Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
45. CCTV berjalan Nindya


__ADS_3

Bram berjalan mendekat ke Amel dan Shirly


"Gimana Bram?" tanya Amel sedangkan Shirly hanya diam menatap Bram


"Barang bawaanmu taruh di bis saja, dititip ke temenmu" ucap Bram pada Shirly karena terlihat Shirly membawa travel bag yang besar.


"Iya iya" jawab Shirly terlihat sangat antusias. Dia lalu berjalan menuju ke temen kelompoknya dan terlihat sejenak berbicara lalu balik lagi


"Iya Bram tapi nanti kita antar barang ke bis dulu ya" ucap Shirly setelah mendekat. Dan terlihat temen temen yang lain sudah berjalan ada yang menuju bis ada yang menuju ke tempat parkir kendaraan mereka.


"Ya sudah kalau sudah beres aku cabut aku mau meluncur ke lokasiku" ucap Amel


"Daaa..." ucapnya lagi sambil berjalan dan melambaikan tangan pada Bram dan Shirly.


"Datang datang hanya nambah beban" gumam Bram


"Ayo jalan" ucap Bram lalu dia berjalan menuju ke motornya diikuti oleh langkah Shirly.


"Bram, ini berat tasku, bisa bantu ga?" ucap Shirly yang terlihat menyeret- nyeret tas nya


Bram melihatnya lalu dengan cepet dia membawanya dan berjalan setengah berlari, sedangkan Shirly berjalan berada agak jauh di belakangnya.


Setelah sampai di motornya Bram menaruh tas Shirly di atas tangki bensin motornya. Sedang tas dia selalu nangkring manis di punggungnya. Bram lalu duduk di atas motornya menunggu Shirly. Beberapa menit kemudian Shirly sudah sampai di dekat motor Bram.


"Aku lupa aku cuma bawa satu helm" ucap Bram setelah Shirly di dekatnya


"Ooo aku sudah bawa, di tasku itu sudah ada helm" ucap Shirly lalu mendekat ke tas nya dan setelahnya membuka dan mengambil helm nya.


"Ga dari tadi diambil kan tidak nambah berat" ucap Bram


"Ga kepikiran Bram" ucap Shirly dan Bram hanya diam.


Tidak pakai lama akhirnya motor Bram berjalan di jalan dalam kampus menuju ke jalan raya, namun sudah berhenti sejenak untuk menaruh travel bag milik Shirly ke dalam bis kampus yang membawa ke kecamatan lokasi KKN nya.


Saat motor sudah berada di depan pintu gerbang kampus, ada bis kota berhenti menurunkan penumpang di halte depan kampus. Bram pun menghentikan motornya menunggu bis kota berjalan.


Setelah bis kota sudah berjalan Bram melajukan motornya menuju ke lokasi KKN nya.


Sementara itu di warung Bu Sugeng kembali heboh gosip di pagi. Terlihat ibu ibu club ngrumpi di warung sedang melakukan aktivitas rutinnya. Kemudian tidak berapa lama datang seorang ibu anggota club ngrumpi

__ADS_1


"Hot news... hot news..." ucapnya sambil berjalan setengah berlari menuju warung


"Ada berita apa Bu?" ucap salah seorang


"Itu tadi saya turun dari bis kota di halte depan kampus, lihat mas yang ngekost di sini mbonceng kan cewek bukan cewek kost depan" ucap Ibu pembawa hot news dengan suara masih terenggeh enggeh


"Salah lihat mungkn" ucap Ibu yang lain


"Ga mungkin motor helm tas nya sama, kalau baju sih semua pakai jaket almamater tapi ga mungkin salah lihat mata ku masih normal" ucapnya dengan bibir mencong mencong agar yang lain. percaya dengan beritanya.


Tidak berapa lama terlihat Lilian berjalan menuju warung. Setelah berada di dekat warung terlihat Ibu ibu tersebut menengok ke arah Lilian.


"Kalau beritamu benar sampaikan saja pada mbak nya itu, dia kan sahabatnya, kasihan kalau sahabatnya diselingkuhi" ucap salah satu ibu. Sementara yang lain mengiyakan usulnya, sedangkan Bu Sugeng tetap pada pekerjaannya tidak mau ikut campur segala macam gosip yang berada di warungnya.


"Iya iya aku sampaikan" ucap Ibu pembawa hot news


"Mbak maaf ya Ini hanya demi kebaikan" ucap Ibu tersebut dengan suara sok lembut sambil mendekat ke Lilian dan mengelus salah satu pundak Lilian


"Ada apa ya Bu?" tanya Lilian dengan hati hati


"Bener mbak ini untuk kebaikan jangan dilaporkan ya" ucap Ibu itu lagi semakin membuat Lilian bingung


"Iya Bu" jawab Lilian kemudian


"Ooo mas Bram yang kost di sini?" ucap Lilian


"Iya iya bener" ucap Ibu itu


"Mungkin temen KKN nya Bu yang diboncengkan" ucap Lilian


"Iya tapi kan harus waspada" ucap Ibu itu lagi


"Baik Bu, terimakasih infonya" ucap Lilian kemudian dia diam menunggu antrian, dan tidak berapa lama dia dilayani bu Sugeng, sebab ibu ibu yang lain masih senang di depan warung sehingga memberikan giliran antrian nya pada Lilian.


Lilian kemudian berjalan meninggalkan warung menuju ke kost nya, dia bingung menyampaikan berita tadi pada Nindya atau tidak.


Lilian berjalan menuju ke kamarnya sambil menimbang nimbang perlu tidak memberitahu pada Nindya.


Sementara itu di lain tempat Bram terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, setelah beberapa menit motor sampai di kecamatan lokasi KKN, belum banyak yang sampai di gedung olah raga yang berada di kecamatan ini. Berdasarkan jadwal acara semua peserta KKN satu kecamatan berkumpul di gedung olah raga kecamatan, akan ada seremoni penyambutan oleh Bapak Camat dan semua bapak Kepala Desa. Peserta yang tidak membawa kendaraan sendiri akan dijemput mobil dari desa masing masing lokasi.

__ADS_1


Bram memarkirkan motornya di tempat parkir, lalu terlihat Shirly turun dari boncengannya.


"Kamu nanti ke lokasi pakai mobil dari desa" ucap Bram dan Shirly hanya diam namun dia sedang mencari cari alasan agar bisa bonceng Bram lagi.


Setelah mengatakan pada Shirly, Bram turun dari motornya lalu melangkah ke gedung olah raga, terlihat di depan gedung sudah ada berderet ibu ibu penerima tamu. Shirly turut berjalan di belakang Bram.


Sesampai di depan ibu ibu penerima tamu Bram tersenyum ramah sambil menggangukkan kepala, dan tentu saja ibu ibu membalasnya dengan senyum merekah.


"Mas ini snack nya" ucap salah satu ibu penerima tamu sambil menyodorkan satu kardus snack pada Bram, dan tentunya selanjutnya juga memberikan kardus snack pada Shirly.


Bram kemudian memasuki gedung dan mencari tempat duduk, terlihat Shirly mengekor pada Bram.


Setelah menaruh pantatnya di tempat duduk, Bram melepaskan tas nya dari punggungnya kemudian meletakkan dalam pangkuannya, sedangkan kardus snack di taruh di tempat duduk di dekatnya.


Tidak berapa lama terdengar


derttt derttt derttt panggilan video call dari Nindya.. Bram lalu bangkit berdiri dan menjauh dari Shirly agar tidak terjadi kesalahpahaman


Setelah mendapatkan tempat yang aman Bram menggeser tombol hijau


Terlihat wajah Nindya dan Lilian di layar hape nya


"Mas Bram sudah sampai?" tanya Nindya


"Baru sampai di kecamatan ada acara penyambutan oleh Bapak Camat" jawab Bram


"Mas Bram tadi boncengkan siapa?" tanya Nindya


"Kok kamu tahu?" jawab Bram yang balik bertanya


"Aku lihat di cctv berjalan" ucap Nindya yang membuat Lilian tertawa kecil


"Ha? yang bener?" tanya Bram


"Iya siapa cewek itu?" tanya Nindya


"Teman se lokasi dia yang maksa Nin, aku ga bisa menolak" jelas Bram


"Ya sudah awas ya jangan macem macem aku punya cctv berjalan" ucap Nindya lalu menutup sambungan telponnya.

__ADS_1


Bram perasaannya berkecamuk antara heran kok Nindya tahu dan bahagia karena kecemburuan Nindya. Ah pasti peserta KKN yang kenal Nindya yang memberi tahu tapi siapa ya apa Farid.., atau tadi Nindya sudah berangkat ke kampus tapi tidak mungkin, jalan kampus masih ditutup untuk mahasiswa selain peserta KKN.... begitulah Bram bermonolog di dalam hatinya


Bram akhirnya berjalan mengambil tas dan snack nya lalu mencari tempat duduk di tempat lain kuatir terlihat oleh cctv berjalan Nindya.


__ADS_2