
Bram melangkahkan kakinya berjalan menuju toko helm yang berada di seberang jalan. Dia berdiri sebentar menoleh ke kiri dan ke kanan sebelum menyeberang jalan. Setelah di lihat aman dia melangkah menyeberang jalan, lalu berjalan menuju toko helm. Setelah memasuki toko helm dia melihat lihat helm yang sekiranya cocok untuk Nindya. Namun saat dia sedang sibuk melihat lihat dan memilih milih ada suara seorang perempuan berdiri di sampingnya , seseorang yang juga baru masuk ke toko tersebut sesaat setelah Bram masuk.
"Bram ya?" ucap perempuan tersebut setelah beberapa saat mengamati Bram. Dan Brampun menoleh ke arah suara.
"Iya" jawab Bram kemudian sambil mengingat ingat siapa perempuan di sampingnya
"Lupa ya sama aku" jawab perempuan tersebut sambil membuka kaca mata hitamnya.
"Amelia ya?" tanya Bram
"Wah ternyata masih bagus ingatanmu" ucap perempuan tadi yang bernama Amelia
"Sialan kamu dipikir aku sudah pikun" ucap Bram sambil tersenyum
"Gimana kabarmu Mel, kok bisa ketemu di sini?" tanya Bram kemudian
"Baik Bram, gimana kabarmu, ini aku mau ganti helm, kamu kok pilih pilih helm cewek buat adik apa pacar?" tanya Amel
"Baik juga kabarku, Iya ini buat pacar ku tuh duduk di sana" ucap Bram sambil menunjuk rumah makan di seberang jalan
"Wow akhirnya ada perempuan yang beruntung" ucap Amelia sambil tertawa
"Bisa saja kamu" ucap Bram sambil melanjutkan memilih milih helm, akhirnya dia sudah mendapatkan helm yang sekiranya cocok untuk Nindya.
"Mel, aku duluan ya, kasihan anak orang di sana sendirian" ucap Bram sambil berjalan menuju kasir untuk membayar.
"Iya iya, salam kenal untuk pacar mu ya" ucap Amel sambil memilih milih helm.
Setelah membayar helm Bram melangkahkan kaki keluar dari toko helm tersebut, tak lupa dia melambaikan tangan perpisahan untuk Amel.
Bram melangkahkan kaki menuju ke rumah makan tempat Nindya menunggu. Saat sudah sampai di rumah makan Bram langsung menuju meja tempat Nindya duduk, lalu menaruh helm baru di kursi dekat Nindya. Kemudian Bram berjalan menuju wastafel di dinding rumah makan tersebut untuk mencuci tangan.
"Kok lama mas?" tanya Nindya saat Bram sudah duduk di depannya
"Ketemu teman SMP, dapat salam kenal kamu dari dia" ucap Bram jujur
"Siapa?" tanya Nindya
__ADS_1
"Amel" jawab Bram sambil memulai makan pesanannya yang sudah dingin. Nindya hanya diam saja sambil mengaduk aduk minumannya. Makanan Nindya sudah habis karena sudah memakannya lebih dulu.
"Kenapa diam saja?" tanya Bram saat selesai menghabiskan makanannya.
"Amel fans mas Bram?" tanya Nindya
"Enggak tahu haa...ha... Aku ga buat fans club" jawab Bram sambil terkekeh.
"Udah ga usah dipikir, fans atau enggak ga ngaruh" ucap Bram kemudian. Mereka akhirnya meninggalkan rumah makan setelah selesai menghabiskan makanan dan minumannya.
Bram lalu melajukan motornya menuju kost Nindya. Setelah sampai di depan kost Bram langsung memasukkan motor ke dalam halaman kost dan memarkirkan motornya. Kemudian mereka berjalan menuju ke kamar Nindya. Bram membawa helm Nindya kemudian duduk di teras depan kamar Nindya. Sedang Nindya membuka pintu kamarnya.
"Nin, helm nya taruh di kamarmu saja ya?" ucap Bram saat Nindya sudah berhasil membuka kunci kamar
"Memangnya kenapa tidak di taruh di motor mas Bram?" ucap Nindya balik bertanya.
"Khusus buat kamu takutnya kalau di taruh di motor dipakai juga temen temen bau kepala mereka haaa haaa nanti rambutmu ikut tercemar" jawab Bram
"Okey ide bagus itu, kalau yang pakai temen temen cowok mas Bram yang jarang keramas bisa pingsan aku saat pakai nanti" ucap Nindya sambil membawa helm di bawa masuk ke kamar.
Nindya lalu keluar kamar sambil membawa air mineral untuk Bram.
"Sudah tadi waktu nunggu mas Bram, besuk Lilian balik ke kost nya" jawab Nindya sambil duduk di kursi teras.
"Kost masih sepi, kamu berani ga?" tanya Bram sambil melihat sekeliling yang terlihat penghuni kost banyak yang belum datang.
"Berani" jawab Nindya
"Bener?" tanya Bram memastikan sambil menatap Nindya penuh perhatian
"Beneerrrr.." ucap Nindya memberi kepastian sambil menganggukkan kepala
"Ya sudah aku pulang ya?" ucap Bram
"He em" jawab Nindya. Mereka kemudian. bangkit berdiri Bram berjalan menuju ke motornya, Nindya ikut mengantar sampai di dekat motor. Bram mengacak acak pucuk rambut di kepala Nindya lalu duduk di jok motor nya kemudian motor berjalan meninggalkan kost Nindya.
***
__ADS_1
Bram sampai di depan rumahnya dia mengklakson motornya karena dia melihat pak Man di halaman dekat pagar. Pak Man lalu berjalan dan membukakan pintu pagar. Bram menjalankan motornya memasuki pintu pagar, kemudian dia berhenti menunggu pak Man menutup pintu pagar.
"Gimana mas?" tanya pak Man pada Bram. Bram tidak menjawab namun tangan nya menepuk nepuk jok belakang motornya sebagai kode agar pak Man duduk di boncengan
Pak Man akhirnya duduk di jok boncengan motor Bram lalu motor berjalan. menuju ke garasi alias tempat parkir. Setelah motor terparkir Bram dan pak Man turun. Namun seketika Bram menggendong pak Man sambil berteriak
"Suksessssss Pak"
"Selamat mas Bram saya ikut senang" ucap pak Man yang sudah dilepas gendongannya oleh Bram
"Tapi masih masa observasi Pak" jawab Bram dengan nada sedih sambil membuka helm nya dan menaruh di motornya
"Weleh apa itu mas?" tanya pak Man
"Masih dipantau keluarga Nindya kalau membuat Nindya sedih atau nilai kuliah jelek putus ga pacaran dulu hanya berteman saja" jawab Bram
"Ya bagus itu Mas" ucap pak Man
"Pak Man mau ngecat apa kok banyak cat?" tanya Bram saat melihat banyak kaleng cat di dekat tempat parkir.
"Ooo disuruh renovasi paviliun belakang katanya Om Prabu mau ke sini" jawab pak Man
"Tumben ga tidur di hotel" gumam Bram.yang didengar pak Man
"Tidak tahu mas katanya minggu depan harus selesai, padahal banyak yang bocor juga atapnya" ucap pak Man
"Kemarin mereka rapat di rumah tapi kata si Mak, sebab rapatnya malam hari saya sudah pulang tidak tahu" ucap pak Man lagi
"Kata Mak siapa saja yang rapat?" tanya Bram kepo
"Bapak, ibu, mbak Arum, mas Johan, Om Prabu sama papahnya mas Johan" jawab pak Man
"Lamaran Arum apa he...he..." ucap Bram sambil terkekeh
"Bukan mas, kata Mak masalah bisnis" ucap Pak Man serius
"Pasti mereka ngomongin aku" ucap Bram
__ADS_1
"Waktu Ibu tanya saya mas Bram kemana terus saya jawab seperti yang dipesan mas Bram komentar Ibu, cah ora ngenah mblayang wae (anak tidak bener dolan/main saja) ha...ha..." kata pak Man sambil tertawa
"Sudah mas Bram masuk sana, saya banyak kerjaan lembur ini nanti" ucap pak Man lalu berjalan menuju ke paviliun belakang.