Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
64. Bertemu calon mertua 1


__ADS_3

Setelah curhat pada sahabatnya Lilian dan mamah Indah tercinta, Nindya mempunyai keberanian untuk bertemu pada orang tua Bram. Nindya akan memberitahu pada Bram kalau dia sudah ada keberanian bila diajak bertemu bapak ibu nya. Nindya mengambil hapenya, dia mencoba mengetik pesan pada Bram, namun saat mau dikirim dihapus lagi, belum menemukan kalimat yang pas. Dia mencoba mengetik lagi


"Mas aku mau" ting pesan terkirim


Tidak lama kemudian ada pesan masuk ke hape Nindya


"Mau apa Nin?"


"Sudah malam mau apa?"


"Mau tidur atau mau apa?"


Tiga pesan text masuk di aplikasi chatting nya


Nindya masih mencoba mengetik pesan namun ada panggilan masuk dari Bram


Nindya lalu menggeser tombol hijau


"Mau apa sudah malam?" tanya Bram saat sudah terhubung


"Itu mas""


"Itu apa?" saut Bram sebelum Nindya selesai bicara


"Mas Bram diam dulu denger aku omong"ucap Nindya kemudian


"Okey okey sekarang aku diam" ucap Bram lalu dia diam mendengarkan Nindya


"Mau kalau mas Bram ngajak bertemu bapak ibu"


"Bener, makasih ya...


"Tapi enggak sekarang, besuk hari Sabtu ya?" ucap Bram kemudian dengan senyum mengembang


"Iya lah masak sekarang, sekarang mau tidur aku" ucap Nindya


"Iya iya aku juga mau tidur, selamat tidur ya..semoga mimpi indah" ucap Bram dengan senyum yang masih mengembang


"Iya, selamat tidur juga, mimpiin aku ya mas, jangan ada perempuan lain meskipun di alam mimpi mas Bram" ucap Nindya


"Haa haa.. Iya iya hanya kamu di alam nyata dan alam mimpiku" ucap Bram kemudian, dan setelahnya keduanya saling diam, dan seterusnya Nindya menutup sambungan telponnya. Akhirnya mereka berdua tidur manis di kamar kostnya masing masing.


*****


Hari berlalu kini adalah hari Sabtu yang ditunggu tunggu oleh Nindya dan Bram. Nindya bangun lebih pagi setelah membersihkan diri dan sembahyang, dia membuat kopi kemudian duduk mengecek hape nya. Namun sesaat pintu kamar terdengar suara ketukan.


Nindya bangkit berdiri dan melihat siapa yang mengetuk pintu lewat jendela. Dilihatnya Bram sudah rapi di depan pintu kamar Nindya. Nindya lalu membuka pintu

__ADS_1


"Kok sudah rapi mas?" tanya Nindya


"Emang sekarang ke rumah mas Bram nya?" tanya Nindya lagi


"Aku mau pulang pagi ini, nanti malam aku ke sini lagi jemput kamu" jawab Bram


"Nanti jam berapa mas?" tanya Nindya


"Sudah ga sabar ya?" tanya Bram dengan senyum menggoda


"ih.. Kalau ga tahu jam nya nanti mas Bram ke sini aku belum mandi" ucap Nindya


"Habis maghrib ya" ucap Bram kemudian


"Iya" jawab Nindya. Bram lalu pamit, kemudian Bram melangkahkan kaki menuju ke motornya dan berlalu menuju ke rumah orang tuanya.


Nindya kemudian berjalan menuju ke kamar Lilian. Saat berada di depan kamar Lilian terlihat Lilian sedang menyapu di depan pintu kamarnya.


"Nin, mas Bram pulang ya, apa mau training di rumahnya?" tanya Lilian yang sudah selesai menyapu lantai kamarnya.


"Iya pulang ke rumah tapi nanti ke sini lagi" jawab Nindya sambil keduanya berjalan kaki masuk ke dalam kamar


"Li..." ucap Nindya saat duduk di tepi tempat tidur Lilian


"Apa" jawab Lilian sambil sibuk mengambil gelas untuk membuat minuman


"Serius?" tanya Lilian dengan ekspresi bahagia


"Iya, nanti habis maghrib jemput aku" ucap Nindya kemudian


"Kamu harus prepare sebaik baiknya Nin" usul Lilian


"Aku bingung Li harus gimana, kalau baju udah dibeliin mas Bram" ucap Nindya dengan serius


"Kamu bawain kue kesukaan ibunya mas Bram aja" ucap Lilian memberi saran


"Aku ga tahu apa kue kesukaan ibunya mas Bram" ucap Nindya


"Aku tahu Nin, aku pernah diajak mas Bram beli kue kesukaan ibu nya, di toko kue tertentu ga sembarang toko ada" ucap Lilian


"Kamu antar aku ya?" pinta Nindya


"Beres, tapi mahal banget Nin tapi enak banget gila makyus banget, aku bayangin sekarang ngiler inget rasanya" ucap Lilian


"Ya ga apa apa mahal, aku punya tabungan, ga nyampe jutaan kan?" tanya Nindya


"Haaa haaa.. Ya enggak lah" jawab Lilian

__ADS_1


"Tapi aku juga beliin ya?" pinta Lilian


"Beres" jawab Nindya


"Okey lah, toko buka jam sembilan pagi, nanti setengah sembilan kita berangkat biar dapat antri awal" ucap Lilian kemudian.


Nindya lalu kembali ke kamarnya untuk beberes dan berganti pakaian persiapan untuk ke toko roti.


Setelah waktu yang ditentukan Lilian tiba, mereka berdua mengendarai sepeda motor berlalu menuju ke toko kue. Motor menuju ke pusat kota, dan tidak berapa lama motor berhenti di suatu toko kue. Aroma harum kue menguar di sekitar toko kue membuat air liur keluar apalagi bila perut lapar.


"Kamu kok hafal jalannya sih Li, padahal jalannya masuk masuk?" tanya Nindya setelah mereka turun dari motor


"Iya Nin, beberapa kali diajak mas Bram" jawab Lilian


"Yuk, nanti siang sedikit sudah banyak orang datang" ucap Lilian lalu mereka berjalan masuk ke dalam toko kue tersebut.


Lilian menunjukkan kue yang dimaksud, kemudian mereka membeli dua kotak kue tersebut.


"Li, nanti aku minta ya?" ucap Nindya pelan saat mereka antri di kasir


"Ngasih kok minta" ucap Lilian menggoda


"Aku kan belum makan kue tersebut, kalau nanti diajak diskusi rasa sama ibunya mas Bram gimana" ucap Nindya


"Aku kan ga bisa omong apa kalau belum nyoba rasanya" ucap Nindya lagi


"Kamu pikir ibunya mas Bram kayak mamahmu" ucap Lilian


"Pokoknya aku minta" ucap Nindya lalu maju menuju ke kasir karena sudah gilirannya membayar.


Setelah membayar dan mendapatkan kie yang dibeli, mereka berdua kembali mengendarai motor membelah jalan jalan pusat kota. Namun sesaat Nindya terkaget karena motor berhenti pada suatu salon kecantikan.


"Turun yuk Nin" ucap Lilian saat motor sudah berhenti namun Nindya masih berada di boncengan.


"Kamu mau perawatan?" tanya Lilian


"Bukan aku tapi kamu" jawab Lilian santai


"Ealah Li buat apa, baru juga kenalan ke orang tuanya belum lamaran atau apa" ucap Nindya berusaha menolak


"Udah ayook" ucap Lilian sambil menarik tangan Nindya untuk berjalan masuk ke dalam salon kecantikan


"Sebentar kue nya dibawa masuk" ucap Nindya sambil mengambil kue yang masih menggantung di motor Lilian


"Hilang tekor aku" ucap Nindya kemudian dan dijawab Lilian dengan tawanya


Mereka lalu berjalan menuju ke dalam salon kecantikan, terlihat Lilian menyampaikan maksud kedatangan pada bagian informasi. Setelahnya teihat mereka duduk di kursi ruang tunggu menunggu antriannya.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian giliran antrian mereka tiba, lalu Nindya disuruh masuk ke ruang perawatan. Sedangkan Lilian menunggu di ruang tunggu karena dia hanya bermaksud mengantar Nindya.


__ADS_2