
Keesok harinya, pagi pagi Bram sudah dijemput Pak Sopir. Mobil berhenti di posisi kemarin malam mengantar Bram. Pak Sopir yang belum tahu kostnya Bram bingung.
"Kenapa kemarin tidak tanya di mana kostnya" gumam pak Sopir pada dirinya sendiri. Dia lalu membuka pintu mobil dan keluar untuk bertanya pada orang. Pak Sopir berjalan menuju ke warung Bu Sugeng. Setelah tanya pada bu Sugeng. Pak Sopir kembali lagi ke mobilnya untuk mengambil pakaian kerja Bram, setelahnya dia kembali berjalan menuju ke kamar Bram. Pak Sopir mengetuk pintu kamar Bram beberapa kali namun pintu masih tertutup rapat. Dicobanya lagi mengetuk pintu dengan suara yang lebih keras. Tidak berapa lama pintu terbuka, nampak wajah Bram yang baru bangun.
"Pak, kok pagi sekali" ucap Bram saat melihat pak Sopir sudah di depan pintu kamarnya
"Lebih awal lebih bagus Mas" jawab pak Sopir lalu memberikan pakaian Bram.
"Disuruh Bapak jam enam sudah sampai di kost mas Bram" ucap Pak Sopir kemudian
"Ya sudah aku mandi dulu, bapak tunggu dulu" ucap Bram lalu kembali masuk selanjutnya pergi mandi. Tidak berapa lama Bram sudah selesai dan setelahnya sarapan sederhana ala anak kost dengan pak Sopir.
"Mas Bram senang ya di kost sini?" tanya pak Sopir sambil menyeruput kopi
"Iya Pak, yang bikin senang yang depan sana" ucap Bram sambil menunjuk kost depannya
"Ha...Ha.. mbak Nindya ya?" tanya pak Sopir
"Iya Pak, pengen dekat terus" jawab Bram sambil tersenyum
"Ya sudah tho Mas, nikah aja mas Bram sudah lulus sudah kerja" ucap Pak Sopir sambi menatap Bram serius
"Maunya begitu Pak, tapi ga tahu Nindya sudah mau belum" ucap Bram lalu menghabiskan sarapannya. Setelah selesai mereka berdua menuju ke mobil dan segera berangkat.
"Tidak pamit calon istri dulu Mas?" tanya pak Sopir saat mobil sudah akan berjalan
"Malu sama ibu kost Pak, nanti lewat telpon aja pamitnya he he.." jawab Bram sambil tertawa kecil.
Mobil lalu segera meluncur menuju kantor Bharata Group. Beberapa menit kemudian mobil sudah sampai di kantor Bharata Group. Karyawan sudah berada di kantor di mejanya masing masing. Bram berjalan melewati mereka, beberpa karyawan menatapnya sambil menyapa tersenyum dan menganggukkan kepala, namun ada beberapa yang berbisik bisik dengan temannya. Bram menanggapi santai saja, ah pasti mereka bisik bisik tentang pesonaku, begitu gumam Bram dalam hati dengan percaya diri level tinggi.
Bram langsung berjalan menuju ke ruang kerjanya. Saat sampai di dalam nampak Bapak Bharata dan Sisi sudah berada di dalam ruangan.
"Selamat pagi Pak" sapa Bram
"Hmm" jawab bapak Bharata. Bram lalu berjalan menuju ke tempat duduknya.
"Bram" panggil bapak Bharata
"Ya Pak" jawab Bram
"Siapa yang menyuruhmu duduk?" tanya bapak Bharata
__ADS_1
"Saya sendiri" jawab Bram sambil tersenyum
"Sini kamu duduk di depanku" ucap Bapak Bharata sambil menunjuk kursi di depan mejanya. Bram mau tak mau bangkit berdiri lalu berjalan menuju ke kursi yang ditunjuk bapak Bharata, setelahnya dia duduk dan menghadap ke bapak Bharata.
"Kamu berangkat dari rumah kenapa pulang ke kost?" tanya bapak Bharata.
"Capek Pak, pengen istirahat kalau pulang ke rumah takut dimarah Bapak tentang masalah kejadian di hotel" jawab Bram
"Sekarang aku marahnya, kamu itu kalau berani berbuat harus berani menghadapi resiko termasuk kena marah" ucap Bapak Bharata
"Pak Sopir sudah cerita ke bapak?" tanya Bram
"Sudah mbak Sisi juga sudah cerita, Aku tadi juga sudah menghubungi dokter Willy, ini nunggu hasil lab dari dokter Willy" jawab Bapak Bharata
"Saya kan tidak tahu kalau nona Jecklyn berbuat seperti itu Pak, lagian Bapak juga setuju aku menemui nona Jecklyn di hotel " ucap Bram
"Terus gimana Pak, dari pertemuan kemarin nona Jecklyn minta saya membuat penawaran tertulis?" tanya Bram serius
"Teruskan tapi kamu harus lebih waspada aku tidak mau bisnis kotor yang berbau suap dan ***, paham" ucap Bapak Bharata.
"Baik Pak" jawab Bram
"Setahuku kamu itu tidak takut dimarahi orang, apalagi kasus ini bukan salahmu" ucap Bapak Bharata sambil tersenyum menggoda
"Ehmmm anu Pak, kangen Nindya" jawab Bram jujur
"Kenapa kamu tidak ajak dia menikah saja?" tanya Bapak Bharata.
"Kamu bisa pulang ketemu Nindya kalau sudah menikah" ucap Bapak Bharata kemudian.
Namun tiba tiba hape bapak Bharata berdering. Bapak Bharata mengambil hapenya ternyata panggilan dari dokter Willy. Bapak Bharata menerima panggilan dari dokter Willy.
"Hallo" ucap Bapak Bharata
"O syukurlah kalau hasil uji lab urien Sisi negatif" ucap Bapak Bharata setelah menerima informasi hasil uji lab dari dokter Willy.
"Baik dokter, terimakasih" ucap Bapak Bharata lalu menutup sambungan telponnya dan menaruh kembali hapenya.
Namun saat Bapak Bharata menerima telpon ada seorang karyawan bagian pantry yang sedang berada di dalam ruangan tersebut. Karyawan tersebut nampak tersenyum senyum misterius, lalu karyawan tersebut berjalan meninggalkan ruangan bapak Bharata.
Tidak berapa lama Sisi terlihat sibuk menerima panggilan telpon di hapenya. Lalu tidak berapa lama kemudian
__ADS_1
"Mas Bram" panggil Sisi dengan sedikit berteriak dan nampak serius cenderung ingin menangis
"Apa" jawab Bram sambil menoleh ke arah Sisi
"Mas Bram harus bertanggung jawab" ucap Sisi dengan serius. Bram yang mendengar terlihat kaget
"Tanggung jawab apa, Bram kusuruh nikahi Nindya, kamu yang minta tanggung jawab" ucap Bapak Bharata
"Bukan itu Pak, gara gara mas Bram ngantar periksa dan cek urien saya, itu semua karyawan ngira saya ada hubungan pribadi dengan mas Bram" jawab Sisi
"Kok bisa?" tanya Bram dan bapak Bharata bersamaan
"Ada karyawan yang satu kost an dengan perawat dokter Willy, perawat tersebut yang cerita ke karyawan, dan cerita nyebar di kantor" jelas Sisi pada Bram dan bapak Bharata
"Secepat itu gosip beredar" gumam Bram
"Panggil bagian personalia ke sini sekarang" perintah Bram pada Sisi.
Tidak berapa lama menejer personalia sudah berada di dalam ruangan bapak Bharata setelah Sisi membukakan pintu untuknya.
"Selamat pagi Pak" ucap menejer personalia pada bapak Bharata
"Pagi, itu Bram yang memanggilmu" ucap Bapak Bharata sambil menunjuk Bram dengan dagunya. Menejer personalia lalu berjalan menuju ke tempat Bram.
"Ada yang bisa saya bantu Mas?" tanya menejer personalia
"Sejak kapan kantor ini ada berita gosip?" tanya Bram
"Saya tidak tahu Mas" jawab menejer personalia
"Kamu harus tahu, pagi ini sudah tersebar gosip saya ada hubungan pribadi dengan mb Sisi" ucap Bram sambil menatap menejer personalia, yang ditatap hanya menunduk.
"Sekarang juga kamu kumpulkan semua karyawan, biar pak Sopir dan mb Sisi menjelaskan kejadian yang sesungguhnya " perintah Bram.
"Dan beri peringatan pada semua karyawan jangan menyebarkan gosip, tanya dulu kebenaran informasi pada orang yang bisa dipercaya" ucap Bram selanjutnya
"Sudah sana segera laksanakan" ucap Bram
"Mbak Sisi ikut sana, jelaskan kejadian yang sebenarnya" ucap Bram pada Sisi.
Menejer personalia dan Sisi lalu pamit ke luar ruangan untuk mengadakan meeting karyawan mendadak. Namun tiba tiba hape Bram berdering, Bram sedikit tidak bersemangat mengambil hape yang bukan khusus yang berdering, saat dilihat panggilan dari Jecklyn, Bram semakin tidak bersemangat, namun mau tak mau demi obsesinya ekspor tepung pisang.
__ADS_1