Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing
21 Pulang


__ADS_3

Siang harinya mereka berempat sudah siap di dalam mobil Bram. Kali ini Tedy duduk di jok depan di samping Bram yang duduk di depan kemudi, sedang Nindya dan Lilian di belakang.


"Kak Tedy sudah ga grogi dekat dengan mas Bram" goda Nindya pada kakaknya


"Gimana mau grogi sudah tidur berdua ha..ha...ha..." ucap Tedy sambil tertawa


"Sudah ga pengen godain kamu dan Lilian, sudah pasang mode serius mau ketemu mamah ha . ha..ha.." ucap Tedy selanjutnya


Mobil akhirnya melaju menuju stasiun


"Bro mobil sangarmu ini ga apa apa untuk di onroad?" tanya Tedy saat mobil membelah jalan raya


"Sudah aku modif aman di offroad dan onroad, aku punya teman mas bengkel okey punya, dimodif multifungsi, ini mobil juga bisa untuk bajak sawah ha ha.." jawab Bram


"Kalau bisa dimodif bisa jalan di laut mas" ucap Nindya


"Bisa terbang juga mas" sambung Lilian


"Besuk mas bengkel kusuruh belajar dulu, kayaknya bagus ide kalian" ucap Bram dengan santai


"Keren mobilmu Bram" puji Tedy


"Jujur Ted seperti yang aku omong tadi malam, aku pengen touring ke luar Jawa pakai mobil ini, dari Yogya ke Jawa Timur terus ke Bali, lanjut ke Lombok lanjut ke Sumbawa terus ke Labuhan Bajo...menjelajah NTT wuihhhh ngliler banget" kata Bram sambil mukul mukul stirnga karena begitu berekpektasi


"Ooo seperti itu obrolan mereka tadi malam" bisik Nindya pada Lilian. Bram melihatnya dari kaca spion depan


"Ngapain bisik bisik" ucap Bram


"Paling mereka pengen ikut" ucap Tedy


"Iya" jawab Nindya dan Lilian bersamaan sambil tertawa


"Semoga bisa jadi kenyataan bro keinginanmu, kalau ada waktu aku juga mau ikut" ucap Tedy


"Aaaminnn" ucap Bram


"Padahal yang ingin ikut kakak" kata Nindya sambil mendorong pelan pundak kakaknya yang duduk di depannya. Mereka selanjutnya bercanda canda ringan di dalam mobil yang melaju menuju stasiun kereta api.


Tak terasa mobil sudah sampai di depan pintu masuk stasiun.


"Aku ga usah masuk ya" kata Bram saat mobil sudah berhenti


"Iya ga apa apa, thank ya bro" ucap Tedy sambil menjabat tangan Bram dengan erat kemudian membuka pintu mobil dan turun dari mobil.


"Mas Bram, Li ma kasih ya" ucap Nindya sambil menatap Bram dan Lilian bergantian kemudian membuka pintu mobil dan turun dari mobil


"Sama sama Nin" kata Bram dan Lilian bersamaan sambil keduanya menatap Nindya. Kemudian Lilian membuka pintu mobil bagian kanan dengan hati hati lalu turun dari mobil kemudian berjalan memutari mobil. Selanjutnya berjabat tangan dengan Tedy yang masih berdiri di samping adiknya Nindya.


Setelah berjabat tangan dengan Tedy, Lilian beralih pada Nindya, dan memeluk sahabatnya itu


"Hati hati ya Nin" ucapnya dalam pelukan mereka

__ADS_1


"Iya, nanti kita kabar kabar" ucap Nindya masih dalam pelukan kemudia mereka saling melepas pelukannya.


Lilian kemudian masuk mobil lewat pintu depan dan duduk di jok depan samping Bram.


"Nunggu apa Mas?" tanya Lilian saat melihat Bram masuk duduk melamun di depan kemudinya mobil di belakangnya sudah mengklakson tapi Bram tak bergeming


"Ooh ehh, enggak, kamu sudah siap" ucap Bram sambil menjalankan mobilnya dengan pelan karena jalan begitu ramai. Dan mobil terus melaju membawa mereka pulang ke rumah masing masing. Ya rencana Bram dan Lilian juga pulang ke rumah, Bram akan mengantar Lilian dulu kemudian baru pulang ke rumahnya. meskipun awalnya Lilian menolak untuk diantar.


Sementara itu Tedy dan Nindya sudah masuk ke stasiun, setelah cek in kemudian masuk ke dalam ruang tunggu. Mereka masih berjalan jalan mencari tempat duduk yang kosong di ruang tunggu. Berjalan sampai di ujung tapi tetap tidak mendapatkan kursi kosong. Saat ini stasiun sangat ramai mungkin karena hari libur akhir semester sehingga banyak yang pulang kampung.


"Kak duduk di situ saja" tunjuk Nindya pada tempat kosong di suatu bangunan memanjang menyerupai trotoar. Sudah ada beberapa orang yang duduk memanjang di tempat itu


Tedy dan Nindya akhirnya berjalan menuju tempat tersebut sebelum kedahuluan orang.


"Jaga jarak Tot " bisik Tedy pada Nindya. Dan Nindya paham lalu meletakkan pantatnya di lantai dengan menjaga jarak dengan calon penumpang lain.


"Kamu tunggu sini kakak beli minum sebentar" ucap Tedy setelah mereka merasa lega mendapat tempat duduk di ruang tunggu meskipun hanya di lantai.


"Kak sama beli roti dan cemilan asin asin ya" pinta Nindya pada kakaknya.


"Iya daripada oleh oleh buat mamah dan papah kamu makan nanti" kata Tedy sambil mengambil dompetnya di dalam tas dan kemudian menaruh tas nya di samping Nindya


"He he iya dalam kondisi darurat oleh oleh amblas masuk perut' ucap Nindya sambil terkekeh sementara Tedy berjalan menuju mini market di stasiun.


Tidak berapa lama Tedy kembali dengan tas plastik yang berisi makanan dan minuman. Kemudian Tedy duduk di samping adiknya.


"Nih" ucap Tedy sambil menyodorkan bungkusan tersebut.


"Nanti saja kak, masih kenyang" ucap Nindya kemudian Tedy meletakkan bungkusan tas plastik tersebut di antara mereka.


"Iya mamah pinter milih kost nya, padahal tuh kriteria mamah cari ibu kost yang galak waktu nyariin kost buat aku" kata Nindya sambil tangannya mengusap usap hape.


"Terus galak ga dia?" tanya Tedy sambil memandang hape di tangan adiknya


"Enggak galak tapi disiplin, kalau anak kost nya nurut dikasih reward kayak tadi kita dapat makan gratis he..he...." jawab Nindya


"Baguslah" kata Tedy kemudian


Titttttt titttttt titttttt bunyi peluit petugas kemudian disusul suara pengumuman kereta akan datang


"Kak kereta kita sudah mau datang" kata Nindya sambil memasukkan hape nya ke dalam tas.


"Iya, ayo kita siap siap, jangan ada yang tertinggal" ucap Tedy sambil berdiri dan membereskan bawaannya.


"Jejak yang tertinggal Kak" kata Nindya sambil bangkit berdiri dibantu kakaknya dengan memegang satu tangan Nindya dan sedikit menariknya, kemudian mereka berjalan menuju jalur tempat kereta yang akan ditumpangi berhenti.


Tidak berapa lama kereta berhenti. Mereka berjalan dan masuk pada gerbong yang sesuai dengan nomer di tiket mereka. Kemudian mereka berjalan menuju kursinya. Saat sudah sampai di nomor kursi yang di maksud Nindya langsung masuk dan duduk di kursi dekat jendela kemudian Tedy duduk di sebelahnya.


"Berdoa Kak semoga perjalanan lancar dan sampai dengan selamat"


"Aaaminnn.. " ucap Tedy sambil mata terpejam dan diam sesaat.

__ADS_1


Tidak berapa lama kereta berjalan menuju kota tujuan.


"Tot.." ucap Tedy pelan sambil menepuk paha adiknya pelan juga.


"Hmmm" gumam Nindya sambil berjuang membuka bungkusan cemilan asin asinnya.


"Kamu dan Lilian akrab sama Bram?" tanya Tedy sambil mengamati adiknya yang sedang berjuang.


"Iya begitulah" ucap Nindya sambil terlihat lega karena sudah berhasil membuka bungkusan camilannya.


"Lilian sudah lama ya akrab dengan Bram?" tanya Tedy lagi


"Iya sejak SMA, kenapa kakak suka Lilian?" tanya balik Nindya sambil menoleh menatap kakaknya.


"Bukan begitu kuatir kamu dan Lilian suka pada orang yang sama" ucap Tedy dengan santai


"Mas Bram maksudnya?" tanya Nindya


"Iya, kamu ga ada rasa apa sama Bram?" tanya balik Tedy sambil menoleh menatap adiknya


"Ga tahu sih, kadang juga baper" ucap Nindya pipinya bersemu merah kemudian dia memandang jendela kereta


"Ih ada yang malu hi...hi...hi..." ucap Tedy sambil terkekeh dan mengacak acak rambut di pucuk kepala adiknya.


"Tapi kata papah ga boleh pacaran dulu" ucap Nindya


"Itu kan waktu SMA sekarang kamu sudah mahasiswa, yang penting kamu bisa jaga diri sebagai anak gadis" kata Tedy


"Banyak yang suka sama mas Bram"


"Kan tergantung Bramnya suka sama siapa, kecuali kalau Bram suka dengan banyak cewek mending mundur kamu" kata Tedy serius


"Kakak tadi malem ngrumpiin cewek sama mas Bram ya?" tanya Nindya kepo


"Iya donk, lelaki yang dekat dengan adikku yang kusayangi harus kusreening he...he..." jawab Tedy sambil terkekeh


"Terus hasilnya apa ada file sampah?" tanya Nindya


"Kayaknya sih bersih" jawab Tedy


"Kok kayaknya sih" ucap Nindya


"Iya perlu diupdate terus apk nya he...he..." ucap Tedy sambil tertawa.


"Aku ngantuk..." ucap Tedy kemudian sambil memejamkan matanya. Sementara Nindya masih mengemil ria sambil melihat pemandangan di luar jendela, tetapi pikirannya masih mencerna perkataan kakaknya, mencintai orang yang sama, tergantung Bramnya. Nindya mencoba mengingat perkataan Lilian yang tidak ada chimestri tapi apa ya masih sama, Bram sangat baik pada Lilian apa Lilian juga tidak baper seperti dirinya. Meskipun Lilian sahabatnya tapi Lilian sangat tertutup untuk masalah pribadinya, masih suatu misteri bagi Nindya siapa pacar Lilian dulu, Boneka kesayangan Lilian ada inisial LA. Siapa atau apa LA itu... ihhh Lilian


derttt drettt drettt ada getar hape Nindya. Kemudian Nindya mengambil hapenya dan melihatnya ada pesan text masuk dari Lilian dan Bram


Lilian:


"Sampai mana Nin?"

__ADS_1


Bram:


"Kapan balik Yogya?"


__ADS_2