya Bram.
"Nin, ini kue nya" ucap Lilian lalu masuk ke kamar Nindya karena pintu masih terbuka. Terlihat Nindya sedang berada di depan cermin melihat lihat pantulan dirinya, sambil menyibak nyibakkan rambutnya.
"Udah Nin keren, cantik harum semerbak" ucap Lilian sambil menaruh kue di atas meja
"Kalau gini tiap hari terus males ngapa ngapain ya Li..." ucap Nindya tidak lepas masih melihat cermin
"Haaa haaa..di depan cermin terus dah sana selfi selfi dulu mumpung rambut kayak model iklan" ucap Lilian
"Li, aku tuh masih nervous buat nanti" ucap Nindya jujur sambil menatap Lilian yang duduk di tepi tempat tidurnya.
"Ooo iya Nin, aku lupa nanti kamu kalau duduk harus kamu perhatikan kedua lutut harus menyatu, merapat tapi jangan menopang salah satu kaki, dua telapak kaki harus di lantai juga merapat" ucap Lilian. mengingatkan etika duduk
"Gimana sih cara duduknya?" tanya Nindya
"Iya gini nich" ucap Lilian sambil memberi contoh
"Punggung harus tegak" ucap Lilian lagi sambil menegakkan punggung
"Gini?" tanya Nindya sambil mencoba duduk sepeti yang disampaikan Lilian
"Tangan juga saling menggenggam santai ditaruh di pangkuan, jangan mainan hape, dengerin kalau ibunya mas Bram sedang bicara" ucap Lilian lagi
"Gini?" tanya Nindya lagi sambil mempraktekkan yang dikatakan Lilian
"Kalau jarinya sambil utik utik boleh gak?" tanya Nindya yang dijawab Lilian dengan tendangan di kaki nya.
"Udah kamu siapin perlengkapan dan mentalmu" ucap Lilian lalu meninggalkan Nindya
"Li...minta kue nya dulu buat persiapan diskusi rasa nanti" ucap Nindya lalu menyusul ke kamar Lilian.
****
Sore yang dinanti tiba, setelah sembahyang Nindya sudah menyiapkan diri, sudah memakai baju pemberian Bram, sudah dandan tipis tipis sudah semprot parfum seperlunya, kue untuk calon mertua pun sudah disiapkan agar tidak tertinggal. Tinggal nunggu jemputan Bram.
"Ehhh telpon mamah" ucap Nindya pada dirinya sendiri lalu dia mengambil hapenya. Nindya lalu mengusap usap hapenya melakukan panggilan video pada mamah Indah
__ADS_1
"Mamah lihat aku" ucap Nindya saat sambungan dengan mamah Indah sudah terhubung.
"Cantik banget Nin" ucap mamah Indah Sambil melihat lihat wajah anaknya di layar hapenya
"Doain ya mah, ini mau ke orang tua mas Bram" ucap Nindya
"Iya iya, semangat ya.. jangan lupa kamu keluarga pahlawan"
"Tapi ga usah bawa bambu runcing"
"Iya lah mah, langsung diusir aku dikira orang gila" jawab Nindya sambil cemberut
"Haa haaa.. Iya iya.." ucap mamah Indah Sambil tertawa
Namun di sela sela mereka berbincang bincang lewat telpon terdengar ketukan pintu.
"Mah udah ya.. kayaknya mas Bram udah jemput" ucap Nindya kemudian lalu sambungan telponnya terhenti.
Nindya lalu berjalan membuka pintu kamarnya, saat pintu dibuka terlihat Bram sudah berada di depan pintu, terlihat wajah Bram kaget terpesona
"Mas" ucap Nindya namun Bram masih bengong menatapnya
"Mas Bram " ucap Nindya lebih keras
"Eh iya iya.. Kamu sudah siap?'tanya Bram
"Sudah" ucap Nindya lalu mengambil tas dan kue nya
"Kamu cantik banget Nin"
"Jadi pengen cepet cepet nikah nih" ucap Bram lagi sambil tertawa
"Ihhh" gumam Nindya
"Pamit Lilian dan ibu kost dulu mas" ucap Nindya lalu berjalan menuju ke kamar Lilian. Setelah pamit ke Lilian dan ibu kost mereka berjalan menuju ke mobil yang dibawa Bram.
"Kok mobilnya beda?" tanya Nindya saat di dekat mobil
"Mobil pinjaman, mobil om Prabu" jawab Bram sambil membukakan pintu mobil untuk Nindya
"Mobilnya bagus" ucap Nindya, namun dalam hati dia tambah kuatir sebab ada om Prabu yang juga bakal ditemui
"Bagiku tetap bagus mobil ku " ucap Bram saat sudah masuk mobil dan duduk di belakang kemudi, lalu matanya melirik ke arah kotak kue yang dibawa Nindya dari bungkus nya dia hafal kie tersebut
"Kamu kok tahu kesukaan ibuku?" tanya Bram kemudian
"Lilian yang kasih tahu" jawab Nindya
__ADS_1
"Kalian berdua memang pinter" ucap Bram lalu menyalakan mesin mobil dan mobil melaju menuju ke rumahnya