
Bram dan Dito menunggu dalam diam, mereka sibuk dengan hapenya masing masing. Bram menulis pesan text pada Nindya
"Nin, sudah ke kampus?" ....ting pesan terkirim
"Nin, share kontak dan email pak Suryo donk" ...ting pesan terkirim
Dua pesan teks Bram kepada Nindya terkirim dengan sempurna status centang dua. Bram menunggu balasan dari Nindya
Tidak berapa lama pesan sudah terbaca oleh Nindya, dan Nindya sedang proses membalas
Tidak berapa lama balasan dari Nindya masuk ke hape Bram
"Belum, ini baru mau akan jalan ke kampus dengan Lilian, emang kenapa minta kontak pak Suryo?"
Bram, lalu melakukan sambungan telpon
"Penting Nin, nanti cerita nya sekarang share ya" ucap Bram setelah Nindya menerima sambungan telponnya
"Iya kututup ya" ucap Nindya lalu menutup sambungan telponnya. Dan tidak berapa lama kontak dan alamat email pak Suryo sudah masuk ke hape Bram.
Bram lalu mengirim pesan text dan email kepada pak Suryo, kalau sekarang menunggu di depan ruang nya, dan menyampaikan maksud dan tujuannya ingin menghadap. Semua pesan dan surat elektronik masuk pada alamat pak Suryo. Bram menunggu balasan.
Sudah beberapa lama tidak ada balasan, Dito sudah terlihat gelisah.
"Lama ya Bram?" tanya Dito
"Enggak tahu, tunggu aja dulu" ucap Bram
"Ke kantin yuk Bram, haus nih cuaca panas banget pengen es aku" ucap Dito sambil mengibas ngibaskan baju di sebelah dadanya agar dapat angin.
"Aku males turun Dit, tahan aja dulu, entar kita turun pak Suryo datang" ucap Bram
Benar tidak lama ada pesan teks masuk ke hape Bram pesan teks dari pak Suryo yang mengatakan kuliah baru saja selesai, dan pak Suryo otw menuju ke ruangannya.
Setelah beberapa menit terlihat sosok pak Suryo dosen killer yang memiliki tubuh tegap atletis berjalan menuju ke ruangannya.
Saat pak Suryo sudah mendekat di pintu ruangannya Bram bangkit berdiri diikuti oleh Dito.
"Selamat siang Pak, saya Bram dan ini Dito" ucap Bram di depan pak Suryo dan Dito yang berdiri disampingnya tersenyum dan menganggukkan kepala.
__ADS_1
"O Bram ayo masuk" ucap pak Suryo lalu membuka pintu ruangannya
"Silahkan duduk, maaf menunggu lama" ucap pak Suryo sambil mendudukkan diri di kursi kebesarannya
"Saya yang minta maaf mengganggu waktu bapak" ucap Bram sambil menaruh pantatnya di kursi, begitu pun Dito duduk di kursi sampingnya.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya pak Suryo sambil menatap Bram dan Dito
"Seperti yang saya sampaikan tadi Pak, saya dan Dito sedang KKN dan memiliki program untuk pelatihan. membuat tepung pisang dan pengolahannya, tadi bagian pengabdian masyarakat bilang untuk uji nutrisi diminta menemui Bapak" ucap Bram
"Ooo sebenarnya kalau program KKN dari pembuatan tepung sampai pengolahannya sudah cukup, masalahnya waktu kamu di KKN kan maksimal dua bulan" ucap pak Suryo
"Tapi kami ingin membantu sampai di pemasaran tepungnya juga Pak, sebab tepung bisa bertahan lebih lama jadi bisa meningkatkan harga jual" jawab Bram
"Hmmm bagus sih, gimana kalau uji nutrisi buat penelitianmu saja Bram, jadi hasil penelitianmu bisa berlanjut membantu desa tersebut, selain kandungan nutrisi kamu juga harus uji kadar airnya agar tepung tahan lama, terus kemasannya juga harus dipikirkan" saran pak Suryo panjang lebar
"Begitu ya Pak?" tanya Bram
"Bisa, kamu pikirkan buat judul nya lalu buat proposalnya, saya siap membantu" ucap pak Suryo
"Kamu bisa hubungi asisten saya kalau perlu informasi referensi pustaka yang dibutuhkan, nanti kalau ke laboratorium juga hubungi mereka" ucap Pak Suryo lemudian
"Ooo bisa" ucap pak Suryo lalu mengirim nomer kontak asistennya. Saat nomer kontak terkirim ke hape Bram betapa kagetnya Bram nomer Nindya yang dikirim ke hape Bram.
"Nindya, bapak tidak salah kirim?" tanya Bram
"Tidak, dia masih fresh cekatan kalau kerja, mungkin yang senior sudah banyak kerjaan jadi agak lama merespon" jawab pak Suryo. Bram mengangguk dan tersenyum namun kakinya ditendang oleh Dito dan Bram membalas dengan menginjak telapak kaki Dito.
"Baik Pak Terima kasih, kalau begitu kami pamit" ucap Bram lalu bangkit berdiri, dan diikuti Dito tentu saja.
"Yaa ya.. fokus di pelatihan pembuatan tepung dan pengolahannya saja dulu di lokasi sambil kamu mikir judul dan buat proposal" ucap pak Suryo sambil bangkit berdiri lalu berjabat tangan dengan Bram dan Dito.
Bram dan Dito lalu berjalan meninggalkan ruang pak Suryo. Saat berjalan di lorong dia berpapasan dengan Nindya yang akan berjalan menuju laboratorium mata kuliah pak Suryo yang berada tidak jauh dari ruangan pak Suryo.
"Hai mas Bram, mas Dito kok sampai sini?" tanya Nindya
"Kan aku sudah bilang ada perlu dengan pak Suryo" jawab Bram
"Kamu kok tidak di ruang kuliah?" tanya Bram.
__ADS_1
"Sudah selesai, ini mau menyiapkan materi praktikum" jawab Nindya
"Oo, Nin aku besuk minta tolong ke kamu penelitianku sepertinya di lab kamu" ucap Bram
"Ha.. kok bisa?" tanya Nindya
"Iya Pak Suryo yang menyarankan" jawab Bram
"Ini namanya kebetulan yang bukan kebetulan" ucap Nindya
"Maksudnya?" tanya Bram dan Dito bersamaan
"Sepertinya kebetulan tetapi sebenarnya sudah ada yang mengatur" Jawab Nindya
"Kamu sok bijak" ucap Bram sambil mengacak rambut pucuk kepala Nindya
"Iya, kak Alvin yang bilang dia kalau njelasin lebih panjang lebar he..he" ucap Nindya
"Ya sudah mas, aku ke lab ya" ucap Nindya untuk mohon diri
"Ya aku balik ke lokasi ya, kerja yang bener ya.." ucap Bram sambil menatap Nindya
"Iya mas Bram juga kerja yang bener jangan macem macem" ucap Nindya
"Tenang Nin, aku siap ngawasj" ucap Dito
"Jadi kamu cctv berjalan itu?" tanya Bram sambil menatap Dito, sedangkan Nindya langsung berjalan meninggalkan mereka.
"Cctv berjalan apa sih" jawab Dito dangan bingung. Dan Bram hanya menoleh melihat Nindya yang sudah melangkahkan kaki meninggalkannya.
"Ayo jalan, kamu enak, sekali nyelam dapat ikan, terumbu karang dan mutiara" ucap Dito sambil berjalan. Bram akhirnya juga berjalan, mereka meninggalkan gedung tersebut menuju tempat parkir motornya. Sesampai di parkir motor
"Bram, makan yuk laper aku" ucap Dito
"Ah kamu tidak dari tadi bilang, ya sudah balik kita ke kantin" ucap Bram lalu membalikkan langkahnya menuju ke kantin
"Aku kan sudah bilang kalau haus dari tadi sekarang haus dan lapar, kalau kamu pasti kenyang" ucap Dito sambil melangkahkan kakinya berjalan di samping Bram.
"Kenyang apa, kenyang pisang" ucap Bram sambil terus melangkah menuju ke kantin.
__ADS_1
Tidak berapa lama mereka berdua sampai di kantin. Ada beberapa mahasiswa berada di kantin beberapa dari mereka menyapa Bram karena memang mengenal Bram. Setelah selesai makan dan minumnya, Bram dan Dito kembali ke lokasi KKN nya.