
"Nin... Kok diam aja, tadi berangkat diam karena nervous, sekarang diam karena apa?" ucap Bram sambil menatap lekat pada wajah Nindya dan dengan tangan yang masih memegang tangan Nindya.
"Aku lulus ga mas?" tanya Nindya dengan pelan dijawab tawa kecil oleh Bram dan kemudian
"Lulus cum laude" ucap Bram berbisik di telinga Nindya sejurus kemudian Bram mencuri mengecup lembut pipi Nindya.. Namun tiba tiba....
tok...tok...tokkk suara ketukan di kaca mobil mengagetkan Bram dan Nindya. Nindya kaget dua kali lipat kaget oleh kecupan mesra Bram dan kaget oleh ketukan kaca mobil di sebelahnya.
Mereka berdua menetralkan posisi duduknya dan menetralkan ekspresi wajahnya, kemudian Bram dan Nindya bersamaan membuka pintu mobil. Terlihat Lilian dan ibu kost berdiri di samping mobil mereka
"Li... Bu.." ucap Nindya sedikit gugup
"Bu, ngantar Nindya pulang" ucap Bram sambil menganggukkan kepala
"Telat dua menit" ucap Lilian sambil menunjukkan waktu di hape nya.
"Maaf" ucap mereka berdua
"Ya sudah ayo masuk Nin" ucap Ibu kost.
Lalu terlihat Bram mohon diri kemudian masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju ke kost nya. Sedangkan Nindya berjalan masuk ke dalam bersama Lilian dan ibu kost. Terlihat ibu kost kemudian berjalan menuju ke rumah induk. Sedangkan Lilian masih membuntuti langkah Nindya.
"Nin..ayo cerita gimana tadi, ngapain juga mobil sudah berhenti kalian berdua tidak keluar keluar?" tanya Lilian beruntun. Sedangkan Nindya diam saja melangkahkan kaki dengan cepat lalu membuka kunci pintu kamarnya
"Nin.. dengar ga sih" ucap Lilian di dekat Nindya
"Aku pengen pipis Li" ucap Nindya lalu berlari ke kamar mandi setelah pintu kamar terbuka. Sedangkan Lilian ikut masuk ke dalam kamar Nindya lalu duduk di kursi.
Di dalam kamar mandi Nindya memegang dadanya yang masih berdegup, kemudian memegang pipinya terasa masih ada wajah Bram di dekatnya. Hingga beberapa menit Nindya jongkok di kamar mandi sambil memegang pipi dan dadanya bergantian.
"Nin.. Kamu kenapa, kok lama banget?" tanya Lilian di depan pintu kamar mandi
"Nin.. salah makan apa?" tanya Lilian lagi sambil mengetuk ngetuk pintu kamar mandi Nindya. Nindya tetep masih diam membisu sambil jongkok memegang pipi dengan dengan kedua tangannya dengan senyum menerawang membayangkan wajah Bram
"Nin..." teriak Lilian sambil memutar muter handel pintu
Tidak lama kemudian Nindya keluar dari kamar mandi dengan senyum senyum di bibirnya.
"Kamu kenapa sih?" tanya Lilian
"Cerita donk Nin" pinta Lilian kepo tingkat tinggi
Nindya lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya, sambil memeluk bantal
"Nin.." teriak Lilian sambil menarik bantal yang dipeluk Nindya
"Li... Kamu itu menganggu" ucap Nindya menarik kembali bantalnya
"Ceritanya besuk, kamu sana balik ke kamarmu" ucap Nindya kemudian
__ADS_1
"Aku tuh malam ini tidur di kamarmu, sudah dapat restu dari ibu kost" ucap Lilian lalu ikut merebahkan diri di samping Nindya
"Ha?" ucap Nindya kaget
"Ganti baju sana" ucap Lilian kemudian sambil menoel pundak Nindya
"Ga usah baju penuh memori biar nanti aku mimpi melanjutkan yang tadi kamu ganggu" ucap Nindya masih memeluk bantalnya
"Hayo.. apa?" tanya Lilian menggoda dan penuh kepo
"Kepo ya?" tanya Nindya dengan senyuman menggoda
"Jelas lah, kepo kuadrat" jawab Lilian
"Gimana tadi kamu jadi diskusi rasa?" tanya Lilian
"Mau diskusi gimana, saat di ruang tamu aku kayak diwawancara ujian masuk kerja, saat di ruang keluarga ibu nya mas Bram lebih banyak diam, kalau senyum hanya senyum dikit banget" jelas Nindya
"Kue yang kamu bawa dimakan ga?" tanya Lilian
"Dimakan sih.. tapi ya cuma diam menikmati sambil dengerin yang lain omong" ucap Nindya
"Eh Li, ibunya mas Bram bisa tertawa ga ya?" tanya Nindya serius
"Aku ga tahu, kamu tanya sendiri aja ha...Ha..." jawab Lilian sambil tertawa.
"Li, mas Bram kamu sembunyi sana, video call nih" ucap Nindya menyuruh Lilian sembunyi
"Ngapain sembunyi, ga apa apa kan tahu aku tidur di sini" ucap Lilian
"Ihhh nanti kalau aku sama mas Bram mau mesra mesra kamu lihat dan dengar aku malu, cepet sana.. di kamar mandi" usir Nindya pada Lilian
"Udah di terima aja kututup bantal telingaku dan merem mataku nih" jawab Lilian sambil memejamkan mata dan menutup telinganya dengan bantal namun dia tertawa
Nindya lalu sedikit menjauh dari Lilian dia menuju pojok kamar kamar menggeser tombol hijau
"Hallo" ucap Nindya saat sudah menerima panggilan video Bram, nampak Bram sudah memakai baju tidur dengan wajah tersenyum
"Kok lama sih ngangkatnya?" tanya Bram
"Belum ganti baju Nin?" tanya Bram lagi
"Belum, ini tadi mau ganti baju" jawab Nindya bohong. Dan terdengar suara tawa Lilian tertahan karena dia tetap mendengar omongan Nindya. Nindya lalu melirik ke arah Lilian. Bram melihat dari layar hapenya lirikan mata Nindya seperti melihat sesuatu
"Ada apa Nin?" tanya Bram
"Tikus" jawab Nindya
"Mosok ada tikus di kamar?" ucap Bram dengan ekspresi kaget dan lebih kaget lagi ada bantal melayang di dekat Nindya.
__ADS_1
"Sialan ngatain aku tikus" teriak Lilian sambil melempar bantal
"Nin... ada Lilian kok dengar suara Lilian?" tanya Bram
"Iya, dia kepo" jawab Nindya namun lalu Lilian mendekat dan membekap mulut Nindya
"Hai.. kalian itu kenapa?" tanya Bram karena layar hape sudah tidak terlihat wajah Nindya namun nampak plafon kamar Nindya.
"Mas, tutup dulu" teriak Nindya. Lalu Bram menutup sambungan telponnya sambil geleng geleng kepala dan tersenyum.
"Li kamu itu menganggu kayak tikus ha..ha.." ucap Nindya setelah berhasil lolos dari serbuan Lilian
"Enak aja" ucap Lilian lalu kembali merebahkan diri di tempat tidur Nindya. Nindya lalu ikut mendekat dan duduk di tempat tidur.
"Kamu kenapa tadi sama ibu kost tahu tahu ada di dekat mobil?" tanya Nindya penuh selidik
"Aku tuh tadi ngobrol sama ibu kost di ruang depan rumah induk, diskusi rasa kue dari mu itu" ucap Lilian
"Malah kamu yang diskusi rasa" ucap Nindya
"Iya, kue juga kubagi ke penghuni lain, aku mau pulang ke rumah malas" ucap Lilian
"Nah.. Aku dan ibu kost dengar ada suara mobil datang dan berhenti, terus kita lihat dari jendela kok kalian enggak keluar keluar ya sudah kita datangi aja" ucap Lilian kemudian.
"Kok aku ga tahu kalian berjalan mendekat" gumam Nindya
"Mungkin sedang sibuk kamu ha...Ha..." ucap Lilian sambil tertawa
"Hayo ngapain?" tanya Lilian kemudian
"Aku tanya mas Bram aku lulus enggak, terus mas Bram jawab lulus cum laude" jawab Nindya
"Menurutmu aku lulus enggak Li, bener dech kayak test wawancara?" tanya Nindya kemudian
"Ibu nya mas Bram pergi meninggalkan kamu enggak?" tanya Lilian
"Maksudnya gimana?" tanya Nindya minta penjelasan
"Ya saat kamu di rumahnya dia selalu ada di dekatmu apa masuk ke dalam apa masuk kamar apa malah pergi ke luar rumah meninggalkan kamu" jelas Lilian
"Selalu ada sih, awal di ruang tamu terus di ruang keluarga terus di ruang makan, di ruang tamu lagi, sampai aku pulang pamit ada" jawab Nindya
"Kayaknya sih lulus kamu, selamat ya" ucap Lilian sambil mengulurkan tangan untuk memberi selamat
"Kok kamu tahu?" tanya Nindya yang menyambut tangan Lilian
"Iya dulu kan Devina mencoba mendekati mas Bram, kata Mak ibunya mas Bram ga suka dengan Devina terus katanya saat Devina main ke rumahnya ditinggal masuk kamar" jawab Nindya
"Siapa Devina, kok kayak aku pernah dengar nama itu?" tanya Nindya
__ADS_1