
Hari berganti Minggu, dan Minggu berganti bulan. Tapi Luis belum mendapatkan hasil apapun tentang penyelidikan siapa putri dari ibu tirinya. Padahal Luis hanya memberi waktu satu Minggu pada Kris, tapi sampai dua bulan dia belum mendapatkan kabar apapun.
Kris terus menundukkan kepalanya dan tidak berani membalas tatapan tajam Luis. Dia bingung harus bagaimana, mengatakan yang sebenarnya atau tetap merahasiakannya, karena kebenaran yang Kris temukan sungguh sangat mengejutkan.
"Apa kau sudah kehilangan kemampuanmu, Kris?! Ibu sudah hampir dua bulan, dan kau masih belum menemukan apapun. Sebenarnya apa saja yang kau lakukan selama ini?!"
"Maaf, Tuan. Ini memang agak sedikit sulit, karena kejadian itu sudah sangat lama sekali. Data-data tentang wanita itu hilang dan tidak ada catatan kelahiran putrinya. Bahkan seluruh keluarganya sudah tidak ada lagi di kota ini." Jelasnya.
Luis mendesah berat. "Kau boleh keluar," Kris mengangguk. Dia membungkuk kemudian meninggalkan ruangan Luis begitu saja.
Laki-laki itu mengusap kasar wajahnya, apakah benar-benar tidak ada informasi apapun tentang wanita itu. Jika tidak ada bukti apapun, bagaimana Luis bisa menghancurkannya?!
Mungkin kali ini belum, dan belum bukan berarti tidak ada. Cepat atau lambat Luis pasti akan menemukan informasi yang dia butuhkan. Karena hanya melalui putrinya, Luis bisa menghancurkan ibu tirinya.
"Bocah, apa yang kalian lakukan pada kakiku?!" Luis mengangkat kepalanya setelah mendengar teriakan dari kamar Bram. Dia tidak tau hal gila apa lagi yang si kembar lakukan pada pamannya itu.
Kini Bram menjadi penghuni tempat tidur setelah Frangky membuat kedua kakinya tak berfungsi. Frank memukul kaki pria yang selama ini dia kira adalah ayahnya dengan besi hingga patah. Dan sudah hampir 2 bulan Bram menjadi orang yang tidak berguna.
Tak mau ambil pusing. Luis melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda. Masih banyak berkas dan dokumen yang harus dia periksa. Sebagai pemegang saham tertinggi di perusahaan. Luis tidak perlu datang ke kantor setiap harinya.
-
-
Semakin lama, waktu yang Jesslyn miliki bersama Luis semakin menipis. Hanya tersisa 4 bulan lagi, dan itu bukan waktu yang lama. Ada rasa tidak rela dalam hati Jesslyn untuk berpisah dengannya, dia selalu ingin berada disisi laki-laki itu jika memungkinkan.
Jesslyn bangkit dari duduknya dan berjalan kearah cermin. Dia menatap pantulan dirinya di sana. "Haruskah aku mengungkapkan perasaan ini padanya? Haruskah aku mengatakan jika mungkin saja telah jatuh cinta padanya?" Jesslyn menggeleng.
Dia adalah perempuan, dan ia bisa kehilangan harga dirinya bila mengungkapkan perasaannya terlebih dulu pada Luis. Tapi jika tidak diungkapkan sekarang, takutnya sudah tidak ada kesempatan lagi.
__ADS_1
Jesslyn telah memantapkan hatinya, dia berencana untuk mengungkapkan perasaannya pada Luis. Apapun tanggapan Luis nantinya, itu menjadi urusan belakangan. Yang terpenting Luis sudah tau apa yang dia rasakan padanya.
"Kakak, aku sangat merindukanmu!!"
Tapp...
Jesslyn menghentikan langkahnya di depan pintu ruang kerja suaminya saat mendengar suara perempuan dari dalam ruangan tersebut. Suaranya terdengar asing, tapi nadanya sangat manja.
Penasaran siapa gadis itu. Jesslyn memutuskan untuk mengintip ke dalam, dan dia mendapati Luis tengah berpelukan dengan seorang gadis berambut sebahu. "Kenapa pulang tidak memberitahuku?" Luis melepaskan pelukan gadis itu.
"Karena aku ingin memberikan kejutan pada, Kakak. Sebenarnya aku ingin pulang beberapa hari yang lalu, tapi tidak jadi. Karena ujianku baru selesai hari sabtu kemarin." Ujar gadis itu.
"Kau pasti lelah, pergilah istirahat. Pelayan selalu memastikan kamarmu tetap bersih dan rapi, aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku. Setelah ini kita makan malam sama-sama, ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu."
Gadis itu menautkan alisnya. "Siapa?" Ia menatap Luis penasaran.
Mata gadis itu sontak membelalak. "Istri muda kakak?! Jadi maksudnya, Kakak menikah lagi setelah berpisah dari wanita itu?! Aku pikir Kakak tidak akan menikah lagi dengan wanita lain, sepertinya sangat sia-sia aku kembali kesini, jika hati Kakak tidak pernah untukku." Mata gadis itu tampak berkaca-kaca.
Luis mendesah berat. "Cukup, Roona. Aku tidak ingin mendengar omong kosong mu lagi. Hubungan diantara kita selamanya tidak akan pernah berubah, kita selamanya hanya sebatas kakak dan adik, jadi terima saja kenyataan itu!!" Ucap Luis menegaskan. Dia beranjak dari hadapan Ronna dan pergi begitu saja.
Roona sendiri adalah putri angkat dalam keluarga Qin. Mendiang Ibu Luis lah yang membawa gadis itu datang ke Manson mewah ini.
Saat itu usia Roona masih 5 tahun, dan seiring berjalannya waktu, Roona jatuh cinta pada Luis setelah dia beranjak dewasa. Tapi Luis hanya menganggapnya sebagai adik, tidak lebih.
"Jesslyn," seru Luis saat melihat keberadaan gadis itu di depan ruang kerjanya. "Kenapa kau ada disini?" Tanya Luis sambil menatap gadis itu penuh selidik.
"Tadinya aku ingin bertanya kau ingin makan malam dengan lauk apa, tapi sepertinya kau sedang ada tamu jadi aku tidak enak jika harus mengganggu kalian." Ujar Jesslyn memberi penjelasan.
Tanpa mengatakan apapun, Luis menarik Jesslyn meninggalkan ruang kerjanya. Mereka menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Jesslyn hanya diam, dia tidak mengatakan apa-apa, apalagi melayangkan protesnya pada Luis.
__ADS_1
Sementara itu. Roona tampak tidak suka melihat keberadaan Jesslyn di rumah ini, dia sangat bahagia saat tau jika Anna telah tersingkir dari sisi Luis. Yang artinya tidak ada lagi penghalang untuk dia mendapatkan kakak angkatnya tersebut.
Tapi ternyata dugaannya salah. Luis membawa pulang wanita lain lagi dan menjadikan dia sebagai istrinya. Apalagi melihat sikap Luis, sepertinya wanita itu sangat spesial dan posisinya di hati sang kakak berbeda dari Anna.
Gyut...
Roona mengepalkan kedua tangannya."Menyebalkan!! Lihat saja, aku tidak akan membiarkan kebahagiaan kalian berdua berlangsung selamanya. Bagaimana pun caranya, aku akan memisahkan kalian berdua!!"
-
-
Tubuh Jesslyn didorong ke tembok, tanpa mengatakan apapun, Luis langsung menyergap bibir tipis itu dan mel*matnya dengan kasar. Membuat Jesslyn terkejut setengah mati. Kedua tangannya digenggam erat oleh pria bermarga Qin tersebut.
Merasa terancam, Jesslyn mencoba melepaskan diri dari Luis, tapi tidak bisa. Dia kalah tenaga, tenaga Luis terlalu kuat sehingga dia tidak berkutik sedikit pun.
PLAKKK...
Dan sebuah tamparan keras langsung mendarat mulus di pipi Luis ketika ciuman itu terlepas. Siapa lagi pelakunya jika bukan Jesslyn, dia kesal dan marah atas apa yang Luis lakukan ini.
Ciuman itu seolah-olah hanya menjadi pelampiasan saja, Jesslyn melihat kemarahan dimata Luis ketika dia keluar dari ruang kerjanya.
"Keterlaluan!!" Bentak Jesslyn dan pergi begitu saja.
-
-
Bersambung.
__ADS_1