
"Jangan menyentuhku!!"
Jesslyn menyentak tangan Luis dan menatapnya tajam. Mereka masih belum meninggalkan Manson besar Xia. Jesslyn menolak ketika Luis hendak mengajaknya untuk pulang.
Wanita itu menatap suaminya dengan tajam dan penuh emosi. "Kau yang memiliki masalah dengannya, lalu kenapa putraku yang harus jadi korbannya?! Dia dan Vivian saling mencintai, dan kau malah berniat memisahkan mereka? Dimana hati nuranimu, Luis Qin?!" Bentak Jesslyn emosi.
"Jangan salah paham dulu, dan dengarkan aku." Pinta Luis. Dia mencoba menenangkan Jesslyn yang sedang dikuasai oleh emosi.
"TIDAK!!! Aku tidak mau mendengarkanmu!!"
Dan keributan yang terjadi di luar telah sampai ke telinga Xia Junsu dan Nyonya Rossa. Salah seorang penjaga melapor jika Nona-nya telah tiba dan terjadi keributan. Tuan Xia dan Nyonya Rossa pun bergegas keluar untuk melihatnya.
Rahang Junsu mengeras saat melihat keberadaan pria yang paling dia benci. Dan kebencian tersirat jelas dari sepasang mata hitamnya.
"Apa-apaan ini, memangnya siapa yang memberimu ijin untuk masuk ke mansion ini?! Karena tempat ini terlarang untuk diinjak dan disentuh oleh seluruh keluarga Qin!!"
Luis berbalik badan dan membalas tatapan tajam Junsu. Ayah dua anak itu lalu menghampiri Junsu dengan wajah datar tanpa ekspresi. Aura permusuhan begitu kental terasa ketika dua pria pria itu saling menatap dengan penuh dendam dan kebencian.
"Jika saja aku tau tempat yang ingin dikunjungi putraku adalah tempat tinggalmu, aku juga tidak sudi menginjakkan kakiku disini!!"
"Putramu?! Untuk apa putramu datang kemari dan apa urusannya dia dengan keluarga ini?!" Junsu meminta penjelasan.
"Karena putraku memiliki hubungan khusus dengan putrimu!!"
"Apa?! Kau bilang apa? Putriku memiliki hubungan dengan putramu?! Pernyataan konyol dan tak masuk akal macam apa yang kau katakan?! Mana mungkin putriku menjalin hubungan dengan putramu?!" Xia Junsu menatap Luis dengan seringai meremehkan.
Vivian tak melepaskan genggamannya pada Nathan meski hanya sedetik saja. Genggaman yang mewakili perasaan yang dia rasakan sebenarnya. Dan Nyonya Rossa yang mengetahuinya hanya bisa terbungkam tanpa mampu berkata apa-apa. Apalagi ketika melihat cinta di mata keduanya.
"Itu benar, Pa. Aku memang menjalin hubungan dengan putra Paman Luis, dan kami saling mencinta!!" sahut Vivian membenarkan.
Sontak Xia Junsu menoleh dan menatap putrinya dengan pandangan tak percaya. "Apa maksudmu, Vi? Omong kosong apa yang kau katakan?!" Bentak Xia Junsu.
__ADS_1
"Itu bukan omong kosong!!" Nathan mengangkat tangannya dan Vivian yang saling menggenggam secara bersamaan. Menunjukkan ikatan yang terjalin diantara mereka berdua. "Aku dan Vivian memang memiliki hubungan spesial dan kami saling mencintai!!"
Junsu menggeleng. "Lancang!! Memangnya siapa yang mengijinkan mu menjalin hubungan dengan putriku?! Vivian, kemari. Sampai kapanpun Papa tidak akan pernah merestui hubungan kalian berdua!" Xia Junsu menarik tangan Vivian dan menjauhkannya dari Nathan.
"Aku tidak peduli. Dengan ataupun tanpa restu kalian semua. Aku akan tetap bersama dengan Nathan!!"
"Jangan bodoh!! Lagipula Papa tidak akan membiarkan kalian bersatu apapun yang terjadi, pernikahanmu dan Nicholas telah dipersiapkan. Jadi jangan banyak tingkah. Bawa Nona masuk dan kurung dia di kamarnya. Usir mereka dari sini!!"
"Baik, Tuan!!"
"Lepaskan aku, bajingan. Jangan sembarangan menyentuhku!!" Teriak Vivian.
Gadis ita lalu menendang kaki kedua orang yang memeganginya secara bergantian lalu membanting mereka ke tanah. Maju beberapa orang lagi dan mereka mengeroyok Vivian atas permintaan Tuan Xia. Dia meminta mereka untuk melumpuhkan Vivian, dan melihat kekasihnya dalam bahaya tak lantas membuat Nathan diam begitu saja.
Pemuda itu membantu Vivian menghadapi orang-orang suruhan ayahnya yang jumlahnya semakin tak terhitung lagi. Luis dan Jesslyn pun tak mau ketinggalan, mereka ikut ambil bagian. Melihat putranya dalam bahaya tentu Luis tidak tinggal diam.
Mereka berempat bersatu, Luis melindungi Nathan sedangkan Jesslyn melindungi Vivian. Jesslyn tidak akan membiarkan ketidakadilan menimpa gadis itu.
Vivian adalah gadis yang sangat baik, dan dia layak diperlakukan dengan baik juga. Dan sebagai orang tua, Tuan Xia sudah sangat keterlaluan.
"Jangan takut, Vivian. Kau tidak sendirian, kami bertiga akan melindungimu." Jesslyn mengusap wajah Vivian dengan penuh kasih sayang.
Melihat bagaimana mereka melindungi Vivian membuat Nyonya Rossa terharu. Dan dia sudah tidak tahan lagi, Rossa pun segera mengambil tindakan tegas.
"JUNSU CUKUP!! DAN KALIAN SEMUA JUGA HENTIKAN!!" teriak Rossa. Wanita itu berjalan menghampiri Vivian dan tiga orang yang melindunginya lalu berdiri diantara mereka.
"Rossa, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau malah berdiri di pihak mereka?"
"Diam kau dan sebaiknya jangan bicara lagi!! Berapa banyak lagi kebodohan dan kesalahan yang akan kau lakukan?! Apa belum cukup dua anakmu yang kau buang saat mereka masih bayi hanya demi kepentingan pribadimu. Jika saja aku tidak bertindak, mungkin saja saat itu Vivian juga sudah kau buang!!"
Sontak Vivian menoleh dan menatap ibu tirinya itu penuh tanya. "Ma, maksudmu apa?"
__ADS_1
Rossa mengambil napas panjang dan menghelanya. "Vivian, mungkin sudah saatnya kau tau tentang kebenaran yang tersimpan selama 22 tahun. Dan sudah saatnya kau mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga ini dan juga semua kebusukan ayahmu!!"
"Rossa, apa yang kau lakukan? Jangan macam-macam apalagi mengatakan omong kosong yang tidak masuk akal!!" Bentak Junsu emosi.
Nyonya Rossa menyeringai. "Kenapa, Junsu?! Apa kau begitu takut jika semua rahasiamu terbongkar, aku sudah tidak tahan dengan semua kelakuanmu selama ini. Apa belum cukup Silvia yang kau korbankan, bagus saat itu Jia memberikan putranya yang baru dia lahirkan pada perawat yang membantunya. Jika tidak, pasti kau akan memanfaatkan anak itu demi kepentingan pribadimu!!"
"ROSSA, AKU BILANG CUKUP!!"
"Vivian, asal kau tau saja, sebenarnya ibumu meninggal bukan karena melahirkanmu. Tapi karena ulah ayahmu yang tidak berhati itu!! Dia mengalami depresi berat sampai akhirnya ibumu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Silvia, bukan suadari tirimu tapi dia adalah kakak kandungmu!!"
"Sebenarnya kau terlahir kembar, tapi ibumu memberikan saudara kembarmu pada seorang perawat tanpa sepengetahuannya karena dia tidak ingin jika ayahmu sampai memanfaatkannya. Dan aku sendiri bukanlah orang asing yang tiba-tiba masuk ke dalam keluarga ini. Tapi aku adalah saudari kandung ibumu, aku bibimu."
"Kau, Silvia dan adik bungsumu adalah pewaris yang sebenarnya dari keluarga ini. Sementara dia, bajingan itu bukanlah Xia yang sebenarnya. Dia hanya anak angkat dalam keluarga ini. Kakekmu yang menginginkan seorang putra akhirnya mengangkat ayahmu sebagai putranya lalu menikahkannya dengan ibumu."
"Dia ingin menguasai seluruh harta keluarga Xia, dengan menyingkirkan semua darah dagingnya sendiri. Ayahmu adalah orang yang sangat tidak berperasaan dan tamak. Permusuhan antara Xia dan Qin juga dimulai olehnya, karena kakekmu bersahabat baik dengan tuan Qin tua. Vivian, intinya jika kau dan dia memang saling mencintai maka perjuangkan dan jangan menyerah hanya karena satu orang saja."
"Dan untuk anda Tuan Qin, jika Anda sampai memisahkan dua anak yang saling mencintai ini. Maka anda sama tidak berperasaannya dengan bajingan itu. Sebagai seorang ayah, seharusnya Anda mendukung bukannya melarang. Nyonya Qin, aku bangga denganmu. Kau adalah wanita yang berjiwa besar."
"Anda berlebihan, Nyonya Xia. Sebagai seorang ibu, aku hanya menginginkan yang terbaik untuk putraku. Dan memperjuangkan kebahagiaannya sudah menjadi tugasku."
Kedua wanita itu kemudian saling berpelukan. Nyonya Rossa memiliki jiwa yang sangat besar dan Jesslyn sangat bangga pada wanita seperti dia. Sementara itu, diam-diam Xia Junsu mengeluarkan pistolnya lalu mengarahkan pada istrinya.
"Rossa, kau sudah terlalu banyak ikut campur. Sebaiknya pergi saja kau ke neraka!!" Teriak Junsu.
Mata Vivian membelalak. Dia segera mendorong tubuh Rossa saat peluru itu dilepaskan oleh Ayahnya. "Mama, awas!!!"
Doorrr....
"VIVIAN!!"
-
__ADS_1
-
Bersambung.