
Nindya melangkahkan kakinya menuju ke pintu. Saat berada di depan pintu ibu ibu sudah berjalan setengah berlari meninggalkan kamar kost Bram sambil tetap mengibas ngibaskan tangannya dan gedruk gedruk mengusir semut yang masih menempel.
Nindya melihat ke bawah di samping pintu kamar Bram tempat dimana ibu ibu mengintip tadi, terlihat tempat sampah mengelimpang. Lalu diambil dan di taruh lagi pada tempatnya.
Nindya kembali melangkah ke arah Bram berada dia berjongkok di depan wajah Bram, dilihatnya mata Bram terpejam rapat
"Katanya ngajak week end malah tidur nyenyak" ucap Nindya sambil memencet hidung mancung Bram. Yang dipencet hidungnya tetap diam saja.
Nindya lalu bangkit berdiri mengambil tas ransel Bram, lalu ditaruh di atas punggung Bram. Selanjutnya Nindya mengambil hape nya dan memotret Bram yang posisi tidur tengkurap dengan tas ransel di punggungnya. Setelah nya Nindya mengusap usap hape melihat hasil jepretannya, dia tersenyum puas. Kemudian mengirim foto tersebut ke nomer hape Bram dengan keterangan
"Capek mendaki kasur sampai terkapar 😨"
Setelahnya Nindya berjalan meninggalkan kamar kost Bram, tidak lupa menutup pintunya lebih dahulu.
Nindya berjalan menuju ke warung Bu Sugeng
"Bu, saya pamit ya mas Bram tidur, pintu kamarnya sudah saya tutup" ucap Nindya pada bu Sugeng warung terlihat sepi dari club ngrumpi
"Iya mb, jangan diambil hati tingkah laku ibu ibu tadi ya" ucap Bu Sugeng
"Iya Bu" jawab Nindya sambil tersenyum lalu melangkahkan kaki menuju ke kamar kost nya.
Sesampai di kamar kost Nindya mengambil lap top nya lalu mengerjakan sesuatu yang bermanfaat membuat laporan hasil kerjanya sebagai asisten dosen.
Sementara itu di kamar kost warung Bu Sugeng, Bram mulai membukakan matanya karena perutnya sudah merasa lapar, tadi hanya mampir di warung bubur kacang ijo. Sejenak dia kaget karena ada beban di punggungnya, namun segera teringat tadi Nindya menginjak injak punggungnya
"Nin kok tubuhmu jadi ringan" gumam Bram. sambil meraba pada sesuatu di punggungnya. Dia terlonjak setelah menyadari tas yang ada di punggungnya. Bram lalu segera bangkit dan duduk di kasur. Di lihat tidak ada sosok Nindya dan pintu kamar tertutup. Bram lalu mengambil hape nya, dan membuka pesan text yang masuk. Dia buka pesan text dari Nindya, setelah dilihatnya nampak Bram tersenyum.
Dia lalu bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan kamarnya. Bram berjalan menuju ke kamar kost Nindya. Saat sampai di depan kamar Nindya, nampak pintu kamarnya sedikit terbuka. Bram mendekati pintu kamar tersebut dan membukanya lebih lebar, dilihatnya Nindya sedang asyik dengan pekerjaannya duduk di kursi dengan lap top di mejanya.
"Nin" ucap Bram masih berdiri dibalik daun pintu
"Hmmm" jawab Nindya tanpa menoleh
"Sedang apa?" tanya Bram
"Buat laporan" jawab Nindya masih fokus dengan lap topnya.
"Makan yuk, laper nih"
"Maaf ya aku tertidur" ucap Bram selanjutnya
__ADS_1
Nindya lalu menutup laptop nya dan berjalan keluar kamar, lalu duduk di teras kamarnya yang selanjutnya disusul Bram duduk di kursi sampingnya.
"Sudah ga capek mas Bram?" tanya Nindya
"Sudah segar nih" jawab Bram sambil merenggangkan otot dadanya.
"Keluar yuk, cari makan terus kita nonton" ajak Bram
"Mumpung cuaca mendung mendung syahdu kayak kamu he...he..." ucap Bram kemudian mencoba merayu
"Habis aku dari pagi sendiri, Lilian sudah pulang sejak habis subuh, mas Bram ga pulang pulang, sekali nya pulang malah tidur" ucap Nindya
"Ya sudah sekarang aku kan sudah bangun, habis mata nya terpejam sendiri he..he..." ucap Bram kemudian sambil tertawa kecil
"Yuk, aku ambil motor, kamu ganti baju, enggak ganti juga ga apa apa sudah cantik" ucap Bram masih dalam modus merayu. Nindya tidak menjawab hanya memandang Bram dengan mata lebih melebar. Nindya masih diam saja, namun tiba tiba terdengar suara...
krucuk....krucuk....krucuk...
Sumber suara dari perut Bram, Bram lalu memegang perutnya sambil tertawa sesaat kemudian Nindya juga ikut tertawa
"Ya sudah aku ganti baju" ucap Nindya sambil bangkit berdiri dan masih tertawa.
Tidak lama kemudian mereka sudah siap di atas motornya, lalu motor berjalan ke luar dari halaman kost dan melaju menuju jalan raya.
"Mau makan apa?" tanya Bram di sela sela deru mesin motor
"Steak" jawab Nindya
"Yang pakai nasi aja Nin" ucap Bram
"Ya sudah nasi padang aja ha..ha.." ucap Nindya kemudian
"Bener ya nasi padang" ucap Bram memastikan
"Iyaaaa" ucap Nindya sedikit berteriak karena lalulintas sangat ramai.
Tidak lama kemudian motor menepi selanjutkan berhenti di depan warung nasi padang yang lumayan besar. Mereka turun dari motor dan berjalan menuju ke etalase warung.
"Aku rendangnya dua" ucap Nindya sambil mengambil piring
"Lima juga ga apa apa" ucap Bram yang berdiri di samping Nindya
__ADS_1
"Anggap aja steak, asli indonesia malah" ucap Bram selanjutnya
Mereka lalu mengambil menu nasi padang , kebetulan keduanya memilih rendang namun bedanya Nindya mengambil rendang dua. Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanannya.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di dalam suatu mall. Mereka berjalan berdampingan tidak lupa telapak tangan Bram selalu memegang telapak tangan Nindya, sesekali dilepas pindah memegang pundak Nindya.
"Mau nonton sekarang atau jalan jalan dulu?" tanya Bram sambil berjalan saat mereka sudah mendekati ekskalator.
"Langsung aja ya mas" jawab Nindya
"Ga ingin jalan jalan dulu apa?" tanya Bram lagi
"Malas" jawab Nindya
"Beli minum dan snack dulu ya" ucap Bram dijawab anggukan kepala oleh Nindya.
Setelah mereka mendapat makanan ringan dan minuman lalu berjalan menuju ke lantai di mana gedung bioskop berada. Tidak lama mereka sudah sampai di area gedung bioskop.
"Mau nonton apa Nin?" tanya Bram sambil mata melihat lihat judul judul film
"Komedi he he... Buat hiburan dan enggak mikir" jawab Nindya
"Okey, setuju" ucap Bram menyetujui pilihan Nindya.
Mereka berdua sudah berada di depan loket, setelah memilih kursi, Bram lalu membayar tiket, setelah tiket didapat mereka kemudian melangkah menuju ke dalam gedung bioskop.
Mereka berjalan mencari nomer kursinya setelah mendapat tempat duduknya mereka berdua duduk berdampingan.
"Nin" ucap Bram sambil memandang Nindya yang sedang menyedot minuman ringannya.
"Hmm" ucap Nindya tidak melepas sedotan dari mulutnya
"Kapan kapan kamu kuajak ke rumahku ya?" tanya Bram mengandung ajakan
"Kan sudah pernah main ke rumah mas Bram" jawab Nindya karena dia memang pernah main ke rumah Bram beberapa kali tapi bersama Lilian
"Kamu ke sana kan belum pernah bertemu bapak ibu ku" ucap Bram kemudian
"Aku kenalkan kamu pada orang tuaku" ucap Bram kemudian namun membuat Nindya sedikit tersedak. Bram lalu dengan sigap mengelus elus punggung Nindya dan setelahnya mengambilkan air mineral membukakan dan memberikan pada Nindya
"Minum air putih" ucap Bram sambil memberikan air mineral yang sudah siap diminum. Setelah Nindya mengambilnya, tangan Bram kembali mengusap usap punggung Nindya.
__ADS_1